Harga Minyak Sawit Naik Dari Terendah 14 Bulan

487
minyak sawit

(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak sawit pada akhir minggu naik dari harga terendah 14 bulannya.  Harga naik karena mengikuti kenaikan dari minyak kedelai di CBOT. 

https://www.vibiznews.com/2022/09/10/harga-kedelai-naik-melemahnya-indeks-dolar-as/

Kenaikan dari minyak mentah pada hari Jumat membuat harga minyak sawit naik karena permintaan biodiesel akan meningkat.

https://www.vibiznews.com/2022/09/10/harga-minyak-akhir-pekan-naik-lebih-3-persen-secara-mingguan-masih-turun/

Harga minyak sawit Nopember pada hari Jumat 9 September naik 54 ringgit atau 1.52% menjadi 3,595 ringgit ($799.60) per ton. Pada hari Kamis turun ke 3,541 ringgit harga terendah 14 bulan, sejak Juni 2021 

Harga minyak sawit rebound dari penjualan selama beberapa hari, mengikuti kenaikan dari minyak nabati.  

Pada seminggu ini harga minyak sawit turun 8.2% karena kekhawatiran akan pembatasan covid –19 di beberapa kota di Cina yang mengurangi permintaan . 

Para trader menantikan Laporan dari the Malaysian Palm Oil Board Agustus yang akan diumumkan pada hari Senin. Perkiraan persediaan akan diatas 2 juta ton untuk pertama kalinya dalam 2 tahun. 

Persediaan minyak sawit di Akhir Agustus naik 14.5% menjadi 2.03 juta ton tertinggi sejak April 2020. Persediaan naik karena kenaikan produksi menurut survey Reuter hari Senin. 

Ekspor turun 0.14% karena kekhawatiran turunnya permintaan Cina karena lockdown Covid-19. 

Penghapusan Biaya restribusi ekspor dari Indonesia diperpanjang untuk menaikkan volume ekspor. Kenaikan ekspor Indonesia membuat ekspor Malaysia turun sehingga harga minyak sawit turun. 

Analisa tehnikal untuk minyak sawit dengan support pertama di 3,630 ringgit berikut ke 3,400 ringgit . Resistant pertama di 4,000 ringgit dan berikut ke 4,340 ringgit. 

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting   

https://www.vibiznews.com/2022/09/06/review-agustus-harga-jagung-kedelai-gandum/