{"id":264851,"date":"2016-02-11T18:30:02","date_gmt":"2016-02-11T11:30:02","guid":{"rendered":"http:\/\/vibiznews.com\/?p=264851"},"modified":"2016-02-11T18:30:02","modified_gmt":"2016-02-11T11:30:02","slug":"paket-kebijakan-ekonomi-x-untuk-memperluas-bidang-usaha-umkmk-dan-meningkatkan-investasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/02\/11\/paket-kebijakan-ekonomi-x-untuk-memperluas-bidang-usaha-umkmk-dan-meningkatkan-investasi\/","title":{"rendered":"Paket Kebijakan Ekonomi X Untuk Memperluas Bidang Usaha UMKMK dan Meningkatkan Investasi"},"content":{"rendered":"<div style=\"text-align: justify;\">Pemerintah Indonesia kembali menggulirkan paket kebijakan terbaru Paket Kebijakan Ekonomi X yaitu<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">mendorong Usaha Mikro, Kecil,\u00a0 Menengah, dan Koperasi\u00a0 (UMKMK)\u00a0 dengan menambah 19 bidang usaha yang dicadangkan dan revisi Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2014 tentang Daftar Bidang Usaha Yang Tertutup dan Bidang Usaha Yang Terbuka Dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal atau yang lebih dikenal sebagai Daftar Negatif Investasi (DNI).<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u00a0<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Dalam konferensi pers saat mengumumkan Paket Kebijakan Ekonomi X di Istana Kepresidenan, Jakarta (11\/2), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menjelaskan, ke-19 bidang usaha itu tercakup dalam kegiatan jenis usaha jasa bisnis\/jasa konsultasi konstruksi yang menggunakan teknologi sederhana\/madya dan\/atau resiko kecil\/sedang dan\/atau nilai pekerjaan kurang dari\u00a0 Rp 10 milyar. Dalam DNI sebelumnya, dipersyaratkan\u00a0 adanya saham asing sebesar 55% di bidang-bidang usaha seperti jasa pra design dan konsultasi, jasa design arsitektur, jasa administrasi kontrak, jasa arsitektur lainnya,dan sebagainya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u00a0<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Selain itu terdapat 39 bidang usaha yang dicadangkan untuk UMKMK diperluas nilai pekerjaanya dari semula sampai dengan Rp 1 miliar menjadi sampai dengan Rp 50 miliar. Kegiatan itu mencakup jenis usaha jasa konstruksi, seperti pekerjaan konstruksi untuk bangunan komersial, bangunan sarana kesehatan, dan lain-lain.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u00a0<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Menurut Darmin, untuk memperluas kegiatan usaha UMKMK itu dilakukan reklasifikasi dengan menyederhanakan bidang usaha. Misalnya 19 bidang usaha jasa bisnis\/jasa konsultasi konstruksi dijadikan 1 jenis usaha. \u201cKarena itu jenis\/bidang usaha yang dicadangkan untuk UMKMK menjadi lebih sederhana dari 139 menjadi 92 kegiatan usaha,\u201d ujarnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u00a0<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Sedangkan untuk kemitraan yang ditujukan agar Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing(PMA) bekerja sama dengan Usaha Mikro, Kecil,\u00a0 Menengah, dan Koperasi\u00a0 (UMKMK) yang semula 48 bidang usaha, bertambah 62 bidang usaha sehingga menjadi 110 bidang usaha. Bidang usaha itu antara lain: usaha perbenihan perkebunan dengan luas 25 Ha atau lebih, perdagangan eceran melalui pemesanan pos dan internet, dan sebagainya. UMKMK juga tetap dapat menanam modal, baik di bidang usaha yang tidak diatur dalam DNI maupun bidang usaha yang terbuka dengan persyaratan lainnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u00a0<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Darmin menjelaskan, selain meningkatkan perlindungan terhadap UMKMK, perubahan DNI ini dilakukan juga untuk memotong mata rantai pemusatan ekonomi yang selama ini dinikmati oleh kelompok tertentu. Dengan demikian harga-harga bisa menjadi lebih murah, misalnya harga obat dan alat kesehatan. Mengantisipasi era persaingan dan kompetisi\u00a0 Indonesia yang sudah memasuki MEA<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u00a0<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Selain membuka lapangan kerja dan memperkuat modal untuk membangun, perubahan ini juga untuk mendorong perusahaan nasional agar mampu bersaing dan semakin kuat di pasar dalam negeri maupun pasar global. Kebijakan ini bukanlah liberalisasi tetapi upaya mengembangkan potensi geopolitik dan geo-ekonomi nasional, antara lain dengan mendorong UMKMK dan perusahaan nasional meningkatkan kreativitas, sinergi, inovasi, dan kemampuan menyerap teknologi baru dalam era keterbukaan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u00a0<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Dalam kebijakan baru ini, sebanyak 35 bidang usaha, antara lain: industri\u00a0<em>crumb rubber<\/em>;\u00a0<em>cold storage<\/em>; pariwisata (restoran; bar; cafe; usaha rekreasi, seni, dan hiburan: gelanggang olah raga); industri perfilman;penyelenggara transaksi perdagangan secaraelektronik (<em>market place<\/em>) yang bernilai Rp.100 milyar ke atas; pembentukan lembaga pengujian perangkat telekomunikasi; pengusahaan jalan tol; pengelolaan dan pembuangan sampah yang tidak berbahaya; industri bahan baku obat, dikeluarkan dari DNI.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u00a0<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Hal penting lainnya adalah hilangnya rekomendasi pada 83 bidang usaha, antara lain Hotel (Non Bintang, Bintang Satu, Bintang Dua); Motel; Usaha Rekreasi, Seni, dan Hiburan; Biliar, Bowling, dan Lapangan Golf.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u00a0<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Revisi DNI juga membuka 20 bidang usaha untuk asing dengan besaran saham tertentu, yang sebelumnya PMDN 100%. Bidang usaha itu antara lain jasa pelayanan penunjang kesehatan (67%),\u00a0 angkutan orang dengan moda darat (49%); industri perfilman termasuk peredaran film (100%); instalasi\u00a0 pemanfaatan tenaga listrik tegangan tinggi\/ekstra tinggi (49%).<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u00a0<\/div>\n<div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Perubahan komposisi saham PMA dalam DNI adalah:<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">(1) 30% sebanyak 32 bidang usaha, yaitu antara lain budi daya hortikultura, perbenihan hortikulutura, dan sebagainya.Tidak berubah karena mandat UU.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">(2) 33% sebanyak 3 bidang usaha, yaitu distributor dan pergudangan meningkat menjadi 67%, serta\u00a0<em>cold storage<\/em>\u00a0meningkat menjadi 100%.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">(3)\u00a0\u00a049% sebanyak 54 bidang usaha, dimana 14 bidang usaha meningkat menjadi 67% (seperti: pelatihan kerja, biro perjalanan wisata, lapangan golf, jasa penunjang angkutan udara, dsb); dan 8 bidang usaha meningkat menjadi 100% (seperti:\u00a0<em>sport center<\/em>, laboratorium pengolahan film, industri crumb rubber, dsb); serta 32 bidang usaha tetap 49%, seperti fasilitas pelayanan akupuntur.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">(4) \u00a051% sebanyak 18 bidang usaha, dimana 10 bidang usaha meningkat menjadi 67% (seperti: museum swasta, jasa boga, jasa konvensi, pameran dan perjalanan insentif, dsb); dan 1 bidang usaha meningkat menajdi 100%, yaitu restoran; serta 7 bidang usaha tetap 51%, seperti pengusahaan pariwisata alam.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">(5) \u00a055% sebanyak 19 bidang usaha, dimana semuanya bidang usaha meningkat menjadi 67%, yaitu jasa bisnis\/jasa konsultansi konstruksi dengan nilai pekerjaan diatas Rp. 10.000.000.000,00.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">(6) \u00a065% sebanyak 3 bidang usaha, dimana 3 bidang usaha meningkat menjadi 67%, seperti penyelenggaraan jaringan telekomunikasi yang terintegrasi dengan jasa telekomunikasi, Penyelenggaraan jaringan telekomunikasi yang terintegrasi dengan jasa telekomunikasi, dsb.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">(7) \u00a085% sebanyak 8 bidang usaha, dimana 1 bidang usaha meningkat menjadi 100%, yaitu industri bahan baku obat; dan 7 bidang usaha lainnya tetap karena UU, seperti sewa guna usaha, dsb.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">(8) \u00a095% sebanyak 17 bidang usaha, dimana 5 bidang usaha meningkat menjadi 100% (seperti: pengusahaan jalan tol, pembentukan lembaga pengujian perangkat telekomunikasi\/tes laboratorium, dsb); dan 12 bidang usaha tetap 95% karena UU seperti usaha perkebunan dengan luas 25 ha atau lebih yang teritegrasi dengan unit pengolahan dengan kapasitas sama atau melebihi kapasitas tertentu, dsb.<span class=\"Apple-converted-space\"> <br \/><\/span><\/div>\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u00a0<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Dengan semakin dibukanya bidang-bidang usaha UMKMK, dan diperluasnya komposisi PMA, maka diharapkan semakin membuka keran investasi masuk, baik dalam negeri maupun asing. Demikian juga semakin meningkatkan kemampuan usaha dan bisnis untuk dapat bersaing secara global dengan sudah dilaksanakannya MEA. Paket kebijakan ekonomi X ini tentu patut disambut dengan antusias oleh para pelaku usaha, sehingga semakin menggerakkan ekonomi Indonesia untuk mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang lebih baik.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u00a0<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-size: 8pt;\"><em>Freddy\/VMN\/VBN\/Analyst Vibiz Research Center<\/em><\/span><br \/><span style=\"font-size: 8pt;\"><em>Editor : Asido Situmorang<\/em><\/span><\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pemerintah Indonesia kembali menggulirkan paket kebijakan terbaru Paket Kebijakan Ekonomi X yaitu mendorong Usaha Mikro, Kecil,\u00a0 Menengah, dan Koperasi\u00a0 (UMKMK)\u00a0 dengan menambah 19 bidang usaha yang dicadangkan dan revisi Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2014 tentang Daftar Bidang Usaha Yang Tertutup dan Bidang Usaha Yang Terbuka Dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal atau yang lebih [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":264871,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[27,29,17],"tags":[2459],"class_list":["post-264851","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles-of-the-week","category-economy-business","category-popular_news","tag-paket-kebijakan-ekonomi-x"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Paket Kebijakan Ekonomi X Untuk Memperluas Bidang Usaha UMKMK dan Meningkatkan Investasi - Vibiznews.com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/02\/11\/paket-kebijakan-ekonomi-x-untuk-memperluas-bidang-usaha-umkmk-dan-meningkatkan-investasi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Paket Kebijakan Ekonomi X Untuk Memperluas Bidang Usaha UMKMK dan Meningkatkan Investasi - Vibiznews.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pemerintah Indonesia kembali menggulirkan paket kebijakan terbaru Paket Kebijakan Ekonomi X yaitu mendorong Usaha Mikro, Kecil,\u00a0 Menengah, dan Koperasi\u00a0 (UMKMK)\u00a0 dengan menambah 19 bidang usaha yang dicadangkan dan revisi Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2014 tentang Daftar Bidang Usaha Yang Tertutup dan Bidang Usaha Yang Terbuka Dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal atau yang lebih [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/02\/11\/paket-kebijakan-ekonomi-x-untuk-memperluas-bidang-usaha-umkmk-dan-meningkatkan-investasi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Vibiznews.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2016-02-11T11:30:02+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/jakarta-indonesia-2-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"536\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/02\/11\/paket-kebijakan-ekonomi-x-untuk-memperluas-bidang-usaha-umkmk-dan-meningkatkan-investasi\/\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/02\/11\/paket-kebijakan-ekonomi-x-untuk-memperluas-bidang-usaha-umkmk-dan-meningkatkan-investasi\/\",\"name\":\"Paket Kebijakan Ekonomi X Untuk Memperluas Bidang Usaha UMKMK dan Meningkatkan Investasi - Vibiznews.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/02\/11\/paket-kebijakan-ekonomi-x-untuk-memperluas-bidang-usaha-umkmk-dan-meningkatkan-investasi\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/02\/11\/paket-kebijakan-ekonomi-x-untuk-memperluas-bidang-usaha-umkmk-dan-meningkatkan-investasi\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/jakarta-indonesia-2-1.jpg\",\"datePublished\":\"2016-02-11T11:30:02+00:00\",\"dateModified\":\"2016-02-11T11:30:02+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/79621817deaaa88cd6a71200e70ab52a\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/02\/11\/paket-kebijakan-ekonomi-x-untuk-memperluas-bidang-usaha-umkmk-dan-meningkatkan-investasi\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/02\/11\/paket-kebijakan-ekonomi-x-untuk-memperluas-bidang-usaha-umkmk-dan-meningkatkan-investasi\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/02\/11\/paket-kebijakan-ekonomi-x-untuk-memperluas-bidang-usaha-umkmk-dan-meningkatkan-investasi\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/jakarta-indonesia-2-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/jakarta-indonesia-2-1.jpg\",\"width\":800,\"height\":536},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/02\/11\/paket-kebijakan-ekonomi-x-untuk-memperluas-bidang-usaha-umkmk-dan-meningkatkan-investasi\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/vibiznews.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Paket Kebijakan Ekonomi X Untuk Memperluas Bidang Usaha UMKMK dan Meningkatkan Investasi\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/\",\"name\":\"Vibiznews.com\",\"description\":\"Berita Bisnis | Berita Komoditi | Berita Saham\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/vibiznews.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/79621817deaaa88cd6a71200e70ab52a\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Paket Kebijakan Ekonomi X Untuk Memperluas Bidang Usaha UMKMK dan Meningkatkan Investasi - Vibiznews.com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/02\/11\/paket-kebijakan-ekonomi-x-untuk-memperluas-bidang-usaha-umkmk-dan-meningkatkan-investasi\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Paket Kebijakan Ekonomi X Untuk Memperluas Bidang Usaha UMKMK dan Meningkatkan Investasi - Vibiznews.com","og_description":"Pemerintah Indonesia kembali menggulirkan paket kebijakan terbaru Paket Kebijakan Ekonomi X yaitu mendorong Usaha Mikro, Kecil,\u00a0 Menengah, dan Koperasi\u00a0 (UMKMK)\u00a0 dengan menambah 19 bidang usaha yang dicadangkan dan revisi Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2014 tentang Daftar Bidang Usaha Yang Tertutup dan Bidang Usaha Yang Terbuka Dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal atau yang lebih [&hellip;]","og_url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/02\/11\/paket-kebijakan-ekonomi-x-untuk-memperluas-bidang-usaha-umkmk-dan-meningkatkan-investasi\/","og_site_name":"Vibiznews.com","article_published_time":"2016-02-11T11:30:02+00:00","og_image":[{"width":800,"height":536,"url":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/jakarta-indonesia-2-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/02\/11\/paket-kebijakan-ekonomi-x-untuk-memperluas-bidang-usaha-umkmk-dan-meningkatkan-investasi\/","url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/02\/11\/paket-kebijakan-ekonomi-x-untuk-memperluas-bidang-usaha-umkmk-dan-meningkatkan-investasi\/","name":"Paket Kebijakan Ekonomi X Untuk Memperluas Bidang Usaha UMKMK dan Meningkatkan Investasi - Vibiznews.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/02\/11\/paket-kebijakan-ekonomi-x-untuk-memperluas-bidang-usaha-umkmk-dan-meningkatkan-investasi\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/02\/11\/paket-kebijakan-ekonomi-x-untuk-memperluas-bidang-usaha-umkmk-dan-meningkatkan-investasi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/jakarta-indonesia-2-1.jpg","datePublished":"2016-02-11T11:30:02+00:00","dateModified":"2016-02-11T11:30:02+00:00","author":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/79621817deaaa88cd6a71200e70ab52a"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/02\/11\/paket-kebijakan-ekonomi-x-untuk-memperluas-bidang-usaha-umkmk-dan-meningkatkan-investasi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/02\/11\/paket-kebijakan-ekonomi-x-untuk-memperluas-bidang-usaha-umkmk-dan-meningkatkan-investasi\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/02\/11\/paket-kebijakan-ekonomi-x-untuk-memperluas-bidang-usaha-umkmk-dan-meningkatkan-investasi\/#primaryimage","url":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/jakarta-indonesia-2-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/jakarta-indonesia-2-1.jpg","width":800,"height":536},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/02\/11\/paket-kebijakan-ekonomi-x-untuk-memperluas-bidang-usaha-umkmk-dan-meningkatkan-investasi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/vibiznews.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Paket Kebijakan Ekonomi X Untuk Memperluas Bidang Usaha UMKMK dan Meningkatkan Investasi"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#website","url":"https:\/\/vibiznews.com\/","name":"Vibiznews.com","description":"Berita Bisnis | Berita Komoditi | Berita Saham","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/vibiznews.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/79621817deaaa88cd6a71200e70ab52a","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin"},"url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/264851","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=264851"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/264851\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/264871"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=264851"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=264851"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=264851"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}