Bursa Korea Selatan Jumat Berakhir Merosot Tertekan Pelemahan Saham Semikonduktor dan Pembuat Baterai

636

(Vibiznews – Index) Bursa saham Korea Selatan berakhir merosot pada hari Jumat tertekan pelemahan saham semikonduktor dan baterai megikuti kerugian semalam perusahaan kapital besar AS, seperti Nvidia dan Tesla.

Indeks Kospi kehilangan 30,28 poin, atau 1,19 persen, menjadi ditutup pada 2.505,01.
Indeks Kospi 200 berjangka juga merosot 1,07% pada 334.80.

Volume perdagangan tergolong moderat yaitu 504 juta lembar saham senilai 8,6 triliun won (US$6,59 juta), dengan saham yang melemah melampaui saham pemenang (489 berbanding 386).

Institusi dan investor asing memimpin penurunan tajam, dengan menjual saham lokal senilai 586,6 miliar won dan mengimbangi pembelian bersih individu sebesar 561,4 miliar won.

Jatuhnya saham Tesla dan pemimpin chip AI Nvidia dalam semalam melemahkan sentimen investor terhadap pembuat chip dan baterai lokal.

Nvidia merosot 2,9 persen dan saham Tesla turun 1,7 persen karena aksi ambil untung pada hari terakhir bulan November.

Di Seoul, perusahaan baterai termasuk yang mengalami kerugian terbesar, dengan pemimpin industri LG Energy Solution merosot 5,72 persen menjadi 428.500 won dan saingannya yang lebih kecil Samsung SDI anjlok 5,3 persen menjadi 447.000 won. Penyedia material baterai POSCO Future M merosot 3,24 persen menjadi 314.000 won.

Perusahaan kimia terkemuka LG Chem turun 2,89 persen menjadi 486.500 won, dan kilang minyak nomor satu SK Innovation merosot 6,08 persen menjadi 134.400 won.

Samsung Electronics, pembuat chip memori terbesar di dunia dan kapitalisasi pasar teratas di pasar saham Korea, kehilangan 1,1 persen menjadi 72.000 won dan pesaing pembuat chipnya SK hynix turun 0,97 persen menjadi 132.600 won.

Operator seluler juga melemah, dengan pemimpin industri SK Telecom merosot 3,07 persen menjadi 50.600 won dan KT turun 0,89 persen menjadi 33.250 won.

Namun perusahaan pertahanan menguat, dengan Hanwha Aerospace melonjak 8,02 persen menjadi 136.000 won dan Korea Aerospace Industries melonjak 3,34 persen menjadi 47.900 won.

Mata uang lokal berakhir pada 1,305.8 won terhadap dolar AS, turun 15.8 won dari penutupan sesi sebelumnya.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, bursa Korea Selatan akan mencermati hasil penutupan bursa Wall Street akhir pekan, yang jika ditutup menguat, akan dapat memberikan sentimen positif bagi bursa Korea Selatan. Namun jika ditutup menurun, akan dapat menekan bursa Korea Selatan.