{"id":410355,"date":"2019-04-23T14:07:02","date_gmt":"2019-04-23T07:07:02","guid":{"rendered":"http:\/\/vibiznews.com\/?p=410355"},"modified":"2019-04-23T15:09:29","modified_gmt":"2019-04-23T08:09:29","slug":"tren-naik-emas-telah-berbalik-turun-apa-alasannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2019\/04\/23\/tren-naik-emas-telah-berbalik-turun-apa-alasannya\/","title":{"rendered":"Tren Naik Emas Telah Berbalik Turun, Apa Alasannya?"},"content":{"rendered":"<p>(Vibiznews-Column) Sentimen \u201crisk-on\u201d terus menekan harga emas turun dan para analis kuatir bahwa hal-hal terlebih dahulu menjadi buruk sebelum mereka menjadi lebih baik.<\/p>\n<p>Harga emas berjuang melewati aksi jual pada minggu lalu, jatuh 1.4% dan menyentuh kerendahan selama empat bulan. Emas Comex bulna Juni diperdagangkan datar pada hari Kamis minggu lalu dan terakhir berada pada $1,275.20.<\/p>\n<p>Penjualan eceran yang lebih baik daripada yang diperkirakan memainkan peranan yang signifikan, menunjukkan sentimen konsumen yang membaaik, dengan hasil yang terbaik sejak bulan September 2017.<\/p>\n<p>Penjualan eceran AS naik dengan angka yang solid 1.6% pada bulan Maret, setelah penurunan 0.2% pada bulan Februari, menurut data terbaru dari dari Departemen Perdagangan AS. Para ekonom hanya memperkirakan kenaikan 0.9% dari angka umum bulan lalu.<\/p>\n<p>Andrew Hunter, ekonom Capital Economics AS mengatakan kepada Kitco News,\u201dAngka penjualan eceran sedikit lebih positip diantara data umumnya belakangan ini setelah semua tanda-tanda kelemahan. Hal ini dengan pasti memberikan keyakinan bahwa kita masih jauh dari lemah. Ini berarti pertumbuhan konsumsi masih jauh dari sangat lemah.\u201d<\/p>\n<p><strong>Sentimen \u201cRisk-On\u201d Mendorong Emas Turun<\/strong><\/p>\n<p>Angka penjualan eceran terbaru adalah tanda lainnya bahwa ekonomi masih lebih baik daripada yang diperkirakan oleh pasar pada permulaan tahun. Sentimen terbaru ini adalah faktor yang kritikal bagi emas, menurut sebagian analis.<\/p>\n<p>Hunter mencatat,\u201dAngka penjualan eceran menunjukkan bahwa kita kemungkinan akan melihat suatu rebound di dalam pertumbuha belanja di kuartal kedua.\u201d<\/p>\n<p>Daniel Ghali, ahli strategi komoditi pada TD Securities mengatakan,\u201dRally saham dan kuatnya dolar AS terus menahan para investor emas untuk berinvestasi di emas.\u201d<\/p>\n<p>\u201cVolatilitas diantara banyak kelas assets cukup rendah sekarang ini. Pada saat yang bersamaan, saham bertengger tepat dibawah ketinggian sepanjang masa. Jadi, opportunity cost memegang emas sekarang ini cukup tinggi. Hal ini berarti para money-manager kemungkinan masih akan menjauh dari metal kuning sampai ada tambahan dorongan untuk membeli emas untuk proteksi,\u201d kata Ghali.<\/p>\n<p><strong>Tren Naik Emas Telah Dipatahkan<\/strong><\/p>\n<p>Faktor lainnya yang investor perlu perhatikan adalah bahwa tren naik emas telah terpatahkan, yang berarti dari sudut pandang tehnikal, metal kuning ini bisa sedang menuju kebawah sebelum akhirnya \u201crebound\u201d.<\/p>\n<p>Ghali mengatakan,\u201dTren naik dari emas yang telah berlangsung dari kerendahan bulan September terpatahkan dan sekarang sedang berada pada tren turun. Emas menuju kebawah dalam jangka pendek.\u201d<\/p>\n<p>Colin Cieszynski, kepala strategi pasar di SIA Wealth Management mengatakan bahwa momentum emas sekarang adalah tren turun.<\/p>\n<p>\u201cEmas telah menembus tehnikal yang cukup signifikan pada dua hari terakhir (terhitung sampai dengan hari Jumat minggu lalu). Banyak hal yang menarik emas ke atas pada akhir tahun 2018 dan permulaan dari tahun 2019 telah memudar. Volatilitas pasar sekarang sedang mengarah turun, resiko politik telah menurun, penghasilan perusahaan bagus, angka-angka ekonomi kelihatannya sudah berbalik arah, dan inflasi tetap rendah. Sama sekali tidak ada hal yang mendorong emas untuk naik dalam jangka pendek dan hal ini akan berlanjut terus.\u201d<\/p>\n<p><strong>Wall Street &amp; Main Street<\/strong><\/p>\n<p>Wall Street agak sedikit \u201cbearish\u201d dan Main Street sedikit \u201cbullish\u201d menurut survey emas Kitco News. Namun, tidak ada \u201cbullish\u201d maupun \u201cbearish\u201d yang memiiki mayoritas langsung. Kelompok \u201cbullish\u201d dari Wall Street memandang emas sudah waktunya mengalami koreksi \u201crebound\u201d, sementara kelompok \u201cbearish\u201d memandang momentum penurunan akan berlanjut karena kerusakan yang terjadi di dalam grafik tehnikal dan menguatnya saham belakangan ini.<\/p>\n<p>Dari 15 profesional pasar yang mengambil bagian di dalam survey Wall Street, 6 suara atau 40% memandang emas akan terus melanjutkan penurunannya baru-baru ini. 5 suara atau 33% melihat harga emas akan naik, sementra sisanya 4 suara atau 27% memperkirakan harga emas akan bergerak \u201csideways\u201d atau netral.<\/p>\n<p>Sementara itu, dari 522 responden yang mengambi bagian di dalam polling online Main Street, sebanyak 242 suara atau 46% memandang emas akan naik, 206 lainnya atau 39% memprediksi emas akan turun. Sisa 74 suara atau 14% memandang pasar bergerak \u201csideways\u201d.<\/p>\n<p>Bob Haberkorn, senior commodities broker di RJO Futures berkata,\u201dSaya pikir anda akan melihat lebih banyak penurunan karena faktanya bahwa saham adalah kuat sekarang. Dengan saham naik, akan sulit bagi emas untuk mengalami rally.\u201d<\/p>\n<p>Charlie Nedoss, senior market strategist di LaSalle Futures Group, melihat emas berjangka bulan Juni masih akan turun ke sekitar $1,266.90.\u00a0 Namun dia menambahkan pasar kemungkinan menemukan \u201csupport\u201d disana dan bangkit, khususnya pada tahun lalu pernah terjadi kenaikan \u201cbreakout\u201d disekitar harga itu.<\/p>\n<p>\u201cSaya pikir kita emas masih akan turun dan mengetes rata-rata 200 hari. Ada cukup momentum untuk turun. Indeks dolar AS masih terus mengetes level 97.\u201d kata Nedsoss.<\/p>\n<p><strong>Level Yang Harus Diperhatikan<\/strong><\/p>\n<p>Para analis mengatakan bahwa level yang harus diperhatikan adalah antara $1,250 dan $1,300 per ons.<\/p>\n<p>Ghali mengatakan bahwa untuk arah turun dia berjaga-jaga di $1,250 sementara untuk arah naik di $1,300.<\/p>\n<p>Cieszynski menunjuk kepada $1,282 sebagai \u201cresistance\u201d yang pertama diikuti $1,300. Untuk arah turun dia memandang level $1,250 sebagai \u201csupport\u201d yang solidnya.<\/p>\n<p>Cieszynski juga mencatat bahwa ini adalah waktu musiman dimana emas melemah pada tahun ini, yang bisa berlangsung sampai bulan Agustus.<\/p>\n<p>Ricky Ferlianto\/VBN\/Managing Partner\u00a0 Vibiz Consulting<\/p>\n<p>Editor: Asido<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Vibiznews-Column) Sentimen \u201crisk-on\u201d terus menekan harga emas turun dan para analis kuatir bahwa hal-hal terlebih dahulu menjadi buruk sebelum mereka menjadi lebih baik. Harga emas berjuang melewati aksi jual pada minggu lalu, jatuh 1.4% dan menyentuh kerendahan selama empat bulan. Emas Comex bulna Juni diperdagangkan datar pada hari Kamis minggu lalu dan terakhir berada pada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":101021,"featured_media":369987,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[669,7],"tags":[57,7781,3301,63,65,7447,7451,3947,71,6931,7449,3685,7779],"class_list":["post-410355","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-column","category-commodity","tag-emas","tag-gasoline","tag-gold","tag-komoditas","tag-komoditi","tag-metal-berharga","tag-metal-kuning","tag-minyak-mentah","tag-perak","tag-perang-dagang","tag-precious-metal","tag-silver","tag-trade-war"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Tren Naik Emas Telah Berbalik Turun, Apa Alasannya? - Vibiznews.com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2019\/04\/23\/tren-naik-emas-telah-berbalik-turun-apa-alasannya\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Tren Naik Emas Telah Berbalik Turun, Apa Alasannya? - Vibiznews.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"(Vibiznews-Column) Sentimen \u201crisk-on\u201d terus menekan harga emas turun dan para analis kuatir bahwa hal-hal terlebih dahulu menjadi buruk sebelum mereka menjadi lebih baik. Harga emas berjuang melewati aksi jual pada minggu lalu, jatuh 1.4% dan menyentuh kerendahan selama empat bulan. Emas Comex bulna Juni diperdagangkan datar pada hari Kamis minggu lalu dan terakhir berada pada [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2019\/04\/23\/tren-naik-emas-telah-berbalik-turun-apa-alasannya\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Vibiznews.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-04-23T07:07:02+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2019-04-23T08:09:29+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/gold.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"480\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Ricky Ferlianto\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Ricky Ferlianto\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2019\/04\/23\/tren-naik-emas-telah-berbalik-turun-apa-alasannya\/\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2019\/04\/23\/tren-naik-emas-telah-berbalik-turun-apa-alasannya\/\",\"name\":\"Tren Naik Emas Telah Berbalik Turun, Apa Alasannya? - Vibiznews.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2019\/04\/23\/tren-naik-emas-telah-berbalik-turun-apa-alasannya\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2019\/04\/23\/tren-naik-emas-telah-berbalik-turun-apa-alasannya\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/gold.jpg\",\"datePublished\":\"2019-04-23T07:07:02+00:00\",\"dateModified\":\"2019-04-23T08:09:29+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/b811bcd61ca0a8d804c6fcb701d110dc\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2019\/04\/23\/tren-naik-emas-telah-berbalik-turun-apa-alasannya\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2019\/04\/23\/tren-naik-emas-telah-berbalik-turun-apa-alasannya\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2019\/04\/23\/tren-naik-emas-telah-berbalik-turun-apa-alasannya\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/gold.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/gold.jpg\",\"width\":800,\"height\":480},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2019\/04\/23\/tren-naik-emas-telah-berbalik-turun-apa-alasannya\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/vibiznews.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Tren Naik Emas Telah Berbalik Turun, Apa Alasannya?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/\",\"name\":\"Vibiznews.com\",\"description\":\"Berita Bisnis | Berita Komoditi | Berita Saham\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/vibiznews.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/b811bcd61ca0a8d804c6fcb701d110dc\",\"name\":\"Ricky Ferlianto\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1c374f375f94633e3a6337396710d79?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1c374f375f94633e3a6337396710d79?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Ricky Ferlianto\"},\"description\":\"LIE RICKY FERLIANTO SE.Ak is an investment and financial consultant, active columnist in electronic and paper media and known as a best seller book writer. He was experience in futures business for 13 years in Futures Brokerage Firm and 3 years in Futures Exchange. Currently he is a Head Research of Vibiz Consulting.\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/author\/ricky-ferlianto\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Tren Naik Emas Telah Berbalik Turun, Apa Alasannya? - Vibiznews.com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2019\/04\/23\/tren-naik-emas-telah-berbalik-turun-apa-alasannya\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Tren Naik Emas Telah Berbalik Turun, Apa Alasannya? - Vibiznews.com","og_description":"(Vibiznews-Column) Sentimen \u201crisk-on\u201d terus menekan harga emas turun dan para analis kuatir bahwa hal-hal terlebih dahulu menjadi buruk sebelum mereka menjadi lebih baik. Harga emas berjuang melewati aksi jual pada minggu lalu, jatuh 1.4% dan menyentuh kerendahan selama empat bulan. Emas Comex bulna Juni diperdagangkan datar pada hari Kamis minggu lalu dan terakhir berada pada [&hellip;]","og_url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2019\/04\/23\/tren-naik-emas-telah-berbalik-turun-apa-alasannya\/","og_site_name":"Vibiznews.com","article_published_time":"2019-04-23T07:07:02+00:00","article_modified_time":"2019-04-23T08:09:29+00:00","og_image":[{"width":800,"height":480,"url":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/gold.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Ricky Ferlianto","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Ricky Ferlianto","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2019\/04\/23\/tren-naik-emas-telah-berbalik-turun-apa-alasannya\/","url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2019\/04\/23\/tren-naik-emas-telah-berbalik-turun-apa-alasannya\/","name":"Tren Naik Emas Telah Berbalik Turun, Apa Alasannya? - Vibiznews.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2019\/04\/23\/tren-naik-emas-telah-berbalik-turun-apa-alasannya\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2019\/04\/23\/tren-naik-emas-telah-berbalik-turun-apa-alasannya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/gold.jpg","datePublished":"2019-04-23T07:07:02+00:00","dateModified":"2019-04-23T08:09:29+00:00","author":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/b811bcd61ca0a8d804c6fcb701d110dc"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2019\/04\/23\/tren-naik-emas-telah-berbalik-turun-apa-alasannya\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2019\/04\/23\/tren-naik-emas-telah-berbalik-turun-apa-alasannya\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2019\/04\/23\/tren-naik-emas-telah-berbalik-turun-apa-alasannya\/#primaryimage","url":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/gold.jpg","contentUrl":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/gold.jpg","width":800,"height":480},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2019\/04\/23\/tren-naik-emas-telah-berbalik-turun-apa-alasannya\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/vibiznews.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Tren Naik Emas Telah Berbalik Turun, Apa Alasannya?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#website","url":"https:\/\/vibiznews.com\/","name":"Vibiznews.com","description":"Berita Bisnis | Berita Komoditi | Berita Saham","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/vibiznews.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/b811bcd61ca0a8d804c6fcb701d110dc","name":"Ricky Ferlianto","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1c374f375f94633e3a6337396710d79?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1c374f375f94633e3a6337396710d79?s=96&d=mm&r=g","caption":"Ricky Ferlianto"},"description":"LIE RICKY FERLIANTO SE.Ak is an investment and financial consultant, active columnist in electronic and paper media and known as a best seller book writer. He was experience in futures business for 13 years in Futures Brokerage Firm and 3 years in Futures Exchange. Currently he is a Head Research of Vibiz Consulting.","url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/author\/ricky-ferlianto\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/410355","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/101021"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=410355"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/410355\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":410357,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/410355\/revisions\/410357"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/369987"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=410355"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=410355"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=410355"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}