Harga Minyak Kamis Turun Tertekan Ekonomi China dan Produksi AS Tinggi

348

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak turun pada hari Kamis untuk hari keenam berturut-turut tertekan sentimen bearish perekonomian China dan produksi AS yang sangat tinggi.

Minyak mentah berjangka WTI AS kontrak bulan Januari turun 4 sen, atau 0,06%, menjadi $69,34 per barel.
Minyak mentah berjangka Brent kontrak bulan Februari kehilangan 25 sen, atau 0,34%, menjadi $74,05 per barel.

Pada sesi sebelumnya, pasar dikhawatirkan oleh data yang menunjukkan produksi AS tetap mendekati rekor tertinggi meskipun persediaan turun.

Pasokan bensin AS naik 5,4 juta barel pada pekan lalu menjadi 223,6 juta barel, menurut data Badan Informasi Energi (EIA) pada hari Rabu, jauh melebihi ekspektasi peningkatan 1 juta barel.

Kekhawatiran terhadap perekonomian China juga membatasi kenaikan harga minyak. Data bea cukai Tiongkok menunjukkan bahwa impor minyak mentah pada bulan November turun 9% dari tahun sebelumnya, karena tingkat persediaan yang tinggi, indikator ekonomi yang lemah dan melambatnya pesanan dari penyulingan independen melemahkan permintaan.

Meskipun total impor China turun secara bulanan, ekspor tumbuh untuk pertama kalinya dalam enam bulan pada bulan November, hal ini menunjukkan bahwa sektor manufaktur mungkin mulai mendapatkan manfaat dari peningkatan arus perdagangan global.

Lembaga pemeringkat Moody’s memberikan peringatan penurunan peringkat pada Hong Kong, Makau, dan sejumlah perusahaan milik negara serta bank China pada hari Rabu, hanya satu hari setelah lembaga tersebut memberikan peringatan penurunan peringkat pada peringkat kredit negara China.

Harga minyak telah turun sekitar 10% sejak Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, yang disebut OPEC+, mengumumkan pengurangan produksi sukarela sebesar 2,2 juta barel per hari untuk kuartal pertama tahun depan.

Analyst Vibiz Research Harga minyak diperkirakan akan bergerak naik dengan pelemahan dolar AS. Juga akan dibayangi kekhawatiran peningkatan produksi AS dan perlambatan ekonomi China. Namun juga akan mencermati pergerakan dolar AS yang jika malam nanti data Non Farm Payrolls November AS naik dan menguatkan dolar AS, akan dapat menekan harga minyak. Harga minyak AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $70,28-$71,22. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support $68,60-$67,86.