{"id":501517,"date":"2021-10-11T00:05:05","date_gmt":"2021-10-10T17:05:05","guid":{"rendered":"https:\/\/www.vibiznews.com\/?p=501517"},"modified":"2021-10-11T00:54:52","modified_gmt":"2021-10-10T17:54:52","slug":"rekomendasi-mingguan-emas-11-15-oktober-2021-mengapa-emas-tidak-naik-saat-nfp-buruk","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2021\/10\/11\/rekomendasi-mingguan-emas-11-15-oktober-2021-mengapa-emas-tidak-naik-saat-nfp-buruk\/","title":{"rendered":"Rekomendasi Mingguan Emas 11 \u2013 15 Oktober 2021: Mengapa Emas Tidak Naik Saat NFP Buruk?"},"content":{"rendered":"<p>(Vibiznews \u2013 Commodity) Harga emas sempat turun ke kerendahan selama 6 minggu di $1,721 karena naik tingginya yields AS, namun berhasil naik kembali ke $1,753 pada awal minggu. Mengakhiri minggu ini, harga emas bertahan di $1,757 dengan melemahnya dollar AS dan munculnya laporan NFP AS yang mengecewakan.<\/p>\n<p>Dengan emas tidak berhasil mengalami rally meskipun muncul laporan employment AS bulan September yang mengecewakan, harga emas kelihatannya cenderung turun.<\/p>\n<p>Laporan pekerjaan AS bulan September mengejutkan dengan penurunan ke 194.000 posisi dibandingkan dengan yang diperkirakan sebesar 500.000. Ini adalah kekeliruan\u00a0 perkiraan yang besar mempertimbangkan bahwa kepala Federal Reserve Jerome Powell memerlukan laporan yang sangat baik untuk memulai \u201ctapering\u201d secepatnya pada bulan November.<\/p>\n<p>Angka pekerjaan yang keluar meleset jauh daripada yang diperkirakan. Namun berita buruk adalah kabar baik bagi emas. Itu karena pasar percaya bahwa the Fed tidak bisa bersikap agresif pada bulan depan dengan melakukan \u201ctapering\u201d atau menaikkan tingkat bunga.<\/p>\n<p>Sebagai respon terhadap laporan employment yang baru saja keluar, emas melompat $20 ke ketinggian harian di $1,781. Namun, emas berakhir dengan kehilangan semua keuntungannya, kembali ke $1,757 karena yields treasury AS mulai naik.<\/p>\n<p>Sebagaimana yang telah terjadi selama bulan-bulan yang lalu, harga emas sangat sensitif terhadap data ekonomi AS. Dua area yang merebut permintaan safe-haven dari emas adalah pasar obligasi dan krypto.<\/p>\n<p>Dengan data ekonomi bertambah buruk, bisa terjadi pergerakan di dalam sentimen emas. Namun emas perlu menemukan permintaan dari para pembeli baru sebagai lindung nilai terhadap inflasi yang selama ini berpindah ke dollar AS dan bitcoin.<\/p>\n<p>Data ekonomi kelihatannya berada pada trending turun. Inflasi masih akan agak tinggi. Semua ini akan positip bagi emas. Terutama karena kelihatan inflasi juga diluar AS, kelihatannya kereta tidak akan berhenti bergerak walaupun Powell berkata bahwa kenaikan harga bersifat sementara.<\/p>\n<p>Pertanyaan yang kritikal bagi emas adalah apakah kepala Fed Jerome Powell akan melanjutkan melakukan tapering pada bulan November. Beberapa minggu lalu, Powell menyatakan bahwa tes bagi \u201ctapering\u201d sudah semua digenapi. Namun apakah kasusnya masih sama?<\/p>\n<p>Kelihatannya tidak mungkin \u201ctapering\u201d bisa dilakukan pada bulan Nopember, dengan angka pekerjaan AS yang muncul mengecewakan. Mereka juga tidak bisa menaikkan tingkat bunga segera seperti yang mereka inginkan apabila data ekonomi yang keluar buruk. Jika the Fed tidak dapat menepati batas waktunya dan terpaksa untuk melanjutkan mendukung pasar lebih lama daripada yang diperkirakan. Hal ini menunjukkan ekonomi tidak kuat dan akan menggerakkan permintaan safe-haven terhadap emas.<\/p>\n<p>Resiko bagi emas disini adalah the Fed memilih mengikuti jadwal waktu \u201ctapering\u201d untuk alasan transparansi.<\/p>\n<p>Emas bisa terus bergerak \u201csideways\u201d. Bahkan pada saat data employment meleset banyak, yields masih tetap naik. Pasar treasury memberitahukan kita bahwa the Fed akan melekat kepada jadwal waktunya. The Fed kuatir mengenai transparansi. Jadi apabila mereka telah memberikan indikasi maka mereka cenderung akan melakukannya.<\/p>\n<p>Emas kelihatannya akan gagal menciptakan momentum <em>bullish<\/em> kecuali bisa ditutup di atas ketinggian pada hari Jumat di $1,781 per ons. Jika pasar emas bisa ditutup di atas $1,781 atau lebih tinggi, emas akan cenderung menjadi <em>bullish<\/em>, sehingga bisa bergerak naik menuju $1,800.<\/p>\n<p>Namun untuk sekarang, pasar emas telah menolak level tersebut dan diperdagangkan di sekitar $1,758 per ons. Sementara level $1,720 akan terus bertindak sebagai <em>support<\/em>.<\/p>\n<p>Di AS, bahaya dari gagal bayar telah disingkirkan, sehingga Demokrat bisa melanjutkan agenda Gedung Putih. Sentris seperti Senator Joe Manchin dan Kirsten Sinema kemungkinan bisa menerima undang-undang belanja senilai $2.2 triliun.<\/p>\n<p>Apakah akan bertambah para pembuat undang-undang dari kubu kiri yang setuju untuk turun dari usulan semula sebesar $3.5 triliun. Investor tetap optimis bahwa para politikus akan berkompromi. Berita yang positip dari Washington akan memperbaiki sentimen pasar dan membebani dollar AS yang safe-haven, sementara berita mengenai <em>deadlock<\/em> bisa membebani sentimen pasar.<\/p>\n<p>Kekuatiran mengenai inflasi tetap menjadi pusat pemikiran pasar, dan angka Consumer Price Index (CPI) untuk bulan September akan tetap dimonitor dengan ketat. CPI inti secara mengejutkan turun ke 4% dari sebelumnya di bulan Agustus, menenangkan dollar AS. Namun hal itu tidak cukup untuk menghentikan Federal Reserve dari memberikan signal mengenai pengetatan yang akan datang. Bank sentral AS kelihatannya tetap pada jalurnya untuk mengumumkan <em>tapering<\/em> dari skema pembelian obligasinya senilai $120 miliar per bulan pada awal bulan November.<\/p>\n<p>Penurunan inflasi ke bawah 4% akan memukul dollar AS sebentar namun tidak mungkin membuat the Fed keluar dari jalur rencananya untuk melakukan <em>tapering<\/em> atas skema pembelian obligasinya.\u00a0 CPI inti naik ke puncaknya 4.5%. Kembalinya ke level yang lebih tinggi bisa mengirim dollar AS naik lebih tinggi karena ekspektasi batas waktu pengetatan yang dipercepat.<\/p>\n<p>Apakah harga-harga yang tinggi menakutkan konsumen AS? Angka penjualan ritel untuk bulan Agustus secara mengejutkan kuat, meniadakan sentimen pasar yang buruk. Namun para ekonom memperkirakan penurunan baik di bulan September baik untuk angka umum maupun angka penjualan inti. Benefits pengangguran dari federal era pandemik akan berakhir pada bulan ini dan akan bisa mendorong konsumsi turun. Tanda-tanda bahwa inflasi akan menghentikan shoppers akan mengkuatirkan investor sementara pertumbuhan yang kuat akan bisa positip.<\/p>\n<p>The University of Michigan&#8217;s preliminary Consumer Sentiment Index untuk bulan Oktober, diperkirakan akan turun.<\/p>\n<p>\u201cSupport\u201d terdekat menunggu di $1,750 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,745 dan kemudian $1,721. \u201cResistance\u201d terdekat menunggu di $1,771 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,788 dan kemudian $1,800.<\/p>\n<p>Ricky Ferlianto\/VBN\/Managing Partner Vibiz Consulting<\/p>\n<p>Editor: Asido<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Vibiznews \u2013 Commodity) Harga emas sempat turun ke kerendahan selama 6 minggu di $1,721 karena naik tingginya yields AS, namun berhasil naik kembali ke $1,753 pada awal minggu. Mengakhiri minggu ini, harga emas bertahan di $1,757 dengan melemahnya dollar AS dan munculnya laporan NFP AS yang mengecewakan. Dengan emas tidak berhasil mengalami rally meskipun muncul [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":101021,"featured_media":501531,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"video","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[7,21,89],"tags":[57,7781,3301,63,65,7447,7451,3947,71,6931,7449,3685,7779],"class_list":["post-501517","post","type-post","status-publish","format-video","has-post-thumbnail","hentry","category-commodity","category-recommendation","category-media-center","tag-emas","tag-gasoline","tag-gold","tag-komoditas","tag-komoditi","tag-metal-berharga","tag-metal-kuning","tag-minyak-mentah","tag-perak","tag-perang-dagang","tag-precious-metal","tag-silver","tag-trade-war","post_format-post-format-video"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Rekomendasi Mingguan Emas 11 \u2013 15 Oktober 2021: Mengapa Emas Tidak Naik Saat NFP Buruk? - Vibiznews.com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2021\/10\/11\/rekomendasi-mingguan-emas-11-15-oktober-2021-mengapa-emas-tidak-naik-saat-nfp-buruk\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Rekomendasi Mingguan Emas 11 \u2013 15 Oktober 2021: Mengapa Emas Tidak Naik Saat NFP Buruk? - Vibiznews.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"(Vibiznews \u2013 Commodity) Harga emas sempat turun ke kerendahan selama 6 minggu di $1,721 karena naik tingginya yields AS, namun berhasil naik kembali ke $1,753 pada awal minggu. Mengakhiri minggu ini, harga emas bertahan di $1,757 dengan melemahnya dollar AS dan munculnya laporan NFP AS yang mengecewakan. Dengan emas tidak berhasil mengalami rally meskipun muncul [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2021\/10\/11\/rekomendasi-mingguan-emas-11-15-oktober-2021-mengapa-emas-tidak-naik-saat-nfp-buruk\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Vibiznews.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-10-10T17:05:05+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2021-10-10T17:54:52+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/maxresdefault-7.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"720\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Ricky Ferlianto\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Ricky Ferlianto\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2021\/10\/11\/rekomendasi-mingguan-emas-11-15-oktober-2021-mengapa-emas-tidak-naik-saat-nfp-buruk\/\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2021\/10\/11\/rekomendasi-mingguan-emas-11-15-oktober-2021-mengapa-emas-tidak-naik-saat-nfp-buruk\/\",\"name\":\"Rekomendasi Mingguan Emas 11 \u2013 15 Oktober 2021: Mengapa Emas Tidak Naik Saat NFP Buruk? - Vibiznews.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2021\/10\/11\/rekomendasi-mingguan-emas-11-15-oktober-2021-mengapa-emas-tidak-naik-saat-nfp-buruk\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2021\/10\/11\/rekomendasi-mingguan-emas-11-15-oktober-2021-mengapa-emas-tidak-naik-saat-nfp-buruk\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/maxresdefault-7.jpg\",\"datePublished\":\"2021-10-10T17:05:05+00:00\",\"dateModified\":\"2021-10-10T17:54:52+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/b811bcd61ca0a8d804c6fcb701d110dc\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2021\/10\/11\/rekomendasi-mingguan-emas-11-15-oktober-2021-mengapa-emas-tidak-naik-saat-nfp-buruk\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2021\/10\/11\/rekomendasi-mingguan-emas-11-15-oktober-2021-mengapa-emas-tidak-naik-saat-nfp-buruk\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2021\/10\/11\/rekomendasi-mingguan-emas-11-15-oktober-2021-mengapa-emas-tidak-naik-saat-nfp-buruk\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/maxresdefault-7.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/maxresdefault-7.jpg\",\"width\":1280,\"height\":720},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2021\/10\/11\/rekomendasi-mingguan-emas-11-15-oktober-2021-mengapa-emas-tidak-naik-saat-nfp-buruk\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/vibiznews.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Rekomendasi Mingguan Emas 11 \u2013 15 Oktober 2021: Mengapa Emas Tidak Naik Saat NFP Buruk?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/\",\"name\":\"Vibiznews.com\",\"description\":\"Berita Bisnis | Berita Komoditi | Berita Saham\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/vibiznews.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/b811bcd61ca0a8d804c6fcb701d110dc\",\"name\":\"Ricky Ferlianto\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1c374f375f94633e3a6337396710d79?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1c374f375f94633e3a6337396710d79?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Ricky Ferlianto\"},\"description\":\"LIE RICKY FERLIANTO SE.Ak is an investment and financial consultant, active columnist in electronic and paper media and known as a best seller book writer. He was experience in futures business for 13 years in Futures Brokerage Firm and 3 years in Futures Exchange. Currently he is a Head Research of Vibiz Consulting.\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/author\/ricky-ferlianto\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Rekomendasi Mingguan Emas 11 \u2013 15 Oktober 2021: Mengapa Emas Tidak Naik Saat NFP Buruk? - Vibiznews.com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2021\/10\/11\/rekomendasi-mingguan-emas-11-15-oktober-2021-mengapa-emas-tidak-naik-saat-nfp-buruk\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Rekomendasi Mingguan Emas 11 \u2013 15 Oktober 2021: Mengapa Emas Tidak Naik Saat NFP Buruk? - Vibiznews.com","og_description":"(Vibiznews \u2013 Commodity) Harga emas sempat turun ke kerendahan selama 6 minggu di $1,721 karena naik tingginya yields AS, namun berhasil naik kembali ke $1,753 pada awal minggu. Mengakhiri minggu ini, harga emas bertahan di $1,757 dengan melemahnya dollar AS dan munculnya laporan NFP AS yang mengecewakan. Dengan emas tidak berhasil mengalami rally meskipun muncul [&hellip;]","og_url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2021\/10\/11\/rekomendasi-mingguan-emas-11-15-oktober-2021-mengapa-emas-tidak-naik-saat-nfp-buruk\/","og_site_name":"Vibiznews.com","article_published_time":"2021-10-10T17:05:05+00:00","article_modified_time":"2021-10-10T17:54:52+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":720,"url":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/maxresdefault-7.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Ricky Ferlianto","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Ricky Ferlianto","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2021\/10\/11\/rekomendasi-mingguan-emas-11-15-oktober-2021-mengapa-emas-tidak-naik-saat-nfp-buruk\/","url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2021\/10\/11\/rekomendasi-mingguan-emas-11-15-oktober-2021-mengapa-emas-tidak-naik-saat-nfp-buruk\/","name":"Rekomendasi Mingguan Emas 11 \u2013 15 Oktober 2021: Mengapa Emas Tidak Naik Saat NFP Buruk? - Vibiznews.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2021\/10\/11\/rekomendasi-mingguan-emas-11-15-oktober-2021-mengapa-emas-tidak-naik-saat-nfp-buruk\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2021\/10\/11\/rekomendasi-mingguan-emas-11-15-oktober-2021-mengapa-emas-tidak-naik-saat-nfp-buruk\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/maxresdefault-7.jpg","datePublished":"2021-10-10T17:05:05+00:00","dateModified":"2021-10-10T17:54:52+00:00","author":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/b811bcd61ca0a8d804c6fcb701d110dc"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2021\/10\/11\/rekomendasi-mingguan-emas-11-15-oktober-2021-mengapa-emas-tidak-naik-saat-nfp-buruk\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2021\/10\/11\/rekomendasi-mingguan-emas-11-15-oktober-2021-mengapa-emas-tidak-naik-saat-nfp-buruk\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2021\/10\/11\/rekomendasi-mingguan-emas-11-15-oktober-2021-mengapa-emas-tidak-naik-saat-nfp-buruk\/#primaryimage","url":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/maxresdefault-7.jpg","contentUrl":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/maxresdefault-7.jpg","width":1280,"height":720},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2021\/10\/11\/rekomendasi-mingguan-emas-11-15-oktober-2021-mengapa-emas-tidak-naik-saat-nfp-buruk\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/vibiznews.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Rekomendasi Mingguan Emas 11 \u2013 15 Oktober 2021: Mengapa Emas Tidak Naik Saat NFP Buruk?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#website","url":"https:\/\/vibiznews.com\/","name":"Vibiznews.com","description":"Berita Bisnis | Berita Komoditi | Berita Saham","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/vibiznews.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/b811bcd61ca0a8d804c6fcb701d110dc","name":"Ricky Ferlianto","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1c374f375f94633e3a6337396710d79?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1c374f375f94633e3a6337396710d79?s=96&d=mm&r=g","caption":"Ricky Ferlianto"},"description":"LIE RICKY FERLIANTO SE.Ak is an investment and financial consultant, active columnist in electronic and paper media and known as a best seller book writer. He was experience in futures business for 13 years in Futures Brokerage Firm and 3 years in Futures Exchange. Currently he is a Head Research of Vibiz Consulting.","url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/author\/ricky-ferlianto\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/501517","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/101021"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=501517"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/501517\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":501521,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/501517\/revisions\/501521"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/501531"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=501517"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=501517"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=501517"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}