Perkembangan Indikator Stabilitas Nilai Rupiah (26 Mei 2023); Rupiah Melemah

556

(Vibiznews – Economy & Bond) – Mencermati kondisi perekonomian global dan domestik terkini, Bank Indonesia menyampaikan perkembangan indikator stabilitas nilai Rupiah, sebagai berikut:

Perkembangan Nilai Tukar 22-26 Mei 2023

Pada akhir hari Kamis, 25 Mei 2023
1. Rupiah ditutup pada level (bid) Rp14.945 per dolar AS.
2. Yield SBN (Surat Berharga Negara) 10 tahun stabil di 6,41%.
3. DXY[1] menguat ke level 104,25.
4. Yield UST (US Treasury) Note[2] 10 tahun naik ke level 3,817%.

Lihat: Rupiah Jumat Berakhir Melemah ke Rp 14.985/USD

Note:

[1] DXY atau Indeks Dolar adalah indeks yang menunjukkan pergerakan dolar terhadap 6 mata uang negara utama lainnya (EUR, JPY, GBP, CAD, SEK, CHF).

[2] UST atau US Treasury Note merupakan surat utang negara yang dikeluarkan pemerintah AS dengan tenor 1-10 tahun.

Pada pagi hari Jumat, 26 Mei 2023
1. Rupiah dibuka pada level (bid) Rp14.950 per dolar AS.
2. Yield SBN 10 tahun naik ke 6,42%.

Aliran Modal Asing (Minggu IV Mei 2023)

1. Premi CDS Indonesia 5 tahun turun ke 89,57 bps per 25 Mei 2023 dari 90,13 bps per 19 Mei 2023.

2. Berdasarkan data transaksi 22 – 25 Mei 2023, nonresiden di pasar keuangan domestik beli neto Rp0,97 triliun. Terdiri dari jual neto Rp0,76 triliun di pasar SBN dan beli neto Rp1,74 triliun di pasar saham.

3. Selama tahun 2023, berdasarkan data setelmen s.d. 25 Mei 2023, nonresiden beli neto Rp68,66 triliun di pasar SBN. Dan beli neto Rp15,53 triliun di pasar saham.

Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan. Hal ini untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan guna mendukung pemulihan ekonomi lebih lanjut.

Belinda Kosasih/ Partner of Banking Business Services/Vibiz Consulting