{"id":426297,"date":"2019-12-01T20:05:05","date_gmt":"2019-12-01T13:05:05","guid":{"rendered":"https:\/\/www.vibiznews.com\/?p=426297"},"modified":"2019-12-01T20:39:28","modified_gmt":"2019-12-01T13:39:28","slug":"market-outlook-2-6-december-2019-ketidakpastian-nego-dagang-lagi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2019\/12\/01\/market-outlook-2-6-december-2019-ketidakpastian-nego-dagang-lagi\/","title":{"rendered":"Market Outlook, 2-6 December 2019  \u201cKetidakpastian Nego Dagang Lagi\u201d"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Vibiznews \u2013 Editor\u2019s Note) \u2013 Minggu lalu IHSG di pasar modal Indonesia terpantau berlanjut melorot di minggu kelimanya dengan indikasi <em>rebound<\/em> di area <em>oversold<\/em> muncul pada hari terakhirnya, sementara bursa kawasan Asia juga umumnya dalam bias melemah dengan masih tingginya tensi dagang AS &#8211; China. Secara mingguan IHSG ditutup melemah signifikan 1.45% ke level 6,011.830. Untuk minggu berikutnya (2-6 Desember 2019), IHSG kemungkinan berupaya <em>rebound<\/em> oleh <em>bargain hunting<\/em> di area <em>oversold<\/em>-nya, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance level di 6105 dan kemudian 6167, sedangkan support level di posisi 5939 dan kemudian 5767.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mata uang rupiah terhadap dollar AS pekan lalu terpantau melemah di minggu keempatnya dengan pergerakan yang lebih sempit, sementara dollar global juga cenderung <em>range-bound<\/em>, sehingga rupiah secara mingguan melemah terbatas 0.04% ke level Rp 14,105. Kurs USD\/IDR pada minggu mendatang diperkirakan agak landai, atau bias pergerakan terbatas bagi rupiah, dalam <em>range<\/em> antara resistance di level 14,135 dan 14,185, sementara support di level Rp14,009 dan Rp13,967.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk indikator ekonomi global, pada pekan mendatang ini akan diwarnai sejumlah data ekonomi penting. Secara umum sejumlah agenda rilis data ekonomi global yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Dari kawasan Amerika: berupa rilis data ISM Manufacturing PMI pada Senin malam; disambung dengan rilis ADP Non-Farm Employment Change dan ISM Non-Manufacturing PMI pada Rabu malam; berikutnya data Non-Farm Employment Change dan Unemployment Rate pada Jumat malam.<\/li>\n<li>Dari kawasan Eropa dan Inggris: berupa rilis data Final Manufacturing PMI Inggris pada Senin sore; diikuti dengan rilis Final Services PMI Inggris pada Rabu sore.<\/li>\n<li>Dari kawasan Asia Australia: berupa rilis data Caixin Manufacturing PMI China pada Senin pagi; dilanjutkan dengan rilis pengumuman Cash Rate dari RBA (Australia) pada Selasa pagi yang diperkirakan bertahan di level 0.75%.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pasar Forex<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar secara umum bergerak <em>range-bound<\/em> dalam rentang terbatas di antara ketidakpastian hasil negosiasi dagang AS \u2013 China, namun bertengger di satu minggu tertingginya vs yen, dimana indeks dolar AS secara mingguan berakhir melandai ke 98.27. Sementara itu, pekan lalu euro terhadap dollar terpantau melemah terbatas ke 1.1017. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level resistance pada 1.1140 dan kemudian 1.1180, sementara support pada 1.0941 dan 1.0879.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pound sterling minggu lalu terlihat menguat ke level 1.2928 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level resistance pada 1.2986 dan kemudian 1.3014, sedangkan support pada 1.2769 dan 1.2656. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir menguat ke level 109.51.\u00a0 Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 109.68 dan 109.94, serta support pada 108.25 serta level 107.89. Sementara itu, Aussie dollar terpantau melemah tipis ke level 0.6765. Range minggu ini akan berada di antara resistance level di 0.6836 dan 0.6930, sementara support level di 0.6723 dan 0.6707.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pasar Saham<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia secara umum <em>mixed<\/em> dengan bias melemah, terutama dipimpin bursa Hong Kong, oleh masih terus membayangnya tensi perang dagang. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau berakhir menguat ke level 23,293. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 23591 dan 24448, sementara support pada level 22726 dan lalu 22425. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir melemah ke level 26,346. Minggu ini akan berada antara level resistance di 27900 dan 28303, sementara support di 26203 dan 25976.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bursa saham Wall Street minggu lalu terpantau berakhir menguat dalam <em>gain<\/em> mingguan terbaiknya sejak Juni -yang disertai pencetakan rekor baru- oleh optimisme pasar terhadap persepakatan dagang AS \u2013 China, walau terakhirnya sempat mengambang lagi. Indeks Dow Jones secara mingguan menguat ke level 28,061.91, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 28175 dan 28230, sementara support di level 27675 dan 27517. Index S&amp;P 500 minggu lalu menguat ke level 3,140.98, dengan berikutnya\u00a0<em>range<\/em>\u00a0pasar antara resistance di level 3154 dan 3200, sementara support pada level 3091 dan 3065.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pasar Emas<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau <em>sideways<\/em> memasuki minggu ketiganya oleh ketidakjelasan perkembangan nego dagang AS-China dan terakhirnya naik tipis, sehingga harga emas spot menguat tipis ke level $1,466.48 per troy ons. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistant di $1478 dan berikut $1494, serta support pada $1445 dan $1438.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pasar investasi memang kerap bergerak tak terduga dan sebagian orang akan menyebutnya sebagai \u201c<em>anomali<\/em>\u201d atau juga \u201c<em>irrational<\/em>\u201d. Namun demikian, kalau Anda rajin ikuti ulasan <em>market outlook<\/em> ini, yang diasuh oleh pengamat dan pelaku pasar sesungguhnya, Anda kemungkinan besar akan sependapat bahwa banyak prediksi pergerakan pasar yang terbukti cukup akurat di kondisinya yang aktual. Bisa jadi, Anda sudah tersenyum menikmati sejumlah <em>profit<\/em> investasi selama ini. Syukurlah bila demikian. Bagi Anda yang belum menikmati <em>profit<\/em> investasi yang diharapkan, masih ada banyak kesempatan di depannya. Bersamalah kami terus, karena seperti Anda tahu, kami hadir demi sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Alfred Pakasi\/VBN\/MP Vibiz Consulting<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Editor: Asido<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Vibiznews \u2013 Editor\u2019s Note) \u2013 Minggu lalu IHSG di pasar modal Indonesia terpantau berlanjut melorot di minggu kelimanya dengan indikasi rebound di area oversold muncul pada hari terakhirnya, sementara bursa kawasan Asia juga umumnya dalam bias melemah dengan masih tingginya tensi dagang AS &#8211; China. Secara mingguan IHSG ditutup melemah signifikan 1.45% ke level 6,011.830. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":101011,"featured_media":425253,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"video","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[27,669,29,3,227,89],"tags":[1037],"class_list":["post-426297","post","type-post","status-publish","format-video","has-post-thumbnail","hentry","category-articles-of-the-week","category-column","category-economy-business","category-featured","category-market-outlook","category-media-center","tag-market-outlook-vibiznews","post_format-post-format-video"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Market Outlook, 2-6 December 2019 \u201cKetidakpastian Nego Dagang Lagi\u201d - Vibiznews.com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2019\/12\/01\/market-outlook-2-6-december-2019-ketidakpastian-nego-dagang-lagi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Market Outlook, 2-6 December 2019 \u201cKetidakpastian Nego Dagang Lagi\u201d - Vibiznews.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"(Vibiznews \u2013 Editor\u2019s Note) \u2013 Minggu lalu IHSG di pasar modal Indonesia terpantau berlanjut melorot di minggu kelimanya dengan indikasi rebound di area oversold muncul pada hari terakhirnya, sementara bursa kawasan Asia juga umumnya dalam bias melemah dengan masih tingginya tensi dagang AS &#8211; China. Secara mingguan IHSG ditutup melemah signifikan 1.45% ke level 6,011.830. [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2019\/12\/01\/market-outlook-2-6-december-2019-ketidakpastian-nego-dagang-lagi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Vibiznews.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-12-01T13:05:05+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2019-12-01T13:39:28+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/emerging-market-3.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"900\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Alfred Pakasi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Alfred Pakasi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2019\/12\/01\/market-outlook-2-6-december-2019-ketidakpastian-nego-dagang-lagi\/\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2019\/12\/01\/market-outlook-2-6-december-2019-ketidakpastian-nego-dagang-lagi\/\",\"name\":\"Market Outlook, 2-6 December 2019 \u201cKetidakpastian Nego Dagang Lagi\u201d - Vibiznews.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2019\/12\/01\/market-outlook-2-6-december-2019-ketidakpastian-nego-dagang-lagi\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2019\/12\/01\/market-outlook-2-6-december-2019-ketidakpastian-nego-dagang-lagi\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/emerging-market-3.jpg\",\"datePublished\":\"2019-12-01T13:05:05+00:00\",\"dateModified\":\"2019-12-01T13:39:28+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/4119de7dc5602d73054dba34b06d8fd1\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2019\/12\/01\/market-outlook-2-6-december-2019-ketidakpastian-nego-dagang-lagi\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2019\/12\/01\/market-outlook-2-6-december-2019-ketidakpastian-nego-dagang-lagi\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2019\/12\/01\/market-outlook-2-6-december-2019-ketidakpastian-nego-dagang-lagi\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/emerging-market-3.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/emerging-market-3.jpg\",\"width\":1200,\"height\":900},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2019\/12\/01\/market-outlook-2-6-december-2019-ketidakpastian-nego-dagang-lagi\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/vibiznews.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Market Outlook, 2-6 December 2019 \u201cKetidakpastian Nego Dagang Lagi\u201d\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/\",\"name\":\"Vibiznews.com\",\"description\":\"Berita Bisnis | Berita Komoditi | Berita Saham\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/vibiznews.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/4119de7dc5602d73054dba34b06d8fd1\",\"name\":\"Alfred Pakasi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bdb73850e7abfcbd46a9e4776116b51f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bdb73850e7abfcbd46a9e4776116b51f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Alfred Pakasi\"},\"description\":\"Alfred is the Managing Partner of Vibiz Consulting. Active consultant and writer in the field of banking, economics, investment and property. He is also known as a dynamic facilitator.\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/author\/alfred-pakasi\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Market Outlook, 2-6 December 2019 \u201cKetidakpastian Nego Dagang Lagi\u201d - Vibiznews.com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2019\/12\/01\/market-outlook-2-6-december-2019-ketidakpastian-nego-dagang-lagi\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Market Outlook, 2-6 December 2019 \u201cKetidakpastian Nego Dagang Lagi\u201d - Vibiznews.com","og_description":"(Vibiznews \u2013 Editor\u2019s Note) \u2013 Minggu lalu IHSG di pasar modal Indonesia terpantau berlanjut melorot di minggu kelimanya dengan indikasi rebound di area oversold muncul pada hari terakhirnya, sementara bursa kawasan Asia juga umumnya dalam bias melemah dengan masih tingginya tensi dagang AS &#8211; China. Secara mingguan IHSG ditutup melemah signifikan 1.45% ke level 6,011.830. [&hellip;]","og_url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2019\/12\/01\/market-outlook-2-6-december-2019-ketidakpastian-nego-dagang-lagi\/","og_site_name":"Vibiznews.com","article_published_time":"2019-12-01T13:05:05+00:00","article_modified_time":"2019-12-01T13:39:28+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":900,"url":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/emerging-market-3.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Alfred Pakasi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Alfred Pakasi","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2019\/12\/01\/market-outlook-2-6-december-2019-ketidakpastian-nego-dagang-lagi\/","url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2019\/12\/01\/market-outlook-2-6-december-2019-ketidakpastian-nego-dagang-lagi\/","name":"Market Outlook, 2-6 December 2019 \u201cKetidakpastian Nego Dagang Lagi\u201d - Vibiznews.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2019\/12\/01\/market-outlook-2-6-december-2019-ketidakpastian-nego-dagang-lagi\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2019\/12\/01\/market-outlook-2-6-december-2019-ketidakpastian-nego-dagang-lagi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/emerging-market-3.jpg","datePublished":"2019-12-01T13:05:05+00:00","dateModified":"2019-12-01T13:39:28+00:00","author":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/4119de7dc5602d73054dba34b06d8fd1"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2019\/12\/01\/market-outlook-2-6-december-2019-ketidakpastian-nego-dagang-lagi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2019\/12\/01\/market-outlook-2-6-december-2019-ketidakpastian-nego-dagang-lagi\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2019\/12\/01\/market-outlook-2-6-december-2019-ketidakpastian-nego-dagang-lagi\/#primaryimage","url":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/emerging-market-3.jpg","contentUrl":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/emerging-market-3.jpg","width":1200,"height":900},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2019\/12\/01\/market-outlook-2-6-december-2019-ketidakpastian-nego-dagang-lagi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/vibiznews.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Market Outlook, 2-6 December 2019 \u201cKetidakpastian Nego Dagang Lagi\u201d"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#website","url":"https:\/\/vibiznews.com\/","name":"Vibiznews.com","description":"Berita Bisnis | Berita Komoditi | Berita Saham","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/vibiznews.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/4119de7dc5602d73054dba34b06d8fd1","name":"Alfred Pakasi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bdb73850e7abfcbd46a9e4776116b51f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bdb73850e7abfcbd46a9e4776116b51f?s=96&d=mm&r=g","caption":"Alfred Pakasi"},"description":"Alfred is the Managing Partner of Vibiz Consulting. Active consultant and writer in the field of banking, economics, investment and property. He is also known as a dynamic facilitator.","url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/author\/alfred-pakasi\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/426297","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/101011"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=426297"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/426297\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":426301,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/426297\/revisions\/426301"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/425253"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=426297"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=426297"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=426297"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}