Harga Gula Kamis Berakhir Naik Terbantu Penurunan Dolar AS

295
gula

(Vibiznews – Commodity) Harga gula di bursa komoditi berjangka New York pada Kamis berakhir naik tipis terdukung pelemahan dolar AS yang mendorong short-covering gula berjangka.

Harga gula kontrak bulan Maret 2024 berakhir naik 0,13% pada 23,03.

Harga gula pada hari Kamis awalnya melanjutkan penurunan tajam pada hari Rabu ke level terendah dalam 5 bulan karena peningkatan pasokan gula. Harga gula telah terjual turun tajam selama seminggu terakhir setelah Conab pada Rabu lalu menaikkan perkiraan produksi gula Brasil tahun 2023/24 sebesar +15% menjadi 46,9 MMT dari perkiraan bulan Agustus sebesar 40,9 MMT.

Brasil telah meningkatkan produksi gulanya tahun ini karena Unica pada Senin lalu melaporkan bahwa output gula Brasil Tengah-Selatan pada paruh pertama bulan November naik +30,9% y/y menjadi 2,19 MMT dan output gula pada tahun panen 2023/24 hingga pertengahan -November naik +23.1% y/y menjadi 39.412 MMT. Selain itu, 49,41% tebu yang dihancurkan digunakan untuk produksi gula tahun ini, meningkat dari 45,97% tahun lalu. Sementara itu, Brazil mengekspor 3,7 MMT gula pada bulan November, menandai rekor baru pada bulan tersebut.

Faktor penurunan harga gula lainnya adalah tindakan Organisasi Gula Internasional (ISO) pada tanggal 15 November yang menaikkan perkiraan produksi gula global tahun 2023/24 (Oktober-Sep) menjadi 179,9 MMT dari perkiraan sebelumnya sebesar 174,8 MMT dan memangkas produksi gula pada tahun 2023/24. 24 defisit gula global menjadi -335,000 MT dari perkiraan sebelumnya sebesar -2.1 MMT.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga gula dapat bergerak naik terpicu aksi bargain hunting setelah harga gula Rabu anjlok. Juga akan mencermati pergerakan harga minyak mentah, jika rebound akan menguatkan harga gula. Harga gula diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance 23,71-24,38. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support 22,58-22,12.