{"id":386395,"date":"2018-06-15T15:21:59","date_gmt":"2018-06-15T08:21:59","guid":{"rendered":"http:\/\/vibiznews.com\/?p=386395"},"modified":"2018-06-15T15:50:29","modified_gmt":"2018-06-15T08:50:29","slug":"pengaruh-kenaikan-tingkat-bunga-as","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2018\/06\/15\/pengaruh-kenaikan-tingkat-bunga-as\/","title":{"rendered":"Pengaruh Kenaikan Tingkat Bunga AS"},"content":{"rendered":"<p>(Vibiznews \u2013 Forex) Ekspansi kredit Amerika Serikat dan ledakan krisis ekonomi dan moneter sesudahnya di awal tahun 2000 an hampir menenggelamkan semua sistem keuangan global. Kebijakan moneter yang radikal segera diajukan di tahun 2008\/2009 oleh bank sentral global untuk mengatasi malapetaka yang terjadi. Dan sekarang, setelah hampir satu dekade kemudian, kebijakan yang sifatnya darurat ini mulai diputar balik. Operasi\/pembedahan keuangan yang dilakukan dengan cepat-cepat ini di tahun 2008\/2009 dan proses penyembuhannya yang panjang sudah hampir berakhir.<\/p>\n<p>Sekarang tingkat bunga AS sedang naik dan menurut konsensus pasar mereka direncanakan untuk naik 2X lagi sebanyak 50 basis poin pada tahun ini.\u00a0 Data terakhir dan reaksi pasar memberikan signal bahwa tingkat bunga bisa naik lebih daripada ini karena tekanan inflasi sedang meningkat di AS. Apa pengaruh dari kenaikan tingkat bunga Amerika Serikat ini?<\/p>\n<p><strong>Pengaruhnya Tehadap Matauang Utama Dunia<\/strong><\/p>\n<p>Baru-baru ini, pada tanggal 13 Juni 2018, Federal Reserve menaikkan Fed Funds Rate 25 basis poin sebagaimana yang telah diperkirakan. Proyeksi yang terupdate memberikan signal the Fed akan kenaikan dua kali lagi tingkat bunga selama sisa dari tahun ini. Proyeksi ini telah meningkatkan dolar AS disegala penjuru.<\/p>\n<p>EUR\/USD turun dari 1.1785 menjadi 1.1742 setelah rilis pernyataan dari FOMC dan proyeksi ekonomi AS yang terupdate. Pasangan matauang ini turun karena rally dari dolar AS di pasar. Indeks dolar AS menghapus kerugian sebelumnya dan naik kembali keatas 93.50. Euro kehilangan keuntungan pada hari-hari sebelumnya dalam sekejab dan menguji level dibawah 1.1750.<\/p>\n<p>AUD\/USD turun dari dekat 0.7600 menjadi 0.7525, mencapai level terendah sejak tanggal 1 Juni.<\/p>\n<p>Analis pada ING mengatakan kepada fxnews, \u201cMeskipun ada resiko yang dihasilkan oleh perang dagang dan kesulitan-kesulitan yang terjadi dipasar emerging, Fed kelihatannya percaya diri dalam outlooknya dan telah memilih untuk menaikkan tingkat bunga sebanyak 25 basis poin. Mengasumsikan ekonomi AS terus berjalan baik dan inflasi\/pertumbuhan upah terus meningkat, kami memperkirakan the Fed akan menaikkan tingkat bunga dua kali lagi dalam sisa setengah tahun ini\u201d.<\/p>\n<p>Dolar AS mendapatkan momentum diseluruh bagian, bahkan terhadap matauang Emerging Market, didukung oleh outlook FOMC, proyeksi dan perubahan di dalam statement. Dolar AS memegang keuntungan setelah testimoni awal dari Jerome Powell.<\/p>\n<p><strong>Pengaruhnya Terhadap Real Estate<\/strong><\/p>\n<p>Disetir oleh tingkat bunga terendah yang pernah terjadi dalam sejarah di dunia pada dekade yang lalu, harga \u201cfinancial assets\u201d diseluruh dunia telah menyentuh rekor tertinggi dibanyak kelas assets \u2013 obligasi, saham dan real estate. Banyak pemerintah dan bank sentral telah menginisiasikan langkah-langkah yang ditujukan untuk mendinginkan pasar properti yang telah \u201coverheating\u201d.\u00a0 Hongkong, Cina dan Singapura telah menggunakan langkah-langkah pendinginan secara agresif.<\/p>\n<p>Jadi, bila kita menengok kebelakang pada dekade yang lalu, pemilik dari asset-assets keuangan di banyak pasar diseluruh dunia telah mengalami hari-hari yang baik. Pekerja dengan penghasilan menengah, para pensiunan, orang-orang lain yang hidup dari penghasilan yang tetap, deviden atau pendapatan bunga telah mengalami hari-hari yang relatif buruk. Tingkat bunga yang rendah telah menguntungkan para pemilik assets keuangan.<\/p>\n<p>Pemikiran ekonomi konvensional mengajarkan kepada kita bahwa menaikkan tingkat bunga adalah negatif untuk harga-harga real estate, dan bahwa turunnya tingkat bunga akan mendorong harga properti naik lebih tinggi.<\/p>\n<p>Tetapi itu tidaklah semudah itu terjadi. Ada banyak kejadian di Hongkong dimana turunnya tingkat bunga diikuti dengan turunnya harga properti dan sebaliknya naiknya tingkat bungan diikuti dengan naiknya harga properti.<\/p>\n<p>Selama bertahun-tahun, tingkat bunga \u201creal\u201d \u2013 bukan tingkat bunga nominal \u2013 adalah ukuran memprediksi performance harga real estate yang lebih baik. Bertahun-tahun, ketika tingkat bunga \u201creal\u201d sangat rendah, atau negatif, pasar real estate cenderung naik. Dan ketika tingkat bunga \u201creal\u201d positip secara signifikan, yaitu tingkat bunga lebih tinggi daripada inflasi, harga properti cenderung terpukul.<\/p>\n<p><strong>Pengaruhnya Terhadap Negara Lain<\/strong><\/p>\n<p>Kenaikan tingkat bunga AS tidak hanya akan mempengaruhi AS saja, melainkan juga akan mempengaruhi negara-negara lainnya.<\/p>\n<p><strong><em>Hongkong<\/em><\/strong><\/p>\n<p>Karena dolar Hongkong di kaitkan kepada dolar AS, Hongkong Monetary Authority yang ditugaskan untuk menjaga moneter harus mengikuti tingkat bunga AS. Jadi harga asset Hongkong, khususnya real estate, akan menjadi lebih volatil daripada pasar yang lain.<\/p>\n<p>Hongkong tidak dapat menaikkan dan menurunkan tingkat bunganya sendiri untuk mengkontrol inflasi domestic atau menaikkan\/menurunkan harga asset. Dan karena tingkat bunga AS tidak sesuai dengan kebutuhan pasar Hongkong, tingkat bunga akan lebih rendah daripada yang diperlukan \u2013 yang akan mendorong harga asset naik lebih tinggi, atau tingkat bunga akan lebih tinggi daripada yang diperlukan yang bisa memperburuk penurunan ekonomi dan menyebabkan resesi. Dan volatilitas di harga-harga asset berarti potensi volatilitas di seluruh performance ekonomi.<\/p>\n<p><strong><em>Negara-negara Emerging <\/em><\/strong><\/p>\n<p>Saham-saham dan matauang di pasar \u201cemerging\u201d menambah kerugiannya setelah Federal Reserve menaikkan tingkat bunga dan meng-upgrade perkiraannya menjadi empat kenaikan pada tahun 2018 \u2013 bergerak lebih jauh dari era uang mudah yang menaikkan asset-asset beresiko pada dekade yang lalu.<\/p>\n<p>Saham-saham di negara-negara berkembang menghentikan rally selama dua harinya, sementara matauang mereka menembus level tehnikal kunci yang menjadi pertanda akan terjadi kerugian lebih banyak. Peso Argentina merosot karena pengumuman dari Menteri Keuangan untuk menjual\u00a0 sebanyak $7.5 miliar pada pasar forex hanya bertahan sebentar saja. Sementara itu, Otoritas keuangan Brazil mengadakan lelang \u201cswap\u201d yang ketiga untuk menyokong matauangnya. Di Turki, Borsa Istanbul 100 indeks turun 1.9 persen dan Lira turun 1.2 persen. Di India, Rupee turun 0.2 persen.<\/p>\n<p>Asset pasar \u201cemerging\u201d mengalami penurunan nilai karena signal yang diberikan oleh the Fed untuk membuat kecepatan kenaikan tingkat bunga menjadi lebih agresif. Hal ini menambah keprihatinan akan terdepresiasinya matauang negara-negara berkembang lebih jauh. Hal ini juga memperburuk ketegangan pada bank-bank sentral menghadapi pembantaian dari para trader atas negara-negara yang defisit neraca berjalannya melebar, inflasinya meningkat dan resiko politiknya naik.<\/p>\n<p>Win Thin, kepala dari strategi emerging market pada Brown Brothers Harriman di New York mengatakan kepada Bloomberg,\u201dMata uang emerging market (EM) akan tetap berada dalam tekanan\u201d.<\/p>\n<p>Komal Sri-Kumar, Presiden dan pendiri Global Strategies mengatakan kepada Bloomberg,\u201dNegara-negara yang berpesta ria atas uang murah yang dihasilkan dari \u201cquantitative easing\u201d dan tingkat bunga yang hampir mendekati nol yang diinisiasikan oleh Federal Reserve hampir satu dekade yang lalu sekarang mengalami kesulitan karena tarikan likuiditas secara global.<\/p>\n<p>Sumber: Fxstreet.com, Bloombergquint.com, Peter Churchouse<\/p>\n<p>Ricky Ferlianto\/VBN\/Head of III, Vibiz Consulting Group<\/p>\n<p>Editor: Asido<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Vibiznews \u2013 Forex) Ekspansi kredit Amerika Serikat dan ledakan krisis ekonomi dan moneter sesudahnya di awal tahun 2000 an hampir menenggelamkan semua sistem keuangan global. Kebijakan moneter yang radikal segera diajukan di tahun 2008\/2009 oleh bank sentral global untuk mengatasi malapetaka yang terjadi. Dan sekarang, setelah hampir satu dekade kemudian, kebijakan yang sifatnya darurat ini [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":101021,"featured_media":370765,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[669],"tags":[589,6655,6695,417,555,6705,6885,6895,6887,6691,6787,735,4231,6899,2719,2885,309,6903,165,6653,3653,345,6901,2121,6693,6889,63,65,167,6893,3015,6883,2399,6785,2357,6659,6891,6793,6789,6897,2469,169,895],"class_list":["post-386395","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-column","tag-amerika","tag-analisis","tag-aud","tag-aussie","tag-australia","tag-berita","tag-cad","tag-canada","tag-chf","tag-currency","tag-dagang","tag-dolar","tag-ekonomi","tag-england","tag-eropa","tag-eur","tag-euro","tag-europe","tag-forex-2","tag-fundamental","tag-gbp","tag-inggris","tag-japan","tag-jepang","tag-jpy","tag-kanada","tag-komoditas","tag-komoditi","tag-matauang","tag-new-zealand","tag-news","tag-nzd","tag-outlook","tag-perang","tag-poundsterling","tag-prediksi","tag-selandia-baru","tag-swiss-franc","tag-tarif","tag-usa","tag-usd","tag-valas","tag-yen"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pengaruh Kenaikan Tingkat Bunga AS - Vibiznews.com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2018\/06\/15\/pengaruh-kenaikan-tingkat-bunga-as\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pengaruh Kenaikan Tingkat Bunga AS - Vibiznews.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"(Vibiznews \u2013 Forex) Ekspansi kredit Amerika Serikat dan ledakan krisis ekonomi dan moneter sesudahnya di awal tahun 2000 an hampir menenggelamkan semua sistem keuangan global. Kebijakan moneter yang radikal segera diajukan di tahun 2008\/2009 oleh bank sentral global untuk mengatasi malapetaka yang terjadi. Dan sekarang, setelah hampir satu dekade kemudian, kebijakan yang sifatnya darurat ini [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2018\/06\/15\/pengaruh-kenaikan-tingkat-bunga-as\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Vibiznews.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-06-15T08:21:59+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2018-06-15T08:50:29+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/jerome-powell3.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"533\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Ricky Ferlianto\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Ricky Ferlianto\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2018\/06\/15\/pengaruh-kenaikan-tingkat-bunga-as\/\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2018\/06\/15\/pengaruh-kenaikan-tingkat-bunga-as\/\",\"name\":\"Pengaruh Kenaikan Tingkat Bunga AS - Vibiznews.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2018\/06\/15\/pengaruh-kenaikan-tingkat-bunga-as\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2018\/06\/15\/pengaruh-kenaikan-tingkat-bunga-as\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/jerome-powell3.jpg\",\"datePublished\":\"2018-06-15T08:21:59+00:00\",\"dateModified\":\"2018-06-15T08:50:29+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/b811bcd61ca0a8d804c6fcb701d110dc\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2018\/06\/15\/pengaruh-kenaikan-tingkat-bunga-as\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2018\/06\/15\/pengaruh-kenaikan-tingkat-bunga-as\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2018\/06\/15\/pengaruh-kenaikan-tingkat-bunga-as\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/jerome-powell3.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/jerome-powell3.jpg\",\"width\":800,\"height\":533},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2018\/06\/15\/pengaruh-kenaikan-tingkat-bunga-as\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/vibiznews.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pengaruh Kenaikan Tingkat Bunga AS\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/\",\"name\":\"Vibiznews.com\",\"description\":\"Berita Bisnis | Berita Komoditi | Berita Saham\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/vibiznews.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/b811bcd61ca0a8d804c6fcb701d110dc\",\"name\":\"Ricky Ferlianto\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1c374f375f94633e3a6337396710d79?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1c374f375f94633e3a6337396710d79?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Ricky Ferlianto\"},\"description\":\"LIE RICKY FERLIANTO SE.Ak is an investment and financial consultant, active columnist in electronic and paper media and known as a best seller book writer. He was experience in futures business for 13 years in Futures Brokerage Firm and 3 years in Futures Exchange. Currently he is a Head Research of Vibiz Consulting.\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/author\/ricky-ferlianto\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pengaruh Kenaikan Tingkat Bunga AS - Vibiznews.com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2018\/06\/15\/pengaruh-kenaikan-tingkat-bunga-as\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pengaruh Kenaikan Tingkat Bunga AS - Vibiznews.com","og_description":"(Vibiznews \u2013 Forex) Ekspansi kredit Amerika Serikat dan ledakan krisis ekonomi dan moneter sesudahnya di awal tahun 2000 an hampir menenggelamkan semua sistem keuangan global. Kebijakan moneter yang radikal segera diajukan di tahun 2008\/2009 oleh bank sentral global untuk mengatasi malapetaka yang terjadi. Dan sekarang, setelah hampir satu dekade kemudian, kebijakan yang sifatnya darurat ini [&hellip;]","og_url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2018\/06\/15\/pengaruh-kenaikan-tingkat-bunga-as\/","og_site_name":"Vibiznews.com","article_published_time":"2018-06-15T08:21:59+00:00","article_modified_time":"2018-06-15T08:50:29+00:00","og_image":[{"width":800,"height":533,"url":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/jerome-powell3.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Ricky Ferlianto","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Ricky Ferlianto","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2018\/06\/15\/pengaruh-kenaikan-tingkat-bunga-as\/","url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2018\/06\/15\/pengaruh-kenaikan-tingkat-bunga-as\/","name":"Pengaruh Kenaikan Tingkat Bunga AS - Vibiznews.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2018\/06\/15\/pengaruh-kenaikan-tingkat-bunga-as\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2018\/06\/15\/pengaruh-kenaikan-tingkat-bunga-as\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/jerome-powell3.jpg","datePublished":"2018-06-15T08:21:59+00:00","dateModified":"2018-06-15T08:50:29+00:00","author":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/b811bcd61ca0a8d804c6fcb701d110dc"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2018\/06\/15\/pengaruh-kenaikan-tingkat-bunga-as\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2018\/06\/15\/pengaruh-kenaikan-tingkat-bunga-as\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2018\/06\/15\/pengaruh-kenaikan-tingkat-bunga-as\/#primaryimage","url":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/jerome-powell3.jpg","contentUrl":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/jerome-powell3.jpg","width":800,"height":533},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2018\/06\/15\/pengaruh-kenaikan-tingkat-bunga-as\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/vibiznews.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pengaruh Kenaikan Tingkat Bunga AS"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#website","url":"https:\/\/vibiznews.com\/","name":"Vibiznews.com","description":"Berita Bisnis | Berita Komoditi | Berita Saham","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/vibiznews.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/b811bcd61ca0a8d804c6fcb701d110dc","name":"Ricky Ferlianto","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1c374f375f94633e3a6337396710d79?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1c374f375f94633e3a6337396710d79?s=96&d=mm&r=g","caption":"Ricky Ferlianto"},"description":"LIE RICKY FERLIANTO SE.Ak is an investment and financial consultant, active columnist in electronic and paper media and known as a best seller book writer. He was experience in futures business for 13 years in Futures Brokerage Firm and 3 years in Futures Exchange. Currently he is a Head Research of Vibiz Consulting.","url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/author\/ricky-ferlianto\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/386395","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/101021"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=386395"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/386395\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":386397,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/386395\/revisions\/386397"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/370765"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=386395"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=386395"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=386395"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}