Harga Kopi Arabika Kamis Ditutup Naik Terdukung Pelemahan Dolar AS

227

(Vibiznews – Commodity) Harga kopi arabika di bursa komoditi berjangka New York pada hari Kamis berakhir naik tinggi terdukung pelemahan dolar AS yang mendorong short-covering pada kopi berjangka setelah aksi jual pada hari Rabu ke level terendah dalam 1 minggu.

Harga kopi arabika kontrak bulan Maret 2024 ditutup naik 1,28% pada 177.50.

Sebelumnya, harga kopi arabika berada di bawah tekanan selama beberapa sesi terakhir karena proyeksi peningkatan produksi.
Pada hari Selasa, Organisasi Kopi Internasional (ICO) memproyeksikan produksi kopi global pada tahun 2023/24 akan meningkat +5,8% y/y menjadi 178 juta kantong karena tahun panen dua tahunan yang luar biasa. ICO juga memproyeksikan konsumsi kopi global pada tahun 2023/24 akan meningkat +2,2% y/y menjadi 177 juta kantong, menghasilkan surplus 1 juta kantong kopi.

Tanda-tanda peningkatan ekspor kopi berdampak buruk pada harga. Jumat lalu, Kementerian Perdagangan Brasil melaporkan bahwa ekspor kopi Brasil pada bulan November (tidak disangrai) naik +8,5% y/y menjadi 235.000 MT. Selain itu, Honduras, negara penghasil kopi terbesar di Amerika Tengah, melaporkan ekspor kopinya pada bulan November melonjak +63% y/y menjadi 110,413 kantong.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga kopi arabika akan mencermati pergerakan dolar AS, dimana jika data Non Farm Payrolls AS November terealisir naik, akan menguatkan dolar AS dan dapat menekan harga kopi arabika. Juga akan mencermati prospek produksi dan pasokan, yang jika terus meningkat, akan dapat menekan harga kopi arabika. Harga kopi arabika diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 175.67-173.83. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 179.42-181.33.