Poundsterling Cenderung Naik Namun Tidak Mantap.

559

(Vibiznews-Forex) Minat terhadap resiko melawan “greenback” selama setengah hari pertama pada hari Selasa kemarin, dengan ronde terbaru dari tarif yang dikenakan kepada Cina hanyalah 10%, dibawah skenario terburuk yang diantisipasi oleh para pemain di pasar.  Terlebih lagi, langkah pembalasan dari Cina menjadi tidak relevan, sehingga mendorong kenaikan saham menjelang penutupan pasar. Hari Selasa kemarin masih belum ada perkembangan yang terbaru mengenai Brexit, dan kalender ekonomi Inggris kemarin tidak memberikan sesuatu yang relevan, namun hari Rabu ini merupakan hari yang sibuk bagi para trader GBP dengan akan dirilis banyak berita yang relevan.

Hari Selasa kemarin, pasangan matauang GBP/USD diperdagangkan dekat kerendahan harian pada 1.3118 namun mempertahankan kedudukan yang “bullish” secara tehnikal.

Menurut Reuters, tanpa menyebut nama dari sumber di Downing Street, Perdana Menteri Inggris Theresa May, akan berbicara di Austria nanti pada hari Rabu ini, dimana dia diperkirakan akan menyampaikan komentar mengenai sikap rekonsiliasi Inggris dalam negosiasi dengan Uni Eropa, meskipun partainya sendiri Tory mengancam akan melemahkan setiap usaha yang dia berhasil capai.

Perdana Menteri May mendorong Uni Eropa untuk merefleksikan posisi Inggris dalam Brexit dan mulai menunjukkan fleksibilitas, menyatakan bahwa niat baik dan determinasi diperlukan untuk menghindari Brexit yang berantakan.

Perdana Menteri May juga berjanji untuk menghormati komitmennya bahwa akan ada protokol yang bisa diaplikasikan mengenai isu perbatasan Irlandia, namun persetujuan itu masih harus menghormati integritas ekonomi Inggris.

Baik Uni Eropa maupun Inggris perlu berhenti saling menuntut yang tidak dapat diterima satu sama lain.

Berita terbaru dari Brexit memberikan keuntungan yang perlu diwaspadai menuju perdagangan sesi Asia Pacific pada pagi hari ini. Menurut sebuah interview dengan Daily Express, Perdana Menteri Theresa May mencatat bahwa “persetujuan penarikan secara virtual telah disetujui”. Hal ini memberikan suatu keyakinan setelah laporan pada minggu lalu bahwa rencana “Chequers” PM May ditolak. Kenaikan Pounsterling Inggris memberikan tekanan turun terhadap dolar AS yang juga terpukul oleh matauang dengan imbal hasil yang tinggi sebagai alternatifnya.

Analis dari Scotiabank menjelaskan bahwa Sterling memperoleh kembali posisi yang lebih kuat namun tetap perlu diperhatikan bahwa keuntungan ini di dasarkan pada fondasi yang rentan.

Sentimen pasar baru-baru ini bersorak karena kabar bahwa Inggris dan Uni Eropa bisa mencapai kesepakatan dalam beberapa minggu yang akan datang tetapi hanya ada sedikit bukti berharga bahwa perbedaan utama telah dibicarakan.

Menurut Scotiabank, GBP kemungkinan bisa melanjutkan keuntungannya dalam jangka pendek namun realitanya bisa berbalik pada saat dijalani lebih lanjut.

Secara tehnikal jangka pendek GBP/USD adalah “netral/bullish”. Sterling sebegitu jauh telah mengalami kenaikan yang mantap selama bulan September dan pola yang lebih luas menunjukkan ruang lingkup untuk “rally” berlanjut kearah 1.33, sedangkan pola “intraday” memperlihatkan sedikit kelelahan dan kehilangan “support” disekitar 1.3115 yang bisa memicu sedikit kerugian karena koreksi ke area 1.3050/75 sedangkan kenaikan lebih lanjut akan berhadapan dengan “resistan” pertama pada 1.3175 yang bila berhasil dilampaui bisa lanjut ke 1.3210.

Ricky Ferlianto/VBN/Head of III, Vibiz Consulting Group

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here