IHSG Jumat Ditutup Menguat ke Level 7.160; Rally Panjang 6 Minggu

414
IHSG Menguat Pagi Ini di Masa Tenang Pilpres
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) penutupan Jumat sore ini (8/12) menguat 24,975 poin (0,35%) ke level 7.159,598 setelah dibuka naik ke level 7.151,740.

IHSG bergerak dari dua zona melaju ke rekor tertinggi tahun ini, dalam rally 6 minggu berturut-turut, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed di antara data pertumbuhan ekonomi Jepang yang direvisi turun, serta mencermati Wall Street yang berakhir rebound dari koreksi 3 harinya.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini menguat 0,02% atau 3 poin ke level Rp 15.523, dengan dollar AS di pasar uang Eropa bergerak turun setelah terkoreksi; ditahan oleh penguatan yen karena prospek berakhirnya kebijakan moneter longgar BOJ serta menantikan rilis data tenaga kerja NFP malam ini.

Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 15.526, serta terpantau rebound dari koreksi 2 harinya.

Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 17,117 poin (0,24%) ke level 7.151,740. Sedangkan indeks LQ45 naik 2,306 poin (0,24%) ke level 947,750. Siang ini IHSG menguat 30,917 poin (0,43%) ke level 7.165,540. Sementara LQ45 terlihat naik 0,39% atau 3,660 poin ke level 949,104.

IHSG kemudian tertahan fluktuatif dan ditutup menguat 24,975 poin (0,35%) ke level 7.159,598. Tercatat saat ini sebanyak 228 saham naik, 297 saham turun dan 240 saham stagnan.

Sementara itu, bursa regional sore ini variatif, di antaranya Nikkei yang melorot 1,68%, dan Indeks Hang Seng yang turun tipis 0,07%.

Sejumlah saham yang masuk jajaran top gainers antara lain Petrindo Jaya (CUAN) 9,92%, Chandra Asri (TPIA) 7,59%, Pertamina Geothermal (PGEO) 7,34%, dan Barito Pacific (BRPT) 7,19%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini lanjutkan uptrend ke level 15 bulan tertingginya, sementara bursa kawasan Asia sore ini mixed di antara data pertumbuhan ekonomi Jepang yang direvisi turun.

Berikutnya IHSG kemungkinan akan ditahan aksi profit taking pendek di overbought-nya, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.199 dan 7.252. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 7.025, dan bila tembus ke level 7.002.

 

 Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group