Capital Inflow Berlanjut, Rupiah – IHSG Kompak Rally — Domestic Market Outlook, 2-5 May 2023

1741
Vibizmedia Picture

(Vibiznews – Editor’s Note) – Pasar investasi domestik pada minggu lalu diwarnai dengan sejumlah isyu, di antaranya:

  • Capital inflow berlanjut ke pasar finansial dalam negeri, kali sekitar Rp6 triliun hanya dalam 3 hari pasar.
  • Rupiah dan IHSG kembali rally, bahkan rupiah dekat dengan level 10,5 bulan terkuatnya.
  • Untuk pekan mendatang, pasar akan mencermati rilis inflasi IHK Indonesia pada hari Selasa.

Minggu berikutnya, isyu prospek pemulihan ekonomi dalam dan luar negeri, akan kembali mewarnai pergerakan pasar. Seperti apa dinamika pasar hari-hari ini? Berikut detail dari Vibiznews Domestic Market Review and Outlook 2-5 Mei 2023.

===

Minggu lalu IHSG di pasar modal Indonesia terpantau menguat setelah libur panjang Lebaran, sempat mencapai 19 minggu tertingginya lalu terkoreksi di overbought-nya pada hari terakhir pasar, sekalipun sentimen bursa regional belum jelas di tengah antisipasi investor akan kenaikan suku bunga the Fed bulan Mei. Sementara itu, bursa kawasan Asia umumnya mixed. Secara mingguan IHSG ditutup menguat 1,38%, atau 93,909 poin, ke level 6.915,716. Untuk minggu berikutnya (2-5 Mei 2023), IHSG kemungkinan akan sempat dikoreksi profit taking namun kemudian melanjutkan uptrend-nya, dengan mencermati sentimen bursa regional sepekan depan. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance di level 6.970 dan 7.054. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6.764, dan bila tembus ke level 6.735.

Mata uang rupiah terhadap dollar AS pekan lalu kembali perkasa dan sempat bertengger di di sekitar level 10,5 bulan tertingginya, di tengah kurang jelasnya arah dollar serta berlanjutnya aksi beli asing di pasar SBN senilai 3,8 triliun, sehingga rupiah secara mingguannya berakhir menguat tajam 1,29% ke level Rp 14.654. Sementara, dollar global terpantau volatile lalu terkoreksi terbatas. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan akan sempat rebound sebentar, atau kemungkinan rupiah akan terkoreksi dari overbought-nya namun masih dalam bias menguat, dalam range antara resistance di level Rp15.012 dan Rp15.125, sementara support di level Rp14.627 dan Rp14.544.

Harga obligasi rupiah Pemerintah Indonesia jangka panjang 10 tahun terpantau berakhir naik secara mingguannya, terlihat dari pergerakan turun yield obligasi dan berakhir ke 6,536% pada akhir pekan. Ini terjadi di tengah aksi beli investor asing di SBN. Sementara yields US Treasury melemah.

===

Bank Indonesia melaporkan likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Maret 2023 tetap tumbuh positif. Posisi M2 pada Maret 2023 tercatat sebesar Rp8.293,6 triliun atau tumbuh 6,2% (yoy). Perkembangan M2 tersebut terutama dipengaruhi oleh perkembangan penyaluran kredit dan tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat (Pempus).

Inflasi Maret 2023 yang bersamaan dengan dimulainya periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), tetap terkendali. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, inflasi IHK Maret 2023 tercatat 4,97% (yoy), turun dari inflasi bulan sebelumnya sebesar 5,47% (yoy).

Berdasarkan data transaksi 26-27 April 2023, nonresiden di pasar keuangan domestik beli neto Rp6,02 triliun terdiri dari beli neto Rp3,81 triliun di pasar SBN dan beli neto Rp2,21 triliun di pasar saham.

===

 

Dinamika pasar terus bergerak secara aktif, naik turun di pasar investasi. Dari ancaman risiko resesi ekonomi global, Amerika yang sedang berjuang menghadapi inflasi dan goncangan perbankan, dan seterusnya. Itu yang ramai terjadi dalam pasar financial global. Kalau Anda tidak punya waktu banyak kesempatan untuk mengikuti dan mengartikan pergerakan pasar demikian, Vibiznews.com dapat membantu Anda sepenuhnya serta memanfaatkannya untuk keputusan investasi yang lebih akurat. Terima kasih telah bersama kami karena mengingat kami ada demi sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting