Bursa Wall Street Bulan Agustus Merosot Lebih 4 Persen

468

(Vibiznews – Index) Bursa Saham AS jatuh untuk hari keempat berturut-turut pada hari Rabu, hari terakhir bulan Agustus, tertekan kekhwatiran kenaikan suku bunga agresif Federal Reserve AS dalam upaya memerangi inflasi yang tinggi.

Dow Jones Industrial Average turun 280,44 poin, atau hampir 0,9%, menjadi 31.510,43.
S&P 500 kehilangan sekitar 0,8% untuk mengakhiri hari di 3.955,00.
Nasdaq Composite turun sekitar 0,6% menjadi 11.816,20.

Untuk bulan Agustus, bursa Wall Street merosot lebih dari 4%. Dow mengakhiri Agustus turun hampir 4,1%, sementara S&P dan Nasdaq membukukan kerugian bulanan masing-masing 4,2% dan 4,6%.

Pergerakan tersebut menempatkan Dow dan S&P masing-masing 6,3% dan 8,7%, di atas posisi terendah intraday pertengahan Juni. Nasdaq sekarang 11,8% di atas level terendahnya. Puncak reli musim panas datang dua minggu lalu pada 16 Agustus, dua bulan penuh setelah pertengahan Juni.

Investor telah berdebat selama berminggu-minggu apakah ekonomi berada dalam resesi atau menuju resesi, dan banyak yang mengira penurunan ekonomi akan memberi alasan The Fed untuk mengurangi rencana kenaikan suku bunganya. Namun Ketua Fed Jerome Powell menegaskan kembali dalam pidatonya di Jackson Hole Jumat, bahwa bank sentral berkomitmen untuk menahan inflasi dan akan terus menaikkan suku bunga bahkan di lingkungan resesi.

Komentar Powell memicu aksi jual saham. Lebih lanjut, Presiden Fed Cleveland Loretta Mester mengatakan Rabu bahwa dia melihat suku bunga acuan naik di atas 4% pada awal tahun depan. Pada hari Selasa, Presiden Fed New York John Williams menyerukan “kebijakan yang agak membatasi untuk memperlambat permintaan.”

Saham sempat turun dari posisi terendah tetapi berbalik lebih rendah untuk menyelesaikan hari perdagangan yang berombak dan bulan Agustus.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, bursa Wall Street akan mencermati data ekonomi penting ISM Manufacturing AS bulan Agustus pada Kamis malam dan Non Farm Payrolls AS bulan Agustus pada Jumat malam, yang jika terealisir menurun, akan menekan bursa saham AS.