{"id":317647,"date":"2016-10-10T13:40:39","date_gmt":"2016-10-10T06:40:39","guid":{"rendered":"http:\/\/vibiznews.com\/?p=317647"},"modified":"2016-10-10T14:31:58","modified_gmt":"2016-10-10T07:31:58","slug":"harga-minyak-mentah-sesi-asia-turun-tertekan-keraguan-pemotongan-produksi-opec","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/10\/10\/harga-minyak-mentah-sesi-asia-turun-tertekan-keraguan-pemotongan-produksi-opec\/","title":{"rendered":"Harga Minyak Mentah Sesi Asia Turun Tertekan Keraguan Pemotongan Produksi OPEC"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><span id=\"result_box\" class=\"\" lang=\"id\"><span title=\"Oil prices fell on Monday over doubts that an OPEC-led plan to cut output would rein in a global oversupply that has dogged markets for over two years.\n\n\">Harga minyak mentah turun pada perdagangan Senin di sesi Asia tertekan keraguan rencana OPEC untuk memangkas produksi dapat mengekang kelebihan pasokan global yang telah menekan pasar selama lebih dari dua tahun.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span id=\"result_box\" class=\"\" lang=\"id\"><span title=\"Oil prices fell on Monday over doubts that an OPEC-led plan to cut output would rein in a global oversupply that has dogged markets for over two years.\n\n\"><span title=\"U.S. West Texas Intermediate (WTI) futures were down 44 cents or 0.88 percent, at $49.37 a barrel.\n\n\">Harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) turun 47 sen atau 0,94 persen, pada $ 49,34 per barel.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span id=\"result_box\" class=\"\" lang=\"id\"><span title=\"Brent crude futures were trading at $51.53 per barrel at 0511 GMT, down 40 cents or 0.77 percent, from their last settlement.\n\n\">Harga minyak mentah berjangka Brent diperdagangkan pada $ 51,49 per barel, turun 44 sen atau 0,85 persen.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span id=\"result_box\" class=\"\" lang=\"id\"><span title=\"The Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) plans to agree on an output cut by the time it meets in late November.\">Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) berencana untuk menyepakati sebuah pemangkasan produksi pada akhir November. <\/span><span title=\"The targeted range is to cut production to a range of 32.50 million barrels per day (bpd) to 33.0 million bpd.\n\n\">Kisaran yang ditargetkan adalah memotong produksi antara 32,50 juta hingga 33,0 juta bph. <\/span><span title=\"OPEC's current output stands at a record 33.6 million bpd.\n\">Produksi OPEC saat berdiri di rekor 33.600.000 barel per hari.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span id=\"result_box\" class=\"\" lang=\"id\"><span title=\"To achieve such an agreement among its members, some of which like Saudi Arabia and Iran are political rivals, OPEC officials are embarking on a flurry of meetings in the next six weeks, starting in Istanbul this week.\n\n\">Untuk mencapai kesepakatan tersebut, beberapa di antaranya seperti Arab Saudi dan Iran adalah rival politik, pejabat OPEC memulai sejumlah pertemuan di enam minggu berikutnya, mulai di Istanbul pekan ini.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span id=\"result_box\" class=\"\" lang=\"id\"><span title=\"However, analysts cautioned about too high expectations about the Istanbul talks this week.\n\n\">Namun, analis memperingatkan tentang harapan terlalu tinggi tentang pembicaraan Istanbul pekan ini.<\/p>\n<p><\/span><span title=\"&quot;A meeting between OPEC and non-OPEC producers (namely Russia) will add to oil headlines this week. Don't expect a firm agreement from Russia, but headlines about cooperation are likely,&quot; Morgan Stanley said on Monday.\n\n\">&#8220;Sebuah pertemuan antara OPEC dan produsen-OPEC non (yaitu Rusia) akan menambah berita utama minyak pekan ini. Jangan berharap kesepakatan perusahaan dari Rusia, tapi mungkin sekitar kerjasama saja,&#8221; kata Morgan Stanley pada hari Senin.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span id=\"result_box\" class=\"\" lang=\"id\"><span title=\"&quot;It's also worth noting that Iraq and Iran oil ministers will not be in attendance,&quot; the U.S. bank added.\n\n\">&#8220;Juga perlu diperhatikan bahwa menteri minyak Irak dan Iran tidak akan hadir,&#8221; tambah bank AS tersebut.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span id=\"result_box\" class=\"\" lang=\"id\"><span title=\"Even if a deal is reached, analysts are unconvinced it would result in much higher prices, as doubts run high over the feasibility of a cut among rivalling members, a Reuters poll showed on Friday.\n\n\">Bahkan jika kesepakatan tercapai, analis yakin itu akan mengakibatkan harga yang lebih tinggi, karena keraguan menjalankan di antara anggota yang saling bersaing, sebuah jajak pendapat Reuters menunjukkan pada Jumat.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span id=\"result_box\" class=\"\" lang=\"id\"><span title=\"Pouring cold water on expectations, OPEC's second biggest producer Iraq said over the weekend that it wants to raise output further in 2017.\n\">Memudarkan harapan, produsen terbesar kedua OPEC Irak mengatakan pada akhir pekan bahwa ia ingin meningkatkan produksi lebih lanjut pada tahun 2017.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span id=\"result_box\" class=\"\" lang=\"id\"><span title=\"Traders said prices were also under pressure from a rise in the U.S. rig count, implying that American producers may increase production at prices around $50 per barrel.\n\n\">Para pedagang mengatakan harga juga di bawah tekanan dari kenaikan jumlah kilang AS, menyiratkan bahwa produsen Amerika dapat meningkatkan produksi dengan harga sekitar $ 50 per barel.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span id=\"result_box\" class=\"\" lang=\"id\"><span title=\"&quot;Since its trough on May 27, 2016, producers have added 112 (+35 percent) oil rigs in the U.S.,&quot; U.S. bank Goldman Sachs said.\n\n\">&#8220;Sejak penurunan yang terjadi 27 Mei 2016, produsen telah menambahkan 112 (35 persen) kilang minyak di AS,&#8221; kata Goldman Sachs.<\/p>\n<p><\/span><span title=\"Despite Monday's dip, analysts said they expected slightly higher prices going forward.\n\n\">Meskipun penurunan Senin, analis mengatakan mereka memperkirakan harga sedikit lebih tinggi ke depan.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span id=\"result_box\" class=\"\" lang=\"id\"><span title=\"Barclays Bank said that it expected &quot;stockdraws during the upcoming winter season will support physical oil... irrespective of any decision in November in Vienna. We expect that prices will rise to the low $50 per barrel range in Q4.&quot;\n\n\">Barclays Bank mengatakan bahwa pihaknya memperkirakan &#8220;penarikan persediaan selama musim dingin mendatang akan mendukung minyak fisik &#8230; terlepas dari keputusan pada bulan November di Wina. Kami perkirakan bahwa harga akan naik ke rendah $ 50 per rentang barel pada Q4.&#8221;<\/span><\/span><\/p>\n<p><span id=\"result_box\" class=\"\" lang=\"id\"><span title=\"The bank said that prices would receive support into next year in part from firm U.S. gasoline demand.\n\n\">Bank mengatakan bahwa harga akan menerima dukungan hingga tahun depan di bagian dari permintaan kuat bensin AS.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga minyak mentah selanjutnya berpotensi lemah dengan keraguan rencana pemotongan produksi OPEC. Namun pelemahan dollar AS dengan pelemahan data pekerjaan AS dapat membantu meningkatkan harga minyak. Harga minyak mentah diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $ 48,80-$ 48,30, dan jika harga naik akan bergerak dalam kisaran Resistance $ 49,80-$ 50,30.<\/p>\n<pre><em>Freddy\/VMN\/VBN\/Analyst Vibiz Research Center\r\nEditor : Asido Situmorang<\/em><\/pre>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Harga minyak mentah turun pada perdagangan Senin di sesi Asia tertekan keraguan rencana OPEC untuk memangkas produksi dapat mengekang kelebihan pasokan global yang telah menekan pasar selama lebih dari dua tahun. Harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) turun 47 sen atau 0,94 persen, pada $ 49,34 per barel. Harga minyak mentah berjangka [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":11,"featured_media":155761,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[7,17],"tags":[9,11,13,129,15],"class_list":["post-317647","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-commodity","category-popular_news","tag-harga-minyak-mentah-berjangka","tag-harga-minyak-mentah-berjangka-as","tag-harga-minyak-mentah-berjangka-brent","tag-harga-minyak-mentah-berjangka-sesi-asia","tag-harga-minyak-mentah-berjangka-wti"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Harga Minyak Mentah Sesi Asia Turun Tertekan Keraguan Pemotongan Produksi OPEC - Vibiznews.com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/10\/10\/harga-minyak-mentah-sesi-asia-turun-tertekan-keraguan-pemotongan-produksi-opec\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Harga Minyak Mentah Sesi Asia Turun Tertekan Keraguan Pemotongan Produksi OPEC - Vibiznews.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Harga minyak mentah turun pada perdagangan Senin di sesi Asia tertekan keraguan rencana OPEC untuk memangkas produksi dapat mengekang kelebihan pasokan global yang telah menekan pasar selama lebih dari dua tahun. Harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) turun 47 sen atau 0,94 persen, pada $ 49,34 per barel. Harga minyak mentah berjangka [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/10\/10\/harga-minyak-mentah-sesi-asia-turun-tertekan-keraguan-pemotongan-produksi-opec\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Vibiznews.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2016-10-10T06:40:39+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2016-10-10T07:31:58+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/oil-rig3-1-e1519877139290.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Freddy\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Freddy\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/10\/10\/harga-minyak-mentah-sesi-asia-turun-tertekan-keraguan-pemotongan-produksi-opec\/\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/10\/10\/harga-minyak-mentah-sesi-asia-turun-tertekan-keraguan-pemotongan-produksi-opec\/\",\"name\":\"Harga Minyak Mentah Sesi Asia Turun Tertekan Keraguan Pemotongan Produksi OPEC - Vibiznews.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/10\/10\/harga-minyak-mentah-sesi-asia-turun-tertekan-keraguan-pemotongan-produksi-opec\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/10\/10\/harga-minyak-mentah-sesi-asia-turun-tertekan-keraguan-pemotongan-produksi-opec\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/oil-rig3-1-e1519877139290.jpg\",\"datePublished\":\"2016-10-10T06:40:39+00:00\",\"dateModified\":\"2016-10-10T07:31:58+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/9df0fc38e202f074a520d7e003da6a15\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/10\/10\/harga-minyak-mentah-sesi-asia-turun-tertekan-keraguan-pemotongan-produksi-opec\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/10\/10\/harga-minyak-mentah-sesi-asia-turun-tertekan-keraguan-pemotongan-produksi-opec\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/10\/10\/harga-minyak-mentah-sesi-asia-turun-tertekan-keraguan-pemotongan-produksi-opec\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/oil-rig3-1-e1519877139290.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/oil-rig3-1-e1519877139290.jpg\",\"width\":800,\"height\":600},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/10\/10\/harga-minyak-mentah-sesi-asia-turun-tertekan-keraguan-pemotongan-produksi-opec\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/vibiznews.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Harga Minyak Mentah Sesi Asia Turun Tertekan Keraguan Pemotongan Produksi OPEC\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/\",\"name\":\"Vibiznews.com\",\"description\":\"Berita Bisnis | Berita Komoditi | Berita Saham\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/vibiznews.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/9df0fc38e202f074a520d7e003da6a15\",\"name\":\"Freddy\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8b9e24f60828e4b9852150fa5133b5ca?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8b9e24f60828e4b9852150fa5133b5ca?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Freddy\"},\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/author\/freddy\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Harga Minyak Mentah Sesi Asia Turun Tertekan Keraguan Pemotongan Produksi OPEC - Vibiznews.com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/10\/10\/harga-minyak-mentah-sesi-asia-turun-tertekan-keraguan-pemotongan-produksi-opec\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Harga Minyak Mentah Sesi Asia Turun Tertekan Keraguan Pemotongan Produksi OPEC - Vibiznews.com","og_description":"Harga minyak mentah turun pada perdagangan Senin di sesi Asia tertekan keraguan rencana OPEC untuk memangkas produksi dapat mengekang kelebihan pasokan global yang telah menekan pasar selama lebih dari dua tahun. Harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) turun 47 sen atau 0,94 persen, pada $ 49,34 per barel. Harga minyak mentah berjangka [&hellip;]","og_url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/10\/10\/harga-minyak-mentah-sesi-asia-turun-tertekan-keraguan-pemotongan-produksi-opec\/","og_site_name":"Vibiznews.com","article_published_time":"2016-10-10T06:40:39+00:00","article_modified_time":"2016-10-10T07:31:58+00:00","og_image":[{"width":800,"height":600,"url":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/oil-rig3-1-e1519877139290.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Freddy","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Freddy","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/10\/10\/harga-minyak-mentah-sesi-asia-turun-tertekan-keraguan-pemotongan-produksi-opec\/","url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/10\/10\/harga-minyak-mentah-sesi-asia-turun-tertekan-keraguan-pemotongan-produksi-opec\/","name":"Harga Minyak Mentah Sesi Asia Turun Tertekan Keraguan Pemotongan Produksi OPEC - Vibiznews.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/10\/10\/harga-minyak-mentah-sesi-asia-turun-tertekan-keraguan-pemotongan-produksi-opec\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/10\/10\/harga-minyak-mentah-sesi-asia-turun-tertekan-keraguan-pemotongan-produksi-opec\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/oil-rig3-1-e1519877139290.jpg","datePublished":"2016-10-10T06:40:39+00:00","dateModified":"2016-10-10T07:31:58+00:00","author":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/9df0fc38e202f074a520d7e003da6a15"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/10\/10\/harga-minyak-mentah-sesi-asia-turun-tertekan-keraguan-pemotongan-produksi-opec\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/10\/10\/harga-minyak-mentah-sesi-asia-turun-tertekan-keraguan-pemotongan-produksi-opec\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/10\/10\/harga-minyak-mentah-sesi-asia-turun-tertekan-keraguan-pemotongan-produksi-opec\/#primaryimage","url":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/oil-rig3-1-e1519877139290.jpg","contentUrl":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/oil-rig3-1-e1519877139290.jpg","width":800,"height":600},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2016\/10\/10\/harga-minyak-mentah-sesi-asia-turun-tertekan-keraguan-pemotongan-produksi-opec\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/vibiznews.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Harga Minyak Mentah Sesi Asia Turun Tertekan Keraguan Pemotongan Produksi OPEC"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#website","url":"https:\/\/vibiznews.com\/","name":"Vibiznews.com","description":"Berita Bisnis | Berita Komoditi | Berita Saham","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/vibiznews.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/9df0fc38e202f074a520d7e003da6a15","name":"Freddy","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8b9e24f60828e4b9852150fa5133b5ca?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8b9e24f60828e4b9852150fa5133b5ca?s=96&d=mm&r=g","caption":"Freddy"},"url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/author\/freddy\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/317647","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/11"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=317647"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/317647\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":317649,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/317647\/revisions\/317649"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/155761"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=317647"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=317647"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=317647"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}