Rekomendasi Minyak Mingguan 4 – 8 Desember 2023: Tertekan Turun ke Bawah $75.00

383

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah berjangka benchmark Amerika, West Texas Intermediate (WTI) di bursa Nymex, pada jam perdagangan sesi AS hari Jumat, hari perdagangan terakhir minggu lalu, jatuh ke bawah $75.00, ditutup di $74.44 per barel, setelah sebelumnya sempat naik ke $77.00.

Berbalik turunnya harga minyak mentah WTI pada jam perdagangan terakhir hari Jumat minggu lalu disebabkan karena para investor berbalik skeptis terhadap kemampuan the Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) di dalam melaksanakan keputusan pemangkasan produksi minyak mentah yang diumumkan baru – baru ini.

OPEC baru – baru ini mengumumkan tambahan pengurangan produksi sebanyak 1 juta barel per hari, namun pasar tetap skeptis mengenai kemampuan dari kartel minyak mentah terbesar di dunia ini untuk melaksanakan pembatasan produksi dengan berhasil. Keputusan untuk memangkas produksi minyak mentah dalam rangka menaikkan harga minyak mentah ini semakin tidak popular diantara banyak anggota OPEC dengan kapasitas produksi yang lebih kecil.

Kurangnya kesepakatan mengenai jumlah, lamanya waktu, dan hal-hal umum lainnya membuat para investor minyak mentah meningkat keragu-raguannya sementara OPEC tidak punya metode yang pasti untuk bisa memaksakan ketaatan di dalam opsi pemangkasan produksi yang diperkirakan akan terus berlangsung selama kuartal pertama tahun 2024.

Dengan pemangkasan produksi sebanyak satu juta barel per hari yang lemah, kemungkinan tidak akan bisa mengimbangi turunnya permintaan minyak mentah global, supply minyak mentah diperkirakan akan meningkat pada bulan – bulan yang akan datang.

Beban terhadap harga minyak mentah semakin bertambah dengan laporan meningkatnya cadangan minyak mentah AS. Energy Information Administration (EIA) AS melaporkan bahwa cadangan minyak mentah AS mengalami peningkatan lebih lanjut dengan penambahan sebanyak 1,6 juta barel, untuk minggu yang berakhir pada tanggal 24 November. Angka ini lebih tinggi daripada yang diperkirakan oleh pasar yaitu pengurangan stok minyak mentah sebesar 933.000 barel.

Pada minggu ini, hari Senin AS akan mempublikasikan data Factory Orders.

Pada hari Selasa, akan keluar data Purchasing Manager Index (PMI) Jasa Cina yang akan diikuti oleh data final PMI Jasa Zona Euro, Inggris dan AS untuk bulan Nopember. Data PMI jasa dari ISM dan JOLTS Job Openings dari AS akan menjadi petunjuk baru mengenai ketangguhan ekonomi AS dan outlook tingkat bunga dari the Fed.

Pada hari Rabu, akan keluar data ADP Employment Change AS. Data Employment dari ADP akan menjadi pendahulu yang memberikan petunjuk terhadap angka yang paling penting dari data Nonfarm Payrolls AS yang akan keluar pada hari Jumat. Dari zona Euro akan dipublikasikan data PMI konstruksi Eropa dan Penjualan Ritel  Uni Eropa.

Pada hari Kamis, AS akan mempublikasikan data Jobless Claims mingguan dengan Cina akan lebih dahulu mempublikasikan data perdagangannya sebelumnya. Sementara dari zona Euro akan dipublikasikan angka GDP Uni Eropa kuartal ketiga.

Event utama pada hari Jumat adalah laporan pasar tenaga kerja AS, Nonfarm Payrolls (NFP). Angka NFP umum dan data inflasi upah akan menjadi kunci menghitung ulang ekspektasi pemangkasan tingkat bunga oleh the Fed pada tahun 2024.

Pasar juga menantikan data inventori minyak mentah terbaru pada minggu ini dari American Petroleum Institute (API) pada hari Rabu dan Energy Information Administration (EIA) pada hari Kamis.

Support & Resistance

“Support” terdekat menunggu di $73.69 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $72.14 dan kemudian $69.17. “Resistance” yang terdekat menunggu di $77.02 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $78.54 dan kemudian $81.17.

Ricky Ferlianto/VBN/Head Research Vibiz Consulting

Editor: Asido.