{"id":417943,"date":"2019-07-31T08:59:06","date_gmt":"2019-07-31T01:59:06","guid":{"rendered":"http:\/\/vibiznews.com\/?p=417943"},"modified":"2019-07-31T10:00:56","modified_gmt":"2019-07-31T03:00:56","slug":"gbpusd-tetap-tertekan-dibawah-1-2200-ditengah-ketakutan-akan-brexit-yang-keras","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2019\/07\/31\/gbpusd-tetap-tertekan-dibawah-1-2200-ditengah-ketakutan-akan-brexit-yang-keras\/","title":{"rendered":"GBP\/USD Tetap Tertekan Dibawah 1.2200 Ditengah Ketakutan Akan Brexit Yang Keras"},"content":{"rendered":"<p>(Vibiznews-Forex) GBP\/USD bangkit dari kerendahan multi-tahun namun masih dibawah 1.2200. Perdana Menteri Inggris Johnson menolak untuk bertemu dengan rekannya dari Eropa kecuali mereka mengadakan negosiasi ulang mengenai Brexit. Perdana Menteri Irlandia Varadkar telah menolak ide itu.<\/p>\n<p>GBP\/USD telah kehilangan 250 pips dalam kurang daripada 2 hari perdagangan \u2013 nasib yang jarang terjadi pada pasar matauang. Perdana Menteri Inggris Boris Johnson berada dibelakang pergerakan ini dengan menyetir kearah Brexit yang keras. Perdana Menteri yang baru ini \u2013 masih kurang dari satu minggu di dalam pekerjaannya \u2013 sudah menolak bertemu dengan rekan berunding Eropanya kecuali mereka bersepakat untuk membuka kembali Brexit Withdrawal Agreement. Orang-orang Eropa tidak tertarik samasekali. Laporan yang baru menunjukkan para pemimpin Eropa siap untuk menghadapi omong besar dari Boris Johnson dan mengadakan pertemuan tingkat tinggi tanpa kesepakatan pada tanggal 17 Oktober \u2013 dua minggu sebelum tenggat waktu tanggal 31 Oktober.<\/p>\n<p>Jika tidak ada perubahan, Inggris akan keluar dari blok Eropa tanpa kesepakatan, yang berpotensi menyebabkan disrupsi ekonomi yang masif. Sementara sebagian analis menyarankan bahwa semua tindakan Perdana Menteri yang beraneka ragam adalah bagian dari kampanye pemilihan yang akan datang, para investor telah menyentuh tombol kepanikan.<\/p>\n<p>Pendekatan Johnson terhadap pembicaraan mengikuti tindakannya sebelumnya. Pada saat pertama di kantor, dia langsung menominasikan para penganut Brexit ke posisi senior di dalam kabinetnya dan membentuk tiga komite untuk menyiapkan Brexit yang keras. Salah satu dari komite ini dipimpin oleh Michael Gove, yang berkata bahwa prospek untuk keluar tanpa kesepakatan adalah sangat nyata. Sementara Johnson menolak klaim Gove pada hari Senin, ketidak bersediaannya untuk berbicara kepada para pemimpin Eropa membebani pasangan matauang ini dengan berat.<\/p>\n<p>Menteri Pertama Skotlandia Nicola Sturgeon berkata bahwa \u201cPemerintah Inggris yang Berbahaya\u201d berniat untuk memaksa Brexit yang tanpa kesepakatan setelah bertemu dengan Johnson \u2013 menggemakan kekuatiran pasar.<\/p>\n<p>Dipihak lain, traderglobal sedang menunggu keputusan yang paling penting dari Federal Reserve pada hari Rabu malam (Kamis dinihari WIB). Skenario \u00a0dasarnya adalah the Fed akan memangkas tingkat bunga untuk pertamakalinya sejak krisis namun memberikan signal tidak ada pergerakan lebih lanjut yang akan dilakukan segera. Meskipun demikian ketidakpastian tetap tinggi.<\/p>\n<p>Dari data ekonomi AS, kemarin muncul \u201cconsumer confidence\u201d AS bulan Juli yang naik lebih kuat daripada yang diperkirakan.<\/p>\n<p>Conference Board AS pada hari Selasa mengatakan bahwa Consumer Confidence Index naik ke angka 135.7, naik dari revisi bulan Juni sebesar 121.5 dan mengalahkan yang diperkirakan secara solid. Menurut perkiraan konsensus, para ekonomis memperkirakan angka disekitar 125.1.<\/p>\n<p>Menurut Conference Board, angka bulan Juli adalah level yang tertinggi sepanjang tahun ini. Mereka mencatat bahwa kejatuhan pada bulan Juni disebabkan karena meningkatnya ketegangan perdagangan, yang mana sejak saat itu telah mereda.<\/p>\n<p>Lynn Franco, direktur senior dari indikator ekonomi di Conference Board mengatakan,\u201dKonsumen sekali lagi merasa optimis mengenai bisnis sekarang ini dan prospeknya dan kondisi pasar tenaga kerja. Sebagai tambahan, ekspektasi mereka mengenai outlook keuangan mereka juga membaik. Level kepercayaan yang tinggi ini harusnya terus mendukung belanja yang kuat di dalam jangka pendek meskipun pertumbuhan GDP yang melambat.\u201d<\/p>\n<p>Selain itu data perumahan AS menunjukkan bahwa lebih banyak konsumen daripada yang diperkirakan yang komitmen untuk membeli sebuah rumah pada bulan Juni, menurut the National Association of Realtors (NAR).<\/p>\n<p>Pending Home Sales AS naik 2.8% pada bulan Juni, menandakan kenaikan bulanan kedua berturut-turut, kata asosiasi pada hari Selasa. Sementara konsensus memperkirakan kenaikan hanya 1.1%.<\/p>\n<p>The Pending Home Sales index muncul di 108.3 pada bulan Juni, naik dari angka bulan Mei sebesar 105.4.<\/p>\n<p>Secara tehnikal, \u201csupport\u201d awal menunggu di 1.2118 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.1985 dan kemudian ke 1.1866. Sedangkan \u201cresistance\u201d awal menunggu di 1.2225 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.2305 dan kemudian ke 1.2380.<\/p>\n<p>Ricky Ferlianto\/VBN\/Managing Partner\u00a0 Vibiz Consulting<\/p>\n<p>Editor: Asido<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Vibiznews-Forex) GBP\/USD bangkit dari kerendahan multi-tahun namun masih dibawah 1.2200. Perdana Menteri Inggris Johnson menolak untuk bertemu dengan rekannya dari Eropa kecuali mereka mengadakan negosiasi ulang mengenai Brexit. Perdana Menteri Irlandia Varadkar telah menolak ide itu. GBP\/USD telah kehilangan 250 pips dalam kurang daripada 2 hari perdagangan \u2013 nasib yang jarang terjadi pada pasar matauang. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":101021,"featured_media":213219,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[91],"tags":[589,6655,6695,417,555,6705,6885,6895,6887,6691,6787,735,4231,6899,2719,2885,309,6903,165,6653,3653,345,6901,2121,6693,6889,63,65,167,6893,3015,6883,2399,6785,2357,6659,6891,6793,6789,6897,2469,169,895],"class_list":["post-417943","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-forex","tag-amerika","tag-analisis","tag-aud","tag-aussie","tag-australia","tag-berita","tag-cad","tag-canada","tag-chf","tag-currency","tag-dagang","tag-dolar","tag-ekonomi","tag-england","tag-eropa","tag-eur","tag-euro","tag-europe","tag-forex-2","tag-fundamental","tag-gbp","tag-inggris","tag-japan","tag-jepang","tag-jpy","tag-kanada","tag-komoditas","tag-komoditi","tag-matauang","tag-new-zealand","tag-news","tag-nzd","tag-outlook","tag-perang","tag-poundsterling","tag-prediksi","tag-selandia-baru","tag-swiss-franc","tag-tarif","tag-usa","tag-usd","tag-valas","tag-yen"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>GBP\/USD Tetap Tertekan Dibawah 1.2200 Ditengah Ketakutan Akan Brexit Yang Keras - Vibiznews.com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2019\/07\/31\/gbpusd-tetap-tertekan-dibawah-1-2200-ditengah-ketakutan-akan-brexit-yang-keras\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"GBP\/USD Tetap Tertekan Dibawah 1.2200 Ditengah Ketakutan Akan Brexit Yang Keras - Vibiznews.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"(Vibiznews-Forex) GBP\/USD bangkit dari kerendahan multi-tahun namun masih dibawah 1.2200. Perdana Menteri Inggris Johnson menolak untuk bertemu dengan rekannya dari Eropa kecuali mereka mengadakan negosiasi ulang mengenai Brexit. Perdana Menteri Irlandia Varadkar telah menolak ide itu. GBP\/USD telah kehilangan 250 pips dalam kurang daripada 2 hari perdagangan \u2013 nasib yang jarang terjadi pada pasar matauang. [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2019\/07\/31\/gbpusd-tetap-tertekan-dibawah-1-2200-ditengah-ketakutan-akan-brexit-yang-keras\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Vibiznews.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-07-31T01:59:06+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2019-07-31T03:00:56+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/gbp-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"533\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Ricky Ferlianto\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Ricky Ferlianto\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2019\/07\/31\/gbpusd-tetap-tertekan-dibawah-1-2200-ditengah-ketakutan-akan-brexit-yang-keras\/\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2019\/07\/31\/gbpusd-tetap-tertekan-dibawah-1-2200-ditengah-ketakutan-akan-brexit-yang-keras\/\",\"name\":\"GBP\/USD Tetap Tertekan Dibawah 1.2200 Ditengah Ketakutan Akan Brexit Yang Keras - Vibiznews.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2019\/07\/31\/gbpusd-tetap-tertekan-dibawah-1-2200-ditengah-ketakutan-akan-brexit-yang-keras\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2019\/07\/31\/gbpusd-tetap-tertekan-dibawah-1-2200-ditengah-ketakutan-akan-brexit-yang-keras\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/gbp-1.jpg\",\"datePublished\":\"2019-07-31T01:59:06+00:00\",\"dateModified\":\"2019-07-31T03:00:56+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/b811bcd61ca0a8d804c6fcb701d110dc\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2019\/07\/31\/gbpusd-tetap-tertekan-dibawah-1-2200-ditengah-ketakutan-akan-brexit-yang-keras\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2019\/07\/31\/gbpusd-tetap-tertekan-dibawah-1-2200-ditengah-ketakutan-akan-brexit-yang-keras\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2019\/07\/31\/gbpusd-tetap-tertekan-dibawah-1-2200-ditengah-ketakutan-akan-brexit-yang-keras\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/gbp-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/gbp-1.jpg\",\"width\":800,\"height\":533},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2019\/07\/31\/gbpusd-tetap-tertekan-dibawah-1-2200-ditengah-ketakutan-akan-brexit-yang-keras\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/vibiznews.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"GBP\/USD Tetap Tertekan Dibawah 1.2200 Ditengah Ketakutan Akan Brexit Yang Keras\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/\",\"name\":\"Vibiznews.com\",\"description\":\"Berita Bisnis | Berita Komoditi | Berita Saham\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/vibiznews.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/b811bcd61ca0a8d804c6fcb701d110dc\",\"name\":\"Ricky Ferlianto\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1c374f375f94633e3a6337396710d79?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1c374f375f94633e3a6337396710d79?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Ricky Ferlianto\"},\"description\":\"LIE RICKY FERLIANTO SE.Ak is an investment and financial consultant, active columnist in electronic and paper media and known as a best seller book writer. He was experience in futures business for 13 years in Futures Brokerage Firm and 3 years in Futures Exchange. Currently he is a Head Research of Vibiz Consulting.\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/author\/ricky-ferlianto\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"GBP\/USD Tetap Tertekan Dibawah 1.2200 Ditengah Ketakutan Akan Brexit Yang Keras - Vibiznews.com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2019\/07\/31\/gbpusd-tetap-tertekan-dibawah-1-2200-ditengah-ketakutan-akan-brexit-yang-keras\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"GBP\/USD Tetap Tertekan Dibawah 1.2200 Ditengah Ketakutan Akan Brexit Yang Keras - Vibiznews.com","og_description":"(Vibiznews-Forex) GBP\/USD bangkit dari kerendahan multi-tahun namun masih dibawah 1.2200. Perdana Menteri Inggris Johnson menolak untuk bertemu dengan rekannya dari Eropa kecuali mereka mengadakan negosiasi ulang mengenai Brexit. Perdana Menteri Irlandia Varadkar telah menolak ide itu. GBP\/USD telah kehilangan 250 pips dalam kurang daripada 2 hari perdagangan \u2013 nasib yang jarang terjadi pada pasar matauang. [&hellip;]","og_url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2019\/07\/31\/gbpusd-tetap-tertekan-dibawah-1-2200-ditengah-ketakutan-akan-brexit-yang-keras\/","og_site_name":"Vibiznews.com","article_published_time":"2019-07-31T01:59:06+00:00","article_modified_time":"2019-07-31T03:00:56+00:00","og_image":[{"width":800,"height":533,"url":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/gbp-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Ricky Ferlianto","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Ricky Ferlianto","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2019\/07\/31\/gbpusd-tetap-tertekan-dibawah-1-2200-ditengah-ketakutan-akan-brexit-yang-keras\/","url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2019\/07\/31\/gbpusd-tetap-tertekan-dibawah-1-2200-ditengah-ketakutan-akan-brexit-yang-keras\/","name":"GBP\/USD Tetap Tertekan Dibawah 1.2200 Ditengah Ketakutan Akan Brexit Yang Keras - Vibiznews.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2019\/07\/31\/gbpusd-tetap-tertekan-dibawah-1-2200-ditengah-ketakutan-akan-brexit-yang-keras\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2019\/07\/31\/gbpusd-tetap-tertekan-dibawah-1-2200-ditengah-ketakutan-akan-brexit-yang-keras\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/gbp-1.jpg","datePublished":"2019-07-31T01:59:06+00:00","dateModified":"2019-07-31T03:00:56+00:00","author":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/b811bcd61ca0a8d804c6fcb701d110dc"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2019\/07\/31\/gbpusd-tetap-tertekan-dibawah-1-2200-ditengah-ketakutan-akan-brexit-yang-keras\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2019\/07\/31\/gbpusd-tetap-tertekan-dibawah-1-2200-ditengah-ketakutan-akan-brexit-yang-keras\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2019\/07\/31\/gbpusd-tetap-tertekan-dibawah-1-2200-ditengah-ketakutan-akan-brexit-yang-keras\/#primaryimage","url":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/gbp-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/gbp-1.jpg","width":800,"height":533},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2019\/07\/31\/gbpusd-tetap-tertekan-dibawah-1-2200-ditengah-ketakutan-akan-brexit-yang-keras\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/vibiznews.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"GBP\/USD Tetap Tertekan Dibawah 1.2200 Ditengah Ketakutan Akan Brexit Yang Keras"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#website","url":"https:\/\/vibiznews.com\/","name":"Vibiznews.com","description":"Berita Bisnis | Berita Komoditi | Berita Saham","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/vibiznews.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/b811bcd61ca0a8d804c6fcb701d110dc","name":"Ricky Ferlianto","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1c374f375f94633e3a6337396710d79?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1c374f375f94633e3a6337396710d79?s=96&d=mm&r=g","caption":"Ricky Ferlianto"},"description":"LIE RICKY FERLIANTO SE.Ak is an investment and financial consultant, active columnist in electronic and paper media and known as a best seller book writer. He was experience in futures business for 13 years in Futures Brokerage Firm and 3 years in Futures Exchange. Currently he is a Head Research of Vibiz Consulting.","url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/author\/ricky-ferlianto\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/417943","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/101021"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=417943"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/417943\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":417945,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/417943\/revisions\/417945"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/213219"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=417943"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=417943"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=417943"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}