{"id":259345,"date":"2016-01-18T17:34:44","date_gmt":"2016-01-18T10:34:44","guid":{"rendered":"http:\/\/vibiznews.com\/?p=259345"},"modified":"2016-01-18T17:34:44","modified_gmt":"2016-01-18T10:34:44","slug":"memprediksi-pertumbuhan-ekonomi-tiongkok-semakin-melambat-atau-sebaliknya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/01\/18\/memprediksi-pertumbuhan-ekonomi-tiongkok-semakin-melambat-atau-sebaliknya\/","title":{"rendered":"Memprediksi Pertumbuhan Ekonomi Tiongkok, Semakin Melambat atau Sebaliknya?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Pasar global masih terus fokus mencermati perkembangan ekonomi Tiongkok. Esok hari pada Selasa (18\/01) akan dirilis data pertumbuhan ekonomi Tiongkok.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">GDP Growth Rate QoQ Q4, diindikasikan berdasarkan hasil konsensus akan berada pada posisi 1.7%, turun dari hasil sebelumnya pada 1.8%.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">GDP Growth Rate YoY Q4, diindikasikan berdasarkan hasil konsensus akan berada pada posisi 6.8%, turun dari hasil sebelumnya pada 6.9%.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Melihat indkasi hasil survey ekonom yang menurun, tentu menjadi pertimbangan para investor global.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Survey ekonom CNN memperkirakan Tiongkok akan mencatat pertumbuhan tahunan ekonomi terburuk dalam 25 tahun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Akan terjadi pertumbuhan tahunan terlemah Tiongkok sejak tahun 1990, yang jatuh di bawah target pemerintah sebesar 7%. Untuk 2016, para ekonom memprediksi pertumbuhan lebih lemah dari 6,5%, menurut survei.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah bertahun-tahun melakukan ekspansi yang agresif, negara ekonomi terbesar kedua di dunia mengalami penurunan cepat, sebagian karena upaya pemerintah untuk mengalihkan mesin pertumbuhan Tiongkok jauh dari manufaktur menjadi sektor jasa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Beberapa ekonom menyesuaikan perkiraan mereka baru-baru ini untuk mencerminkan data manufaktur yang buruk dan gejolak di pasar saham Tiongkok yang telah meninggalkan investor di seluruh dunia dibanjiri dengan ketidakpastian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam beberapa pekan terakhir, bank sentral telah berusaha untuk membimbing yuan melemah terhadap dolar AS, sebuah langkah yang banyak analis telah tafsirkan sebagai upaya untuk membantu eksportir Tiongkok dan menopang melemahnya pertumbuhan ekonomi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun pendekatan bank telah mengkhawatirkan investor yang agresif menjual mata uang, khawatir bahwa penurunan akan terus berlanjut. Cina telahmenghabiskan cadangan devisa besar dalam upaya moderat menggerakan mata uang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ekonom yang disurvei memperkirakan yuan akan jatuh lain 3% dari level saat ini, menutup yuan sekitar 6,8 terhadap dolar tahun 2016 ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah satu peluang besar berikutnya keyakinan Beijing akan datang pada pertemuan politik tingkat tinggi pada bulan Maret. Pemerintah diharapkan untuk mengungkap rincian rencana sosial dan ekonomi lima tahun melalui tahun 2020 dan mengumumkan target pertumbuhan tahunan resminya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Para ahli berharap untuk Tiongkok melepaskan upaya stimulus besar, bukannya melanjutkan dengan langkah-langkah sedikit demi sedikit seperti yang telah dilakukan selama tahun lalu. Bergerak, seperti memotong suku bunga dan menurunkan jumlah cadangan bank, telah gagal untuk memberikan dorongan dramatis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pejabat pemerintah atas telah mengatakan China akan perlu untuk mencapai perluasan setidaknya untuk mencapai tujuan yang menggandakan ekonomi dari 2010 tingkat $ 12 triliun pada tahun 2020.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span id=\"result_box\" class=\"\" lang=\"id\" tabindex=\"-1\"><span title=\"need for stimulus. Our tracking model puts GDP growth at 5.7 percent year-on-year, but the official series is expected to come in closer to 6.8 percent, possibly boosted by higher financial sector activity.&quot;\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\">Moody Analytics menempatkan pertumbuhan PDB Tiongkok sebesar 5,7 persen secara tahunan, tetapi secara resmi diharapkan datang lebih dekat ke 6,8 persen, mungkin didorong oleh aktivitas sektor keuangan yang lebih tinggi. <br \/><\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span id=\"result_box\" class=\"\" lang=\"id\" tabindex=\"-1\"><span title=\"&quot;GDP growth is likely to have slowed another 0.1 percentage-point to 6.8 percent, mainly because of a much-reduced contribution from the financial sector.&quot;\n\n\"><span title=\"Societe Generale:\n\n\">Societe Generale<\/span> menyatakan pertumbuhan PDB cenderung melambat lain 0,1 persentase poin menjadi 6,8 persen, terutama karena kontribusi banyak berkurang dari sektor keuangan.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span id=\"result_box\" class=\"\" lang=\"id\" tabindex=\"-1\"><span title=\"Mizuho Bank:\n\n\">Mizuho Bank menyatakan <\/span><span style=\"text-align: justify;\" title=\"&quot;Tell-tale signs of the slowdown from lethargic industrial activity to dismal PMI manufacturing have markets bracing for a disappointing read of between 6.9 percent. And the number may not be too far off, with possibility of 6.8 percent as the 'disappointment.'\">tanda-tanda perlambatan dari kegiatan industri lesu ke suram manufaktur PMI menguatkan pasar untuk memperkirakan pertumbuhan antara 6,9 persen, dan kemungkinan 6,8 persen sebagai &#8216;kekecewaan.&#8221;\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span id=\"result_box\" class=\"\" lang=\"id\" tabindex=\"-1\"><span title=\"Nomura is forecasting fourth quarter GDP growth slowed to 6.4 percent on-year from 6.9 percent in the third quarter.\n\n\">Nomura memperkirakan pertumbuhan PDB kuartal keempat melambat menjadi 6,4 persen secara tahunan dari 6,9 persen pada kuartal ketiga, dengan <\/span><span title=\"&quot;The moderation would largely reflect a much smaller contribution from financial services (reflecting the slump in the equity market). However, growth in the rest of the economy should be similar to the third quarter, as weakness in mining, construction and heavy industry are\">kelemahan di bidang pertambangan, konstruksi dan industri berat adalah <\/span><span title=\"largely countered by stronger public infrastructure spending, consumption and services,&quot; Nomura said in a note Friday.\n\n\">sebagian besar dimentahkan oleh pengeluaran infrastruktur publik, konsumsi dan jasa yang lebih kuat, kata Nomura dalam sebuah catatan Jumat.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perlambatan ekonomi Tiongkok memiliki dampak global. Negara ini naik dengan cepat dalam beberapa dekade terakhir sebagai pembangkit tenaga listrik industri, menyerap bahan baku dari seluruh dunia untuk membangun jalan, jembatan, pabrik dan gedung pencakar langit.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tetapi dengan pertumbuhan sekarang semakin berkurang, konstruksi goyah dan permintaan untuk bijih besi, tembaga, baja dan timah menurun. Pasar komoditas global, dan negara-negara yang bergantung pada mereka, mengalami pukulan besar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perlambatan ekonomi Tiongkok juga berita buruk bagi mitra perdagangan utama, seperti Amerika Serikat dan Eropa, untuk ekspor ke Tiongkok.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pasar akan menantikan rilis data pertumbuhan ekonomi Tiongkok ini. Berbagai upaya tiap-tiap negara diperlukan untuk menangkal apabila perlambatan ekonomi Tiongkok terjadi dan semakin menurun. Adalah lebih baik demikian, daripada hanya bergantung dan menyaksikan perlambatan ekonomi Tiongkok yang akan terus dicermati kepastiannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 8pt;\"><em>Freddy\/VBN\/VMN\/Analyst Vibiz Research Center<br \/>Editor : Asido Situmorang<\/em><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pasar global masih terus fokus mencermati perkembangan ekonomi Tiongkok. Esok hari pada Selasa (18\/01) akan dirilis data pertumbuhan ekonomi Tiongkok. GDP Growth Rate QoQ Q4, diindikasikan berdasarkan hasil konsensus akan berada pada posisi 1.7%, turun dari hasil sebelumnya pada 1.8%. GDP Growth Rate YoY Q4, diindikasikan berdasarkan hasil konsensus akan berada pada posisi 6.8%, turun [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":233759,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[29,17],"tags":[615],"class_list":["post-259345","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-economy-business","category-popular_news","tag-pertumbuhan-ekonomi-tiongkok"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Memprediksi Pertumbuhan Ekonomi Tiongkok, Semakin Melambat atau Sebaliknya? - Vibiznews.com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/01\/18\/memprediksi-pertumbuhan-ekonomi-tiongkok-semakin-melambat-atau-sebaliknya\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Memprediksi Pertumbuhan Ekonomi Tiongkok, Semakin Melambat atau Sebaliknya? - Vibiznews.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pasar global masih terus fokus mencermati perkembangan ekonomi Tiongkok. Esok hari pada Selasa (18\/01) akan dirilis data pertumbuhan ekonomi Tiongkok. GDP Growth Rate QoQ Q4, diindikasikan berdasarkan hasil konsensus akan berada pada posisi 1.7%, turun dari hasil sebelumnya pada 1.8%. GDP Growth Rate YoY Q4, diindikasikan berdasarkan hasil konsensus akan berada pada posisi 6.8%, turun [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/01\/18\/memprediksi-pertumbuhan-ekonomi-tiongkok-semakin-melambat-atau-sebaliknya\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Vibiznews.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2016-01-18T10:34:44+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2015\/09\/china3-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"682\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/01\/18\/memprediksi-pertumbuhan-ekonomi-tiongkok-semakin-melambat-atau-sebaliknya\/\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/01\/18\/memprediksi-pertumbuhan-ekonomi-tiongkok-semakin-melambat-atau-sebaliknya\/\",\"name\":\"Memprediksi Pertumbuhan Ekonomi Tiongkok, Semakin Melambat atau Sebaliknya? - Vibiznews.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/01\/18\/memprediksi-pertumbuhan-ekonomi-tiongkok-semakin-melambat-atau-sebaliknya\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/01\/18\/memprediksi-pertumbuhan-ekonomi-tiongkok-semakin-melambat-atau-sebaliknya\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2015\/09\/china3-1.jpg\",\"datePublished\":\"2016-01-18T10:34:44+00:00\",\"dateModified\":\"2016-01-18T10:34:44+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/79621817deaaa88cd6a71200e70ab52a\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/01\/18\/memprediksi-pertumbuhan-ekonomi-tiongkok-semakin-melambat-atau-sebaliknya\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/01\/18\/memprediksi-pertumbuhan-ekonomi-tiongkok-semakin-melambat-atau-sebaliknya\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/01\/18\/memprediksi-pertumbuhan-ekonomi-tiongkok-semakin-melambat-atau-sebaliknya\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2015\/09\/china3-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2015\/09\/china3-1.jpg\",\"width\":1024,\"height\":682},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/01\/18\/memprediksi-pertumbuhan-ekonomi-tiongkok-semakin-melambat-atau-sebaliknya\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/vibiznews.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Memprediksi Pertumbuhan Ekonomi Tiongkok, Semakin Melambat atau Sebaliknya?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/\",\"name\":\"Vibiznews.com\",\"description\":\"Berita Bisnis | Berita Komoditi | Berita Saham\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/vibiznews.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/79621817deaaa88cd6a71200e70ab52a\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Memprediksi Pertumbuhan Ekonomi Tiongkok, Semakin Melambat atau Sebaliknya? - Vibiznews.com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/01\/18\/memprediksi-pertumbuhan-ekonomi-tiongkok-semakin-melambat-atau-sebaliknya\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Memprediksi Pertumbuhan Ekonomi Tiongkok, Semakin Melambat atau Sebaliknya? - Vibiznews.com","og_description":"Pasar global masih terus fokus mencermati perkembangan ekonomi Tiongkok. Esok hari pada Selasa (18\/01) akan dirilis data pertumbuhan ekonomi Tiongkok. GDP Growth Rate QoQ Q4, diindikasikan berdasarkan hasil konsensus akan berada pada posisi 1.7%, turun dari hasil sebelumnya pada 1.8%. GDP Growth Rate YoY Q4, diindikasikan berdasarkan hasil konsensus akan berada pada posisi 6.8%, turun [&hellip;]","og_url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/01\/18\/memprediksi-pertumbuhan-ekonomi-tiongkok-semakin-melambat-atau-sebaliknya\/","og_site_name":"Vibiznews.com","article_published_time":"2016-01-18T10:34:44+00:00","og_image":[{"width":1024,"height":682,"url":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2015\/09\/china3-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/01\/18\/memprediksi-pertumbuhan-ekonomi-tiongkok-semakin-melambat-atau-sebaliknya\/","url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/01\/18\/memprediksi-pertumbuhan-ekonomi-tiongkok-semakin-melambat-atau-sebaliknya\/","name":"Memprediksi Pertumbuhan Ekonomi Tiongkok, Semakin Melambat atau Sebaliknya? - Vibiznews.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/01\/18\/memprediksi-pertumbuhan-ekonomi-tiongkok-semakin-melambat-atau-sebaliknya\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/01\/18\/memprediksi-pertumbuhan-ekonomi-tiongkok-semakin-melambat-atau-sebaliknya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2015\/09\/china3-1.jpg","datePublished":"2016-01-18T10:34:44+00:00","dateModified":"2016-01-18T10:34:44+00:00","author":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/79621817deaaa88cd6a71200e70ab52a"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/01\/18\/memprediksi-pertumbuhan-ekonomi-tiongkok-semakin-melambat-atau-sebaliknya\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/01\/18\/memprediksi-pertumbuhan-ekonomi-tiongkok-semakin-melambat-atau-sebaliknya\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/01\/18\/memprediksi-pertumbuhan-ekonomi-tiongkok-semakin-melambat-atau-sebaliknya\/#primaryimage","url":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2015\/09\/china3-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2015\/09\/china3-1.jpg","width":1024,"height":682},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/01\/18\/memprediksi-pertumbuhan-ekonomi-tiongkok-semakin-melambat-atau-sebaliknya\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/vibiznews.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Memprediksi Pertumbuhan Ekonomi Tiongkok, Semakin Melambat atau Sebaliknya?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#website","url":"https:\/\/vibiznews.com\/","name":"Vibiznews.com","description":"Berita Bisnis | Berita Komoditi | Berita Saham","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/vibiznews.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/79621817deaaa88cd6a71200e70ab52a","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin"},"url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/259345","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=259345"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/259345\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/233759"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=259345"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=259345"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=259345"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}