Pasar Melonjak Tajam, the Fed Berhenti Siklus Pengetatannya — Domestic Market Outlook, 20-24 November 2023

801

(Vibiznews – Editor’s Note) – Pasar investasi domestik pada minggu lalu diwarnai dengan sejumlah isyu, di antaranya:

  • Pasar keuangan Indonesia berakhir pekan melonjak tajam di sekitar level 7,5 minggu terkuatnya.
  • Pasar domestik terpicu oleh pergerakan pasar global yang berekspektasi the Fed sudah selesai siklus kenaikan suku bunganya oleh rilis inflasi AS yang semakin melandai.
  • Neraca perdagangan Indonesia bulan Oktober 2023 kembali mencatatkan surplus, yang merupakan surplus bulan ke-42 berturut-turut.
  • Data ekonomi yang diperhatikan pasar pekan mendatang ini adalah rilis neraca berjalan pada hari Selasa, serta keputusan suku bunga acuan BI7DRR yang diperkirakan bertahan di 6% pada Kamis nanti.

Minggu berikutnya, isyu prospek ekonomi dalam dan luar negeri, akan kembali mewarnai pergerakan pasar. Seperti apa dinamika pasar hari-hari ini? Berikut detail dari Vibiznews Domestic Market Review and Outlook 20-24 November 2023.

===

Minggu lalu IHSG di pasar modal Indonesia terpantau menguat di pekan ketiganya, kali ini secara signifikan, bertengger di 7,5 minggu tertingginya, searah regional di tengah eksptektasi pasar bahwa the Fed berakhir siklus kenaikan bunganya oleh melambatnya laju inflasi di AS. Sementara itu, bursa kawasan Asia pada umumnya positif. Secara mingguan IHSG ditutup menguat tajam 2,47%, atau 168,405 poin, ke level 6.977,668. Untuk minggu berikutnya (20-24 November 2023), IHSG kemungkinan akan tertahan profit taking di overbought area-nya namun tetap uptrend, dengan mencermati sentimen bursa regional sepekan depan. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance di level 6.978 dan 7.046. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6.830, dan bila tembus ke level 6.760.

Mata uang rupiah terhadap dollar AS pekan lalu rebound tajam, masuk ke level 7,5 minggu terkuatnya, terpicu oleh bearish dollar setelah rilis inflasi AS yang semakin lunak yang memicu estimasi the Fed akan mulai menurunkan suku bunganya di tahun depan, ditambah berbaliknya capital inflow di pasar SBN sekitar Rp2,5 triliun, sehingga rupiah secara mingguannya berakhir menguat signifikan 1,86% ke level Rp 15.393. Sementara, dollar global tergelincir tajam pekan ini. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan masih akan uptrend perlahan, atau kemungkinan rupiah kembali dalam koreksi secara bertahap, dalam range antara resistance di level Rp15.727 dan Rp15.832, sementara support di level Rp15.356 dan Rp15.319.

Harga obligasi rupiah Pemerintah Indonesia jangka panjang 10 tahun terpantau berakhir naik secara mingguannya, terlihat dari pergerakan turun yield obligasi dan berakhir ke 6,637% pada akhir pekan. Ini terjadi di tengah berbaliknya ke aksi beli investor asing di SBN. Sementara yields US Treasury balik terkoreksi kembali.

===

 Neraca perdagangan Indonesia pada bulan Oktober 2023 kembali mencatatkan surplus sebesar USD3,48 miliar. Hal ini merupakan surplus neraca perdagangan yang telah berlangsung selama 42 bulan secara berturut-turut. Secara kumulatif, surplus neraca perdagangan selama periode Januari – Oktober 2023 mencapai USD31,22 miliar.

Sementara itu, Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada triwulan III 2023 turun dibandingkan dengan triwulan sebelumnya, demikian laporan Bank Indonesia. Posisi ULN Indonesia pada akhir triwulan III 2023 tercatat sebesar 393,7 miliar dolar AS, turun dibandingkan dengan posisi ULN pada akhir triwulan II 2023 yang mencapai 396,5 miliar dolar AS. Penurunan posisi ULN ini terutama bersumber dari ULN sektor publik.

Berdasarkan data transaksi 13 – 16 November 2023, nonresiden di pasar keuangan domestik tercatat beli neto Rp7,33 triliun (beli neto Rp2,49 triliun di pasar SBN, beli neto Rp0,87 triliun di pasar saham, dan beli neto Rp3,97 triliun di SRBI).

===

 

Pasar yang terus bergejolak belakangan ini dan sepertinya tidak jelas arahnya membuat hangat diskusi di antara kalangan investor. “Pasar mau ke mana?” begitu yang sering jadi topik hangat diskusi. Memang benar hanya si pasar sendiri yang tahu arah pergerakan pasar. Namun demikian, perilaku pasar dapat dipelajari juga, bukan? Bagi mereka yang telah lama berpengalaman merasakan denyut naik turunnya pasar, biasanya akan cukup bijak untuk melihat pasar dari sudut “bird-eye view”.

Vibiznews.com pastinya punya kapabilitas itu sebagai media spesialisasi investasi yang berpengalaman. Mari bersama kami memanfaatkan gerak pasar dan jadilah investor yang ‘profitable’. Tetaplah bersama kami, Anda akan terbantu dalam pengambilan keputusan investasi Anda. Terima kasih pembaca karena telah setia bersama kami, partner sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting