Harga Logam Industri Naik, Indeks dolar AS Melemah

351
tembaga, aluminium

(Vibiznews – Commodity) – Harga logam industri naik pada penutupan pasar hari Rabu, melemahnya indeks dolar. Perkiraan kenaikan akan suku bunga AS melambat. 

Melemahnya data ekonomi AS mendorong investor memperkirakan bahwa the Feds tidak lagi agresive dalam menaikkan suku bunga. Kenaikan suku bunga membuat pertumbuhan ekonomi turun dan permintaan berkurang.  

https://www.vibiznews.com/2022/10/26/rekomendasi-emas-27-oktober-2022-naik-karena-melemahnya-usd-turunnya-yields/

Harga tembaga   di London Metal Exchange naik 3.4% menjadi $7,775 per ton pada jam 16.00 GMT kenaikan harian tertinggi sejak Juli.  
Harga aluminium naik 5.3% menjadi $2,332 per ton. 

Harga Tembaga sudah turun 28%  dan Harga aluminium turun 43% sejak harga tertinggi pada bulan Maret, penurunan karena melemahnya pertumbuhan ekonomi dan menurunya permintaan logam. Tertekan karena pasar modal dan menguatnya dolar ke tertinggi 20 tahun. 

DI Cina yuan menguat lebih dari 1 % terhadap dolar, ada penjualan dari pemilik bank untuk menjual dolar AS untuk menstabilisasikan mata uang. 

Pada hari Selasa yuan sempat turun ke terendah sejak 2007 terhadap dolar. 

Bank of Canada pada hari Rabu mengumumkan kenaikan suku bunga lebih kecil dari perkiraan dan kenaikan suku bunga akan segera berakhir.  

Harga logam lainnya: 
  • Harga zinc naik 2.2 % menjadi $2,970 per ton. 
  • Harga nikel naik 1.6% menjadi $22,670  
  • Harga lead naik 1.5% menjadi $1,897.50  
  • Harga timah naik 2% menjadi $18,840. 

Analisa tehnikal untuk tembaga dengan support pertama di $7,291 dan berikut ke $7,212. Resistant  ke $7,781 berikut ke $7,948 

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting

https://www.vibiznews.com/2022/10/22/sentimen-perlambatan-kenaikan-suku-bunga-as-dan-ketidakpastian-politik-inggris-global-market-outlook-24-28-occtober-2022/