Menurut OJK Total Aduan Fintech Capai 9.226

98
Ini Aturan Baru OJK Untuk P2P Lending Berlaku 1 Juli 2024

(Vibiznews – Banking & Insurance) – Sesuai perkembangan zaman yang serba cashless, maka industry fintech semakin berkembang pesat. Minat masyarakat semakin besar menggunakan fintech. Namun keluhan dan aduan masyarakat ternyata juga meningkat.

Bila dilihat tren aduan ini mengalami peningkatan tajam sejak tahun 2022. Hal ini disampaikan oleh Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi.

“Fintech juga banyak sekali keluhannya, tentu saja yang utama perilaku petugas penagihan, kemudian banyak sekali penggunaan data pribadi dan lain-lain. Ini juga perihalnya berbeda-beda,” ujar wanita yang akrab disapa Kiki tersebut di Jakarta, pekan lalu.

Berdasarkan data OJK, selama periode 2022 hingga 24 Januari 2022 terdapat 9.226 pengaduan untuk sektor fintech. Ada lima top isu produk yang kerap diadukan antara lain pinjaman online multiguna sebesar 7.525.

Lalu pinjaman online produktif 1.948 aduan, kredit atau pembiayaan modal kerja 4 aduan, pembiayaan multiguna terkait pembayaran angsuran 3 aduan. Serta penjaminan kredit atau pembiayaan 3 aduan.

Selain itu, ada juga aduan terkait perilaku petugas penagihan sebesar 4.298. Berikut ini rinciannya: penipuan berupa pembobolan rekening, skimming, phising dan social engineering 907 aduan.

Lalu kegagalan atau keterlambatan transaksi 495 aduan, permasalahan imbal hasil (return) 361 serta permasalahan bunga, denda atau penalti 290 aduan.

Belinda Kosasih/ Partner of Banking Business Services/Vibiz Consulting