{"id":465331,"date":"2020-12-29T11:30:45","date_gmt":"2020-12-29T04:30:45","guid":{"rendered":"https:\/\/www.vibiznews.com\/?p=465331"},"modified":"2020-12-29T12:11:39","modified_gmt":"2020-12-29T05:11:39","slug":"emas-review-outlook-2021-berpotensi-naik-kembali-ke-atas-2000","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2020\/12\/29\/emas-review-outlook-2021-berpotensi-naik-kembali-ke-atas-2000\/","title":{"rendered":"Emas Review &#038; Outlook 2021: Berpotensi Naik Kembali Ke Atas $2000?"},"content":{"rendered":"<p>(Vibiznews \u2013 Commodity) Di tahun 2020, harga emas naik lebih dari 20%, dengan puncak tertinggi dicapai pada bulan Agustus ketika menyentuh rekor ketinggian yang baru di $2,075 per ons. Sejak itu, harga emas terus mengalami konsolidasi dibawah level $1,900 per ons.<\/p>\n<p>Mengakhiri tahun 2010, Kongres AS akhirnya meloloskan stimulus yang diperlukan untuk mendukung ekonomi AS dan orang \u2013 orang Amerika yang hidupnya terpukul karena pandemik Covid \u2013 19, senilai $2.3 triliun.<\/p>\n<p>Namun pasar emas menanggapinya dengan kekecewaan karena paket stimulus yang diloloskan oleh Kongres ternyata kurang daripada yang para ekonom dan analis pasar harapkan.<\/p>\n<p>Angka detil menunjukkan bahwa sebagian besar dana tidak diperuntukkan kepada orang Amerika yang terpukul akibat pandemic, melainkan akan disalurkan ke Luar Negeri, sehingga Presiden AS Donald Trump terpaksa mengajukan usulan amandemen terhadap undang \u2013 undang, untuk menaikkan dana bagi orang Amerika, dari $600 menjadi $2000.<\/p>\n<p>Dengan kekecewaan ini, pasar emas harus berjuang untuk dapat bertahan diatas \u201csupport\u201d psikologis yang kritikal diatas $1,900.<\/p>\n<p>Bagaimana dengan harga emas pada tahun depan 2021?<\/p>\n<p>Harga emas cenderung \u201cbullish\u201d pada tahun 2021. Penyebab penggerak kenaikan harga emas pada tahun depan diantarannya termasuk inflasi, lemahnya dolar AS, keprihatinan terhadap ekonomi, ketakutan akan devaluasi matauang, kebijakan moneter yang super akomodatif \u00a0dan tingkat bunga yang rendah.<\/p>\n<p><strong>Suku Bunga Rendah<\/strong><\/p>\n<p>Sebagian analis berpendapat bahwa investor emas tidak perlu pesimis terhadap metal berharga emas, karena ekonomi AS akan terus memerlukan dukungan lebih jauh karena bekas hantaman pandemic akan tetap mendalam melewati tahun 2021.<\/p>\n<p>Paling tidak tingkat suku bunga tidak akan naik pada tahun depan. Hal ini akan tetap merupakan dukungan yang signifikan bagi metal berharga. Bahkan tanpa langkah \u2013 langkah stimulus lebih banyak lagi sekalipun, tingkat bunga yang rendah sudah akan mendorong turun dolar AS, yang pada gilirannya mendorong naik metal berharga.<\/p>\n<p>Bukan saja, tingkat suku bunga alias imbal hasil nominal akan tetap rendah selama tahun 2021, begitu inflasi mulai naik, maka imbal hasil riil akan bisa jatuh ke teritori negatip yang pada akhirnya akan mendorong naik harga emas.<\/p>\n<p>Selain dolar AS, pasar obligasi bisa menjadi faktor \u201cbullish\u201d terbesar bagi metal berharga pada tahun 2021. Jumlah hutang obligasi dengan imbal hasil yang mengarah ke teritori negatip sekarang ada lebih dari $18 triliun, level dengan rekor tertinggi, menuju tahun yang baru. Emas akan menarik banyak perhatian yang baru pada 2021 karena dipandang sebagai alternatif yang lebih baik daripada obligasi 10 tahun dengan imbal hasil di bawah 1%. Kita akan bisa melihat harga emas kembali mencapai $2000 pada tahun 2021 dan mengetes kembali ketinggian yang terjadi pada bulan Agustus 2020.<\/p>\n<p><strong>Lemahnya Dolar AS<\/strong><\/p>\n<p>Pada bulan Maret 2020, indeks dolar AS (DXY) naik mencapai puncaknya di 102. Sejak itu DXY telah tergelincir dan baru \u2013 baru ini diperdagangkan dekat kerendahan selama 2,5 tahun, dibawah batas 90.<\/p>\n<p>Dolar AS kemungkinan akan menguat pada kuartal pertama tahun depan. Namun secara keseluruhan tren buat USD untuk tahun 2021 adalah turun.<\/p>\n<p>Pandemic Covid \u2013 19 yang menyebabkan dolar AS diburu sebagai safe-haven dalam keadaan darurat, diperkirakan tidak akan berlangsung lama sehingga hanya akan bisa menghentikan penurunan dolar AS untuk sementara. Dolar AS hanya akan bisa mengambil keuntungan secara jangka pendek dari masih naiknya kasus virus corona, potensi lockdown yang baru, dan berhentinya untuk sementara waktu pemulihan ekonomi pada musim dingin sekarang ini. Apabila permintaan akan dolar AS karena keadaan darurat telah mereda, penurunan dolar AS akan berlanjut.<\/p>\n<p>Penggerak utama dibelakang pasar dolar AS yang \u201cbearish\u201d adalah pencetakan uang secara masif, inflasi (trade reflation), pulihnya ekonomi global, sentimen \u201crisk-on\u201d dan kebijakan moneter yang longgar.<\/p>\n<p>Dengan kebijakan moneter yang longgar, AS diperkirakan tidak akan menaikkan tingkat bunga atau \u201cgrowth differentials\u201d yang menarik tabungan dunia. Sementara the Fed terus mempertahankan tingkat bunganya rendah, tingkat bunga riil akan terus turun dan inflasi akan naik sebagai akibatnya yang membuat dolar AS melemah.<\/p>\n<p>Sementara besarnya pencetakan uang dan hutang akan membuat nilai matauang dolar AS terdevaluasi yang pada gilirannya akan menyebabkan trade reflation\/inflasi.<\/p>\n<p>Vaksinisasi yang meluas dan akhirnya menghasilkan imunitas secara kelompok sehingga membuat aktifitas perdagangan kembali tinggi, akan membuat deflasi segera berubah menjadi inflasi karena perdagangan (reflation trade)..<\/p>\n<p>Pulihnya ekonomi global akan membangkitkan sentiment \u201crisk-on\u201d yang akan membuat bursa saham mengalami dorongan kenaikan yang baru. Kenaikan harga saham biasanya berbanding terbalik dengan USD.<\/p>\n<p>Terus naiknya saham \u2013 saham AS dan membaiknya minat terhadap resiko, akan menekan dolar AS. Semakin sentimen investor \u201crisk-on\u201d, semakin uang keluar dari AS ke pasar \u201cemerging\u201d yang memberikan imbal hasil yang lebih tinggi namun dengan resiko yang juga meningkat. Membaiknya kesempatan investasi secara global akan membuat dolar AS yang safe-haven berada dalam tekanan turun yang berkelanjutan.<\/p>\n<p>Disamping itu pencetakan uang besar \u2013 besaran, dikombinasikan dengan pemulihan ekonomi dan meningkatnya permintaan konsumen juga akan bisa memicu inflasi yang akan melemahkan daya beli dari dolar AS.<\/p>\n<p>Sementara respon the Fed kemungkinan adalah membiarkan inflasi naik menjadi panas asal \u201cemployment\u201d bisa meningkat penuh, sesuai dengan yang telah dikatakan bahwa the Fed akan mengadopsi target inflasi rata \u2013 rata yang baru yang fleksibel.<\/p>\n<p><strong>Resiko Inflasi<\/strong><\/p>\n<p>Tahun 2021 akan menjadi jalan bagi keadaan \u201cnew normal\u201d dengan vaksin Covid \u2013 19 dibagikan dan pemulihan ekonomi sedang berjalan.<\/p>\n<p>Dari sisi yang optimistik, dengan banyaknya orang yang divaksin dan asumsinya vaksin bekerja dengan baik, ekonomi dunia akan bangkit pada paruh kedua tahun depan. Skenario inflasi akan menjadi kemungkinan yang riil, yang adalah positip bagi metal berharga.<\/p>\n<p>Dengan Covid \u2013 19 bisa diamankan dan dikontrol, permintaan konsumen akan naik dan selanjutnya menggerakkan ekonomi naik, membuat \u201csupply\u201d yang terbatas, mengalami kekurangan. Hal ini memicu naik harga \u2013 harga dan inflasi.<\/p>\n<p>Orang akan kembali ke dunia nyata pada saat \u201csupply\u201d dari barang \u2013 barang riil akan menjadi terbatas. Level persediaan sudah sangat rendah karena restriksi akibat Covid \u2013 19. Selain itu orang \u2013 orang kelas professional membuat lebih banyak uang selama lockdown dan kebanyakan orang dengan kategori pendapatan rendah, juga memperoleh pendapatan ekstra karena stimulus yang digelontorkan. Singkatnya, kita akan mendapatkan lebih banyak \u201cPermintaan\/Demand\u201d sementara \u201cPersediaan\/Supply\u201d berkurang dengan drastis. Hal ini bisa membuat inflasi naik dengan cepat.<\/p>\n<p>Inflasi menjadi hal yang paling beresiko untuk tahun 2021 baik di dalam harga barang maupun di dalam ongkos jasa. Inflasi kemungkinan akan mulai menampakkan diri pada paruh kedua 2021 dengan permintaan yang kuat datang ditengah kurangnya \u201csupply\u201d dibanyak sektor akibat pandemik.<\/p>\n<p>Ditambah lagi, Federal Reserve akan membiarkan inflasi memanas tanpa menaikkan tingkat suku bunga agar target mereka dalam \u201cemployment\u201d berhasil.<\/p>\n<p>Vaksin sendiri tidak akan memberikan solusi kepada hutang dunia secara global. Meskipun vaksin berhasil, kebijakan bank \u2013 bank sentral utama dunia akan tetap akomodatif.<\/p>\n<p><strong>Rintangan Terhadap Kenaikan<\/strong><\/p>\n<p>Hal yang akan merintangi kenaikan harga emas adalah akan naiknya harga saham pada tahun 2021. Pasar saham AS pada tahun lalu diperdagangkan dengan ekstrim secara historis, karena para investor sangat optimis dengan vaksin yang akan bisa menyembuhkan semuanya. Kenaikan harga saham ini bisa menahan kenaikan harga emas. Isu lainnya yang bisa melemahkan harga emas adalah bank sentral di seluruh dunia telah berhenti sejenak untuk membeli emas.<\/p>\n<p><strong>Level Harga Emas 2021<\/strong><\/p>\n<p>Tahun 2021 merupakan awal pergerakan naik dari harga emas yang akan membuat emas mengalami ketinggian harga baru sepanjang masa, dengan lebih banyaknya investor yang akan mendiversifikasikan investasinya ke metal berharga dalam rangka untuk melindungi diri mereka dari naiknya harga (inflasi) dan turunnya nilai matauang, ditengah masifnya pencetakan uang dan quantitative easing.<\/p>\n<p>Ketinggian harga emas pada tahun 2020 di $2,070 akan bisa terlewati, jika terjadi dorongan naik terhadap inflasi. Kemungkinan harga emas naik sampai $2,500 &#8211; $3,000 bukanlah hal yang tidak mungkin, sampai bank sentral \u2013 bank sentral mulai kembali mengetatkan kebijakan moneter mereka. Namun pengetatan kembali kebijakan moneter memerlukan waktu paling tidak satu tahun berjalan dulu. Tahun depan tidak mungkin bank sentral akan menaikkan tingkat suku bunganya.<\/p>\n<p>Ricky Ferlianto\/VBN\/Managing Partner\u00a0 Vibiz Consulting<\/p>\n<p>Editor: Asido<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Vibiznews \u2013 Commodity) Di tahun 2020, harga emas naik lebih dari 20%, dengan puncak tertinggi dicapai pada bulan Agustus ketika menyentuh rekor ketinggian yang baru di $2,075 per ons. Sejak itu, harga emas terus mengalami konsolidasi dibawah level $1,900 per ons. Mengakhiri tahun 2010, Kongres AS akhirnya meloloskan stimulus yang diperlukan untuk mendukung ekonomi AS [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":101021,"featured_media":429501,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[669,7,21],"tags":[57,7781,3301,63,65,7447,7451,3947,71,6931,7449,3685,7779],"class_list":["post-465331","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-column","category-commodity","category-recommendation","tag-emas","tag-gasoline","tag-gold","tag-komoditas","tag-komoditi","tag-metal-berharga","tag-metal-kuning","tag-minyak-mentah","tag-perak","tag-perang-dagang","tag-precious-metal","tag-silver","tag-trade-war"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Emas Review &amp; Outlook 2021: Berpotensi Naik Kembali Ke Atas $2000? - Vibiznews.com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2020\/12\/29\/emas-review-outlook-2021-berpotensi-naik-kembali-ke-atas-2000\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Emas Review &amp; Outlook 2021: Berpotensi Naik Kembali Ke Atas $2000? - Vibiznews.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"(Vibiznews \u2013 Commodity) Di tahun 2020, harga emas naik lebih dari 20%, dengan puncak tertinggi dicapai pada bulan Agustus ketika menyentuh rekor ketinggian yang baru di $2,075 per ons. Sejak itu, harga emas terus mengalami konsolidasi dibawah level $1,900 per ons. Mengakhiri tahun 2010, Kongres AS akhirnya meloloskan stimulus yang diperlukan untuk mendukung ekonomi AS [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2020\/12\/29\/emas-review-outlook-2021-berpotensi-naik-kembali-ke-atas-2000\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Vibiznews.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-12-29T04:30:45+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2020-12-29T05:11:39+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/gold-6-e1697516035646.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"750\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"492\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Ricky Ferlianto\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Ricky Ferlianto\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2020\/12\/29\/emas-review-outlook-2021-berpotensi-naik-kembali-ke-atas-2000\/\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2020\/12\/29\/emas-review-outlook-2021-berpotensi-naik-kembali-ke-atas-2000\/\",\"name\":\"Emas Review & Outlook 2021: Berpotensi Naik Kembali Ke Atas $2000? - Vibiznews.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2020\/12\/29\/emas-review-outlook-2021-berpotensi-naik-kembali-ke-atas-2000\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2020\/12\/29\/emas-review-outlook-2021-berpotensi-naik-kembali-ke-atas-2000\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/gold-6-e1697516035646.jpg\",\"datePublished\":\"2020-12-29T04:30:45+00:00\",\"dateModified\":\"2020-12-29T05:11:39+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/b811bcd61ca0a8d804c6fcb701d110dc\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2020\/12\/29\/emas-review-outlook-2021-berpotensi-naik-kembali-ke-atas-2000\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2020\/12\/29\/emas-review-outlook-2021-berpotensi-naik-kembali-ke-atas-2000\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2020\/12\/29\/emas-review-outlook-2021-berpotensi-naik-kembali-ke-atas-2000\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/gold-6-e1697516035646.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/gold-6-e1697516035646.jpg\",\"width\":750,\"height\":492},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2020\/12\/29\/emas-review-outlook-2021-berpotensi-naik-kembali-ke-atas-2000\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/vibiznews.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Emas Review &#038; Outlook 2021: Berpotensi Naik Kembali Ke Atas $2000?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/\",\"name\":\"Vibiznews.com\",\"description\":\"Berita Bisnis | Berita Komoditi | Berita Saham\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/vibiznews.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/b811bcd61ca0a8d804c6fcb701d110dc\",\"name\":\"Ricky Ferlianto\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1c374f375f94633e3a6337396710d79?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1c374f375f94633e3a6337396710d79?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Ricky Ferlianto\"},\"description\":\"LIE RICKY FERLIANTO SE.Ak is an investment and financial consultant, active columnist in electronic and paper media and known as a best seller book writer. He was experience in futures business for 13 years in Futures Brokerage Firm and 3 years in Futures Exchange. Currently he is a Head Research of Vibiz Consulting.\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/author\/ricky-ferlianto\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Emas Review & Outlook 2021: Berpotensi Naik Kembali Ke Atas $2000? - Vibiznews.com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2020\/12\/29\/emas-review-outlook-2021-berpotensi-naik-kembali-ke-atas-2000\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Emas Review & Outlook 2021: Berpotensi Naik Kembali Ke Atas $2000? - Vibiznews.com","og_description":"(Vibiznews \u2013 Commodity) Di tahun 2020, harga emas naik lebih dari 20%, dengan puncak tertinggi dicapai pada bulan Agustus ketika menyentuh rekor ketinggian yang baru di $2,075 per ons. Sejak itu, harga emas terus mengalami konsolidasi dibawah level $1,900 per ons. Mengakhiri tahun 2010, Kongres AS akhirnya meloloskan stimulus yang diperlukan untuk mendukung ekonomi AS [&hellip;]","og_url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2020\/12\/29\/emas-review-outlook-2021-berpotensi-naik-kembali-ke-atas-2000\/","og_site_name":"Vibiznews.com","article_published_time":"2020-12-29T04:30:45+00:00","article_modified_time":"2020-12-29T05:11:39+00:00","og_image":[{"width":750,"height":492,"url":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/gold-6-e1697516035646.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Ricky Ferlianto","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Ricky Ferlianto","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2020\/12\/29\/emas-review-outlook-2021-berpotensi-naik-kembali-ke-atas-2000\/","url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2020\/12\/29\/emas-review-outlook-2021-berpotensi-naik-kembali-ke-atas-2000\/","name":"Emas Review & Outlook 2021: Berpotensi Naik Kembali Ke Atas $2000? - Vibiznews.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2020\/12\/29\/emas-review-outlook-2021-berpotensi-naik-kembali-ke-atas-2000\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2020\/12\/29\/emas-review-outlook-2021-berpotensi-naik-kembali-ke-atas-2000\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/gold-6-e1697516035646.jpg","datePublished":"2020-12-29T04:30:45+00:00","dateModified":"2020-12-29T05:11:39+00:00","author":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/b811bcd61ca0a8d804c6fcb701d110dc"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2020\/12\/29\/emas-review-outlook-2021-berpotensi-naik-kembali-ke-atas-2000\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2020\/12\/29\/emas-review-outlook-2021-berpotensi-naik-kembali-ke-atas-2000\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2020\/12\/29\/emas-review-outlook-2021-berpotensi-naik-kembali-ke-atas-2000\/#primaryimage","url":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/gold-6-e1697516035646.jpg","contentUrl":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/gold-6-e1697516035646.jpg","width":750,"height":492},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2020\/12\/29\/emas-review-outlook-2021-berpotensi-naik-kembali-ke-atas-2000\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/vibiznews.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Emas Review &#038; Outlook 2021: Berpotensi Naik Kembali Ke Atas $2000?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#website","url":"https:\/\/vibiznews.com\/","name":"Vibiznews.com","description":"Berita Bisnis | Berita Komoditi | Berita Saham","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/vibiznews.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/b811bcd61ca0a8d804c6fcb701d110dc","name":"Ricky Ferlianto","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1c374f375f94633e3a6337396710d79?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1c374f375f94633e3a6337396710d79?s=96&d=mm&r=g","caption":"Ricky Ferlianto"},"description":"LIE RICKY FERLIANTO SE.Ak is an investment and financial consultant, active columnist in electronic and paper media and known as a best seller book writer. He was experience in futures business for 13 years in Futures Brokerage Firm and 3 years in Futures Exchange. Currently he is a Head Research of Vibiz Consulting.","url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/author\/ricky-ferlianto\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/465331","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/101021"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=465331"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/465331\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":465333,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/465331\/revisions\/465333"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/429501"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=465331"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=465331"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=465331"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}