{"id":288279,"date":"2016-06-03T05:00:11","date_gmt":"2016-06-02T22:00:11","guid":{"rendered":"http:\/\/vibiznews.com\/?p=288279"},"modified":"2016-06-03T05:00:11","modified_gmt":"2016-06-02T22:00:11","slug":"opec-kembali-gagal-sepakati-pembatasan-produksi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/06\/03\/opec-kembali-gagal-sepakati-pembatasan-produksi\/","title":{"rendered":"OPEC Kembali Gagal Sepakati Pembatasan Produksi"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><span id=\"result_box\" class=\"\" lang=\"id\"><span title=\"OPEC will stick to its policy of unfettered production after members rejected a proposal to adopt a new output ceiling, but ministers were united in their optimism that global oil markets are improving.\n\n\">OPEC akan tetap berpegang teguh pada kebijakan produksinya setelah anggota menolak usulan untuk mengadopsi pembatasan produksi baru, tapi para menteri bersatu dalam optimisme mereka bahwa pasar minyak global membaik.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span id=\"result_box\" class=\"\" lang=\"id\"><span title=\"The more harmonious atmosphere meant the group was able to appoint a new secretary-general -- Nigeria\u2019s Mohammed Barkindo -- something it hadn\u2019t been able to agree on since 2012.\n\n\">Suasana lebih harmonis terjadi ketika kelompok ini mampu menunjuk seorang sekretaris jenderal baru yaitu Mohammed Barkindo dari Nigeria, sesuatu yang tidak mampu disepakati sejak 2012.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span id=\"result_box\" class=\"\" lang=\"id\"><span title=\"\u201cThe atmosphere in today\u2019s meeting was calm without any tensions,\u201d Iranian Oil Minister Bijan Zanganeh, whose disagreements with his Saudi counterpart had unsettled previous meetings.\">&#8220;Suasana di pertemuan hari ini adalah tenang tanpa ketegangan apapun,&#8221; Menteri Perminyakan Iran Bijan Zanganeh, yang berbeda pendapat dengan rekannya Arab Saudi yang menyatakan pertemuan sebelumnya tidak tenang. <\/span><span title=\"There is \u201cvery good unity\u201d among member, he said.\n\n\">Ada &#8220;kesatuan yang sangat baik&#8221; di antara anggota, katanya.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span id=\"result_box\" class=\"\" lang=\"id\"><span title=\"The change of mood reflects two developments: a Saudi Arabian oil minister determined to make his first meeting a success and, more importantly, the 80 percent rally in oil prices since January that's made ministers confident OPEC's two-year old strategy of trying to win market\">Hal yang pentig juga terjadi adalah 80 persen reli harga minyak sejak Januari membuat menteri-menteri OPEC yakin strategi lama dua tahun yang dicoba untuk memenangkan kelebihan pasokan <\/span><span title=\"share from higher-cost producers is working.\n\n\">dari biaya produsen yang lebih tinggi ternyata bekerja.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span id=\"result_box\" class=\"\" lang=\"id\"><span title=\"\u201cThere is a strong willingness to re-establish OPEC\u2019s credibility, strengthen its voice while also bringing greater stability in the oil market,\u201d said Alexandre Andlauer, head of oil and gas at financial research firm AlphaValue.\">&#8220;Ada kemauan yang kuat untuk membangun kembali kredibilitas OPEC, memperkuat suara sementara juga membawa stabilitas yang lebih besar di pasar minyak,&#8221; kata Alexandre Andlauer, kepala minyak dan gas di perusahaan riset keuangan AlphaValue. <\/span><span title=\"\u201cThis is a clear Saudi ambition.\u201d\n\n\">&#8220;Ini adalah ambisi Saudi yang jelas.&#8221;<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span id=\"result_box\" class=\"\" lang=\"id\"><span title=\"While analysts agree supply and demand in the global oil market is much closer to balance than December, hurdles remain to OPEC regaining the market power it once enjoyed.\">Namun <\/span><span title=\"Relations between the group\u2019s two most powerful members -- Saudi Arabia and Iran -- remain strained by their regional rivalry, global stockpiles are at record levels and the field outages in Canada and Nigeria that have helped drive prices higher may prove temporary.\n\n\">hubungan antara dua anggota yang paling kuat dalam kelompok &#8211; Arab Saudi dan Iran &#8211; masih tegang dalam persaingan regional mereka, sementara pasokan global berada pada tingkat rekor dan penurunan di Kanada dan Nigeria yang telah membantu harga lebih tinggi mungkin hanya sementara.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span id=\"result_box\" class=\"\" lang=\"id\"><span title=\"Even with oil back at $50, prices are at less than half their level before the Organization of Petroleum Exporting Countries decided to pump at full pelt.\n\n\">Bahkan dengan minyak kembali di $ 50, harga kurang dari setengah tingkat sebelum Organisasi Negara Pengekspor Minyak memutuskan untuk memompa dengan kecepatan penuh.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span id=\"result_box\" class=\"\" lang=\"id\"><span title=\"In a briefing after the meeting, Saudi Arabia\u2019s oil minister Khalid Al-Falih said there were reasons to remain cautious despite the improving market balance.\n\n\">Dalam briefing setelah pertemuan itu, Menteri Perminyakan Arab Saudi Khalid Al-Falih mengatakan ada alasan untuk tetap berhati-hati meskipun keseimbangan pasar membaik. <\/span><span title=\"\u201cWe are concerned about high inventories,\u201d he said.\">&#8220;Kami prihatin tentang persediaan tinggi,&#8221; katanya. <\/span><span title=\"\u201cWe need to see a steady deficit at a reasonable level.\u201d\n\n\">&#8220;Kita perlu melihat defisit stabil pada tingkat yang wajar.&#8221;<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span id=\"result_box\" class=\"\" lang=\"id\"><span title=\"Before the meeting, Saudi Arabia had floated the idea of restoring a group production ceiling as a gesture to show it had no plans to flood the market and it was serious about making the meeting a success.\">Sebelum pertemuan itu, Arab Saudi telah mengusulkan ide mengembalikan pagu produksi kelompok sebagai isyarat untuk menunjukkan itu tidak adanya rencana untuk membanjiri pasar dan serius untuk membuat pertemuan sukses. <\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span id=\"result_box\" class=\"\" lang=\"id\"><span title=\"The proposal would have been largely symbolic and there was no suggestion anyone would cut production.\n\n\">Para <\/span><span title=\"Ministers decided a cap wasn\u2019t necessary at this stage.\">Menteri memutuskan pembatasan tidak diperlukan pada tahap ini. <\/span><span title=\"OPEC needs more time to come up with a new output new ceiling, outgoing Secretary-General Abdalla El-Badri said after the meeting, adding that it\u2019s hard to find a target when Iranian production is rising and significant Libyan volumes are halted.\n\n\">OPEC membutuhkan lebih banyak waktu untuk pembatasan produksi baru, mantan Sekretaris Jenderal Abdalla El-Badri mengatakan setelah pertemuan itu, menambahkan bahwa sulit untuk menemukan target ketika produksi Iran meningkat dan volume Libya signifikan dihentikan.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span id=\"result_box\" class=\"\" lang=\"id\"><span title=\"Iran has rejected any cap on output as it restores volumes following the removal of sanctions in January.\">Iran telah menolak pembatasan apapun pada produksi karena mengembalikan volume setelah penghapusan sanksi pada bulan Januari. <\/span><span title=\"The country\u2019s refusal to participate in a production freeze proposed earlier this year prompted Saudi Arabia to block a deal between OPEC and Russia in April.\n\n\">Penolakan negara untuk berpartisipasi dalam pembekuan produksi diusulkan awal tahun ini diminta Arab Saudi untuk memblokir kesepakatan antara OPEC dan Rusia pada bulan April.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span id=\"result_box\" class=\"\" lang=\"id\"><span title=\"After that April meeting in Qatar -- the final appearance of former Saudi Oil Minister Ali Al-Naimi after two decades in the post -- Saudi Arabia had seemed ready to go it alone in global oil markets.\">Setelah pertemuan bulan April di Qatar &#8211; penampilan akhir dari mantan Menteri Perminyakan Saudi Ali Al-Naimi setelah dua dekade di pos &#8211; Arab Saudi telah tampak siap untuk berjuang sendiri di pasar minyak global. <\/span><span title=\"A view supported by comments made by the powerful Deputy Crown Prince Mohammed bin Salman, who said the kingdom no longer cares about oil prices.\n\">Sebuah pandangan yang didukung oleh komentar yang dibuat oleh kuat Deputi Putra Mahkota Mohammed bin Salman, yang mengatakan kerajaan tidak lagi peduli tentang harga minyak.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span id=\"result_box\" class=\"\" lang=\"id\"><span title=\"Al-Falih took the chance to clarify those comments today.\">Al-Falih mengambil kesempatan untuk mengklarifikasi komentar tersebut saat ini. <\/span><span title=\"The prince\u2019s comments reflect how the country will manage its internal affairs, including its capacity to weather extended periods of low prices, rather than a broader view about oil policy, Al-Falih said Thursday.\n\n\">Komentar sang pangeran mencerminkan bagaimana negara akan mengelola urusan internal, termasuk kapasitas untuk cuaca periode diperpanjang dari harga rendah, bukan pandangan yang lebih luas tentang kebijakan minyak, Al-Falih, Kamis.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span id=\"result_box\" class=\"\" lang=\"id\"><span title=\"\u201cSaudi Arabia realizes that price is a key part of the oil-market formula: It balances supply and demand,\u201d Al-Falih told reporters in Vienna before the meeting started.\">&#8220;Arab Saudi menyadari bahwa harga adalah bagian penting dari formula pasar minyak : Ini menyeimbangkan pasokan dan permintaan,&#8221; kata Al-Falih di Wina sebelum pertemuan dimulai. <\/span><span title=\"\u201cWe realize that a long time under lower prices doesn\u2019t bring enough supply to meet the rise in demand.\u201d\n\n\">&#8220;Kami menyadari bahwa waktu yang lama di bawah harga yang lebih rendah tidak membawa cukup pasokan untuk memenuhi kenaikan permintaan.&#8221;<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span id=\"result_box\" class=\"\" lang=\"id\"><span title=\"Put simply, Saudi Arabia wants to keep managing the global oil market by ensuring prices get neither too low or too high and OPEC has an important part to play.\n\n\">Sederhananya, Arab Saudi ingin menjaga pengelolaan pasar minyak dunia dengan memastikan harga dapatkan tidak terlalu rendah atau terlalu tinggi dan OPEC memiliki bagian penting untuk berperan.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span id=\"result_box\" class=\"\" lang=\"id\"><span title=\"\u201cOPEC is back, stronger,\u201d Barkindo said in his first interview after winning his second stint as the group\u2019s top official.\">&#8220;OPEC kembali, lebih kuat,&#8221; kata Barkindo dalam wawancara pertamanya setelah memenangkan keduakalinya sebagai pejabat kelompok. <\/span><span title=\"\u201cWe are going to work to regain the unity of the organization and the confidence of the international community.\u201d\n\n\">&#8220;Kami akan bekerja untuk mendapatkan kembali kesatuan organisasi dan kepercayaan dari masyarakat internasional.&#8221;<\/span><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-size: 8pt;\"><em>Doni\/VBN\/VMN\/Analyst Vibiz Research Center<br \/>\nEditor : Asido Situmorang<\/em><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>OPEC akan tetap berpegang teguh pada kebijakan produksinya setelah anggota menolak usulan untuk mengadopsi pembatasan produksi baru, tapi para menteri bersatu dalam optimisme mereka bahwa pasar minyak global membaik. Suasana lebih harmonis terjadi ketika kelompok ini mampu menunjuk seorang sekretaris jenderal baru yaitu Mohammed Barkindo dari Nigeria, sesuatu yang tidak mampu disepakati sejak 2012. &#8220;Suasana [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":127744,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[27,29,17],"tags":[1147],"class_list":["post-288279","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles-of-the-week","category-economy-business","category-popular_news","tag-pembatasan-produksi-opec"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>OPEC Kembali Gagal Sepakati Pembatasan Produksi - Vibiznews.com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/06\/03\/opec-kembali-gagal-sepakati-pembatasan-produksi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"OPEC Kembali Gagal Sepakati Pembatasan Produksi - Vibiznews.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"OPEC akan tetap berpegang teguh pada kebijakan produksinya setelah anggota menolak usulan untuk mengadopsi pembatasan produksi baru, tapi para menteri bersatu dalam optimisme mereka bahwa pasar minyak global membaik. Suasana lebih harmonis terjadi ketika kelompok ini mampu menunjuk seorang sekretaris jenderal baru yaitu Mohammed Barkindo dari Nigeria, sesuatu yang tidak mampu disepakati sejak 2012. &#8220;Suasana [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/06\/03\/opec-kembali-gagal-sepakati-pembatasan-produksi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Vibiznews.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2016-06-02T22:00:11+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2014\/11\/opec1-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"750\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"475\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/06\/03\/opec-kembali-gagal-sepakati-pembatasan-produksi\/\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/06\/03\/opec-kembali-gagal-sepakati-pembatasan-produksi\/\",\"name\":\"OPEC Kembali Gagal Sepakati Pembatasan Produksi - Vibiznews.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/06\/03\/opec-kembali-gagal-sepakati-pembatasan-produksi\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/06\/03\/opec-kembali-gagal-sepakati-pembatasan-produksi\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2014\/11\/opec1-1.jpg\",\"datePublished\":\"2016-06-02T22:00:11+00:00\",\"dateModified\":\"2016-06-02T22:00:11+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/79621817deaaa88cd6a71200e70ab52a\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/06\/03\/opec-kembali-gagal-sepakati-pembatasan-produksi\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/06\/03\/opec-kembali-gagal-sepakati-pembatasan-produksi\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/06\/03\/opec-kembali-gagal-sepakati-pembatasan-produksi\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2014\/11\/opec1-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2014\/11\/opec1-1.jpg\",\"width\":750,\"height\":475},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/06\/03\/opec-kembali-gagal-sepakati-pembatasan-produksi\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/vibiznews.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"OPEC Kembali Gagal Sepakati Pembatasan Produksi\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/\",\"name\":\"Vibiznews.com\",\"description\":\"Berita Bisnis | Berita Komoditi | Berita Saham\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/vibiznews.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/79621817deaaa88cd6a71200e70ab52a\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"OPEC Kembali Gagal Sepakati Pembatasan Produksi - Vibiznews.com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/06\/03\/opec-kembali-gagal-sepakati-pembatasan-produksi\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"OPEC Kembali Gagal Sepakati Pembatasan Produksi - Vibiznews.com","og_description":"OPEC akan tetap berpegang teguh pada kebijakan produksinya setelah anggota menolak usulan untuk mengadopsi pembatasan produksi baru, tapi para menteri bersatu dalam optimisme mereka bahwa pasar minyak global membaik. Suasana lebih harmonis terjadi ketika kelompok ini mampu menunjuk seorang sekretaris jenderal baru yaitu Mohammed Barkindo dari Nigeria, sesuatu yang tidak mampu disepakati sejak 2012. &#8220;Suasana [&hellip;]","og_url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/06\/03\/opec-kembali-gagal-sepakati-pembatasan-produksi\/","og_site_name":"Vibiznews.com","article_published_time":"2016-06-02T22:00:11+00:00","og_image":[{"width":750,"height":475,"url":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2014\/11\/opec1-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/06\/03\/opec-kembali-gagal-sepakati-pembatasan-produksi\/","url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/06\/03\/opec-kembali-gagal-sepakati-pembatasan-produksi\/","name":"OPEC Kembali Gagal Sepakati Pembatasan Produksi - Vibiznews.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/06\/03\/opec-kembali-gagal-sepakati-pembatasan-produksi\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/06\/03\/opec-kembali-gagal-sepakati-pembatasan-produksi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2014\/11\/opec1-1.jpg","datePublished":"2016-06-02T22:00:11+00:00","dateModified":"2016-06-02T22:00:11+00:00","author":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/79621817deaaa88cd6a71200e70ab52a"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/06\/03\/opec-kembali-gagal-sepakati-pembatasan-produksi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/06\/03\/opec-kembali-gagal-sepakati-pembatasan-produksi\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/06\/03\/opec-kembali-gagal-sepakati-pembatasan-produksi\/#primaryimage","url":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2014\/11\/opec1-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2014\/11\/opec1-1.jpg","width":750,"height":475},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/06\/03\/opec-kembali-gagal-sepakati-pembatasan-produksi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/vibiznews.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"OPEC Kembali Gagal Sepakati Pembatasan Produksi"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#website","url":"https:\/\/vibiznews.com\/","name":"Vibiznews.com","description":"Berita Bisnis | Berita Komoditi | Berita Saham","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/vibiznews.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/79621817deaaa88cd6a71200e70ab52a","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin"},"url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/288279","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=288279"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/288279\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/127744"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=288279"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=288279"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=288279"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}