Review Mingguan Pergerakan Pasar Minyak Sawit periode 7 Desember – 11 Desember

1023

(Vibiznews – Commodity) – Pada seminggu ini harga minyak sawit turun dari harga tertinggi pada Jumat 4 Desember  selama tiga hari berturut-turut pada awal minggu hari Senin sampai Rabu dan pada hari Kamis dan Jumat setelah laporan bulan dari MPOB maka harga minyak sawit naik kembali, namun selama seminggu harga minyak sawit turun 0.9% menghentikan kenaikan harga minyak sawit mingguan selama dua minggu berturut-turut.

Pergerakan Harga pada seminggu ini:

  • Harga minyak sawit Februari pada hari Jumat tanggal 11   Desember naik 4 ringgit atau 0.12% menjadi 3,407 ringgit ($841.23) per ton, kenaikan untuk hari kedua berturut-turut, Kenaikan harga minyak sawit pada akhir minggu ini mengikuti kenaikan dari harga minyak kedelai.
  • Harga minyak sawit Februari di Bursa Malaysia Derivatives Exchange Hari Kamis tanggal 10 Desember naik 47 ringgit atau 1.4% menjadi 3,405 ringgit ($838.67) per ton setelah naik 2% pada pertengahan pasar, karena Harga minyak sawit naik kembali  setelah tiga hari berturut-turut turun, setelah laporan MPOB yang menyatakan bahwa persediaan minyak sawit turun ke jumlah terendah tiga tahun karena turunnya produksi dan ekspor juga turun.
  • Hari Rabu tanggal 9 Desember Harga minyak sawit Februari di Bursa Malaysia Derivatives Exchange ditutup turun 10 ringgit atau 0.3% menjadi 3,356 ringgit ($825.99) per ton. Harga minyak sawit turun untuk hari ke tiga berturut-turut, karena turunnya ekspor sementara menanti laporan ekspor pada hari Kamis, dan laporan bulanan persediaan dan permintaan dari MPOB pada hari Kamis juga.
  • Hari Senin tanggal 7 Desember Harga minyak sawit turun Februari turun 42 ringgit atau 1.22% menjadi 3,395 ringgit ($834.15) per ton pada sesi sebelumnya naik 0.96% tertinggi sejak 2 Mei 2012. turun karena profit taking dan turunnya harga minyak kedelai di CBOT.
  • Pada hari Jumat tanggal 4 Desember Harga minyak sawit Februari di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik 105 ringgit atau 3.2% menjadi 3,437 ringgit ($846.97) per ton, tertinggi sejak 5 Mei 2012. Selama minggu dari 30 Nopember sampai 4 Desember harga minyak sawit naik 3% kenaikan mingguan selama 6 minggu dalam 7 minggu.

Faktor yang menggerakkan harga minyak sawit naik  pada minggu ini:

  1. Laporan Bulanan Persediaan dan permintaan minyak sawit dari Malaysian Palm Oil Board yang diumumkan setiap tanggal 10 tiap bulan dan pada tanggal 10 Desember ini:
  • Persediaan minyak sawit di Nopember turun 0.58% dari bulan Oktober sebesar 1.56 juta ton, jumlah terendah sejak Juni 2017.
  • Produksi minyak sawit Nopember turun 13.51% dari bulan Oktober menjadi 1.49 juta ton terendah sejak Maret.
  • Import minyak sawit di bulan Nopember meningkat 148.2% menjadi 112,663 ton
  • Ekspor minyak sawit turun 22.16% ke jumlah terendah 7 bulan menjadi 1.3 juta ton, ekspor sempat naik selama dua bulan sebelumnya.
  1. Cuaca La Nina di Asia Tenggara membuat curah hujan meningkat membuat kerusakan di perkebunan minyak sawit
  2. Harga minyak kedelai sebagai produk saingan yang meningkat baik di Bursa Dalian maupun di CBOT karena cuaca kering di Amerika Selatan.
  3. Berita kenaikan biaya restribusi ekspor untuk minyak sawit Indonesia membuat harga minyak sawit Malaysia naik.
  4. Kenaikan harga minyak mentah pada hari Jumat membuat meningkatnya permintaan akan biodiesel berbasis minyak sawit.

Faktor yang menggerakan harga minyak sawit turun pada minggu ini :

Harga minyak sawit sempat turun pada 3 hari pertama diawal minggu ini dari harga tertinggi 8 tahun pada hari Jumat 4 Nopember, dan menyisakan penurunan harga 0.9% selama seminggu dari tanggal 7 Desember – 12 Desember.

  • Ekspor minyak sawit Malaysia selama 1 – 10 Desember turun antara 6% – 11% dari bulan lalu, dengan turunnya ekspor ke Cina sampai 50%, menurut Cargo.
  • Turunnya harga minyak kedelai di CBOT karena hujan turun di Amerika Selatan.
  • Permintaan Cina berkurang karena harga yang tinggi dan margin impor CPO di India juga dipengaruhi dengan kenaikan harga di pasar fisik.
  • Negara-negara pengimpor minyak sawit beralih ke membeli minyak kedelai karena tingginya harga minyak sawit, walaupun biaya pengiriman lebih tinggi dan kualitas minyak kedelai lebih rendah.

Harga minyak kedelai di Dalian pada hari Jumat 11 Desember  naik 3%   dan harga minyak sawit naik 3%, sedangkan harga minyak kedelai di CBOT naik 0.4%.

Analisa tehnikal untuk minyak sawit dengan support pertama di 3,340 ringgit dan berikut ke 3,300 ringgit sedangkan resistant pertama di 3,420 ringgit dan berikut ke 3,470 ringgit.

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting

Editor : Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here