Harga Gula Rabu Berakhir Anjlok Terendah 5 Bulan Tertekan Peningkatan Pasokan dan Pelemahan Harga Minyak

499

(Vibiznews – Commodity) Harga gula di bursa komoditi berjangka New York pada hari Rabu berakhir anjlok ke level terendah dalam 5 bulan tertekan peningkatan pasokan gula dan kemerosotan harga minyak.

Harga gula kontrak bulan Maret 2024 berakhir anjlok 7,85% pada 23,00.

Harga gula telah terjual turun tajam selama seminggu terakhir setelah Conab pada Rabu lalu menaikkan perkiraan produksi gula Brasil tahun 2023/24 sebesar +15% menjadi 46,9 MMT dari perkiraan bulan Agustus sebesar 40,9 MMT.

Harga gula juga tertekan dengan melemahnya harga minyak mentah pada hari Rabu yang anjlok lebih dari -4% ke level terendah dalam 5 bulan. Melemahnya harga minyak mentah menurunkan harga etanol dan mungkin mendorong pabrik gula dunia untuk mengalihkan lebih banyak penghancuran tebu ke produksi gula dibandingkan etanol, sehingga meningkatkan pasokan gula.

Brazil telah meningkatkan produksi gulanya tahun ini karena Unica pada Senin lalu melaporkan bahwa output gula Brazil Tengah-Selatan pada paruh pertama bulan November naik +30,9% y/y menjadi 2,19 MMT dan output gula pada tahun panen 2023/24 hingga pertengahan -November naik +23.1% y/y menjadi 39.412 MMT. Selain itu, 49,41% tebu yang dihancurkan digunakan untuk produksi gula tahun ini, meningkat dari 45,97% tahun lalu. Sementara itu, Brazil mengekspor 3,7 MMT gula pada bulan November, menandai rekor baru pada bulan tersebut.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga gula dapat bergerak naik dengan aksi bargain hunting memanfaatkan harga gula yang sangat murah. Namun peningkatan pasokan gula masih akan terus membayangi. Harga gula diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance 24,30-25,60. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support 22,32-21,64.