BI Memprediksi The Fed Baru Memangkas Suku Bunganya Pada Semester II-2024

196
BI Memprediksi The Fed Baru Memangkas Suku Bunganya Pada Semester II-2024
Sumber: Bank Indonesia

(Vibiznews – Banking & Insurance) – Kondisi pertumbuhan ekonomi global yang melemah ditandai dengan masih akan tingginya tekanan inflasi. Hal ini mendorong pengetatan moneter negara maju dengan suku bunga tinggi yang masih akan berlangsung lebih lama (higher for longer).

Bank-bank sentral negara maju diprakirakan masih akan mempertahankan suku bunga kebijakan moneter dalam beberapa bulan ke depan. Sebelum kemungkinan menurunkannya pada paruh kedua 2024 (Grafik 1.5).
Grafik 1.5 Pengetatan Moneter Negara Maju
Sumber: Bank Indonesia

Di AS, suku bunga FFR sebesar 5,50% pada akhir 2023 diprakirakan akan dipertahankan pada paruh pertama 2024. Sebelum turun pada paruh kedua 2024 hingga ke sekitar 4,75% (Grafik 1.6).

Grafik 1.6 Perkiraan Fed Funds Rate (FFR)e
Sumber: Bank Indonesia

Kecenderungan yang sama juga terjadi di Eropa dengan suku bunga European Central Bank (ECB) dan Bank of England (BoE). Yang saat ini masing-masing sebesar 4,50% dan 5,25% diprakirakan akan dipertahankan hingga paruh pertama 2024. Sebelum turun pada paruh kedua 2024 hingga ke sekitar 3,75% dan 4,50%.

Berdasarkan data tersebut Bank Indonesia (BI) mempertahankan asesmennya, bahwa Bank Sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) belum memangkas suku bunga kebijakannya pada semester I-2024.

Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan asesmennya, bahwa The Fed baru akan mulai memangkas suku bunga kebijakan pada semester II-2024.

Perry mengutip pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell. Yang mengungkapkan kalau langkah kebijakan akan diambil dengan memastikan inflasi akan turun ke dalam kisaran sasaran.

Menurut Gubernur BI, suku bunga The Fed diyakini akan turun sebanyak tiga kali, dengan total penurunan 75 basis poin (bps).

Penurunan pertama akan dimulai pada kuartal III-2024, sebanyak 25 bps. Kemudian, ada kemungkinan penurunan lagi sebesar 25 bps dalam periode tersebut.

Lalu pada kuartal IV-2024, akan ada kemungkinan penurunan suku bunga kebijakan The Fed lagi sebesar 25 bps. Sehingga, suku bunga kebijakan Amerika akan ditutup di level 4,75% pada akhir tahun ini.

Meski demikian, Perry mengungkapkan kalau BI akan memberikan update mengenai perkiraan BI terhadap kondisi ini tiap bulannya.

“Karena ini yang dilakukan oleh BI setiap bulan. Di tengah ketidakpastian, kami akan memberikan update mengenai asesmen terkini,” tandas Perry.

Belinda Kosasih/ Partner of Banking Business Services/Vibiz Consulting