{"id":464813,"date":"2020-12-28T07:57:23","date_gmt":"2020-12-28T00:57:23","guid":{"rendered":"https:\/\/www.vibiznews.com\/?p=464813"},"modified":"2020-12-28T21:59:14","modified_gmt":"2020-12-28T14:59:14","slug":"proyeksi-pergerakan-poundsterling-tahun-2021-hadapi-tekanan-lanjutan-covid-19-dan-brexit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2020\/12\/28\/proyeksi-pergerakan-poundsterling-tahun-2021-hadapi-tekanan-lanjutan-covid-19-dan-brexit\/","title":{"rendered":"Proyeksi Pergerakan Poundsterling Tahun 2021; Hadapi Tekanan Lanjutan Covid-19 dan Brexit"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Vibiznews &#8211; Forex) &#8211; Tahun 2020 merupakan tahun pergerakan yang sangat ekstrem bagi\u00a0 pasar forex, demikian dengan pergerakan mata uang Inggris atau poundsterling yang sempat anjlok ke posisi terendah sejak 1985 pada perdagangan 18 Maret 2020. Wabah virus corona yang ditetapkan menjadi pandemi oleh WHO sejak 11 Maret 2020 menjadi pemicu utama anjlok parahnya mata uang dunia termasuk poundsterling.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kemudian poundsdterling dalam pair GBP\/USD bergerak pulih dan naik ke posisi tertinggi sejak April 2018 pada bulan Desember ini.\u00a0Bagaimana dengan pergerakan mata uang poundsterling di pasar forex tahun 2021, ditengah pergerakan pasar akan\u00a0 didorong oleh seberapa cepat kepercayaan investor terbangun dalam pemulihan global pasca-pandemi?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Fokus pergerakan poundsterling pada tahun 2021 yang perlu diperhatikan investor adalah perkembangan kasus covid-19 serta pengaruh vaksin, dampak Brexit terhadap Inggris, kemudian pertumbuhan ekonomi Inggris yang akan turun pada kuartal 4 tahun 2020 hingga kuartal pertama tahun 2021, dan pergerakan dolar AS.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Review Pergerakan GBP\/USD 2020<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li style=\"text-align: justify;\">Lonjakan kasus covid-19 di Inggris dan sikap panik pasar merespon kasus yang sama menjalar ke seluruh dunia. Pada saat itu korban kematian Inggris akibat wabah coronavirus naik 55% dalam satu hari menjadi 104, yang menyoroti salah kebijakan pemerintah Inggris mengatasi pandemi saat itu. Tanggal 18 Maret tekanan terhadap poundsterling paling besar hingga anjlok 4% lebih terjun ke kisaran 1.1440 yang merupakan posisi terendah sejak 1985.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Bank sentral Inggris (BOE) memangkas suku bunga secara darurat sebanyak 2 kali dalam bulan yang sama. Pertama memutuskan menurunkan suku bunga sebesar 50bps ke 0,25%,\u00a0 sepekan kemudian memangkas suku bunga ke posisi 0,1% yang merupakan suku bunga terendah sepanjang sejarah. Alasan BOE demi membantu mendukung bisnis dan kepercayaan konsumen pada kondisi yang sedang sulit menghadapi virus corona. Saat\u00a0 itu poundsterling anjlok 1% lebih dan sempat turun hingga posisi 1.1410.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Tekanan pada dolar AS sebagai safe haven berhasil mengangkat posisi poundsterling\u00a0 ke atas kisaran 1.2000 pada bulan April. Posisi dolar AS kemudian berlanjut melemah merespon data PDB Amerika Serikat kuartal kedua anjlok ke posisi kontraksi -32,9%. Pair mendaki merespon pulihnya kekuatan ekonomi China dan\u00a0 membaiknya perkembangan kasus virus corona di empat negara dengan perekonomian terbesar di Eropa. Laju pemulihan pair terus bergerak hingga masuki kuartal ketiga tahun 2020.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Optimisme negoisasi perdagangan post-Brexit yang diperpanjang sampai Natal memberikan sentimen positif lanjutan bagi pergerakan poundsterling hingga kemudian mendaki ke 1.3400 pada tanggal 4 Desember yang merupakan posisi tertinggi sejak bulan Mei 2018.<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Gambar 1: Chart Pergerakan GBP\/USD Sepanjang 2020<\/strong><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"td-center wp-image-465107 size-large alignnone\" src=\"https:\/\/www.vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/GBPUSD1-1024x560.jpg\" alt=\"\" width=\"696\" height=\"381\" srcset=\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/GBPUSD1-1024x560.jpg 1024w, https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/GBPUSD1-600x328.jpg 600w, https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/GBPUSD1-300x164.jpg 300w, https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/GBPUSD1-768x420.jpg 768w, https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/GBPUSD1-696x381.jpg 696w, https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/GBPUSD1-1068x584.jpg 1068w, https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/GBPUSD1.jpg 1280w\" sizes=\"auto, (max-width: 696px) 100vw, 696px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari review sepanjang tahun 2020 beberapa permasalahan yang menjadi pemberat sentimen bagi pergerakan poundsterling dalam pair GBP\/USD yang perlu diperhatikan pada tahun 2021 adalah:<\/p>\n<ol>\n<li style=\"text-align: justify;\">Pandemi virus corona menghantam pasar global; gelombang pertama penyebaran virus corona paling besar terjadi di kawasan Eropa yang bermula dari negara Italia pada akhir bulan Februari. Minggu-minggu berikutnya mulai menyebar keseluruh Eropa termasuk Inggris.<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0 \u00a0 Kasus harian pertama terjangkit virus di Inggris pada 15 Februari dengan 9 kasus baru,\u00a0 \u00a0 \u00a0 terus\u00a0 meningkat dengan moderat sampai minggu pertama bulan Maret. Masuki minggu\u00a0 \u00a0 \u00a0 kedua bulan Maret jumlah kasus baru melonjak hingga belasan ribu kasus, dan terus\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 melonjak hingga ratusan ribu kasus baru per hari pada pertengahan bulan Februari.\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 Sampai pekan terakhir bulan Desember, Inggris masuk dalam daftar peringkat ke-6\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 jumlah kasus terpapar corona sebanyak 2,188,587 kasus dengan jumlah kematian\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 69625 kasus.<\/p>\n<p><strong>Gambar 2: Grafik Kasus Virus Corona di Inggris<\/strong><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-465109 size-large\" src=\"https:\/\/www.vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/covidinggris-1024x582.jpg\" alt=\"\" width=\"696\" height=\"396\" srcset=\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/covidinggris-1024x582.jpg 1024w, https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/covidinggris-600x341.jpg 600w, https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/covidinggris-300x170.jpg 300w, https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/covidinggris-768x436.jpg 768w, https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/covidinggris-696x395.jpg 696w, https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/covidinggris-739x420.jpg 739w, https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/covidinggris.jpg 1035w\" sizes=\"auto, (max-width: 696px) 100vw, 696px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">2. Ekonomi Inggris anjlok akibat covid-19; lonjakan kasus harian di Inggris membuat\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0pemerintah melakukan lockdown di negerinya dan itu memberi tekanan kuat bagi\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0kegiatan perekonomian. Selama 2 kuartal berturut, PDB Inggris kontraksi dengan\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0kuartal pertama tahun 2020 PDB alami kontraksi yang moderat lalu\u00a0 kuartal\u00a0 kedua\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0anjlok hingga -18,8%.<\/p>\n<p><strong>Gambar 3: Grafik PDB Inggris Secara Kuartalan\u00a0<\/strong><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft\" src=\"https:\/\/d3fy651gv2fhd3.cloudfront.net\/charts\/united-kingdom-gdp-growth.png?s=ukgrybzq&amp;v=202012242300V20200908\" alt=\"United Kingdom GDP Growth Rate\" width=\"730\" height=\"340\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>3.\u00a0 Kebijakan Bank sentral Inggris (BOE) memangkas suku bunga hingga ke posisi rekor; Pada bulan Maret BOE memangkas suku bunganya sebanyak 2 kali sebagai respon mengalirkan uang lebih banyak pada perekonomian yang sedang kesulitan hadapi pandemi. Dalam pertemuan daruratnya di pekan pertama Maret, BOE memangkas suku bungan 50bps ke posisi 0,25%. Kemudian sepekan berikutnya langsung dipangkas ke posisi rekor terendah yaitu 0,1%.<\/p>\n<p><strong>Gambar 4: Grafik Pergerakan Suku Bunga BOE<\/strong><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/d3fy651gv2fhd3.cloudfront.net\/charts\/united-kingdom-interest-rate.png?s=ukbrbase&amp;v=202012242300V20200908\" alt=\"United Kingdom Interest Rate\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sebagai sentimen positif yang menjadi penggerak kuat pemulihan\u00a0 poundsterling pasca anjlok ke posisi terendah 35 tahun dan juga bisa dijadikan perhatian pada tahun 2021 adalah:<\/p>\n<ol>\n<li>Pergerakan dolar AS yang melemah sebagai safe haven; posisi dolar AS yang menguat menjadi pemberat pergerakan pair GBP\/USD ketika kondisi pasar global kurang kondusif hadapi tekanan pandemi terhadap ekonomi global. Kemudian ketika tanda-tanda pemulihan ekonomi muncul masuk kuartal ketiga, posisi dolar tergerus. Pada tahun 2020 posisi dolar pernah melompat ke posisi tertinggi 18 tahun, kemudian tergerus hingga anjlok ke posisi terendah 2,5 tahun pada awal Desember.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Selain kondisi pasar, pergerakan dolar AS sepanjang tahun 2020 dipengaruhi beberapa\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 sentimen seperti anjloknya ekonomi AS selama 2 kuartal berturut pada kuartal pertama\u00a0 \u00a0 \u00a0 alami kontraksi -5% dan kuartal kedua kontraksi ke posisi rekor terendah di -31,4%.\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 Kemudian posisi dolar AS juga terganggu dengan kebijakan Fed yang cenderung\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 kompromi dengan kebijakan melonggarkan moneter. Sentimen penggerak dolar AS\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 selanjutnya yaitu paket stimulus fiskal ekonomi AS dan hasil pemilihan Presiden AS\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 yang\u00a0 \u00a0masih menggantung.<\/p>\n<p><strong>Gambar 5: Grafik Pergerakan dolar AS\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-465111 size-large\" src=\"https:\/\/www.vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/dolarAS-1024x445.jpg\" alt=\"\" width=\"696\" height=\"302\" srcset=\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/dolarAS-1024x445.jpg 1024w, https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/dolarAS-600x261.jpg 600w, https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/dolarAS-300x130.jpg 300w, https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/dolarAS-768x334.jpg 768w, https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/dolarAS-696x303.jpg 696w, https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/dolarAS-1068x465.jpg 1068w, https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/dolarAS-966x420.jpg 966w, https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/dolarAS.jpg 1345w\" sizes=\"auto, (max-width: 696px) 100vw, 696px\" \/><\/p>\n<p>2. Negoisasi perdagangan pasca Brexit disepakati; wacana No-deal Brexit pernah menekan\u00a0 \u00a0 \u00a0 pergerakan poundsterling sepanjang tahun 2019. Kemudian setelah dilakukan negoisasi\u00a0 \u00a0 \u00a0 antara pemerintah Inggris dan Brexit, wacana tersebut menjadi pudar kembali. Namun\u00a0 \u00a0 \u00a0 ketika negoisasi alami hambatan, pair bergerak koreksi. Karena jika terjadi No-deal\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 Brexit setelah tenggat waktu 31 Desember 2020, maka kondisi perekonomian Inggris\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 dan juga kawasan Eropa semakin terganggu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0 \u00a0 Akhirnya pada malam Natal tanggal 24 Desember waktu Inggris, PM Boris Jhonson\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 umumkan telah terjadi kesepakatan antara Uni Eropa dan Inggris terkait perdagangan\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 pasca Brexit yang kemudian di konfirmasi oleh Presiden Uni Eropa Ursula von der\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 Leyen.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Proyeksi Poundsterling 2021<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk pergerakan poundsterling dalam pair GBP\/USD pada tahun 2021 masih akan menghadapi tekanan dari penggerak lemah tahun 2020 hingga semester pertama tahun 2021. Tekanan yang dihadapi secara fundamental:<\/p>\n<ol>\n<li>Lonjakan kasus covid-19 di Inggris yang masih menunjukkan pergerakan naik, apalagi pada pekan ketiga bulan Desember ditemukan varian baru dari virus covid-19 yang tingkat penularannya sangat tinggi. Berita ini telah mengejutkan dunia hingga membuat beberapa negara Eropa dan dunia memberlakukan penutupan perjalanan ke Inggris. Selain itu lonjakan kasus memaksa pemerintah Inggris menetapkan lockdown, dimana setelah melakukan yang pertama pada bulan Maret kemudian kembali pada bulan November selama sebulan dan kemudian lockdown yang ketiga pada pekan ketiga bulan Desember hingga pekan pertama tahun 2021.<\/li>\n<\/ol>\n<p>2. Dampak Brexit terhadap Inggris; Tahun 2021 merupakan tahun pertama Inggris\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 menjalani terlepasnya dari Uni Eropa. Selama ini masalah brexit selalu menjadi momok\u00a0 \u00a0 \u00a0 bagi pergerakan poundsterling, namun telah terjadinya kesepakatan dengan Uni Eropa\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 dalam perdagangan meringankan beban Inggris jalaninya. Inggris masih menghadapi\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 kewajiban biaya yang lebih besar untuk berbisnis dengan UE, yang merupakan mitra\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 perdagangan dan investasi terbesar di negara itu.<\/p>\n<p>Kesepatan perdagangan post-Brexit antara Inggris dan Uni Eropa hanya fokus pada\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 pembebasan tarif, namun masih ada beban biaya yang akan ditanggung terkait regulasi\u00a0 \u00a0 \u00a0 perbatasan dan juga kualitas barang. Dari sisi perbatasan, perjalanan cargo tidak\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 sebebas sebelum brexit sehingga menimbulkan beban biaya.<\/p>\n<p>Masalah brexit lainnya yaitu masalah tenaga kerja yang memperketat tenaga kerja UE,\u00a0 \u00a0 \u00a0 dimana selama ini paling banyak bekerja di Inggris.\u00a0 Karenanya diperkirakan akan\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 terjadi penurunan pendapatan per kapita, perdagangan, serta pendapatan rumah\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 tangga, dalam kurun waktu dekat dan kurun waktu jauh.<\/p>\n<p>3. Pertumbuhan ekonomi yang kembali menyusut; secara kuartalan PDB Inggris rebound\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 pada kuartal ketiga tahun 2020, namun pada kuartal keempat 2020 dan kuartal\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 pertama\u00a0 \u00a0tahun 2021 diperkirakan akan turun lagi pasca lockdown yang berkelanjutan\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 di negara tersebut serta dampak brexit. PDB di perkirakan kuat kembali pada kuartal\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 kedua tahun 2021.<\/p>\n<p>4. Bank sentral Inggris diperkirakan akan kembali menggelontorkan stimulus dengan terus\u00a0 \u00a0 \u00a0 melonggarkan kebijakannya apabila kondisi ekonomi Inggris tidak kondusif pasca Brexit.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">5. Hasil pemilihan Presiden Amerika Serikat; jika pada tanggal 20 Januari 2021 Presiden\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 yang terpilih Donald J Trump maka pergerakan dolar AS akan pulih. Karena kembalinya\u00a0 \u00a0 \u00a0 Trump menjadi Presiden AS dengan dukungan kuat dari Kongres AS yang dinominasi\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 partai pendukungnya, paket stimulus ekonomi terbesar senilai $1,8 triliun lebih akan\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 mendongkrak ekonomi negara ekonomi terbesar pertama dunia tersebut. Pergerakan\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 kuat dolar AS akan menekan posisi poundstreling selanjutnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk pergerakan poundsterling secara teknikal sepanjang tahun 2021, penulis menentukan posisi resisten dan support dari pergerakan chart mingguan GBP\/USD dengan indikator SMA 200 dan juga SMA 50 . Pada bulan pertama tahun 2021 poundsterling masih mengikuti trend pekan terakhir tahun 2020. Untuk pergerakan selanjutnya\u00a0 pair akan bergerak pada kisaran support dalam range 1.3140-1.1970\u00a0 \u00a0sampai akhir kuartal kedua tahun 2021.<\/p>\n<table width=\"448\">\n<tbody>\n<tr>\n<td colspan=\"1\" rowspan=\"1\" width=\"64\"><strong>R3<\/strong><\/td>\n<td colspan=\"1\" rowspan=\"1\" width=\"64\"><strong>R2<\/strong><\/td>\n<td colspan=\"1\" rowspan=\"1\" width=\"64\"><strong>R1<\/strong><\/td>\n<td colspan=\"1\" rowspan=\"1\" width=\"64\"><\/td>\n<td colspan=\"1\" rowspan=\"1\" width=\"64\"><strong>S1<\/strong><\/td>\n<td colspan=\"1\" rowspan=\"1\" width=\"64\"><strong>S2<\/strong><\/td>\n<td colspan=\"1\" rowspan=\"1\" width=\"64\"><strong>S3<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td colspan=\"1\" rowspan=\"1\"><strong>1.4010<\/strong><\/td>\n<td colspan=\"1\" rowspan=\"1\"><strong>1.3730<\/strong><\/td>\n<td colspan=\"1\" rowspan=\"1\"><strong>1.3540\u00a0<\/strong><\/td>\n<td colspan=\"1\" rowspan=\"2\"><\/td>\n<td colspan=\"1\" rowspan=\"1\"><strong>1.3140<\/strong><\/td>\n<td colspan=\"1\" rowspan=\"1\"><strong>1.2850<\/strong><\/td>\n<td colspan=\"1\" rowspan=\"1\"><strong>1.1970<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td colspan=\"1\" rowspan=\"1\"><\/td>\n<td colspan=\"1\" rowspan=\"1\"><\/td>\n<td colspan=\"1\" rowspan=\"1\" width=\"64\"><\/td>\n<td colspan=\"1\" rowspan=\"1\"><\/td>\n<td colspan=\"1\" rowspan=\"1\"><\/td>\n<td colspan=\"1\" rowspan=\"1\"><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun poundsterling dapat naik kembali mendekati kisaran resisten sejalan dengan fundamental yang stabil, dimana pair akan bergerak naik pada kisaran resisten 1.3540 &#8211; 1.4010 masuki kuartal ketiga tahun 2021.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari gambaran teknikal diatas posisi pergerakan poundsterling akan alami koreksi yang cukup panjang dari pergerakan kuat pekan terakhir tahun 2020 sebelum kemudian akan kembali bergerak kuat jelang akhir tahun 2021.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Vibiznews &#8211; Forex) &#8211; Tahun 2020 merupakan tahun pergerakan yang sangat ekstrem bagi\u00a0 pasar forex, demikian dengan pergerakan mata uang Inggris atau poundsterling yang sempat anjlok ke posisi terendah sejak 1985 pada perdagangan 18 Maret 2020. Wabah virus corona yang ditetapkan menjadi pandemi oleh WHO sejak 11 Maret 2020 menjadi pemicu utama anjlok parahnya mata [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":101017,"featured_media":456297,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[27,669,91,227,17],"tags":[],"class_list":["post-464813","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles-of-the-week","category-column","category-forex","category-market-outlook","category-popular_news"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Proyeksi Pergerakan Poundsterling Tahun 2021; Hadapi Tekanan Lanjutan Covid-19 dan Brexit - Vibiznews.com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2020\/12\/28\/proyeksi-pergerakan-poundsterling-tahun-2021-hadapi-tekanan-lanjutan-covid-19-dan-brexit\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Proyeksi Pergerakan Poundsterling Tahun 2021; Hadapi Tekanan Lanjutan Covid-19 dan Brexit - Vibiznews.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"(Vibiznews &#8211; Forex) &#8211; Tahun 2020 merupakan tahun pergerakan yang sangat ekstrem bagi\u00a0 pasar forex, demikian dengan pergerakan mata uang Inggris atau poundsterling yang sempat anjlok ke posisi terendah sejak 1985 pada perdagangan 18 Maret 2020. Wabah virus corona yang ditetapkan menjadi pandemi oleh WHO sejak 11 Maret 2020 menjadi pemicu utama anjlok parahnya mata [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2020\/12\/28\/proyeksi-pergerakan-poundsterling-tahun-2021-hadapi-tekanan-lanjutan-covid-19-dan-brexit\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Vibiznews.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-12-28T00:57:23+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2020-12-28T14:59:14+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/London-Bridge-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"836\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"627\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Jul Allens\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Jul Allens\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2020\/12\/28\/proyeksi-pergerakan-poundsterling-tahun-2021-hadapi-tekanan-lanjutan-covid-19-dan-brexit\/\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2020\/12\/28\/proyeksi-pergerakan-poundsterling-tahun-2021-hadapi-tekanan-lanjutan-covid-19-dan-brexit\/\",\"name\":\"Proyeksi Pergerakan Poundsterling Tahun 2021; Hadapi Tekanan Lanjutan Covid-19 dan Brexit - Vibiznews.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2020\/12\/28\/proyeksi-pergerakan-poundsterling-tahun-2021-hadapi-tekanan-lanjutan-covid-19-dan-brexit\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2020\/12\/28\/proyeksi-pergerakan-poundsterling-tahun-2021-hadapi-tekanan-lanjutan-covid-19-dan-brexit\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/London-Bridge-1.jpg\",\"datePublished\":\"2020-12-28T00:57:23+00:00\",\"dateModified\":\"2020-12-28T14:59:14+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/9de552c5f0829da27a74f2a04c7f7cbb\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2020\/12\/28\/proyeksi-pergerakan-poundsterling-tahun-2021-hadapi-tekanan-lanjutan-covid-19-dan-brexit\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2020\/12\/28\/proyeksi-pergerakan-poundsterling-tahun-2021-hadapi-tekanan-lanjutan-covid-19-dan-brexit\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2020\/12\/28\/proyeksi-pergerakan-poundsterling-tahun-2021-hadapi-tekanan-lanjutan-covid-19-dan-brexit\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/London-Bridge-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/London-Bridge-1.jpg\",\"width\":836,\"height\":627},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2020\/12\/28\/proyeksi-pergerakan-poundsterling-tahun-2021-hadapi-tekanan-lanjutan-covid-19-dan-brexit\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/vibiznews.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Proyeksi Pergerakan Poundsterling Tahun 2021; Hadapi Tekanan Lanjutan Covid-19 dan Brexit\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/\",\"name\":\"Vibiznews.com\",\"description\":\"Berita Bisnis | Berita Komoditi | Berita Saham\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/vibiznews.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/9de552c5f0829da27a74f2a04c7f7cbb\",\"name\":\"Jul Allens\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5f8578d6b2403fb371cf0d555a46ea3d?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5f8578d6b2403fb371cf0d555a46ea3d?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Jul Allens\"},\"description\":\"Jul Allens is Editor in Vibiznews.com and as Senior Commodity Research of Vibiz Research Center\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/author\/julallens\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Proyeksi Pergerakan Poundsterling Tahun 2021; Hadapi Tekanan Lanjutan Covid-19 dan Brexit - Vibiznews.com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2020\/12\/28\/proyeksi-pergerakan-poundsterling-tahun-2021-hadapi-tekanan-lanjutan-covid-19-dan-brexit\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Proyeksi Pergerakan Poundsterling Tahun 2021; Hadapi Tekanan Lanjutan Covid-19 dan Brexit - Vibiznews.com","og_description":"(Vibiznews &#8211; Forex) &#8211; Tahun 2020 merupakan tahun pergerakan yang sangat ekstrem bagi\u00a0 pasar forex, demikian dengan pergerakan mata uang Inggris atau poundsterling yang sempat anjlok ke posisi terendah sejak 1985 pada perdagangan 18 Maret 2020. Wabah virus corona yang ditetapkan menjadi pandemi oleh WHO sejak 11 Maret 2020 menjadi pemicu utama anjlok parahnya mata [&hellip;]","og_url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2020\/12\/28\/proyeksi-pergerakan-poundsterling-tahun-2021-hadapi-tekanan-lanjutan-covid-19-dan-brexit\/","og_site_name":"Vibiznews.com","article_published_time":"2020-12-28T00:57:23+00:00","article_modified_time":"2020-12-28T14:59:14+00:00","og_image":[{"width":836,"height":627,"url":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/London-Bridge-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Jul Allens","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Jul Allens","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2020\/12\/28\/proyeksi-pergerakan-poundsterling-tahun-2021-hadapi-tekanan-lanjutan-covid-19-dan-brexit\/","url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2020\/12\/28\/proyeksi-pergerakan-poundsterling-tahun-2021-hadapi-tekanan-lanjutan-covid-19-dan-brexit\/","name":"Proyeksi Pergerakan Poundsterling Tahun 2021; Hadapi Tekanan Lanjutan Covid-19 dan Brexit - Vibiznews.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2020\/12\/28\/proyeksi-pergerakan-poundsterling-tahun-2021-hadapi-tekanan-lanjutan-covid-19-dan-brexit\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2020\/12\/28\/proyeksi-pergerakan-poundsterling-tahun-2021-hadapi-tekanan-lanjutan-covid-19-dan-brexit\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/London-Bridge-1.jpg","datePublished":"2020-12-28T00:57:23+00:00","dateModified":"2020-12-28T14:59:14+00:00","author":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/9de552c5f0829da27a74f2a04c7f7cbb"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2020\/12\/28\/proyeksi-pergerakan-poundsterling-tahun-2021-hadapi-tekanan-lanjutan-covid-19-dan-brexit\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2020\/12\/28\/proyeksi-pergerakan-poundsterling-tahun-2021-hadapi-tekanan-lanjutan-covid-19-dan-brexit\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2020\/12\/28\/proyeksi-pergerakan-poundsterling-tahun-2021-hadapi-tekanan-lanjutan-covid-19-dan-brexit\/#primaryimage","url":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/London-Bridge-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/London-Bridge-1.jpg","width":836,"height":627},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2020\/12\/28\/proyeksi-pergerakan-poundsterling-tahun-2021-hadapi-tekanan-lanjutan-covid-19-dan-brexit\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/vibiznews.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Proyeksi Pergerakan Poundsterling Tahun 2021; Hadapi Tekanan Lanjutan Covid-19 dan Brexit"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#website","url":"https:\/\/vibiznews.com\/","name":"Vibiznews.com","description":"Berita Bisnis | Berita Komoditi | Berita Saham","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/vibiznews.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/9de552c5f0829da27a74f2a04c7f7cbb","name":"Jul Allens","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5f8578d6b2403fb371cf0d555a46ea3d?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5f8578d6b2403fb371cf0d555a46ea3d?s=96&d=mm&r=g","caption":"Jul Allens"},"description":"Jul Allens is Editor in Vibiznews.com and as Senior Commodity Research of Vibiz Research Center","url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/author\/julallens\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/464813","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/101017"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=464813"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/464813\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":465201,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/464813\/revisions\/465201"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/456297"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=464813"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=464813"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=464813"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}