{"id":388019,"date":"2018-07-12T10:54:09","date_gmt":"2018-07-12T03:54:09","guid":{"rendered":"http:\/\/vibiznews.com\/?p=388019"},"modified":"2018-07-12T11:28:45","modified_gmt":"2018-07-12T04:28:45","slug":"euro-naik-turun-terbatas-akibat-eskalasi-perang-dagang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2018\/07\/12\/euro-naik-turun-terbatas-akibat-eskalasi-perang-dagang\/","title":{"rendered":"Euro Naik Turun Terbatas Akibat Eskalasi Perang Dagang"},"content":{"rendered":"<p>(Vibiznews-Forex) \u201cCommon currency\u201d naik dilatarbelakangi oleh laporan yang menyatakan bahwa pembuat kebijakan ECB terpecah dalam menentukan waktu dari kenaikan tingkat bunga berikutnya, yang mana menunjukkan bahwa hal ini sebenarnya siap diluncurkan. Namun, eskalasi dari perang dagang membuat kenaikan menjadi tidak mulus.<\/p>\n<p>Pada awalnya EUR\/USD diperdagangkan dalam suatu rentang yang terbatas pada hari Rabu kemarin, dengan dolar AS mengumpulkan kekuatan terhadap rival utamanya di dalam lingkungan yang enggan terhadap resiko sebagai akibat dari berita-berita yang mengindikasikan bahwa pemerintah AS sedang menyiapkan ronde berikutnya dari tarif atas barang-barang Cina sampai $200 miliar.<\/p>\n<p>EUR kelihatan enggan menerima kenaikan USD terus memuncak, dan pasangan matauang ini dengan cepat turun kembali mendekati angka 1.1700. Kerendahan tersebut dicapai setelah Villeroy dari ECB mengirimkan berita yang mengatakan bahwa waktu yang paling awal untuk kenaikan tingkat bunga di dalam Uni Eropa akan berlangsung selama musim panas 2019, mengulangi nada dari risalah ECB yang terakhir, meningkatkan harapan akan kenaikan tingkat bunga yang lebih awal. Draghi juga ada namun tidak memberikan komentar apa-apa mengenai kebijakan moneter.<\/p>\n<p>Amerika Serikat baru saja merilis angka Producer Price Index (PPI) untuk bulan Juni pada hari Rabu kemarin yang mana jauh lebih baik daripada yang diperkirakan.\u00a0 Berita ini, namun, gagal untuk mendorong naik dolar AS, yang terus turun terhadap \u201ccommon currency\u201d.<\/p>\n<p>Departemen Tenaga Kerja AS berkata bahwa Producer Price Index (PPI) naik 0.3% pada bulan Juni setelah kenaikan 0.3% juga pada bulan Mei, data yang keluar lebih kuat daripada yang diperkirakan dimana para ekonom memperkirakan kenaikan sebesar 0.2%. Selama setahun, harga produsen meningkat 3.4%. Menurut laporan tersebut ini merupakan kenaikan terbesar selama 12 bulan sejak naik 3.7% pada bulan November 2011. PPI inti yang mengeluarkan biaya energi dan makanan yang volatil juga naik lebih dari pada yang diperkirakan. PPI inti setahun naik 2.8% dibandingkan dengan yang diperkirakan sebesar 2.6% pada bulan Juni, sedangkan pada bulan Mei hanya naik 2.4%.<\/p>\n<p>Setelah sempat diperdagangkan dekat ketinggian harian 1.1746, pasangan EUR\/USD bolak balik bertengger disekitar level 1.1720, suatu support Fibonacci, dengan usaha untuk menembus lebih rendah lagi, namun menemukan para pembeli \u00a0yang dengan cepat membalikkan arah pergerakannya, meskipun demikian potensi kenaikan kelihatannya terbatas. Apabila berhasil menembus support pada .1720 maka akan berhadapan dengan tahanan berikutnya pada 1.1690 yang apabila turun lebih jauh akan menghadapi support terbawah di 1.1660. Sebaliknya pergerakan naik akan menemukan tahanan pada 1.1755 yang apabila berhasil ditembus akan naik sampai ke 1.1790, yang mana bila berhasil dilewati akan menghadapi resistan tertinggi pada 1.1830.<\/p>\n<p>Ricky Ferlianto\/VBN\/Head of III, Vibiz Consulting Group<\/p>\n<p>Editor: Asido<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Vibiznews-Forex) \u201cCommon currency\u201d naik dilatarbelakangi oleh laporan yang menyatakan bahwa pembuat kebijakan ECB terpecah dalam menentukan waktu dari kenaikan tingkat bunga berikutnya, yang mana menunjukkan bahwa hal ini sebenarnya siap diluncurkan. Namun, eskalasi dari perang dagang membuat kenaikan menjadi tidak mulus. Pada awalnya EUR\/USD diperdagangkan dalam suatu rentang yang terbatas pada hari Rabu kemarin, dengan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":101021,"featured_media":212425,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[91],"tags":[589,6655,6695,417,555,6705,6885,6895,6887,6691,6787,735,4231,6899,2719,2885,309,6903,165,6653,3653,345,6901,2121,6693,6889,63,65,167,6893,3015,6883,2399,6785,2357,6659,6891,6793,6789,6897,2469,169,895],"class_list":["post-388019","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-forex","tag-amerika","tag-analisis","tag-aud","tag-aussie","tag-australia","tag-berita","tag-cad","tag-canada","tag-chf","tag-currency","tag-dagang","tag-dolar","tag-ekonomi","tag-england","tag-eropa","tag-eur","tag-euro","tag-europe","tag-forex-2","tag-fundamental","tag-gbp","tag-inggris","tag-japan","tag-jepang","tag-jpy","tag-kanada","tag-komoditas","tag-komoditi","tag-matauang","tag-new-zealand","tag-news","tag-nzd","tag-outlook","tag-perang","tag-poundsterling","tag-prediksi","tag-selandia-baru","tag-swiss-franc","tag-tarif","tag-usa","tag-usd","tag-valas","tag-yen"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Euro Naik Turun Terbatas Akibat Eskalasi Perang Dagang - Vibiznews.com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2018\/07\/12\/euro-naik-turun-terbatas-akibat-eskalasi-perang-dagang\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Euro Naik Turun Terbatas Akibat Eskalasi Perang Dagang - Vibiznews.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"(Vibiznews-Forex) \u201cCommon currency\u201d naik dilatarbelakangi oleh laporan yang menyatakan bahwa pembuat kebijakan ECB terpecah dalam menentukan waktu dari kenaikan tingkat bunga berikutnya, yang mana menunjukkan bahwa hal ini sebenarnya siap diluncurkan. Namun, eskalasi dari perang dagang membuat kenaikan menjadi tidak mulus. Pada awalnya EUR\/USD diperdagangkan dalam suatu rentang yang terbatas pada hari Rabu kemarin, dengan [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2018\/07\/12\/euro-naik-turun-terbatas-akibat-eskalasi-perang-dagang\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Vibiznews.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-07-12T03:54:09+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2018-07-12T04:28:45+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/eurousd-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"750\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"475\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Ricky Ferlianto\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Ricky Ferlianto\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2018\/07\/12\/euro-naik-turun-terbatas-akibat-eskalasi-perang-dagang\/\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2018\/07\/12\/euro-naik-turun-terbatas-akibat-eskalasi-perang-dagang\/\",\"name\":\"Euro Naik Turun Terbatas Akibat Eskalasi Perang Dagang - Vibiznews.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2018\/07\/12\/euro-naik-turun-terbatas-akibat-eskalasi-perang-dagang\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2018\/07\/12\/euro-naik-turun-terbatas-akibat-eskalasi-perang-dagang\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/eurousd-1.jpg\",\"datePublished\":\"2018-07-12T03:54:09+00:00\",\"dateModified\":\"2018-07-12T04:28:45+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/b811bcd61ca0a8d804c6fcb701d110dc\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2018\/07\/12\/euro-naik-turun-terbatas-akibat-eskalasi-perang-dagang\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2018\/07\/12\/euro-naik-turun-terbatas-akibat-eskalasi-perang-dagang\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2018\/07\/12\/euro-naik-turun-terbatas-akibat-eskalasi-perang-dagang\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/eurousd-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/eurousd-1.jpg\",\"width\":750,\"height\":475},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2018\/07\/12\/euro-naik-turun-terbatas-akibat-eskalasi-perang-dagang\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/vibiznews.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Euro Naik Turun Terbatas Akibat Eskalasi Perang Dagang\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/\",\"name\":\"Vibiznews.com\",\"description\":\"Berita Bisnis | Berita Komoditi | Berita Saham\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/vibiznews.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/b811bcd61ca0a8d804c6fcb701d110dc\",\"name\":\"Ricky Ferlianto\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1c374f375f94633e3a6337396710d79?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1c374f375f94633e3a6337396710d79?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Ricky Ferlianto\"},\"description\":\"LIE RICKY FERLIANTO SE.Ak is an investment and financial consultant, active columnist in electronic and paper media and known as a best seller book writer. He was experience in futures business for 13 years in Futures Brokerage Firm and 3 years in Futures Exchange. Currently he is a Head Research of Vibiz Consulting.\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/author\/ricky-ferlianto\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Euro Naik Turun Terbatas Akibat Eskalasi Perang Dagang - Vibiznews.com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2018\/07\/12\/euro-naik-turun-terbatas-akibat-eskalasi-perang-dagang\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Euro Naik Turun Terbatas Akibat Eskalasi Perang Dagang - Vibiznews.com","og_description":"(Vibiznews-Forex) \u201cCommon currency\u201d naik dilatarbelakangi oleh laporan yang menyatakan bahwa pembuat kebijakan ECB terpecah dalam menentukan waktu dari kenaikan tingkat bunga berikutnya, yang mana menunjukkan bahwa hal ini sebenarnya siap diluncurkan. Namun, eskalasi dari perang dagang membuat kenaikan menjadi tidak mulus. Pada awalnya EUR\/USD diperdagangkan dalam suatu rentang yang terbatas pada hari Rabu kemarin, dengan [&hellip;]","og_url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2018\/07\/12\/euro-naik-turun-terbatas-akibat-eskalasi-perang-dagang\/","og_site_name":"Vibiznews.com","article_published_time":"2018-07-12T03:54:09+00:00","article_modified_time":"2018-07-12T04:28:45+00:00","og_image":[{"width":750,"height":475,"url":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/eurousd-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Ricky Ferlianto","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Ricky Ferlianto","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2018\/07\/12\/euro-naik-turun-terbatas-akibat-eskalasi-perang-dagang\/","url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2018\/07\/12\/euro-naik-turun-terbatas-akibat-eskalasi-perang-dagang\/","name":"Euro Naik Turun Terbatas Akibat Eskalasi Perang Dagang - Vibiznews.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2018\/07\/12\/euro-naik-turun-terbatas-akibat-eskalasi-perang-dagang\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2018\/07\/12\/euro-naik-turun-terbatas-akibat-eskalasi-perang-dagang\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/eurousd-1.jpg","datePublished":"2018-07-12T03:54:09+00:00","dateModified":"2018-07-12T04:28:45+00:00","author":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/b811bcd61ca0a8d804c6fcb701d110dc"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2018\/07\/12\/euro-naik-turun-terbatas-akibat-eskalasi-perang-dagang\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2018\/07\/12\/euro-naik-turun-terbatas-akibat-eskalasi-perang-dagang\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2018\/07\/12\/euro-naik-turun-terbatas-akibat-eskalasi-perang-dagang\/#primaryimage","url":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/eurousd-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/eurousd-1.jpg","width":750,"height":475},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2018\/07\/12\/euro-naik-turun-terbatas-akibat-eskalasi-perang-dagang\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/vibiznews.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Euro Naik Turun Terbatas Akibat Eskalasi Perang Dagang"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#website","url":"https:\/\/vibiznews.com\/","name":"Vibiznews.com","description":"Berita Bisnis | Berita Komoditi | Berita Saham","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/vibiznews.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/b811bcd61ca0a8d804c6fcb701d110dc","name":"Ricky Ferlianto","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1c374f375f94633e3a6337396710d79?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1c374f375f94633e3a6337396710d79?s=96&d=mm&r=g","caption":"Ricky Ferlianto"},"description":"LIE RICKY FERLIANTO SE.Ak is an investment and financial consultant, active columnist in electronic and paper media and known as a best seller book writer. He was experience in futures business for 13 years in Futures Brokerage Firm and 3 years in Futures Exchange. Currently he is a Head Research of Vibiz Consulting.","url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/author\/ricky-ferlianto\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/388019","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/101021"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=388019"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/388019\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":388021,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/388019\/revisions\/388021"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/212425"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=388019"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=388019"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=388019"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}