Bursa Korea Selatan Jumat Berakhir Naik Terdukung Penguatan Saham Teknologi

447

(Vibiznews – Index) Bursa saham Korea Selatan berakhir naik pada akhir pekan hari Jumat, terdukung kinerja kuat saham-saham teknologi berkapitalisasi besar yang mengikuti kenaikan semalam di Wall Street.

Indeks Kospi bertambah 25,78 poin, atau 1,03 persen, menjadi berakhir pada 2,517.85.

Volume perdagangan Kospi tergolong moderat yaitu 421,4 juta lembar saham senilai 7,69 triliun won (US$5,88 miliar), dengan jumlah saham yang menang melebihi yang kalah sebanyak 539 berbanding 339.

Institusi dan asing membeli saham masing-masing senilai 432,7 miliar won dan 201,3 miliar won, sementara investor ritel melepas saham senilai total 647,8 miliar won.

Semalam bursa Wall Street berakhir naik,dengan ketiga indeks utama AS menguat, dengan indeks komposit Nasdaq yang berbasis teknologi naik 1,37 persen, karena saham-saham komunikasi dan TI menguat di tengah berita baik di sektor kecerdasan buatan (AI).

Alphabet, perusahaan induk Google, melonjak lebih dari 5 persen karena peluncuran model AI terbarunya, Gemini, dan Advanced Micro Devices melonjak 9,9 persen setelah diperkirakan pasar chip AI pusat data bisa mencapai US$45 miliar tahun ini.

Saham kapital besar berakhir di wilayah positif sehingga mendorong kenaikan indeks Kospi.

Pemimpin pasar Samsung Electronics melonjak 1,54 persen menjadi 72.600 won, dan pembuat chip nomor dua SK hynix naik 1,51 persen menjadi 127.500 won.

Pembuat baterai terkemuka LG Energy Solution naik 0,94 persen menjadi 430.500 won, dan saingannya yang lebih kecil Samsung SDI bertambah 1,47 persen menjadi 450.000 won.

Raksasa baja POSCO Holdings melonjak 5,48 persen menjadi 471.500 won, afiliasi pembuat komponen baterainya, POSCO Future M, melonjak 2,54 persen menjadi 343.000 won.

Operator portal internet Naver menguat 2,35 persen menjadi 217.500 won, dan Kakao, operator layanan pesan seluler terkemuka di negara itu, naik 2,38 persen menjadi 51.700 won.

Produsen mobil terkemuka Hyundai Motor bertambah 1,37 persen menjadi 185.100 won, dan afiliasinya yang lebih kecil, Kia, naik 1,53 persen menjadi 86.400 won.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya di awal pekan, bursa Korea Selatan akan mencermati hasil penutupan bursa Wall Street yang akan dipengaruhi hasil data Non Farm Payrolls AS yang jika terealisir naik dan memunculkan sentimen The Fed akan menaikkan suku bunga atau tidak jadi menurunkan suku bunga, maka akan menekan bursa Wall Street, dan memberikan sentimen negatif bagi bursa Korea Selatan.