Rekomendasi Forex GBP/USD Mingguan 27 – 1 Desember 2023: Kecenderungan Bullish Masih Utuh.

764

(Vibiznews – Forex) Poundsterling berhasil mengumpulkan kekuatannya lebih lanjut terhadap dolar AS pada minggu lalu dengan GBP/USD naik kembali ke ketinggian dua bulan hanya sedikit di bawah 1.2600. GBP/USD diperdagangkan di 1.2594 pada akhir jam perdagangan sesi AS hari Jumat minggu lalu.

Kenaikan GBP/USD pada hari Jumat minggu lalu terjadi di tengah kecenderungan bearish yang persisten dari dolar AS. Indeks dolar AS turun 0.52% ke 103.285.

Serangkaian data yang keluar dari AS seperti belanja konsumen dan data inflasi telah menguatkan pertaruhan bahwa Federal Reserve AS (the Fed) akan memangkas tingkat bunga secepatnya pada bulan Mei tahun depan.

Ekspektasi the Fed yang dovish terus membuat yields obligasi treasury AS berada di bawah tekanan sehingga melemahkan valuasi dolar AS. Pasar terus memperhitungkan dalam harga probabilita hampir 50% the Fed akan memangkas tingkat bunganya pada bulan Mei meskipun keluar data Initial Jobless Claims mingguan AS yang bagus.

Initial Claims untuk benefit pengangguran di AS turun sebanyak 24.000 ke 209.000 untuk minggu yang berakhir pada tanggal 18 November, membalikkan kenaikan pada minggu sebelumnya yang naik ke ketinggian tiga bulan.

Dolar AS gagal mendapatkan dukungan naik dari keluarnya risalah pertemuan FOMC the Fed pada hari Rabu minggu lalu.

Risalah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) the Fed menunjukkan semua partisipan sepakat keputusan kebijakan pada setiap pertemuan akan terus berdasarkan informasi yang masuk secara keseluruhan dan akan dinilai apakah sudah cukup memelihara target tingkat bunga di 5.25% – 5.5%.

Publikasi hasil pertemuan FOMC the Fed menunjukkan bahwa para pembuat kebijakan mencatat bahwa kebijakan pengetatan perlu dilanjutkan apabila kemajuan di dalam menekan inflasi masih belum cukup.

Sebaliknya Poundsterling berhasil mengkapitalisir komentar yang hawkish dari para pembuat kebijakan di Bank of England (BOE) selama dengar pendapat di Parlemen Inggris mengenai Monetary Policy Report (MPR) bulan November pada hari Selasa minggu lalu. Gubernur BoE Andrew Bailey mengatakan bahwa outlook tingkat bunga memiliki kecenderungan naik. Sementara mengenai inflasi Bailey mengatakan bahwa pasar telah salah menilai resiko inflasi yang persistence.

Selain itu, GBP/USD menerima dorongan naik tambahan dari data PMI bisnis Inggris yang kuat yang menunjukkan bahwa sektor jasa di Inggris kembali ekspansi pada bulan November, muncul di angka 50.5.

Data – data ekonomi yang keluar dari AS bervariasi. Durable Goods Orders bulan Oktober turun 5.4% MoM, sementara Initial Jobless Claims untuk minggu yang berakhir pada tanggal 17 November adalah sebanyak 209.000, lebih banyak daripada angka bulan sebelumnya di 233.000.

Data Purchasing Managers’ Index (PMI) AS keluar pada hari Jumat minggu lalu dengan penurunan di komponen Manufaktur dan kenaikan di dalam angka Jasa.

PMI manufaktur AS bulan Nopember turun ke 49.4, lebih rendah daripada yang diperkirakan pasar di 49.8 dan tergelincir kembali ke teritori kontraksi setelah pada bulan Oktober muncul datar di 50.0.

Komponen Jasa meningkat ke 50.8 dibandingkan dengan yang diperkirakan penurunan dari 50.6 ke 50.4. Angka ini membantu menghapus penurunan di Manufaktur dan membuat angka PMI komposit seimbang di 50.7 sesuai dengan angka bulan Oktober.

Perhatian pada minggu ini beralih kepada data ekonomi papan atas yang termasuk data PMI dari Inggris dan PCE inti AS.

Pada minggu ini, partisipan pasar akan mengarahkan perhatiannya ke data yang lebih kuat yaitu Gross Domestic Product (GDP). GDP AS QoQ diperkirakan naik dari 4.9% ke 5.0% dan inflasi HICP zona Euro diperkirakan turun dari 4.2% ke 3.9% per tahun.

Pada hari Senin dan Selasa tidak ada data penting yang keluar dari Inggris. Pada hari Rabu, Gubernur BoE Bailey akan menyampaikan pernyataan singkat pada perayaan ulang tahun ke 50 dari London Foreign Exchange Joint Standing Committee. Pada hari Kamis kembali tidak ada data penting dari Inggris.

Pada hari Jumat, Inggris akan mempublikasikan data PMI manufaktur final. Selain itu, para trader Poundsterling juga akan menaruh perhatian kepada geopolitik, di tengah gencatan senjata selama empat hari antara Hamas dengan Israel yang dimulai sejak hari Jumat minggu lalu.

Support & Resistance

“Support” terdekat menunggu di 1.2550 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.2498  dan kemudian 1.2345. “Resistance” terdekat menunggu di 1.2650 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.2735 dan kemudian 1.2800.

Ricky Ferlianto/VBN/Head Research Vibiz Consulting.

Editor: Asido.