IHSG Zona Hijau di Awal Perdagangan Hari Selasa (28/11), Diprediksi Menguat

302
IHSG Zona Hijau di Awal Perdagangan Hari Selasa (28/11)

(Vibiznews – IDX Stock) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatan pada perdagangan Selasa (28/11) pagi. Mengutip RTI pukul 09.06 WIB, indeks naik 0,26% atau 18,275 poin ke level 7.031,681.

Tercatat 216 saham naik, 125 saham turun, 238 saham stagnan. Total volume perdagangan 1,25 miliar saham dengan nilai transaksi capai Rp 863 miliar.

Ada sembilan indeks sektoral menopang langkah IHSG hari ini. Tiga sektor dengan kenaikan tertinggi yaitu IDX-INfra 0,78%, IDX-Basic 0,72%, dan IDX-Energy 57%.

Saham-saham top gainers LQ45:
– PT Essa Industries Indonesia Tbk (ESSA) naik 2,61%
– PT Bank Jago Tbk (ARTO) naik 2,24%
– PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) naik 2,22%

Saham-saham top losers LQ45:
– PT Vale Indonesia Tbk (INCO) turun 2,65%
– PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) turun 2,11%
– PT Charoen Pokphand Tbk (CPIN) turun 1,42%

Sementara itu, wajah Pasar Asia-Pasifik bervariasi pada hari ini. Sehari setelah seluruh indeks utama di kawasan ini berakhir di wilayah negatif.

Pagi ini, bursa Asia sebagian besar dibuka menguat. Nikkei naik 0,07% dan Kospi naik 0,64%.

Analis Vibiz Research memperkirakan IHSG akan kembali menguat hari ini, didukung oleh sentimen positif dari pasar regional.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan kemarin, Senin (27/11/2023), ditutup naik tipis 0,05% ke posisi 7.013,306. IHSG masih bertahan di level psikologis 7.000 pada hari ini

Berdasarkan informasi BI, investor asing kembali mencatatkan aksi beli bersih (net buy) mencapai Rp 831,18 miliar di seluruh pasar pada perdagangan kemarin. Dengan rincian sebesar Rp 688,43 miliar di pasar reguler dan sebesar Rp 142,75 miliar di pasar tunai dan negosiasi.

IHSG yang menguat terjadi di tengah masih derasnya aliran dana investor asing yang masuk kedalam pasar keuangan RI.

BI khususnya telah menunjukkan bahwa data transaksi 20 – 23 November 2023, investor asing di pasar keuangan domestik tercatat beli neto Rp7,03 triliun.  Terdiri dari beli neto Rp 1,59 triliun di pasar SBN, beli neto Rp 0,30 triliun di pasar saham, dan beli neto Rp 5,13 triliun di SRBI.

Sebelumnya, harga minyak sedikit melemah setelah Qatar mengatakan bahwa gencatan senjata antara Israel dan Hamas telah diperpanjang selama dua hari.
Kontrak berjangka Brent untuk bulan Januari turun 50 sen, atau 0,62%, menjadi diperdagangkan di US$80,08 per barel.

Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) membalikkan penurunan sebelumnya. Dan membukukan kenaikan 0,4% dan diperdagangkan di US$75,16 per barel.

Di Australia, indeks S&P/ASX 200 naik 0,61%, menjelang rilis inflasi bulan Oktober pada hari Rabu.

Kospi Korea Selatan naik 0,35% dan Kosdaq yang berkapitalisasi kecil mengalami kenaikan yang lebih besar sebesar 0,49%.

Jepang melemah, dengan Nikkei 225% dan Topix masing-masing turun 0,23% dan 0,3%.
Indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,44%, hal ini juga memperpanjang penurunan dari hari Senin. Sedangkan indeks CSI 300 China daratan sedikit di bawah garis datar.

Belinda Kosasih/ Partner of Banking Business Services/Vibiz Consulting