{"id":439641,"date":"2020-04-17T21:02:03","date_gmt":"2020-04-17T14:02:03","guid":{"rendered":"https:\/\/www.vibiznews.com\/?p=439641"},"modified":"2020-04-18T18:50:39","modified_gmt":"2020-04-18T11:50:39","slug":"update-perkembangan-dan-langkah-bi-17-april-2020-kebijakan-moneter-longgar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2020\/04\/17\/update-perkembangan-dan-langkah-bi-17-april-2020-kebijakan-moneter-longgar\/","title":{"rendered":"Update Perkembangan dan Langkah BI (17 April 2020): Kebijakan Moneter Longgar"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Vibiznews \u2013 Economy and Banking) &#8211; Mencermati kondisi perekonomian Indonesia khususnya sebagai dampak penyebaran COVID-19, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, pada Jumat (17\/4) menyampaikan 4 (empat) hal terkait perkembangan terkini dan kebijakan yang ditempuh Bank Indonesia, sebagai berikut :<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li><strong>Nilai tukar rupiah bergerak stabil dan cenderung menguat.<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">Rupiah hari ini (17\/4) diperdagangkan secara aktif di pasar, bergerak sekitar Rp15.480 \u2013 Rp15.515.\u00a0Bank Indonesia memandang level nilai tukar Rupiah secara fundamental \u201c<em>undervalued<\/em>\u201d, dan diprakirakan bergerak stabil dan cenderung menguat ke arah Rp15.000 per dolar AS pada akhir tahun 2020. Pergerakan nilai tukar rupiah yang bergerak stabil dan menguat menunjukan keyakinan pasar yang terus membaik. Terdapat 4 faktor yang mendukung stabilitas nilai tukar :<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">a) Pelaku pasar dalam dan luar negeri memiliki <em>confidence<\/em>karena Bank Indonesia selalu berada di pasar dan menempuh langkah-langkah yang diperlukan dalam menjaga stabilitas nilai tukar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">b) Mekanisme pasar berlangsung dengan baik, sehingga mengurangi kebutuhan Bank Indonesia untuk melakukan stabilisasi. Hal ini berdampak pada posisi cadangan devisa yang meningkat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">c) Selama 1 minggu terakhir khususnya pada periode 14-16 April 2020, terjadi aliran masuk modal asing (<em>inflow<\/em>) masing-masing sebesar Rp0,7 triliun (14\/4), Rp0,2 triliun (15\/4), Rp2 triliun (16\/4), <em>inflow<\/em>sebagian sebesar ke SBN. Secara historis periode 2011 \u2013 2019 di Indonesia,\u00a0<em>outflow<\/em>\u00a0relatif kecil dalam periode yang pendek\u00a0 dan diikuti dengan\u00a0<em>inflow<\/em>\u00a0yang besar dalam peiode yang panjang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Data menunjukkan rata-rata\u00a0\u00a0<em>outflow<\/em>\u00a0SBN sebesar Rp29,2 triliun dalam waktu 4 (empat) bulan dan diikuti\u00a0<em>inflow\u00a0<\/em>SBN sebesar Rp229,1 triliun dalam waktu 21 bulan. Hal tersebut mendasari keyakinan bahwa meskipun saat ini terjadi\u00a0<em>outflow\u00a0\u00a0<\/em>sebagai dampak dari COVID-19, Bank Indonesia meyakini pasca penyebaran COVID-19 akan terjadi\u00a0<em>inflow<\/em>\u00a0yang lebih besar<em>\u00a0<\/em>dalam periode waktu yang lebih lama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>d) Confidence <\/em>yang membaik didukung langkah-langkah yang ditempuh dari berbagai negara di dunia, baik dalam penanganan COVID-19 maupun stimulus fiskal dan moneter yang besar, termasuk di Indonesia. Hal itu terlihat pada stimulus fiskal (kenaikan defisit fiskal) Pemerintah,\u00a0<em>quantitative easing<\/em>dari Bank Indonesia dan kebijakan relaksasi kredit dari OJK.<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\" start=\"2\">\n<li><strong>Defisit transaksi berjalan triwulan-I 2020 lebih rendah dari 1,5% PDB. Hal itu didukung 3 faktor, yaitu :<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">a) Neraca perdagangan yang membaik. COVID-19 berdampak pada penurunan ekspor akibat melambatnya permintaan dunia, terganggunya rantai penawaran global, serta rendahnya harga komoditas global. Namun penurunan impor juga besar karena aktivas produksi dalam negeri juga menurun. Neraca perdagangan Indonesia Maret 2020\u00a0 surplus 743,4 juta dolar AS.\u00a0 Dengan perkembangan tersebut, neraca perdagangan Indonesia pada triwulan I 2020\u00a0 surplus 2,62 miliar dolar AS.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">b) Defisit neraca jasa juga diprakirakan lebih rendah, didorong oleh penurunan devisa untuk biaya transportasi impor. Sekitar 8% dari nilai impor dipergunakan untuk <em>freight<\/em><em>and insurance<\/em>. Impor yang menurun cukup tajam berdampak pada kebutuhan untuk\u00a0<em>freight and insurance<\/em>\u00a0juga menurun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">c) Penerimaan devisa pariwisata jauh lebih rendah dari perkiraan sebelumnya. Perhitungan yang dilakukan sebelumnya hanya memperhitungkan penurunan devisa pariwisata dari sisi jumlah wisatawan asing yang masuk. Namun, dalam perkembangannya terdapat pembatasan bepergian ke luar negeri termasuk pelaksanaan umroh, sehingga mengurangi penggunaan devisa dari wisatawan nusantara yang tidak jadi ke luar negeri. Penurunan devisa untuk wisatawan asing yang masuk sekitar 2 miliar dolar AS. Sementara itu,\u00a0 penurunan devisa yang keluar dari wisatawan nusantara yang tidak jadi ke luarnegeri sekitar 1,6 miliar dolar AS.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Defisit transaksi berjalan di Triwulan II dan III 2020 diprakirakan akan rendah\u00a0 seiring dampak penyebaran COVID-19 terhadap kegiatan ekonomi, dan diprakirakan dalam keseluruhan tahun 2020, defisit transaksi berjalan akan rendah.<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\" start=\"3\">\n<li><strong><em>Stance <\/em>Kebijakan Bank Indonesia adalah longgar.<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada RDG bulan April 2020 lalu, Bank Indonesia tetap mempertahankan suku bunga bunga acuan (BI-7DRRR) dengan pertimbangan BI-7DRRR telah diturunkan sebanyak 2 kali serta prioritas untuk tetap menjaga stabilitas nilai tukar.<strong>\u00a0<\/strong>Namun,<strong>\u00a0<\/strong>Bank Indonesia tetap\u00a0melihat adanya ruang penurunan suku bunga dengan rendahnya tekanan inflasi dan perlunya mendorong pertumbuhan ekonomi. Bentuk pelonggaran kebijakan yang dilakukan oleh Bank Indonesia berupa\u00a0<em>quantitative easing<\/em>, relaksasi kebijakan makroprudensial,\u00a0 dan akselerasi digital sistem pembayaran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Efektif mulai 1 Mei 2020, GWM\u00a0Rupiah untuk Bank Umum Konvensional (BUK) turun 200 bps atau 2%, hal tersebut akan menambah likuiditas sebesar Rp102 triliun. Selain itu, Bank Indonesia juga tidak memberlakukan kewajiban tambahan Giro untuk pemenuhan Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM)\u00a0baik terhadap BUK dan Bank Umum Syariah\/Unit Usaha Syariah (BUS\/UUS) untuk periode 1 (satu) tahun, hal tersebut menambah likuiditas Rp15,8 triliun. Secara total, <em>quantitative easing\u00a0<\/em>Bank Indonesia hampir sebesar Rp420 triliun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada saat yang sama, Bank Indonesia memperkuat manajemen likuiditas perbankan dengan menaikkan Rasio Penyangga Likuiditas Makroprudensial (PLM) sebesar 200 bps untuk BUK yang wajib dipenuhi melalui pembelian SUN\/SBSN yang akan diterbitkan oleh Pemerintah di pasar perdana. Hal tersebut akan menambah likuiditas Bank, sekaligus mendukung kebutuhan pembiayaan fiskal\u00a0 dan sejalan dengan langkah\u00a0<em>quantitative easing\u00a0<\/em>Bank Indonesia.\u00a0 Apabila Bank membutuhkan likuiditas, dapat menjual SBN dengan repo ke Bank Indonesia.<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\" start=\"4\">\n<li><strong>Mekanisme pembelian SBN di pasar perdana oleh BI sebagai <em>last resort<\/em> akan mengacu pada\u00a0 prinsip<\/strong>dimana<strong>\u00a0<\/strong>Pemerintah akan memaksimalkan terlebih dahulu sumber-sumber dana yang ada\u00a0 seperti silpa,\u00a0<em>endowment fund<\/em>,\u00a0 loan ADB dan World Bank. Selanjutnya Pemerintah akan menerbitkan SBN. Bank Indonesia akan membeli SBN dimaksud apabila tidak\u00a0terserap oleh pasar.<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">Terkait inflasi, Bank Indonesia memprakirakan inflasi pada periode April-Mei 2020 yang bertepatan dengan bulan Ramadhan dan Idul Fitri akan lebih rendah dari\u00a0 pola historisnya.\u00a0Ada 4 faktor\u00a0 yang mendasari hal tersebut, yaitu :<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Permintaan konsumsi akan lebih rendah terkait berbagai Pembatasan Sosial Berskala Besar di berbagai daerah.\u00a0 Hal itu mengurangi mobilitas sosial yang\u00a0 berdampak pada berkurangnya aktivitas fisik sehingga mengurangi pola konsumsi.<\/li>\n<li>Pemerintah akan memastikan pasokan\u00a0 barang kebutuhan\u00a0 pokok, termasuk melalui peran\u00a0 TPI\/TPID.<\/li>\n<li>Kondisi ekonomi secara keseluruhan menurun sehingga berdampak pada ekspektasi inflasi yang\u00a0 rendah.<\/li>\n<li>Nilai tukar\u00a0 stabil dengan harga komoditas rendah sehingga\u00a0<em>exchange rate pass through\u00a0<\/em>dan\u00a0<em>imported inflation\u00a0<\/em>rendah.<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cBank Indonesia\u00a0 akan terus memperkuat koordinasi ini dengan Pemerintah dan OJK untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran COVID-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu, serta langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan,\u201d pungkas Gubernur BI, Perry Warjiyo, melalui <em>live streaming<\/em> kepada media, Jumat ini (17\/4).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Alfred Pakasi\/VBN\/MP Vibiz Consulting<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Editor: Asido<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Vibiznews \u2013 Economy and Banking) &#8211; Mencermati kondisi perekonomian Indonesia khususnya sebagai dampak penyebaran COVID-19, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, pada Jumat (17\/4) menyampaikan 4 (empat) hal terkait perkembangan terkini dan kebijakan yang ditempuh Bank Indonesia, sebagai berikut : Nilai tukar rupiah bergerak stabil dan cenderung menguat. Rupiah hari ini (17\/4) diperdagangkan secara aktif di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":101011,"featured_media":439659,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"video","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[27,353,29,3,89],"tags":[],"class_list":["post-439641","post","type-post","status-publish","format-video","has-post-thumbnail","hentry","category-articles-of-the-week","category-banking-insurance","category-economy-business","category-featured","category-media-center","post_format-post-format-video"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Update Perkembangan dan Langkah BI (17 April 2020): Kebijakan Moneter Longgar - Vibiznews.com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2020\/04\/17\/update-perkembangan-dan-langkah-bi-17-april-2020-kebijakan-moneter-longgar\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Update Perkembangan dan Langkah BI (17 April 2020): Kebijakan Moneter Longgar - Vibiznews.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"(Vibiznews \u2013 Economy and Banking) &#8211; Mencermati kondisi perekonomian Indonesia khususnya sebagai dampak penyebaran COVID-19, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, pada Jumat (17\/4) menyampaikan 4 (empat) hal terkait perkembangan terkini dan kebijakan yang ditempuh Bank Indonesia, sebagai berikut : Nilai tukar rupiah bergerak stabil dan cenderung menguat. Rupiah hari ini (17\/4) diperdagangkan secara aktif di [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2020\/04\/17\/update-perkembangan-dan-langkah-bi-17-april-2020-kebijakan-moneter-longgar\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Vibiznews.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-04-17T14:02:03+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2020-04-18T11:50:39+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/maxresdefault-3.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"720\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Alfred Pakasi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Alfred Pakasi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2020\/04\/17\/update-perkembangan-dan-langkah-bi-17-april-2020-kebijakan-moneter-longgar\/\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2020\/04\/17\/update-perkembangan-dan-langkah-bi-17-april-2020-kebijakan-moneter-longgar\/\",\"name\":\"Update Perkembangan dan Langkah BI (17 April 2020): Kebijakan Moneter Longgar - Vibiznews.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2020\/04\/17\/update-perkembangan-dan-langkah-bi-17-april-2020-kebijakan-moneter-longgar\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2020\/04\/17\/update-perkembangan-dan-langkah-bi-17-april-2020-kebijakan-moneter-longgar\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/maxresdefault-3.jpg\",\"datePublished\":\"2020-04-17T14:02:03+00:00\",\"dateModified\":\"2020-04-18T11:50:39+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/4119de7dc5602d73054dba34b06d8fd1\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2020\/04\/17\/update-perkembangan-dan-langkah-bi-17-april-2020-kebijakan-moneter-longgar\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2020\/04\/17\/update-perkembangan-dan-langkah-bi-17-april-2020-kebijakan-moneter-longgar\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2020\/04\/17\/update-perkembangan-dan-langkah-bi-17-april-2020-kebijakan-moneter-longgar\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/maxresdefault-3.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/maxresdefault-3.jpg\",\"width\":1280,\"height\":720},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2020\/04\/17\/update-perkembangan-dan-langkah-bi-17-april-2020-kebijakan-moneter-longgar\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/vibiznews.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Update Perkembangan dan Langkah BI (17 April 2020): Kebijakan Moneter Longgar\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/\",\"name\":\"Vibiznews.com\",\"description\":\"Berita Bisnis | Berita Komoditi | Berita Saham\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/vibiznews.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/4119de7dc5602d73054dba34b06d8fd1\",\"name\":\"Alfred Pakasi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bdb73850e7abfcbd46a9e4776116b51f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bdb73850e7abfcbd46a9e4776116b51f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Alfred Pakasi\"},\"description\":\"Alfred is the Managing Partner of Vibiz Consulting. Active consultant and writer in the field of banking, economics, investment and property. He is also known as a dynamic facilitator.\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/author\/alfred-pakasi\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Update Perkembangan dan Langkah BI (17 April 2020): Kebijakan Moneter Longgar - Vibiznews.com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2020\/04\/17\/update-perkembangan-dan-langkah-bi-17-april-2020-kebijakan-moneter-longgar\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Update Perkembangan dan Langkah BI (17 April 2020): Kebijakan Moneter Longgar - Vibiznews.com","og_description":"(Vibiznews \u2013 Economy and Banking) &#8211; Mencermati kondisi perekonomian Indonesia khususnya sebagai dampak penyebaran COVID-19, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, pada Jumat (17\/4) menyampaikan 4 (empat) hal terkait perkembangan terkini dan kebijakan yang ditempuh Bank Indonesia, sebagai berikut : Nilai tukar rupiah bergerak stabil dan cenderung menguat. Rupiah hari ini (17\/4) diperdagangkan secara aktif di [&hellip;]","og_url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2020\/04\/17\/update-perkembangan-dan-langkah-bi-17-april-2020-kebijakan-moneter-longgar\/","og_site_name":"Vibiznews.com","article_published_time":"2020-04-17T14:02:03+00:00","article_modified_time":"2020-04-18T11:50:39+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":720,"url":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/maxresdefault-3.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Alfred Pakasi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Alfred Pakasi","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2020\/04\/17\/update-perkembangan-dan-langkah-bi-17-april-2020-kebijakan-moneter-longgar\/","url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2020\/04\/17\/update-perkembangan-dan-langkah-bi-17-april-2020-kebijakan-moneter-longgar\/","name":"Update Perkembangan dan Langkah BI (17 April 2020): Kebijakan Moneter Longgar - Vibiznews.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2020\/04\/17\/update-perkembangan-dan-langkah-bi-17-april-2020-kebijakan-moneter-longgar\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2020\/04\/17\/update-perkembangan-dan-langkah-bi-17-april-2020-kebijakan-moneter-longgar\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/maxresdefault-3.jpg","datePublished":"2020-04-17T14:02:03+00:00","dateModified":"2020-04-18T11:50:39+00:00","author":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/4119de7dc5602d73054dba34b06d8fd1"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2020\/04\/17\/update-perkembangan-dan-langkah-bi-17-april-2020-kebijakan-moneter-longgar\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2020\/04\/17\/update-perkembangan-dan-langkah-bi-17-april-2020-kebijakan-moneter-longgar\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2020\/04\/17\/update-perkembangan-dan-langkah-bi-17-april-2020-kebijakan-moneter-longgar\/#primaryimage","url":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/maxresdefault-3.jpg","contentUrl":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/maxresdefault-3.jpg","width":1280,"height":720},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2020\/04\/17\/update-perkembangan-dan-langkah-bi-17-april-2020-kebijakan-moneter-longgar\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/vibiznews.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Update Perkembangan dan Langkah BI (17 April 2020): Kebijakan Moneter Longgar"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#website","url":"https:\/\/vibiznews.com\/","name":"Vibiznews.com","description":"Berita Bisnis | Berita Komoditi | Berita Saham","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/vibiznews.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/4119de7dc5602d73054dba34b06d8fd1","name":"Alfred Pakasi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bdb73850e7abfcbd46a9e4776116b51f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bdb73850e7abfcbd46a9e4776116b51f?s=96&d=mm&r=g","caption":"Alfred Pakasi"},"description":"Alfred is the Managing Partner of Vibiz Consulting. Active consultant and writer in the field of banking, economics, investment and property. He is also known as a dynamic facilitator.","url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/author\/alfred-pakasi\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/439641","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/101011"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=439641"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/439641\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":439657,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/439641\/revisions\/439657"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/439659"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=439641"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=439641"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=439641"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}