{"id":411803,"date":"2019-05-13T00:15:59","date_gmt":"2019-05-12T17:15:59","guid":{"rendered":"http:\/\/vibiznews.com\/?p=411803"},"modified":"2019-05-12T23:18:16","modified_gmt":"2019-05-12T16:18:16","slug":"gbpusd-bergantung-pada-1-3000-ditengah-ketegangan-perdagangan-gdp-inggris-yang-bagus","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2019\/05\/13\/gbpusd-bergantung-pada-1-3000-ditengah-ketegangan-perdagangan-gdp-inggris-yang-bagus\/","title":{"rendered":"GBP\/USD Bergantung Pada 1.3000 Ditengah Ketegangan Perdagangan &#038; GDP Inggris Yang Bagus"},"content":{"rendered":"<p>(Vibiznews-Forex) GBP\/USD diperdagangkan disekitar 1.3000 di dalam rentang yang familiar. AS telah mengenakan tarif yang baru pada Cina, namun pembicaraan tetap berlangsung dan pasar sedang berhati-hati. GDP Inggris naik sampai 0.5% QoQ dan 1.8% YoY pada kuartal pertama, sebagaimana yang diperkirakan.<\/p>\n<p>Diperpanjangnya percakapan perdagangan menggerakkan fokus pasar sedikit kearah kalender ekonomi. Dengan pembicaraan perdagangan di Washington diperpanjang ke hari berikutnya, kalender ekonomi yang memberikan data GDP Inggris dan CPI AS bisa mengambil kembali kepentingannya diantara trader global.<\/p>\n<p>Para pembeli bersorak dengan positip atas berita posisi PM Inggris Theresa May dan melemahnya dolar AS pada hari Kamis dengan Poundsterling melompat dari Simple Moving Average (SMA) 200 hari.<\/p>\n<p>Namun, atmosfir \u201crisk-on\u201d selama fase negosiasi awal antara AS dengan Cina sedikit membatasi pergerakan pasangan matauang ini kemudian.<\/p>\n<p>Dengan para pembuat undang-undang dari kedua negara sepakat untuk mendiskusikan persoalan perdagangan kedepannya, investor kemungkinan bergerak ke angka pendahuluan dari GDP Inggris untuk kuartal pertama 2019 dan produksi bulan Maret secara terperinci. Selanjutnya Consumer Price Index (CPI) AS untuk bulan April juga memberikan peluang bagi para investor selanjutnya.<\/p>\n<p>GDP Inggris muncul dengan angka yang bagus dimana naik sampai 0.5% QoQ dan 1.8% YoY pada kuartal pertama, sebagaimana yang diperkirakan.<\/p>\n<p>Laporan Consumer Price Index (CPI) AS untuk bulan April, yang muncul naik 0.3% dari bulan Maret dan naik 2.0% YoY. Laporan CPI AS diperkirakan muncul naik 0.4% dari bulan Maret dan naik 2.1% YoY. Tema di pasar dunia pada bulan-bulan belakangan ini adalah sangat lemahnya inflasi yang muncul di negara-negara dengan ekonomi utama dunia.<\/p>\n<p>Secara tehnikal, angka 1.3000 bisa dianggap sebagai \u201csupport\u201d terdekat sebelum turun lebih lanjut ke 1.2980 dan 1.2960. Sedangkan angka 1.3055 bisa menjadi \u201cresistance\u201d terdekat dan selanjutnya bisa naik ke 1.3090 dan 1.3180.<\/p>\n<p>Ricky Ferlianto\/VBN\/Managing Partner\u00a0 Vibiz Consulting<\/p>\n<p>Editor: Asido<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Vibiznews-Forex) GBP\/USD diperdagangkan disekitar 1.3000 di dalam rentang yang familiar. AS telah mengenakan tarif yang baru pada Cina, namun pembicaraan tetap berlangsung dan pasar sedang berhati-hati. GDP Inggris naik sampai 0.5% QoQ dan 1.8% YoY pada kuartal pertama, sebagaimana yang diperkirakan. Diperpanjangnya percakapan perdagangan menggerakkan fokus pasar sedikit kearah kalender ekonomi. Dengan pembicaraan perdagangan di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":101021,"featured_media":214475,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[91],"tags":[589,6655,6695,417,555,6705,6885,6895,6887,6691,6787,735,4231,6899,2719,2885,309,6903,165,6653,3653,345,6901,2121,6693,6889,63,65,167,6893,3015,6883,2399,6785,2357,6659,6891,6793,6789,6897,2469,169,895],"class_list":["post-411803","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-forex","tag-amerika","tag-analisis","tag-aud","tag-aussie","tag-australia","tag-berita","tag-cad","tag-canada","tag-chf","tag-currency","tag-dagang","tag-dolar","tag-ekonomi","tag-england","tag-eropa","tag-eur","tag-euro","tag-europe","tag-forex-2","tag-fundamental","tag-gbp","tag-inggris","tag-japan","tag-jepang","tag-jpy","tag-kanada","tag-komoditas","tag-komoditi","tag-matauang","tag-new-zealand","tag-news","tag-nzd","tag-outlook","tag-perang","tag-poundsterling","tag-prediksi","tag-selandia-baru","tag-swiss-franc","tag-tarif","tag-usa","tag-usd","tag-valas","tag-yen"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>GBP\/USD Bergantung Pada 1.3000 Ditengah Ketegangan Perdagangan &amp; GDP Inggris Yang Bagus - Vibiznews.com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2019\/05\/13\/gbpusd-bergantung-pada-1-3000-ditengah-ketegangan-perdagangan-gdp-inggris-yang-bagus\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"GBP\/USD Bergantung Pada 1.3000 Ditengah Ketegangan Perdagangan &amp; GDP Inggris Yang Bagus - Vibiznews.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"(Vibiznews-Forex) GBP\/USD diperdagangkan disekitar 1.3000 di dalam rentang yang familiar. AS telah mengenakan tarif yang baru pada Cina, namun pembicaraan tetap berlangsung dan pasar sedang berhati-hati. GDP Inggris naik sampai 0.5% QoQ dan 1.8% YoY pada kuartal pertama, sebagaimana yang diperkirakan. Diperpanjangnya percakapan perdagangan menggerakkan fokus pasar sedikit kearah kalender ekonomi. Dengan pembicaraan perdagangan di [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2019\/05\/13\/gbpusd-bergantung-pada-1-3000-ditengah-ketegangan-perdagangan-gdp-inggris-yang-bagus\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Vibiznews.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-05-12T17:15:59+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2019-05-12T16:18:16+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/gbp2-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"750\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"475\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Ricky Ferlianto\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Ricky Ferlianto\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"1 minute\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2019\/05\/13\/gbpusd-bergantung-pada-1-3000-ditengah-ketegangan-perdagangan-gdp-inggris-yang-bagus\/\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2019\/05\/13\/gbpusd-bergantung-pada-1-3000-ditengah-ketegangan-perdagangan-gdp-inggris-yang-bagus\/\",\"name\":\"GBP\/USD Bergantung Pada 1.3000 Ditengah Ketegangan Perdagangan & GDP Inggris Yang Bagus - Vibiznews.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2019\/05\/13\/gbpusd-bergantung-pada-1-3000-ditengah-ketegangan-perdagangan-gdp-inggris-yang-bagus\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2019\/05\/13\/gbpusd-bergantung-pada-1-3000-ditengah-ketegangan-perdagangan-gdp-inggris-yang-bagus\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/gbp2-1.jpg\",\"datePublished\":\"2019-05-12T17:15:59+00:00\",\"dateModified\":\"2019-05-12T16:18:16+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/b811bcd61ca0a8d804c6fcb701d110dc\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2019\/05\/13\/gbpusd-bergantung-pada-1-3000-ditengah-ketegangan-perdagangan-gdp-inggris-yang-bagus\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2019\/05\/13\/gbpusd-bergantung-pada-1-3000-ditengah-ketegangan-perdagangan-gdp-inggris-yang-bagus\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2019\/05\/13\/gbpusd-bergantung-pada-1-3000-ditengah-ketegangan-perdagangan-gdp-inggris-yang-bagus\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/gbp2-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/gbp2-1.jpg\",\"width\":750,\"height\":475},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2019\/05\/13\/gbpusd-bergantung-pada-1-3000-ditengah-ketegangan-perdagangan-gdp-inggris-yang-bagus\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/vibiznews.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"GBP\/USD Bergantung Pada 1.3000 Ditengah Ketegangan Perdagangan &#038; GDP Inggris Yang Bagus\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/\",\"name\":\"Vibiznews.com\",\"description\":\"Berita Bisnis | Berita Komoditi | Berita Saham\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/vibiznews.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/b811bcd61ca0a8d804c6fcb701d110dc\",\"name\":\"Ricky Ferlianto\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1c374f375f94633e3a6337396710d79?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1c374f375f94633e3a6337396710d79?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Ricky Ferlianto\"},\"description\":\"LIE RICKY FERLIANTO SE.Ak is an investment and financial consultant, active columnist in electronic and paper media and known as a best seller book writer. He was experience in futures business for 13 years in Futures Brokerage Firm and 3 years in Futures Exchange. Currently he is a Head Research of Vibiz Consulting.\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/author\/ricky-ferlianto\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"GBP\/USD Bergantung Pada 1.3000 Ditengah Ketegangan Perdagangan & GDP Inggris Yang Bagus - Vibiznews.com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2019\/05\/13\/gbpusd-bergantung-pada-1-3000-ditengah-ketegangan-perdagangan-gdp-inggris-yang-bagus\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"GBP\/USD Bergantung Pada 1.3000 Ditengah Ketegangan Perdagangan & GDP Inggris Yang Bagus - Vibiznews.com","og_description":"(Vibiznews-Forex) GBP\/USD diperdagangkan disekitar 1.3000 di dalam rentang yang familiar. AS telah mengenakan tarif yang baru pada Cina, namun pembicaraan tetap berlangsung dan pasar sedang berhati-hati. GDP Inggris naik sampai 0.5% QoQ dan 1.8% YoY pada kuartal pertama, sebagaimana yang diperkirakan. Diperpanjangnya percakapan perdagangan menggerakkan fokus pasar sedikit kearah kalender ekonomi. Dengan pembicaraan perdagangan di [&hellip;]","og_url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2019\/05\/13\/gbpusd-bergantung-pada-1-3000-ditengah-ketegangan-perdagangan-gdp-inggris-yang-bagus\/","og_site_name":"Vibiznews.com","article_published_time":"2019-05-12T17:15:59+00:00","article_modified_time":"2019-05-12T16:18:16+00:00","og_image":[{"width":750,"height":475,"url":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/gbp2-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Ricky Ferlianto","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Ricky Ferlianto","Est. reading time":"1 minute"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2019\/05\/13\/gbpusd-bergantung-pada-1-3000-ditengah-ketegangan-perdagangan-gdp-inggris-yang-bagus\/","url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2019\/05\/13\/gbpusd-bergantung-pada-1-3000-ditengah-ketegangan-perdagangan-gdp-inggris-yang-bagus\/","name":"GBP\/USD Bergantung Pada 1.3000 Ditengah Ketegangan Perdagangan & GDP Inggris Yang Bagus - Vibiznews.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2019\/05\/13\/gbpusd-bergantung-pada-1-3000-ditengah-ketegangan-perdagangan-gdp-inggris-yang-bagus\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2019\/05\/13\/gbpusd-bergantung-pada-1-3000-ditengah-ketegangan-perdagangan-gdp-inggris-yang-bagus\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/gbp2-1.jpg","datePublished":"2019-05-12T17:15:59+00:00","dateModified":"2019-05-12T16:18:16+00:00","author":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/b811bcd61ca0a8d804c6fcb701d110dc"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2019\/05\/13\/gbpusd-bergantung-pada-1-3000-ditengah-ketegangan-perdagangan-gdp-inggris-yang-bagus\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2019\/05\/13\/gbpusd-bergantung-pada-1-3000-ditengah-ketegangan-perdagangan-gdp-inggris-yang-bagus\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2019\/05\/13\/gbpusd-bergantung-pada-1-3000-ditengah-ketegangan-perdagangan-gdp-inggris-yang-bagus\/#primaryimage","url":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/gbp2-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/gbp2-1.jpg","width":750,"height":475},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2019\/05\/13\/gbpusd-bergantung-pada-1-3000-ditengah-ketegangan-perdagangan-gdp-inggris-yang-bagus\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/vibiznews.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"GBP\/USD Bergantung Pada 1.3000 Ditengah Ketegangan Perdagangan &#038; GDP Inggris Yang Bagus"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#website","url":"https:\/\/vibiznews.com\/","name":"Vibiznews.com","description":"Berita Bisnis | Berita Komoditi | Berita Saham","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/vibiznews.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/b811bcd61ca0a8d804c6fcb701d110dc","name":"Ricky Ferlianto","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1c374f375f94633e3a6337396710d79?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1c374f375f94633e3a6337396710d79?s=96&d=mm&r=g","caption":"Ricky Ferlianto"},"description":"LIE RICKY FERLIANTO SE.Ak is an investment and financial consultant, active columnist in electronic and paper media and known as a best seller book writer. He was experience in futures business for 13 years in Futures Brokerage Firm and 3 years in Futures Exchange. Currently he is a Head Research of Vibiz Consulting.","url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/author\/ricky-ferlianto\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/411803","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/101021"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=411803"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/411803\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":411805,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/411803\/revisions\/411805"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/214475"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=411803"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=411803"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=411803"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}