{"id":240169,"date":"2015-10-21T10:56:22","date_gmt":"2015-10-21T03:56:22","guid":{"rendered":"http:\/\/vibiznews.com\/?p=240169"},"modified":"2015-10-21T10:56:22","modified_gmt":"2015-10-21T03:56:22","slug":"defisit-dagang-jepang-tergerus-banyak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2015\/10\/21\/defisit-dagang-jepang-tergerus-banyak\/","title":{"rendered":"Defisit Dagang Jepang Tergerus Banyak"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Data perdagangan di Jepang merupakan salah satu indikator ekonomi yang paling penting bagi dewan\u00a0<em>Bank of Japan (BOJ)<\/em>\u00a0sebelum pertemuan\u00a0pada 30 Oktober mendatang untuk mempertimbangkan apakah Jepang\u00a0membutuhkan lebih banyak stimulus moneter untuk memicu inflasi dan kegiatan ekonomi atau tidak. Dalam data perdagangan tersbeut tebtu tidak lepas dari data ekspor dan impor, pasalnya, laju ekspor Jepang untuk periode yang berakhir pada September 2015 lalu dilaporkan melambat ke level terendahnya dalam kurun lebih dari satu tahun terakhir.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tergerus tajamnya kegiatan ekspor Jepang pada bulan lalu terjadi lantaran\u00a0ekspor ke\u00a0Asia seperti ke Tiongkok, India, Indonesia, Thailand dan Malaysia semua bukukan penurunan\u00a0karena perlambatan ekonomi Tiongkok turun\u00a0drastis meskipun ekspor\u00a0ke Eropa dan AS berhasil mengimbanginya.\u00a0Adapun nilai ekspor Jepang tercatat hanya tumbuh\u00a00,6 persen (yoy) pada bulan September lalu, laju ekspor ini jelas dibawah prediksi analis yang sebelumnya memperkirakan pertumbuhan sebesar\u00a03,8 persen.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, nilai impornya justru tenggelam lebih dari bulan sebelumnya dengan bukukan penurunan hingga -11 persen, kondisi ini mencerminkan tingkat\u00a0permintaan domestik Jepang masih cukup lemah ditambah lagi penurunan harga minyak belakangan ini tentu juga memengaruhi nilai impor Jepang. Kombinasi ekspor impor tersebut berhasil menekan defisit neraca perdagangan Jepang periode September 2015 menjadi hanya sebsesar -\u00a5114.500.000.000 ($ 955.000.000), dari yang semula tercatat sebesar \u00a5569.900.000.000. Dapat dilihat pada gambar dibawah ini:<\/p>\n<p>\u00a0<img decoding=\"async\" class=\" aligncenter\" src=\"http:\/\/cdn.tradingeconomics.com\/charts\/japan-balance-of-trade.png?s=jntbal&amp;v=201510210212j\" alt=\"Japan Balance of Trade\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seperti diketahui ekonomi Jepang mencatat\u00a0kontraksi pada kuartal kedua lalu dan sampai saat ini kemerosotan dalam produksi industri masih berlangsung akibat permintaan domestik meupun ekspor yang masih lemah, hal tersebut yang kemudian membuat ekonom pesimis bahwa ekonomi Jepang pada kuartal ketiga lalu akan kembali lanjutkan kontraksi. Adapun lemahnya ekspor\u00a0pada bulan September lalu juga terlihat dari segi\u00a0volume pengiriman, dimana bukukan\u00a0penurunan sebesar 3,9 persen dari tahun sebelumnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Secara rinci disebutkan bahwa ekspor Jepang ke AS naik lebih dari 10 persen pada September, dengan ekspor penjualan mobil dan farmasi yang terfavorit. Lalu ekspor ke Eropa naik 5,1 persen sementara ekspor ke Tiongkok\u00a0turun 3,5 persen. Sementara itu\u00a0volume impor minyak mentah naik 1,1 persen pada September lalu dengan penurunan nilai\u00a0hampir 44 persen setelah bukukan penurunan harga energi sejak tahun lalu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagai informasi, berdasarkan rilis sebelumnya terlihat bahwa\u00a0aktivitas industri Jepang masih bertahan pada teritori negatif pada bulan Agustus lalu dimana\u00a0tingkat\u00a0output industri Jepang pada bulan tersebut\u00a0tercatat kontraksi sebesar -1,2 persen (mom), laju kontraksi tersebut jauh lebih dalam dari yang tercatat di bulan sebelumnya.\u00a0Terus memburuknya laju produksi dari sektor industri di negara ini tidak lepas dari kondisi ekonomi global saat ini yang cukup menekan permintaan ekspor dari sektor industri. Sebelumnya sudah dilaporkan bahwa\u00a0PMI Nikkei Manufaktur bulanan Jepang untuk\u00a0periode September lalu kembali tercatat melambat dari bulan sebelumnya, meskipun secara keseluruhan kinerja manufaktur Jepang masih berada di fase ekspansi. Lihat juga:\u00a0<a href=\"https:\/\/vibiznews.com\/2015\/10\/16\/ekspor-masih-lesu-output-industri-jepang-terpukul\/\">Ekspor Masih Lesu, Output Industri Jepang Terpukul<\/a>)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Stephanie Rebecca\/VM\/BNV\/ Analyst at Vibiz Research Center<\/em><br \/><em>Edior: Asido Situmorang<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Data perdagangan di Jepang merupakan salah satu indikator ekonomi yang paling penting bagi dewan\u00a0Bank of Japan (BOJ)\u00a0sebelum pertemuan\u00a0pada 30 Oktober mendatang untuk mempertimbangkan apakah Jepang\u00a0membutuhkan lebih banyak stimulus moneter untuk memicu inflasi dan kegiatan ekonomi atau tidak. Dalam data perdagangan tersbeut tebtu tidak lepas dari data ekspor dan impor, pasalnya, laju ekspor Jepang untuk periode [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[29],"tags":[4277,2121,569],"class_list":["post-240169","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-economy-business","tag-ekonomi-jepangh","tag-jepang","tag-neraca-perdagangan-jepang"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Defisit Dagang Jepang Tergerus Banyak - Vibiznews.com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2015\/10\/21\/defisit-dagang-jepang-tergerus-banyak\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Defisit Dagang Jepang Tergerus Banyak - Vibiznews.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Data perdagangan di Jepang merupakan salah satu indikator ekonomi yang paling penting bagi dewan\u00a0Bank of Japan (BOJ)\u00a0sebelum pertemuan\u00a0pada 30 Oktober mendatang untuk mempertimbangkan apakah Jepang\u00a0membutuhkan lebih banyak stimulus moneter untuk memicu inflasi dan kegiatan ekonomi atau tidak. Dalam data perdagangan tersbeut tebtu tidak lepas dari data ekspor dan impor, pasalnya, laju ekspor Jepang untuk periode [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2015\/10\/21\/defisit-dagang-jepang-tergerus-banyak\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Vibiznews.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2015-10-21T03:56:22+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"http:\/\/cdn.tradingeconomics.com\/charts\/japan-balance-of-trade.png?s=jntbal&amp;v=201510210212j\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2015\/10\/21\/defisit-dagang-jepang-tergerus-banyak\/\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2015\/10\/21\/defisit-dagang-jepang-tergerus-banyak\/\",\"name\":\"Defisit Dagang Jepang Tergerus Banyak - Vibiznews.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2015\/10\/21\/defisit-dagang-jepang-tergerus-banyak\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2015\/10\/21\/defisit-dagang-jepang-tergerus-banyak\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"http:\/\/cdn.tradingeconomics.com\/charts\/japan-balance-of-trade.png?s=jntbal&amp;v=201510210212j\",\"datePublished\":\"2015-10-21T03:56:22+00:00\",\"dateModified\":\"2015-10-21T03:56:22+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/79621817deaaa88cd6a71200e70ab52a\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2015\/10\/21\/defisit-dagang-jepang-tergerus-banyak\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2015\/10\/21\/defisit-dagang-jepang-tergerus-banyak\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2015\/10\/21\/defisit-dagang-jepang-tergerus-banyak\/#primaryimage\",\"url\":\"http:\/\/cdn.tradingeconomics.com\/charts\/japan-balance-of-trade.png?s=jntbal&amp;v=201510210212j\",\"contentUrl\":\"http:\/\/cdn.tradingeconomics.com\/charts\/japan-balance-of-trade.png?s=jntbal&amp;v=201510210212j\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2015\/10\/21\/defisit-dagang-jepang-tergerus-banyak\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/vibiznews.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Defisit Dagang Jepang Tergerus Banyak\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/\",\"name\":\"Vibiznews.com\",\"description\":\"Berita Bisnis | Berita Komoditi | Berita Saham\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/vibiznews.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/79621817deaaa88cd6a71200e70ab52a\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Defisit Dagang Jepang Tergerus Banyak - Vibiznews.com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2015\/10\/21\/defisit-dagang-jepang-tergerus-banyak\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Defisit Dagang Jepang Tergerus Banyak - Vibiznews.com","og_description":"Data perdagangan di Jepang merupakan salah satu indikator ekonomi yang paling penting bagi dewan\u00a0Bank of Japan (BOJ)\u00a0sebelum pertemuan\u00a0pada 30 Oktober mendatang untuk mempertimbangkan apakah Jepang\u00a0membutuhkan lebih banyak stimulus moneter untuk memicu inflasi dan kegiatan ekonomi atau tidak. Dalam data perdagangan tersbeut tebtu tidak lepas dari data ekspor dan impor, pasalnya, laju ekspor Jepang untuk periode [&hellip;]","og_url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2015\/10\/21\/defisit-dagang-jepang-tergerus-banyak\/","og_site_name":"Vibiznews.com","article_published_time":"2015-10-21T03:56:22+00:00","og_image":[{"url":"http:\/\/cdn.tradingeconomics.com\/charts\/japan-balance-of-trade.png?s=jntbal&amp;v=201510210212j"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2015\/10\/21\/defisit-dagang-jepang-tergerus-banyak\/","url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2015\/10\/21\/defisit-dagang-jepang-tergerus-banyak\/","name":"Defisit Dagang Jepang Tergerus Banyak - Vibiznews.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2015\/10\/21\/defisit-dagang-jepang-tergerus-banyak\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2015\/10\/21\/defisit-dagang-jepang-tergerus-banyak\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"http:\/\/cdn.tradingeconomics.com\/charts\/japan-balance-of-trade.png?s=jntbal&amp;v=201510210212j","datePublished":"2015-10-21T03:56:22+00:00","dateModified":"2015-10-21T03:56:22+00:00","author":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/79621817deaaa88cd6a71200e70ab52a"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2015\/10\/21\/defisit-dagang-jepang-tergerus-banyak\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2015\/10\/21\/defisit-dagang-jepang-tergerus-banyak\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2015\/10\/21\/defisit-dagang-jepang-tergerus-banyak\/#primaryimage","url":"http:\/\/cdn.tradingeconomics.com\/charts\/japan-balance-of-trade.png?s=jntbal&amp;v=201510210212j","contentUrl":"http:\/\/cdn.tradingeconomics.com\/charts\/japan-balance-of-trade.png?s=jntbal&amp;v=201510210212j"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2015\/10\/21\/defisit-dagang-jepang-tergerus-banyak\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/vibiznews.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Defisit Dagang Jepang Tergerus Banyak"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#website","url":"https:\/\/vibiznews.com\/","name":"Vibiznews.com","description":"Berita Bisnis | Berita Komoditi | Berita Saham","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/vibiznews.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/79621817deaaa88cd6a71200e70ab52a","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin"},"url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/240169","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=240169"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/240169\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=240169"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=240169"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=240169"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}