IHSG Jumat Siang Melemah 0,4% ke Level 7.049; Bursa Asia Melemah, Berlawanan Wall Street

234
Yuk Simak Perbedaan Investasi Saham dan Kripto
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Jumat siang ini (1/12) terpantau melemah 31,189 poin (0,44%) ke level 7.049,552 setelah dibuka turun ke level 7.059,351.

IHSG bergerak terkoreksi dari overbought di posisi setahun terkuatnya kemarin, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya melemah di tengah mencermati data aktivitas pabrik China yang variatif, serta mencermati Wall Street yang semalam ditutup menguat terutama Dow Jones.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini melemah 0,42% atau 64 poin ke level Rp 15.481, dengan dollar AS di pasar uang Asia terkoreksi setelah melaju 2 hari di sesi global sebelumnya; dalam koreksi setelah data inflasi PCE—yang kerap menjadi acuan the Fed–dirilis melambat.

Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 15.540, serta terpantau melemah dari level 2,5 bulan tertingginya.

Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 21,390 poin (0,30%) ke level 7.059,351. Sedangkan indeks LQ45 naik 1,062 poin (0,11%) ke level 931,097. Siang ini IHSG melemah 31,189 poin (0,44%) ke level 7.049,552. Sementara LQ45 terlihat naik 0,61% atau 5,685 poin ke level 935,720.

Tercatat saat ini sebanyak 204 saham naik, 324 saham turun dan 209 saham stagnan.

Sementara itu, bursa regional siang ini melemah, di antaranya Nikkei yang menguat 0,03%, dan Indeks Hang Seng yang turun 0,69%.

Sejumlah saham yang masuk jajaran top losers antara lain Siloam Hospitals (SILO) -18,25%, Amman Minerals (AMMN) -17,71%, Indofood CBP (ICBP) -7,58%, dan Dharma Polimetal (DRMA) -7,54%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini dalam koreksi dari level tertinggi setahunnya kemarin, sementara bursa kawasan Asia siang ini melemah di tengah mencermati data aktivitas pabrik China yang variatif.

Berikutnya IHSG kemungkinan akan masih di zona merah oleh profit taking di overbought-nya, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.110 dan 7.128. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 7.002, dan bila tembus ke level 6.896.

 

 Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group