IHSG Jumat Siang Menguat ke Level 7.166; Uptrend ke Rekor Tertinggi Baru Tahun Ini

205
IHSG Zona Hijau Hari Ini
Vibizmedia Picture

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Jumat siang ini (8/12) terpantau menguat 30,917 poin (0,43%) ke level 7.165,540 setelah dibuka naik ke level 7.151,740.

IHSG bergerak dari dua zona melaju rekor tertinggi tahun ini, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed di antara data pertumbuhan ekonomi Jepang yang direvisi turun, serta mencermati Wall Street yang berakhir rebound dari koreksi 3 harinya.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini menguat 0,17% atau 27 poin ke level Rp 15.499, dengan dollar AS di pasar uang Asia bergerak turun setelah terkoreksi di sesi global sebelumnya; dalam koreksi oleh penguatan yen karena prospek berakhirnya kebijakan moneter longgar BOJ serta menantikan rilis data tenaga kerja NFP malam ini.

Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 15.526, serta terpantau rebound dari koreksi 2 harinya.

Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 17,117 poin (0,24%) ke level 7.151,740. Sedangkan indeks LQ45 naik 2,306 poin (0,24%) ke level 947,750. Siang ini IHSG menguat 30,917 poin (0,43%) ke level 7.165,540. Sementara LQ45 terlihat naik 0,39% atau 3,660 poin ke level 949,104.

Tercatat saat ini sebanyak 236 saham naik, 276 saham turun dan 226 saham stagnan.

Sementara itu, bursa regional siang ini variatif, di antaranya Nikkei yang melorot 1,71%, dan Indeks Hang Seng yang naik 0,43%.

Sejumlah saham yang masuk jajaran top gainers antara lain Chandra Asri (TPIA) 11,95%, Pertamina Geothermal (PGEO) 8,72%, Petrindo Jaya (CUAN) 8,65%, dan Barito Pacific (BRPT) 8,12%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini lanjutkan uptrend ke level 15 bulan tertingginya, sementara bursa kawasan Asia siang ini mixed di antara data pertumbuhan ekonomi Jepang yang direvisi turun.

Berikutnya IHSG kemungkinan tetap uptrend walau agak ditahan aksi profit taking, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.180 dan 7.252. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 7.025, dan bila tembus ke level 7.002.

 

 Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group