Uang Beredar Tumbuh Positif Pada Oktober 2023

264
Uang Beredar Tumbuh Positif pada Oktober 2023
Sumber: Bank Indonesia
(Vibiznews – Economy & Business) – Perekonomian Indonesia tumbuh positif, hal ini dapat dicermati dari laporan uang beredar Bank Indonesia bulan Oktober 2023.

Perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Oktober 2023 tumbuh positif.

Posisi M2 pada Oktober 2023 tercatat sebesar Rp8.505,4 triliun atau tumbuh 3,4% (yoy). Setelah pada bulan sebelumnya tumbuh sebesar 6,0% (yoy). Perkembangan tersebut terutama didorong oleh pertumbuhan uang kuasi sebesar 7,8% (yoy).

Faktor-faktor yang memengaruhi uang beredar

Berdasarkan faktor yang memengaruhinya, perkembangan M2 pada Oktober 2023 terutama dipengaruhi oleh perkembangan penyaluran kredit. Penyaluran kredit pada Oktober 2023 tumbuh sebesar 8,7% (yoy), relatif stabil dibandingkan bulan sebelumnya.

Di sisi lain, aktiva luar negeri bersih pada Oktober 2023 tumbuh sebesar 4,9% (yoy), setelah tumbuh 6,0% (yoy) pada bulan sebelumnya.

Sementara itu, tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat (Pempus) terkontraksi sebesar 8,8% (yoy), setelah tumbuh sebesar 13,2% (yoy) pada September 2023.

Perkembangan Dana Pihak Ketiga

Penghimpunan DPK pada Oktober 2023 tercatat Rp 7.982,3 triliun atau tumbuh sebesar 3,9% (yoy), setelah bulan sebelumnya tumbuh 6,4% (yoy) (Tabel 3).

Tabel 3 Penghimpunan DPK Berdasarkan Jenis Valuta Okt 2023

Sumber: Bank Indonesia

Perkembangan tersebut terutama dipengaruhi oleh pertumbuhan DPK korporasi (4,3%,yoy) dan perorangan (4,4%, yoy)(Tabel 4).

Tabel Penghimpunan DPK Okt 2023 Berdasarkan Gol Debitur
Sumber: Bank Indonesia

Pada Oktober 2023, giro tumbuh sebesar 1,8%(yoy), setelah bulan sebelumnya tumbuh sebesar 11.0% (yoy). Di sisi lain, tabungan tumbuh sebesar 2,6 % (yoy), setelah bulan September 2023 tumbuh 2,0% (yoy). Sementara itu, simpanan berjangka tumbuh 6,9% (yoy), setelah tumbuh 7,1% (yoy) pada bulan sebelumnya.

Perkembangan Kredit

Kredit yang disalurkan oleh perbankan tumbuh positif pada Oktober 2023. Penyaluran kredit pada Oktober 2023 tercatat sebesar Rp 6.863,0 Triliun, atau tumbuh 8,7% (yoy), relatif stabil dibandingkan bulan sebelumnya.

Perkembangan tersebut sejalan dengan laju penyaluran kredit pada golongan debitur perorangan (9,4%, yoy) dan debitur korporasi (8,0%, yoy) (Tabel 5)

Tabel 5 Perkembangan Kredit Okt 2023 Berdasarkan Gol.Debitur
Sumber: Bank Indonesia

Berdasarkan jenis penggunaan, perkembangan penyaluran kredit pada Oktober 2023, terutama disebabkan oleh perkembangan Kredit Modal Kerja, Kredit Investasi dan Kredit Konsumsi (Grafik 4)

Kredit Modal Kerja (KMK) tumbuh 8,0% (yoy) pada Oktober 2023, setelah pada bulan sebelumnya tumbuh 8,3% (yoy). Perkembangan KMK bersumber dari sektor Keuangan, Real Estate, dan Jasa Perusahaan yang tumbuh 24,6% (yoy) pada bulan laporan. Setelah tumbuh 26,2%(yoy) pada September 2023.

Kredit Investasi (KI) pada Oktober 2023 tumbuh 9,4% (yoy), setelah tumbuh 9,8% pada bulan sebelumnya. Terutama bersumber dari Sektor Industri Pengolahan serta sektor Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan (Tabel 6).

Kredit Konsumsi (KK) tumbuh 9,1% (yoy) pada Oktober 2023, setelah tumbuh 8,4 % (yoy) pada bulan sebelumnya. Terutama didorong oleh perkembangan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) dan Kredit Multi Guna.

Analis Vibiz Research Center melihat bahwa uang beredar tetap tumbuh positif pada Triwulan IV 2023 dan ke depannya. Meskipun pertumbuhan DPK mengalami penurunan cukup besar 2,5% dibandingkan bulan sebelumnya namun pertumbuhan kredit tetap stabil dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Berdasarkan Hasil Survei Perbankan Oktober 2023, diprakirakan penawaran penyaluran kredit baru dari perbankan pada triwulan IV 2023 tetap tumbuh. Hal ini terindikasi dari nilai SBT perkiraan penyaluran kredit baru Oktober 2023 sebesar 95,2%. Relatif stabil dibandingkan dari 95,6% pada triwulan III 2023.

Perlambatan penyaluran kredit baru pada Oktober 2023 diprakirakan terjadi pada seluruh kategori bank, kecuali Bank Syariah yang meningkat dibandingkan periode sebelumnya.Berdasarkan jenis penggunaan, perlambatan penyaluran kredit baru terjadi pada hampir seluruh jenis kredit, kecuali Kredit Modal Kerja (KMK).

Belinda Kosasih/ Partner of Banking Business Services/Vibiz Consulting