{"id":259735,"date":"2016-01-20T07:05:19","date_gmt":"2016-01-20T00:05:19","guid":{"rendered":"http:\/\/vibiznews.com\/?p=259735"},"modified":"2016-01-20T07:05:19","modified_gmt":"2016-01-20T00:05:19","slug":"harga-minyak-mentah-wti-turun-akibat-koreksi-teknikal-mengabaikan-perkiraan-kenaikan-permintaan-tiongkok","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/01\/20\/harga-minyak-mentah-wti-turun-akibat-koreksi-teknikal-mengabaikan-perkiraan-kenaikan-permintaan-tiongkok\/","title":{"rendered":"Harga Minyak Mentah WTI Turun Akibat Koreksi Teknikal Mengabaikan Perkiraan Kenaikan Permintaan Tiongkok"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><span id=\"result_box\" class=\"\" lang=\"id\"><span title=\"In an abrupt turnaround, US oil prices plunged 3.3 percent after gaining more than 1 percent Tuesday.\n\n\">Harga minyak mentah berjangka WTI ditutup turun pada penutupan perdagangan Rabu dinihari tadi (20\/1) akibat koreksi teknikal, dimana dalam perputaran tiba-tiba, harga minyak AS jatuh 3,3 persen setelah naik lebih dari 1 persen.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span id=\"result_box\" class=\"\" lang=\"id\"><span title=\"US crude futures closed down 96 cents, or 3.26 percent, at $28.46 a barrel after earlier reverting to a discount to Brent prices.\n\n\">Harga minyak mentah berjangka WTI ditutup turun 96 sen, atau 3,26 persen, pada $ 28,46 per barel setelah sebelumnya kembali kepada diskon untuk harga Brent.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span id=\"result_box\" class=\"\" lang=\"id\"><span title=\"Brent crude oil prices rebounded on Tuesday from a 12-year low after data showed Chinese oil demand likely hit a record high in 2015, but the recovery was not expected to last amid warnings that the market would stay oversupplied this year.\n\n\">Sedangkan harga minyak mentah Brent rebound dari level terendah 12-tahun setelah data menunjukkan permintaan minyak Tiongkok kemungkinan mencapai rekor tinggi pada 2015, tapi pemulihan tidak diharapkan untuk bertahan di tengah peringatan bahwa pasar akan tetap kelebihan pasokan tahun ini.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span id=\"result_box\" class=\"\" lang=\"id\"><span title=\"Brent crude oil prices rebounded on Tuesday from a 12-year low after data showed Chinese oil demand likely hit a record high in 2015, but the recovery was not expected to last amid warnings that the market would stay oversupplied this year.\n\n\"><span title=\"Brent crude futures, the global benchmark, posted their strongest daily gains in four months, before easing back to trade up 32 cents, or 1.12 percent, at $28.88 a barrel.\n\">Harga minyak mentah berjangka Brent, patokan global, membukukan kenaikan kuat harian dalam empat bulan, sebelum berkurang kembali ke perdagangan, naik 32 sen, atau 1,12 persen, pada $ 28,88 per barel.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span id=\"result_box\" class=\"\" lang=\"id\"><span title=\"Analysts also attributed much of the bounce from under $28 a barrel to a brief short covering rally after oil prices crashed over 20 percent this year, triggering a record volume of short positions in the week through Jan. 12.\n\n\">Analis juga menyatakan karena banyak dorongan dari bawah $ 28 per barel untuk rally short covering singkat setelah harga minyak jatuh lebih dari 20 persen tahun ini, memicu rekor volume posisi pendek dalam seminggu hingga 12 Januari.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span id=\"result_box\" class=\"\" lang=\"id\"><span title=\"Traders said prices drew support from strong oil demand in China.\">Para pedagang mengatakan harga menarik dukungan dari permintaan minyak yang kuat di Tiongkok. <\/span><span title=\"Preliminary Reuters calculations based on government figures showed record oil consumption of 10.32 million barrels per day (bpd), up 2.5 percent from 2014, defying slowing growth in the world's second-largest economy.\n\n\">Perhitungan Reuters awal berdasarkan data pemerintah menunjukkan konsumsi minyak mencapai rekor 10.320.000 barel per hari (bph), naik 2,5 persen dari tahun 2014, menentang perlambatan pertumbuhan di ekonomi di negara terbesar kedua di dunia itu.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span id=\"result_box\" class=\"\" lang=\"id\"><span title=\"The International Energy Agency, which advises industrialised countries on energy policy, said the global oil glut was set to last until at least late 2016 due to unseasonably warm weather and rising supply.\n\n\">Badan Energi Internasional, yang menyarankan negara-negara tentang kebijakan energi industri, menyatakan kekenyangan minyak global diperkirakan bertahan sampai setidaknya akhir 2016 karena musim cuaca hangat dan meningkatnya pasokan.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span title=\"&quot;...the oil market faces the prospect of a third successive year when supply will exceed demand by 1 million bpd and there will be enormous strain on the ability of the oil system to absorb it efficiently,&quot; the IEA said.\n\n\">&#8220;&#8230; pasar minyak menghadapi prospek tahun ketiga berturut-turut ketika pasokan akan melebihi permintaan sebesar 1 juta barel per hari dan akan ada ketegangan besar pada kemampuan sistem minyak untuk menyerap secara efisien,&#8221; kata IEA.<\/span><\/p>\n<p><span title=\"Global oil demand fell to a one-year low in the fourth quarter of 2015, the IEA said.\n\n\">Permintaan minyak global jatuh ke terendah satu tahun pada kuartal keempat 2015, kata IEA.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span id=\"result_box\" class=\"\" lang=\"id\"><span title=\"The oversupply is set to worsen with the return of Iranian barrels to the market following the lifting of nuclear-related Western sanctions.\n\n\">Kelebihan pasokan semakin memburuk dengan kembalinya barel Iran ke pasar menyusul pencabutan sanksi-sanksi Barat terkait nuklir.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span id=\"result_box\" class=\"\" lang=\"id\"><span title=\"Iran said it could increase oil output by 500,000 bpd and issued an order to start the ramp-up on Monday, but the IEA estimates a more measured rise of about 300,000 bpd of additional crude by the end of first quarter of 2016.\n\n\">Iran mengatakan pihaknya bisa meningkatkan produksi minyak dengan 500.000 barel per hari dan mengeluarkan perintah untuk memulai kenaikan pada hari Senin, tapi IEA memperkirakan kenaikan lebih terukur dari sekitar 300.000 barel per hari untuk tambahan minyak mentah pada akhir kuartal pertama 2016.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span title=\"Most analysts expect Iran's full return to oil markets to be relatively slow due to the need to overhaul its infrastructure following years of under-investment, but the country is also estimated to have stored 12-14 million barrels of crude and 24 million barrels of condensates\">Kebanyakan analis memperkirakan pengembalian penuh Iran untuk pasar minyak menjadi relatif lambat karena kebutuhan untuk merombak infrastruktur yang masih harus diinvestasikan, namun negara ini juga diperkirakan telah menyimpan 12-14 juta barel minyak mentah dan 24 juta barel kondensat <\/span><span title=\"for immediate sale.\n\n\">untuk dijual segera.<br \/><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga minyak masih\u00a0berpotensi mengalami tekanan dengan sentimen kelebihan pasokan minyak mentah dunia dan ekspor Iran. Harga minyak akan bergerak dalam kisaran Support $28,00-$27,50 per barel, dan kisaran Resistance $29,00-$29,50 per barel.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 8pt;\"><em>Freddy\/VMN\/VBN\/Analyst Vibiz Research<\/em><\/span><br \/><span style=\"font-size: 8pt;\"><em>Editor : Asido Situmorang<\/em><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Harga minyak mentah berjangka WTI ditutup turun pada penutupan perdagangan Rabu dinihari tadi (20\/1) akibat koreksi teknikal, dimana dalam perputaran tiba-tiba, harga minyak AS jatuh 3,3 persen setelah naik lebih dari 1 persen. Harga minyak mentah berjangka WTI ditutup turun 96 sen, atau 3,26 persen, pada $ 28,46 per barel setelah sebelumnya kembali kepada diskon [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":59579,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[1693,1695],"class_list":["post-259735","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-commodity","tag-harga-minyak-mentah-brent","tag-harga-minyak-mentah-wti"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Harga Minyak Mentah WTI Turun Akibat Koreksi Teknikal Mengabaikan Perkiraan Kenaikan Permintaan Tiongkok - Vibiznews.com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/01\/20\/harga-minyak-mentah-wti-turun-akibat-koreksi-teknikal-mengabaikan-perkiraan-kenaikan-permintaan-tiongkok\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Harga Minyak Mentah WTI Turun Akibat Koreksi Teknikal Mengabaikan Perkiraan Kenaikan Permintaan Tiongkok - Vibiznews.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Harga minyak mentah berjangka WTI ditutup turun pada penutupan perdagangan Rabu dinihari tadi (20\/1) akibat koreksi teknikal, dimana dalam perputaran tiba-tiba, harga minyak AS jatuh 3,3 persen setelah naik lebih dari 1 persen. Harga minyak mentah berjangka WTI ditutup turun 96 sen, atau 3,26 persen, pada $ 28,46 per barel setelah sebelumnya kembali kepada diskon [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/01\/20\/harga-minyak-mentah-wti-turun-akibat-koreksi-teknikal-mengabaikan-perkiraan-kenaikan-permintaan-tiongkok\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Vibiznews.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2016-01-20T00:05:19+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/01\/20\/harga-minyak-mentah-wti-turun-akibat-koreksi-teknikal-mengabaikan-perkiraan-kenaikan-permintaan-tiongkok\/\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/01\/20\/harga-minyak-mentah-wti-turun-akibat-koreksi-teknikal-mengabaikan-perkiraan-kenaikan-permintaan-tiongkok\/\",\"name\":\"Harga Minyak Mentah WTI Turun Akibat Koreksi Teknikal Mengabaikan Perkiraan Kenaikan Permintaan Tiongkok - Vibiznews.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/01\/20\/harga-minyak-mentah-wti-turun-akibat-koreksi-teknikal-mengabaikan-perkiraan-kenaikan-permintaan-tiongkok\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/01\/20\/harga-minyak-mentah-wti-turun-akibat-koreksi-teknikal-mengabaikan-perkiraan-kenaikan-permintaan-tiongkok\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"\",\"datePublished\":\"2016-01-20T00:05:19+00:00\",\"dateModified\":\"2016-01-20T00:05:19+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/79621817deaaa88cd6a71200e70ab52a\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/01\/20\/harga-minyak-mentah-wti-turun-akibat-koreksi-teknikal-mengabaikan-perkiraan-kenaikan-permintaan-tiongkok\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/01\/20\/harga-minyak-mentah-wti-turun-akibat-koreksi-teknikal-mengabaikan-perkiraan-kenaikan-permintaan-tiongkok\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/01\/20\/harga-minyak-mentah-wti-turun-akibat-koreksi-teknikal-mengabaikan-perkiraan-kenaikan-permintaan-tiongkok\/#primaryimage\",\"url\":\"\",\"contentUrl\":\"\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/01\/20\/harga-minyak-mentah-wti-turun-akibat-koreksi-teknikal-mengabaikan-perkiraan-kenaikan-permintaan-tiongkok\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/vibiznews.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Harga Minyak Mentah WTI Turun Akibat Koreksi Teknikal Mengabaikan Perkiraan Kenaikan Permintaan Tiongkok\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/\",\"name\":\"Vibiznews.com\",\"description\":\"Berita Bisnis | Berita Komoditi | Berita Saham\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/vibiznews.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/79621817deaaa88cd6a71200e70ab52a\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Harga Minyak Mentah WTI Turun Akibat Koreksi Teknikal Mengabaikan Perkiraan Kenaikan Permintaan Tiongkok - Vibiznews.com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/01\/20\/harga-minyak-mentah-wti-turun-akibat-koreksi-teknikal-mengabaikan-perkiraan-kenaikan-permintaan-tiongkok\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Harga Minyak Mentah WTI Turun Akibat Koreksi Teknikal Mengabaikan Perkiraan Kenaikan Permintaan Tiongkok - Vibiznews.com","og_description":"Harga minyak mentah berjangka WTI ditutup turun pada penutupan perdagangan Rabu dinihari tadi (20\/1) akibat koreksi teknikal, dimana dalam perputaran tiba-tiba, harga minyak AS jatuh 3,3 persen setelah naik lebih dari 1 persen. Harga minyak mentah berjangka WTI ditutup turun 96 sen, atau 3,26 persen, pada $ 28,46 per barel setelah sebelumnya kembali kepada diskon [&hellip;]","og_url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/01\/20\/harga-minyak-mentah-wti-turun-akibat-koreksi-teknikal-mengabaikan-perkiraan-kenaikan-permintaan-tiongkok\/","og_site_name":"Vibiznews.com","article_published_time":"2016-01-20T00:05:19+00:00","author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/01\/20\/harga-minyak-mentah-wti-turun-akibat-koreksi-teknikal-mengabaikan-perkiraan-kenaikan-permintaan-tiongkok\/","url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/01\/20\/harga-minyak-mentah-wti-turun-akibat-koreksi-teknikal-mengabaikan-perkiraan-kenaikan-permintaan-tiongkok\/","name":"Harga Minyak Mentah WTI Turun Akibat Koreksi Teknikal Mengabaikan Perkiraan Kenaikan Permintaan Tiongkok - Vibiznews.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/01\/20\/harga-minyak-mentah-wti-turun-akibat-koreksi-teknikal-mengabaikan-perkiraan-kenaikan-permintaan-tiongkok\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/01\/20\/harga-minyak-mentah-wti-turun-akibat-koreksi-teknikal-mengabaikan-perkiraan-kenaikan-permintaan-tiongkok\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"","datePublished":"2016-01-20T00:05:19+00:00","dateModified":"2016-01-20T00:05:19+00:00","author":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/79621817deaaa88cd6a71200e70ab52a"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/01\/20\/harga-minyak-mentah-wti-turun-akibat-koreksi-teknikal-mengabaikan-perkiraan-kenaikan-permintaan-tiongkok\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/01\/20\/harga-minyak-mentah-wti-turun-akibat-koreksi-teknikal-mengabaikan-perkiraan-kenaikan-permintaan-tiongkok\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/01\/20\/harga-minyak-mentah-wti-turun-akibat-koreksi-teknikal-mengabaikan-perkiraan-kenaikan-permintaan-tiongkok\/#primaryimage","url":"","contentUrl":""},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/01\/20\/harga-minyak-mentah-wti-turun-akibat-koreksi-teknikal-mengabaikan-perkiraan-kenaikan-permintaan-tiongkok\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/vibiznews.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Harga Minyak Mentah WTI Turun Akibat Koreksi Teknikal Mengabaikan Perkiraan Kenaikan Permintaan Tiongkok"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#website","url":"https:\/\/vibiznews.com\/","name":"Vibiznews.com","description":"Berita Bisnis | Berita Komoditi | Berita Saham","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/vibiznews.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/79621817deaaa88cd6a71200e70ab52a","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin"},"url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/259735","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=259735"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/259735\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=259735"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=259735"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=259735"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}