{"id":443287,"date":"2020-05-28T21:57:36","date_gmt":"2020-05-28T14:57:36","guid":{"rendered":"https:\/\/www.vibiznews.com\/?p=443287"},"modified":"2020-05-29T09:59:45","modified_gmt":"2020-05-29T02:59:45","slug":"update-perekonomian-dan-langkah-bi-hadapi-covid-19-28-mei-indikator-ekonomi-koordinasi-kebijakan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2020\/05\/28\/update-perekonomian-dan-langkah-bi-hadapi-covid-19-28-mei-indikator-ekonomi-koordinasi-kebijakan\/","title":{"rendered":"Update Perekonomian dan Langkah BI Hadapi COVID-19 (28 Mei); Indikator Ekonomi, Koordinasi Kebijakan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Vibiznews \u2013 Economy &amp; Banking) &#8211; Mencermati kondisi perekonomian Indonesia khususnya sebagai dampak penyebaran COVID-19, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, pada\u00a0Kamis\u00a0(28\/5) menyampaikan\u00a02 (dua) hal terkait perkembangan\u00a0indikator ekonomi\u00a0terkini dan kebijakan\u00a0yang ditempuh Bank Indonesia,\u00a0sebagai berikut :<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>A).\u00a0\u00a0\u00a0Perkembangan Indikator Ekonomi<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li><strong>Inflasi terkendali dan rendah di kisaran sasaran 3\u00b11%.<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu IV Mei 2020, inflasi Mei 2020 diperkirakan sebesar 0,09% (mtm), lebih rendah dari tahun sebelumnya.\u00a0\u00a0secara tahunan sebesar\u00a02,21%\u00a0(yoy). Inflasi di bulan Ramadan dan Idul Fitri 2019 sangat rendah, hal ini didorong oleh:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">a)\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Penurunan permintaan masyarakat akibat pandemiCovid-19, termasuk dari sisi pendapatan masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">b)\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Rendahnya harga komoditas global yang memengaruhi harga barang impor (<em>imported inflation<\/em>).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">c)\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Stabilitas nilai tukar yang tetap terjaga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">d)\u00a0 Ekspektasi inflasi terjaga dengan baik yang menunjukkan koordinasi antara pemerintah dan Bank Indonesia, baik di pusat maupun daerah,\u00a0\u00a0berjalan sangat baik sehingga harga barang terkendali serta pasokan barang dan jasa\u00a0\u00a0terjaga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perkembangan tersebut mendukung keyakinan bahwa inflasi\u00a02020\u00a0akan terkendali dan rendah\u00a0di kisaran sasaran 3\u00b11%.<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\" start=\"2\">\n<li><strong>Defisit Transaksi Berjalan<\/strong><strong>\u00a0Triwulan\u00a0<\/strong><strong>I 2020 membaik\u00a0sehingga\u00a0<\/strong><strong>ketahanan eksternal\u00a0terjaga<\/strong>.<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">Defisit transaksi berjalan sebesar 3,9 miliar dolar AS (1,4% dari PDB), jauh lebih rendah dari defisit pada triwulan sebelumnya yang mencapai 8,1 miliar dolar AS (2,8% dari PDB). Penurunan defisit transaksi berjalan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu :<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">a)Peningkatan surplus neraca perdagangan barang dipengaruhi oleh penurunan impor seiring dengan permintaan domestik yang melambat, sehingga mengurangi dampak penurunan ekspor akibat kontraksi pertumbuhan ekonomi dunia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">b)Penurunan defisit neraca jasa, dipengaruhi oleh penurunan defisit jasa transportasi sejalan dengan penurunan impor barang, di tengah penurunan surplus jasa travel akibat berkurangnya kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">c)Penurunan neraca pendapatan primer sejalan dengan penurunan\u00a0kebutuhan\u00a0pembayaran bunga dan dividen akibat terjadinya\u00a0<em>capital\u00a0<\/em><em>outflow<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>3. Aliran modal asing kembali masuk\u00a0\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Aliran modal asing mencatat\u00a0<em>inflow<\/em>\u00a0pada SBN\u00a0sebesar Rp6,15 triliun\u00a0pada minggu II Mei 2020, meningkat dibandingkan\u00a0dengan minggu I Mei 2020 yang tercatat\u00a0inflow\u00a0sebesar Rp2,97 triliun. Hal ini membuktikan dengan meredanya\u00a0kepanikan global dan langkah-langkah penangangan\u00a0pandemic\u00a0COVID-19\u00a0di Indonesia, terjadi peningkatan\u00a0<em>inflow\u00a0<\/em>\u00a0SBN. Namun disisi lain, saham masih mencatat <em>outflow<\/em> di minggu II Mei 2020 sebesar Rp2,72 trilliun. Hal ini didorong oleh kondisi pasar\u00a0saham\u00a0global yang belum membaik.<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\" start=\"4\">\n<li><strong>Yield SBN 10 tahun menurun<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yield SBN yang diperdagangkan di pasar sekunder mengalami penurunan sejalan dengan peningkatan <em>confindence dan\u00a0\u00a0<\/em>meningkatnya\u00a0<em>inflow<\/em>. Sebelum pandemi COVID-19,\u00a0<em>yield<\/em>\u00a0SBN sebesar 8% dan pada\u00a0\u00a015 Mei 2020\u00a0\u00a0\u00a0turun menjadi 7,76%, kemudian pada\u00a0\u00a026 Mei 2020 turun menjadi 7,22%.\u00a0Perbedaan suku bunga\u00a0yang\u00a0tinggi\u00a0sebesar 6,7%,\u00a0antara\u00a0<em>yield\u00a0<\/em>SBN 10 tahun\u00a0\u00a0dan obligasi pemerintah AS\u00a010 tahun, menarik untuk investor.<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\" start=\"5\">\n<li><strong>Nilai tukar Rupiah bergerak stabil dan cenderung menguat ke level fundamental.<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nilai tukar (27\/5) ditutup menguat Rp14.670 per dollar AS atau menguat Rp60 perdolar dan hari ini (28\/5) diperdagangkan stabil pada level Rp14.700. Hal ini memberikan keyakinan bahwa nilai tukar rupiah akan terus menguat menuju ke arah tingkat fundamentalnya, dipengaruhi oleh :<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">a)\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Inflasi yang rendah dan terkendali dalam kisaran sasaran 3\u00b11%.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">b)\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Defisit transaksi berjalan\u00a0yang rendah<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">c)\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Aliran masuk modal asing<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">d)\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Imbal hasil yang menarik seiring tingginya perbedaan suku bunga (<em>yield spread<\/em>)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kondisi nilai tukar rupiah masih\u00a0<em>undervalued\u00a0<\/em>dan belum menguat ke tingkat fundamentalnya.\u00a0\u00a0Hal itu disebabkan oleh faktor premi risiko seiring ketidakpastian di pasar keuangan global. Premi risiko antara lain diukur melalui\u00a0CDS (<em>Credit Default Swaps<\/em>)\u00a0<sup>[1]<\/sup>. Sebelum pandemi COVID-19, premi CDS Indonesia sebesar 66 bps, dan pada puncak pandemi COVID-19 pada minggu II dan III Maret 2020, premi CDS Indonesia sebesar 245 bps. Seiring dengan meredanya kepanikan pasar keuangan global dan langkah-langkah antisipasi penyebaran COVID-19, premi CDS Indonesia sekarang menurun menjadi 160 bps. Premi risiko ini diperkirakan akan menurun ke depan.<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\" start=\"6\">\n<li><strong>Cadangan devisa<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir April 2020 sebesar 127,9 miliar dolar AS, meningkat dibandingkan dengan posisi akhir Maret 2020 sebesar 121,0 miliar dolar AS. Cadangan devisa diperkirakan akan meningkat pada akhir bulan Mei 2020.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>B).\u00a0\u00a0\u00a0Koordinasi Kebijakan dalam Pemulihan Ekonomi Nasional<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam penanganan COVID-19 terdapat protokol penanganan COVID 19 yang perlu dilakukan, termasuk pelaksanaan\u00a0Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), yang berdampak pada penurunan aktivitas ekonomi. Pemerintah, Bank Indonesia,\u00a0Otoritas Jasa Keuangan (OJK),\u00a0Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), perbankan dan dunia usaha\u00a0terus memperkuat koordinasi dalam mendorong\u00a0\u00a0pemulihan ekonomi nasional.\u00a0\u00a0Dalam konteks\u00a0Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), koordinasi yang dilakukan sesuai dengan kewenangan yang dimiliki oleh masing-masing lembaga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Terdapat 5 kebijakan Bank Indonesia untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional, yaitu menjaga stabiliasi nilai tukar rupiah, menurunkan suku bunga BI 7-days Reverse Repo Rate (BI-7DRR), menyediakan dana likuditas antara lain melalui repo SBN dan penurunan GWM, pelonggaran kebijakan makroprudensial serta menjaga kelancaran sistem pembayaran baik tunai maupun nontunai.<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li><strong>Koordinasi Kebijakan Pemerintah, Bank Indonesia, OJK dan LPS untuk Pemulihan Ekonomi<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bank Indonesia telah melakukan injeksi likuiditas ke perbankan yang secara total mencapai sekitar Rp583,5 triliun, antara lain melalui pembelian SBN dari pasar sekunder, penyediaan likuiditas ke perbankan melalui mekanisme\u00a0<em>term-repurchase agreement<\/em>\u00a0(repo), penurunan GWM, FX Swap,\u00a0dan tidak mewajibkan tambahan\u00a0\u00a0giro bagi yang tidak memenuhi RIM.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemulihan Ekonomi Nasional\u00a0memerlukan dukungan stimulus fiskal dari Pemerintah. Hal itu dilakukan dengan menaikkan defist APBN seiring meningkatnya kebutuhan untuk belanja sosial, subsidi, insentif industri dan lainnya.\u00a0\u00a0Hal ini memerlukan dukungan pembiayaan terkait defisit APBN yang meingkat. Berdasarkan UU No.2 tahun 2020 (Sebelumnya Perppu No.1 Tahun 2020), Bank Indonesia dapat membeli SBN di pasar perdana untuk mendukung kebutuhan pembiayaan tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, kondisi dunia usaha yang menurun berdampak pada perlunya dukungan terhadap perbankan dalam mendukung\u00a0Pemulihan Ekonomi Nasional. Dalam hal ini, OJK telah mengatur terkait restrukturisasi\u00a0kredit oleh perbankan\u00a0\u00a0dalam mendukung dunia usaha, termasuk UMKM.\u00a0\u00a0Hal tersebut memerlukan dukungan likuiditas\u00a0\u00a0bagi\u00a0\u00a0perbankan\u00a0yang memadai.\u00a0\u00a0Bank Indonesia berperan dalam memberikan dukungan likuiditas, termasuk melalui penyediaan repo\u00a0SBN. Satu hal yang perlu digarisbawahi adalah tidak benar ada pendapat yang menyebutkan bahwa\u00a0\u00a0dana pemulihan ekonomi untuk restrukturisasi kredit oleh perbankan dipenuhi langsung melalui mekanisme pengajuan PLJP\/PLJPS oleh perbankan. Pengajuan PLJP\/PLJPS adalah tahap paling akhir dari 4 (empat) tahap penyediaan likuiditas dari Bank Indonesia kepada perbankan untuk rekstrukturisasi kredit.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Adapun mekanisme penyediaan likuiditas oleh Bank Indonesia baik dalam mendukung pembiayaan defisit fiskal dan dukungan terkait restrukturisasi kredit oleh perbankan diatur sebagaimana penjelasan butir 2.a dan 2.b berikut.<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\" start=\"2\">\n<li><strong>Mekanisme Pembiayaan untuk Program Pemulihan Ekonomi Nasional<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">a). Mekanisme pembelian SBN di pasar Perdana oleh Bank Indonesia untuk Pembiayaan Umum APBN &#8211; <em>Above The Line<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sesuai keputusan bersama Menkeu dan GBI, pembelian SUN\/SBSN oleh Bank Indonesia di pasar perdana mendasarkan praktek umum dan melalui mekanisme pasar secara wajar agar transparansi dan tata kelola dapat terjaga. Mekanisme pembelian SUN\/SBSN di pasar Perdana, dibagi menjadi 3 (tiga) tahap, yaitu:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(i)\u00a0\u00a0\u00a0Tahap 1 : Bank Indonesia sebagai non \u2013\u00a0<em>competitive bidder\u00a0<\/em>dalam pembelian SUN\/SBSN di pasar perdana, dengan ketentuan sebagai berikut :<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"list-style-type: none;\">\n<ul>\n<li>Yield sesuai Rerata Tertimbang (RRT) hasil lelang perdana hari yang sama.<\/li>\n<li>Maksimal<em>bidding<\/em>\u00a0SUN yaitu 25% dari target lelang maksimum, dan maksimal\u00a0<em>bidding\u00a0<\/em>SBSN &gt; 1 tahun yaitu 30% dari target lelang maksimum.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">(ii)\u00a0\u00a0Tahap 2 : pelaksanaan\u00a0<em>green shoe option\u00a0<\/em>(lelang tambahan), dengan ketentuan sebagai berikut :<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"list-style-type: none;\">\n<ul>\n<li>Yield sesuai RRT hasil lelang perdana hari sebelumnya.<\/li>\n<li>Jika\u00a0<em>bid\u00a0<\/em>yang masuk lebih rendah dari target lelang, maka maksimal penawaran sama dengan penawaran sebelumnya.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">(iii)\u00a0\u00a0Tahap 3 : pelaksanaan\u00a0<em>private placement<\/em>, dengan ketentuan sebagai berikut :<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"list-style-type: none;\">\n<ul>\n<li>Mengacu pada harga pasar terkini dari Penilai Harga Efek Indonesia (<em>PHEI<\/em>)<\/li>\n<li>Pelaksanaan\u00a0<em>private placement<\/em>dilakukan jika pemerintah ingin menambah pembiayaan dan dengan\u00a0<em>term and condition\u00a0<\/em>sesuai kesepakatan.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bank Indonesia memberikan remunerasi bunga atas rekening pemerintah sebagai wujud\u00a0<em>burden sharing<\/em>\u00a0BI untuk mengurangi beban APBN.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pembelian SBN oleh Bank Indonesia di pasar Perdana sebagai tindak lanjut UU No. 2 Tahun 2020 sebesar Rp23,98 triliun\u00a0\u00a0dan di pasar sekunder untuk stabilisasi pasar sebersar Rp166,21 triliun.\u00a0Posisi kepemilikan SBN oleh BI per 26 Mei 2020 sebesar Rp443,48 triliun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">b). Mekanisme pendanaan Pemulihan Ekonomi Nasional dan Pembiayaan APBN &#8211; <em>Below The Line<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bank Indonesia menyediakan likuiditas kepada perbankan melalui repo SBN untuk pendanaan restrukturisasi kredit dalam pemulihan ekonomi nasional. Dalam hal SBN tidak mencukupi, bank dapat mengajukan penempatan dana kepada Pemerintah, yang dananya dari pembelian SBN oleh Bank Indonesia\u00a0(<em>below the line)<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sesuai dengan PP No. 23\/2020, penempatan dana\u00a0Pemerintah\u00a0di Bank Peserta dilakukan apabila SBN bank yang direpo ke Bank Indonesia sudah tidak mencukupi,\u00a0dengan kriteria bank pelaksana merupakan bank kategori sehat berdasarkan penilaian tingkat kesehatan bank oleh OJK dan memiliki SBN, Sertifikat Deposito Bank lndonesia, Sertifikat Bank Indonesia, Sukuk Bank Indonesia, dan Sertifikat Bank Indonesia Syariah yang belum direpokan tidak lebih dari 6% (enam persen) dari dana pihak ketiga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penyediaan likuiditas dari Bank Indonesia kepada perbankan untuk rekstrukturisasi kredit melalui mekanisme:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(i)\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Tahap 1 :\u00a0\u00a0Repo SBN<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px; text-align: justify;\">Total SBN yang dimiliki perbankan per 14 Mei 2020 sebesar Rp886,0 triliun. Setelah mempertimbangkan pemenuhan PLM bank, terdapat sekitar Rp563,6 triliun yang perlu direpokan ke Bank Indonesia sebelum dapat mengajukan penempatan dana Pemerintah. Posisi repo SBN perbankan ke Bank Indonesia saat ini Rp43,9 Triliun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(ii)\u00a0\u00a0\u00a0Tahap 2 : Penempatan dana Pemerintah yang dilakukan sesuai PP 23\/2020.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(iii)\u00a0\u00a0Tahap 3 : Repo SBN\u00a0\u00a0Penyangga Likuditas Makropridensial<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"list-style-type: none;\">\n<ul>\n<li>Sesuai ketentuan BI (Penyangga Likuiditas Makroprudensial\/ PLM), bank wajib memiliki SBN minimal 6% DPK (<strong>Rp330 triliun<\/strong>) untuk manajemen likuiditas, di samping GWM 3,5% DPK.<\/li>\n<li>Seluruh SBN sebesar Rp 330 triliun tersebut masih dapat direpokan dalam\u00a0<strong>operasi moneter sesuai UUBI\u00a0<\/strong>sebelum ajukan PLJP\/PLJPS.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">(iv)\u00a0Tahap 4 : PLJP\/PLJPS sesuai UU No. 2 Tahun 2020<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bank dapat mengajukan mekanisme PLJP\/S apabila SBN yang sudah direpokan hampir habis.\u00a0<strong>Sesuai UU No. 2\/2020<\/strong>, PLJP\/S hanya untuk bank yang solvabel dan tingkat kesehatan penuhi persyaratan penilaian OJK serta mempunyai kemampuan membayar kembali dan dijamin aset kredit lancar yang telah didaftarkan ke Bank Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cBank Indonesia\u00a0\u00a0akan terus memperkuat koordinasi ini dengan Pemerintah dan OJK untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran COVID-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu, serta langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan,\u201d pungkas Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, dalam <em>video conference<\/em> kepada media, Kamis (28\/5).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>\u00a0<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Alfred Pakasi\/VBN\/MP Vibiz Consulting<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Editor: Asido<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Vibiznews \u2013 Economy &amp; Banking) &#8211; Mencermati kondisi perekonomian Indonesia khususnya sebagai dampak penyebaran COVID-19, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, pada\u00a0Kamis\u00a0(28\/5) menyampaikan\u00a02 (dua) hal terkait perkembangan\u00a0indikator ekonomi\u00a0terkini dan kebijakan\u00a0yang ditempuh Bank Indonesia,\u00a0sebagai berikut : A).\u00a0\u00a0\u00a0Perkembangan Indikator Ekonomi Inflasi terkendali dan rendah di kisaran sasaran 3\u00b11%. Berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu IV Mei 2020, inflasi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":101011,"featured_media":443289,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"video","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[27,353,179,29,3,89],"tags":[],"class_list":["post-443287","post","type-post","status-publish","format-video","has-post-thumbnail","hentry","category-articles-of-the-week","category-banking-insurance","category-bond-mutual","category-economy-business","category-featured","category-media-center","post_format-post-format-video"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Update Perekonomian dan Langkah BI Hadapi COVID-19 (28 Mei); Indikator Ekonomi, Koordinasi Kebijakan - Vibiznews.com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2020\/05\/28\/update-perekonomian-dan-langkah-bi-hadapi-covid-19-28-mei-indikator-ekonomi-koordinasi-kebijakan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Update Perekonomian dan Langkah BI Hadapi COVID-19 (28 Mei); Indikator Ekonomi, Koordinasi Kebijakan - Vibiznews.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"(Vibiznews \u2013 Economy &amp; Banking) &#8211; Mencermati kondisi perekonomian Indonesia khususnya sebagai dampak penyebaran COVID-19, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, pada\u00a0Kamis\u00a0(28\/5) menyampaikan\u00a02 (dua) hal terkait perkembangan\u00a0indikator ekonomi\u00a0terkini dan kebijakan\u00a0yang ditempuh Bank Indonesia,\u00a0sebagai berikut : A).\u00a0\u00a0\u00a0Perkembangan Indikator Ekonomi Inflasi terkendali dan rendah di kisaran sasaran 3\u00b11%. Berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu IV Mei 2020, inflasi [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2020\/05\/28\/update-perekonomian-dan-langkah-bi-hadapi-covid-19-28-mei-indikator-ekonomi-koordinasi-kebijakan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Vibiznews.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-05-28T14:57:36+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2020-05-29T02:59:45+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/Gub-BI-28-5.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"721\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Alfred Pakasi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Alfred Pakasi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2020\/05\/28\/update-perekonomian-dan-langkah-bi-hadapi-covid-19-28-mei-indikator-ekonomi-koordinasi-kebijakan\/\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2020\/05\/28\/update-perekonomian-dan-langkah-bi-hadapi-covid-19-28-mei-indikator-ekonomi-koordinasi-kebijakan\/\",\"name\":\"Update Perekonomian dan Langkah BI Hadapi COVID-19 (28 Mei); Indikator Ekonomi, Koordinasi Kebijakan - Vibiznews.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2020\/05\/28\/update-perekonomian-dan-langkah-bi-hadapi-covid-19-28-mei-indikator-ekonomi-koordinasi-kebijakan\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2020\/05\/28\/update-perekonomian-dan-langkah-bi-hadapi-covid-19-28-mei-indikator-ekonomi-koordinasi-kebijakan\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/Gub-BI-28-5.jpeg\",\"datePublished\":\"2020-05-28T14:57:36+00:00\",\"dateModified\":\"2020-05-29T02:59:45+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/4119de7dc5602d73054dba34b06d8fd1\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2020\/05\/28\/update-perekonomian-dan-langkah-bi-hadapi-covid-19-28-mei-indikator-ekonomi-koordinasi-kebijakan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2020\/05\/28\/update-perekonomian-dan-langkah-bi-hadapi-covid-19-28-mei-indikator-ekonomi-koordinasi-kebijakan\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2020\/05\/28\/update-perekonomian-dan-langkah-bi-hadapi-covid-19-28-mei-indikator-ekonomi-koordinasi-kebijakan\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/Gub-BI-28-5.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/Gub-BI-28-5.jpeg\",\"width\":1280,\"height\":721,\"caption\":\"Sumber: BI, 28-5-2020\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2020\/05\/28\/update-perekonomian-dan-langkah-bi-hadapi-covid-19-28-mei-indikator-ekonomi-koordinasi-kebijakan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/vibiznews.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Update Perekonomian dan Langkah BI Hadapi COVID-19 (28 Mei); Indikator Ekonomi, Koordinasi Kebijakan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/\",\"name\":\"Vibiznews.com\",\"description\":\"Berita Bisnis | Berita Komoditi | Berita Saham\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/vibiznews.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/4119de7dc5602d73054dba34b06d8fd1\",\"name\":\"Alfred Pakasi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bdb73850e7abfcbd46a9e4776116b51f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bdb73850e7abfcbd46a9e4776116b51f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Alfred Pakasi\"},\"description\":\"Alfred is the Managing Partner of Vibiz Consulting. Active consultant and writer in the field of banking, economics, investment and property. He is also known as a dynamic facilitator.\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/author\/alfred-pakasi\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Update Perekonomian dan Langkah BI Hadapi COVID-19 (28 Mei); Indikator Ekonomi, Koordinasi Kebijakan - Vibiznews.com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2020\/05\/28\/update-perekonomian-dan-langkah-bi-hadapi-covid-19-28-mei-indikator-ekonomi-koordinasi-kebijakan\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Update Perekonomian dan Langkah BI Hadapi COVID-19 (28 Mei); Indikator Ekonomi, Koordinasi Kebijakan - Vibiznews.com","og_description":"(Vibiznews \u2013 Economy &amp; Banking) &#8211; Mencermati kondisi perekonomian Indonesia khususnya sebagai dampak penyebaran COVID-19, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, pada\u00a0Kamis\u00a0(28\/5) menyampaikan\u00a02 (dua) hal terkait perkembangan\u00a0indikator ekonomi\u00a0terkini dan kebijakan\u00a0yang ditempuh Bank Indonesia,\u00a0sebagai berikut : A).\u00a0\u00a0\u00a0Perkembangan Indikator Ekonomi Inflasi terkendali dan rendah di kisaran sasaran 3\u00b11%. Berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu IV Mei 2020, inflasi [&hellip;]","og_url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2020\/05\/28\/update-perekonomian-dan-langkah-bi-hadapi-covid-19-28-mei-indikator-ekonomi-koordinasi-kebijakan\/","og_site_name":"Vibiznews.com","article_published_time":"2020-05-28T14:57:36+00:00","article_modified_time":"2020-05-29T02:59:45+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":721,"url":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/Gub-BI-28-5.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Alfred Pakasi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Alfred Pakasi","Est. reading time":"8 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2020\/05\/28\/update-perekonomian-dan-langkah-bi-hadapi-covid-19-28-mei-indikator-ekonomi-koordinasi-kebijakan\/","url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2020\/05\/28\/update-perekonomian-dan-langkah-bi-hadapi-covid-19-28-mei-indikator-ekonomi-koordinasi-kebijakan\/","name":"Update Perekonomian dan Langkah BI Hadapi COVID-19 (28 Mei); Indikator Ekonomi, Koordinasi Kebijakan - Vibiznews.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2020\/05\/28\/update-perekonomian-dan-langkah-bi-hadapi-covid-19-28-mei-indikator-ekonomi-koordinasi-kebijakan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2020\/05\/28\/update-perekonomian-dan-langkah-bi-hadapi-covid-19-28-mei-indikator-ekonomi-koordinasi-kebijakan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/Gub-BI-28-5.jpeg","datePublished":"2020-05-28T14:57:36+00:00","dateModified":"2020-05-29T02:59:45+00:00","author":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/4119de7dc5602d73054dba34b06d8fd1"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2020\/05\/28\/update-perekonomian-dan-langkah-bi-hadapi-covid-19-28-mei-indikator-ekonomi-koordinasi-kebijakan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2020\/05\/28\/update-perekonomian-dan-langkah-bi-hadapi-covid-19-28-mei-indikator-ekonomi-koordinasi-kebijakan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2020\/05\/28\/update-perekonomian-dan-langkah-bi-hadapi-covid-19-28-mei-indikator-ekonomi-koordinasi-kebijakan\/#primaryimage","url":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/Gub-BI-28-5.jpeg","contentUrl":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/Gub-BI-28-5.jpeg","width":1280,"height":721,"caption":"Sumber: BI, 28-5-2020"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2020\/05\/28\/update-perekonomian-dan-langkah-bi-hadapi-covid-19-28-mei-indikator-ekonomi-koordinasi-kebijakan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/vibiznews.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Update Perekonomian dan Langkah BI Hadapi COVID-19 (28 Mei); Indikator Ekonomi, Koordinasi Kebijakan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#website","url":"https:\/\/vibiznews.com\/","name":"Vibiznews.com","description":"Berita Bisnis | Berita Komoditi | Berita Saham","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/vibiznews.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/4119de7dc5602d73054dba34b06d8fd1","name":"Alfred Pakasi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bdb73850e7abfcbd46a9e4776116b51f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bdb73850e7abfcbd46a9e4776116b51f?s=96&d=mm&r=g","caption":"Alfred Pakasi"},"description":"Alfred is the Managing Partner of Vibiz Consulting. Active consultant and writer in the field of banking, economics, investment and property. He is also known as a dynamic facilitator.","url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/author\/alfred-pakasi\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/443287","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/101011"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=443287"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/443287\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":443295,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/443287\/revisions\/443295"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/443289"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=443287"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=443287"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=443287"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}