IHSG Senin Pagi Menguat ke Sekitar 7.031; Uptrend ke 9,5 Minggu Tertingginya

225
BEI
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Senin pagi ini (27/11) terpantau menguat 21,269 poin (0,30%) ke level 7.030,900 setelah dibuka naik ke level 7.034,084.

IHSG bergerak menanjak ke sekitar posisi 9,5 minggu terkuatnya, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya mixed di tengah kenaikan inflasi sektor jasa di Jepang, sementara Wall Street di akhir pekan variatif terbatas dalam jam perdagangan pendek.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pagi ini menguat 0,10% atau 16 poin ke level Rp 15.554, dengan dollar AS di pasar uang Asia melangkah turun setelah merosot perlahan 2 hari di sesi global sebelumnya; bergerak variatif terbatas di tengah pasar Amerika yang sedang libur Thanksgiving.

Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 15.570, serta terpantau bangkit dari sekitar level 2,5 minggu terendahnya.

Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 30,131 poin (0,43%) ke level 7.034,475. Sedangkan indeks LQ45 naik 5,420 poin (0,59%) ke level 930,286. Pagi ini IHSG menguat 21,269 poin (0,30%) ke level 7.030,900. Sementara LQ45 terlihat naik 0,69% atau 6,356 poin ke level 931,222.

Tercatat saat ini sebanyak 287 saham naik, 180 saham turun dan 210 saham stagnan.

Sementara itu, bursa Wall Street berakhir pekan dengan variatif dan rentang tipis pada jam perdagangan pendek dalam suasana libur Thanksgiving Day. Sedangkan, bursa regional pagi ini mixed melemah, di antaranya Nikkei yang melemah 0,43%, dan Indeks Hang Seng yang merosot 0,75%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini dibuka dalam uptrend melanjutkan rebound sebelumnya, sementara bursa kawasan Asia pagi ini mixed mencermati data inflasi Jepang.

Berikutnya IHSG kemungkinan akan tetap di zona hijau walau agak ditahan profit taking, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.048 dan 7.090. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6.896, dan bila tembus ke level 6.829.

 

 Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group