Bursa Eropa Jumat Ditutup Naik Merespon Perkiraan Penghentian Kenaikan Suku Bunga ECB

431
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – Index) Bursa Eropa ditutup lebih tinggi pada hari Jumat merespon pernyataan Bank Sentral Eropa bahwa kenaikan suku bunga terbaru mungkin merupakan yang terakhir.

Indeks Stoxx 600 Eropa berakhir naik 0,2%, dengan sebagian besar sektor dan bursa utama berada di wilayah positif. Barang-barang rumah tangga memimpin kenaikan, naik sebesar 1,4%, sementara saham-saham mewah mendapat dorongan dari angka penjualan ritel China.

Indeks Stoxx 600 naik 1,5% pada hari Kamis, sesi terbaiknya sejak awal Juni, menurut angka LSED.

Indeks FTSE 100 ditutup naik 0,5%.
Indeks DAX berakhir menguat 0,56%.
Indeks CAC 40 ditutup meningkat 0,96%.

ECB menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin, kenaikan ke-10 berturut-turut yang menjadikan suku bunga utamanya mencapai rekor tertinggi sebesar 4%. Proyeksi staf baru merevisi perkiraan inflasi untuk tahun ini dan tahun depan sedikit lebih tinggi, menjadi 5,6% dan 3,2%, meskipun menurunkan perkiraan tahun 2025, dari 2,2% menjadi 2,1%. Staf juga merevisi ekspektasi pertumbuhan ekonomi zona euro menjadi lebih rendah.

Namun mungkin perkembangan terbesar datang dari dugaan kuat bahwa anggota Dewan Pengatur ECB tidak mengharapkan kenaikan suku bunga lebih lanjut saat ini, dan bahwa suku bunga mungkin akan tetap stabil untuk beberapa waktu.

“Berdasarkan penilaiannya saat ini, Dewan Pengatur menganggap bahwa suku bunga utama ECB telah mencapai tingkat yang jika dipertahankan dalam jangka waktu yang cukup lama, akan memberikan kontribusi besar terhadap kembalinya inflasi ke target tepat waktu,” kata bank sentral dalam sebuah pernyataan.

Pasar saham Asia-Pasifik lebih tinggi pada hari Jumat, didorong oleh data ekonomi China, yang mengalahkan ekspektasi. Saham-saham AS melemah, namun Wall Street masih menuju minggu yang menguntungkan.

Saham H&M merosot 5% setelah pengecer tersebut melaporkan penjualan “datar” dalam mata uang lokal untuk kuartal kedua, di bawah perkiraan pertumbuhan 5% dalam jajak pendapat analis Reuters.

“Penjualan pada kuartal kedua dipengaruhi oleh kondisi cuaca yang tidak menguntungkan dibandingkan periode yang sama tahun lalu di beberapa pasar besar grup H&M. Bulan Juni telah dimulai dengan baik,” kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, bursa Eropa akan mencermati hasil penutupan bursa Wall Street dan mencerna keputusan ECB untuk menaikkan suku bunga bulan September ini, namun juga memperkirakan siklus kenaikan suku bunga akan berakhir.