{"id":236307,"date":"2015-10-07T14:30:52","date_gmt":"2015-10-07T07:30:52","guid":{"rendered":"http:\/\/vibiznews.com\/?p=236307"},"modified":"2015-10-07T14:30:52","modified_gmt":"2015-10-07T07:30:52","slug":"intervensi-pboc-terlalu-dalam-akibatkan-cadev-q3-2015-tiongkok-kembali-tergerus","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2015\/10\/07\/intervensi-pboc-terlalu-dalam-akibatkan-cadev-q3-2015-tiongkok-kembali-tergerus\/","title":{"rendered":"Intervensi PBoC Terlalu Dalam Akibatkan Cadev Q3-2015 Tiongkok Kembali Tergerus"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Sebelumnya sudah dilaporkan bahwa cadangan devisa (cadev) Tiongkok per\u00a0akhir Agustus 2015 tercatat\u00a0anjlok 93,9 miliar dollar AS menjadi 3,56 triliun dollar AS. Penurunan tersebut terjadi karena Bank Sentral Tiongkok (PBoC)\u00a0menjual dollar AS untuk mendukung mata uangnya menyusul devaluasi yuan\u00a0yang mengakibatkan gejolaknya pasar finansial Tiongkok dan global.\u00a0Tentu saja, jika PBoC\u00a0terus melakukan intervensi, cadangan devisa Tiongkok akan terus menyusut, secara sederhana dapat disimpulkan jika intervensi lebih berat, maka akan lebih dalam jatuhnya posisi cadev negara ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada hari ini (7\/10), PBoC kembali mengumumkan posisi cadev Tiongkok periode Q3-2015. Dalam rilis siang ini terpantau\u00a0cadev Tiongkok pada kuartal tersebut kembali bukukan penurunan sebagai dampak dari penjualan dollar AS yang dilakukan oleh PBoC paska\u00a0devaluasi yuan pada Agustus lalu. Seperti diketahui sebelumnya PBoC memang melakukan intervensi dengan mendevaluasi yuan hingga bukukan\u00a0penurunan sebesar 2,6 persen. Di sepanjang Q3 yang berakhir bulan September lalu, cadev Tiongkok merosot\u00a0$ 180.000.000.000 menjadi hanya sebesar\u00a0$ 3.510.000.000.000. Dapat dilihat posisi cadev Tiongkok sejak 2006 sampai saat ini pada gambar dibawah ini:<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" aligncenter\" src=\"http:\/\/assets.bwbx.io\/images\/ig6JBCLev350\/v3\/-1x-1.jpg\" alt=\"(in US$ billions)\" width=\"874\" height=\"492\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Paska rilisnya data cadev ini, mata uang Hong Kong (HK) merespons dengan menguat sebesar\u00a00,13 persen lebih tinggi yaitu pada level 6,3474 dolar pukul\u00a011:02 waktu setempat. Paska devaluasi yuan bulan Agustus lalu, yuan juga berhasil mengambil posisi\u00a0yen Jepang sebagai menjadi mata uang ke-4 yang paling banyak digunakan untuk pembayaran transaksi global. Adapun troporsi transaksi dalam mata uang yuan naik ke rekor 2,79 persen pada Agustus lalu, dari hanya sebesar 2,34 persen pada Juli.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perlu dipahami, perlambatan ekonomi Tiongkok menjelang penghujung tahun 2015 kian terasa memburuk. Kondisi ini tercermin dari masih buruknya\u00a0kinerja di sektor industri manufaktur Tiongkok per September 2015 lalu. Jika\u00a0merujuk pada rilis kinerja manufaktur versi pemerintah, terlihat bahwa kinerja manufaktur Tiongkok pada bulan September lalu masih mengalami kontraksi genap memasuki bulan keduanya berturut-turut dengan skor PMI manufaktur berakhir sebesar\u00a049,8 dari dari yang sebelumnya tercatat sebesar 49,7. (Lihat juga:\u00a0<a href=\"https:\/\/vibiznews.com\/2015\/10\/01\/kinerja-manufaktur-tiongkok-versi-pemerintah-meradang\/\">Kinerja Manufaktur Tiongkok Versi Pemerintah Meradang<\/a>)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagai informasi, pada\u00a019 Oktober mendatang, pemerintah Tiongkok akan merilis data PDB\u00a0kuartal ketiga yang disinyalir akan bukukan pertumbuhan yang di bawah target yang dipatok yaitu\u00a07 persen, dan jika hal tersebut terjadi maka laju PDB pada Q3-2015 adalah yang\u00a0terlemah sejak krisis keuangan global. Beberapa ekonom memperkirakan laju PDB pada Q3 lalu akan berada di kisaran 6,4 persen sehingga berbagai\u00a0langkah stimulus dan belanja pemerintah yang lebih tinggi sangat diperlukan agar pertumbuhan ekonomi Tiongkok ke depannya tidak makin merosot.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><em>Stephanie Rebecca\/VM\/BNV\/ Analyst at Vibiz Research Center<\/em><br \/><em>Edior: Asido Situmorang<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebelumnya sudah dilaporkan bahwa cadangan devisa (cadev) Tiongkok per\u00a0akhir Agustus 2015 tercatat\u00a0anjlok 93,9 miliar dollar AS menjadi 3,56 triliun dollar AS. Penurunan tersebut terjadi karena Bank Sentral Tiongkok (PBoC)\u00a0menjual dollar AS untuk mendukung mata uangnya menyusul devaluasi yuan\u00a0yang mengakibatkan gejolaknya pasar finansial Tiongkok dan global.\u00a0Tentu saja, jika PBoC\u00a0terus melakukan intervensi, cadangan devisa Tiongkok akan terus [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":174803,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[29],"tags":[2131,3425,1443,3427],"class_list":["post-236307","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-economy-business","tag-cadangan-devisa","tag-china-tiongkok","tag-devaluasi-yuan","tag-ekonomi-china"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Intervensi PBoC Terlalu Dalam Akibatkan Cadev Q3-2015 Tiongkok Kembali Tergerus - Vibiznews.com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2015\/10\/07\/intervensi-pboc-terlalu-dalam-akibatkan-cadev-q3-2015-tiongkok-kembali-tergerus\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Intervensi PBoC Terlalu Dalam Akibatkan Cadev Q3-2015 Tiongkok Kembali Tergerus - Vibiznews.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sebelumnya sudah dilaporkan bahwa cadangan devisa (cadev) Tiongkok per\u00a0akhir Agustus 2015 tercatat\u00a0anjlok 93,9 miliar dollar AS menjadi 3,56 triliun dollar AS. Penurunan tersebut terjadi karena Bank Sentral Tiongkok (PBoC)\u00a0menjual dollar AS untuk mendukung mata uangnya menyusul devaluasi yuan\u00a0yang mengakibatkan gejolaknya pasar finansial Tiongkok dan global.\u00a0Tentu saja, jika PBoC\u00a0terus melakukan intervensi, cadangan devisa Tiongkok akan terus [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2015\/10\/07\/intervensi-pboc-terlalu-dalam-akibatkan-cadev-q3-2015-tiongkok-kembali-tergerus\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Vibiznews.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2015-10-07T07:30:52+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2015\/04\/chinamade-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"750\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"475\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2015\/10\/07\/intervensi-pboc-terlalu-dalam-akibatkan-cadev-q3-2015-tiongkok-kembali-tergerus\/\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2015\/10\/07\/intervensi-pboc-terlalu-dalam-akibatkan-cadev-q3-2015-tiongkok-kembali-tergerus\/\",\"name\":\"Intervensi PBoC Terlalu Dalam Akibatkan Cadev Q3-2015 Tiongkok Kembali Tergerus - Vibiznews.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2015\/10\/07\/intervensi-pboc-terlalu-dalam-akibatkan-cadev-q3-2015-tiongkok-kembali-tergerus\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2015\/10\/07\/intervensi-pboc-terlalu-dalam-akibatkan-cadev-q3-2015-tiongkok-kembali-tergerus\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2015\/04\/chinamade-1.jpg\",\"datePublished\":\"2015-10-07T07:30:52+00:00\",\"dateModified\":\"2015-10-07T07:30:52+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/79621817deaaa88cd6a71200e70ab52a\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2015\/10\/07\/intervensi-pboc-terlalu-dalam-akibatkan-cadev-q3-2015-tiongkok-kembali-tergerus\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2015\/10\/07\/intervensi-pboc-terlalu-dalam-akibatkan-cadev-q3-2015-tiongkok-kembali-tergerus\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2015\/10\/07\/intervensi-pboc-terlalu-dalam-akibatkan-cadev-q3-2015-tiongkok-kembali-tergerus\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2015\/04\/chinamade-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2015\/04\/chinamade-1.jpg\",\"width\":750,\"height\":475},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2015\/10\/07\/intervensi-pboc-terlalu-dalam-akibatkan-cadev-q3-2015-tiongkok-kembali-tergerus\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/vibiznews.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Intervensi PBoC Terlalu Dalam Akibatkan Cadev Q3-2015 Tiongkok Kembali Tergerus\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/\",\"name\":\"Vibiznews.com\",\"description\":\"Berita Bisnis | Berita Komoditi | Berita Saham\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/vibiznews.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/79621817deaaa88cd6a71200e70ab52a\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Intervensi PBoC Terlalu Dalam Akibatkan Cadev Q3-2015 Tiongkok Kembali Tergerus - Vibiznews.com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2015\/10\/07\/intervensi-pboc-terlalu-dalam-akibatkan-cadev-q3-2015-tiongkok-kembali-tergerus\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Intervensi PBoC Terlalu Dalam Akibatkan Cadev Q3-2015 Tiongkok Kembali Tergerus - Vibiznews.com","og_description":"Sebelumnya sudah dilaporkan bahwa cadangan devisa (cadev) Tiongkok per\u00a0akhir Agustus 2015 tercatat\u00a0anjlok 93,9 miliar dollar AS menjadi 3,56 triliun dollar AS. Penurunan tersebut terjadi karena Bank Sentral Tiongkok (PBoC)\u00a0menjual dollar AS untuk mendukung mata uangnya menyusul devaluasi yuan\u00a0yang mengakibatkan gejolaknya pasar finansial Tiongkok dan global.\u00a0Tentu saja, jika PBoC\u00a0terus melakukan intervensi, cadangan devisa Tiongkok akan terus [&hellip;]","og_url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2015\/10\/07\/intervensi-pboc-terlalu-dalam-akibatkan-cadev-q3-2015-tiongkok-kembali-tergerus\/","og_site_name":"Vibiznews.com","article_published_time":"2015-10-07T07:30:52+00:00","og_image":[{"width":750,"height":475,"url":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2015\/04\/chinamade-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2015\/10\/07\/intervensi-pboc-terlalu-dalam-akibatkan-cadev-q3-2015-tiongkok-kembali-tergerus\/","url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2015\/10\/07\/intervensi-pboc-terlalu-dalam-akibatkan-cadev-q3-2015-tiongkok-kembali-tergerus\/","name":"Intervensi PBoC Terlalu Dalam Akibatkan Cadev Q3-2015 Tiongkok Kembali Tergerus - Vibiznews.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2015\/10\/07\/intervensi-pboc-terlalu-dalam-akibatkan-cadev-q3-2015-tiongkok-kembali-tergerus\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2015\/10\/07\/intervensi-pboc-terlalu-dalam-akibatkan-cadev-q3-2015-tiongkok-kembali-tergerus\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2015\/04\/chinamade-1.jpg","datePublished":"2015-10-07T07:30:52+00:00","dateModified":"2015-10-07T07:30:52+00:00","author":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/79621817deaaa88cd6a71200e70ab52a"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2015\/10\/07\/intervensi-pboc-terlalu-dalam-akibatkan-cadev-q3-2015-tiongkok-kembali-tergerus\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2015\/10\/07\/intervensi-pboc-terlalu-dalam-akibatkan-cadev-q3-2015-tiongkok-kembali-tergerus\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2015\/10\/07\/intervensi-pboc-terlalu-dalam-akibatkan-cadev-q3-2015-tiongkok-kembali-tergerus\/#primaryimage","url":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2015\/04\/chinamade-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2015\/04\/chinamade-1.jpg","width":750,"height":475},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2015\/10\/07\/intervensi-pboc-terlalu-dalam-akibatkan-cadev-q3-2015-tiongkok-kembali-tergerus\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/vibiznews.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Intervensi PBoC Terlalu Dalam Akibatkan Cadev Q3-2015 Tiongkok Kembali Tergerus"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#website","url":"https:\/\/vibiznews.com\/","name":"Vibiznews.com","description":"Berita Bisnis | Berita Komoditi | Berita Saham","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/vibiznews.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/79621817deaaa88cd6a71200e70ab52a","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin"},"url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/236307","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=236307"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/236307\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/174803"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=236307"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=236307"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=236307"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}