{"id":507417,"date":"2021-12-13T23:19:31","date_gmt":"2021-12-13T16:19:31","guid":{"rendered":"https:\/\/www.vibiznews.com\/?p=507417"},"modified":"2021-12-13T23:19:31","modified_gmt":"2021-12-13T16:19:31","slug":"ekonomi-digital-tumbuh-rp-4500-triliun-di-2030-pemerintah-dan-asosiasi-sepakat-jaga-inklusi-dan-dorong-literasi-keuangan-digital","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2021\/12\/13\/ekonomi-digital-tumbuh-rp-4500-triliun-di-2030-pemerintah-dan-asosiasi-sepakat-jaga-inklusi-dan-dorong-literasi-keuangan-digital\/","title":{"rendered":"Ekonomi Digital Tumbuh Rp 4500 Triliun Di 2030, Pemerintah dan Asosiasi Sepakat Jaga Inklusi dan Dorong Literasi Keuangan Digital"},"content":{"rendered":"<p>(Vibiznews \u2013 Banking &amp; Insurance) \u2014 Memasuki hari terakhir <em>The 3rd Indonesia Fintech Summit (IFS)<\/em> 2021 di Nusa Dua, Bali, pemerintah dan asosiasi sepakat untuk terus mendongkrak inklusi keuangan, agar semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan <em>fintech<\/em>, sementara di sisi lain juga meningkatkan literasi keuangan <em>digital<\/em>.<\/p>\n<p>Wakil Presiden K.H. Ma&#8217;ruf Amin dalam sambutannya mengungkapkan pentingnya upaya-upaya peningkatan literasi, sembari mendorong peningkatan model bisnis yang ditopang oleh kebijakan yang afirmatif. \u201cSeluruh pemangku kebijakan, khususnya Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo), Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan asosiasi-asosiasi, saya minta untuk berperan aktif dalam membantu terciptanya kebijakan yang afirmatif. Kita ingin bersama-sama memajukan industri ekonomi dan keuangan <em>digital<\/em> yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,&#8221; ungkap Wapres.<\/p>\n<p>Upaya-upaya ini tidak lain untuk menyambut perkembangan <em>fintech<\/em> di masa depan. Wapres juga mengutip proyeksi Kementerian Perdagangan (Kemendag), bahwa sektor keuangan <em>digital<\/em> akan tumbuh delapan kali lipat di 2030, dari sekitar Rp 600 triliun menjadi Rp 4.500 triliun.<\/p>\n<p>Sementara itu, pada sambutannya yang bertema <em>\u201cInnovation and Investment in Indonesia&#8217;s Digital Economy and Finance Ecosystem<\/em> (Inovasi dan Investasi dalam Ekonomi Digital dan Ekosistem Keuangan Indonesia)&#8221;, Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut B. Panjaitan menyatakan bahwa tingkat inklusi keuangan <em>digital <\/em>di Indonesia sudah berada pada indikator yang sangat baik. Sayangnya, grafik tersebut belum ditunjang dengan tingkat literasi keuangan, yang menurut Luhut, masih sangat jauh dibanding negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.<\/p>\n<p>\u201cBerdasarkan data OJK pada 2019 Indeks Literasi Keuangan baru mencapai 30,03% dan Indeks Inklusi Keuangan 76,19%. Angka ini berbanding jauh dari Singapura di angka 98%, Malaysia 85%, dan Thailand 82%. Tingkat inklusi tinggi dengan literasi rendah menunjukkan potensi risiko yang begitu tinggi. Karena, meski masyarakat memiliki akses keuangan, sebenarnya mereka tidak memahami fungsi dan risikonya. Peningkatan literasi menjadi kunci agar tingkat inklusi yang sudah terjadi bisa berdampak lebih produktif dengan risiko minim. Inilah yang jadi pekerjaan kita bersama, antara pemerintah dan asosiasi,&#8221; ungkap Luhut.<\/p>\n<p>Pesan dari Queen Maxima<br \/>\nIFS 2021 yang digelar selama dua hari berhasil mengumpulkan lebih dari 80 pembicara nasional dan global. Salah satu pembicara yang ikut urun gagasan adalah Permaisuri Belanda, Queen Maxima, yang juga adalah Advokat Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Keuangan Inklusif untuk Pembangunan.<\/p>\n<p>Pada pidatonya yang berjudul <em>\u201cDigital Finance Innovation Role in Increasing Global Financial Inclusion<\/em> (Peran Inovasi Keuangan Digital dalam Meningkatkan Inklusi Keuangan Global)&#8221;, Queen Maxima menekankan, \u201cPemerintah punya peranan sangat penting untuk mengembangkan visi untuk masa depan dunia <em>digital<\/em>, termasuk mengidentifikasi tata kelola yang dibutuhkan dan infrastruktur yang dibutuhkan. Memberikan infrastruktur yang terstandardisasi akan sangat mendukung sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Salah satunya yang telah dilakukan di Indonesia dengan inovasi QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) yang diluncurkan di 2019,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Queen Maxima menambahkan, agar pelaku <em>fintech<\/em> di Indonesia berhati-hati pula seiring dengan makin majunya inovasi teknologi. \u201cTeknologi yang maju, misalnya dengan kehadiran <em>super-app<\/em>, akan makin meningkatkan celah risiko. Para pemangku kepentingan harus terus memantaunya dengan memanfaatkan kemajuan teknologi untuk memitigasi risiko-risiko yang ada. Antisipasi-antisipasi terhadap risiko ini dapat dilakukan dengan kolaborasi erat bersama asosiasi-asosiasi yang kuat, seperti yang telah dimiliki di Indonesia,&#8221; tambahnya.<\/p>\n<p>Menutup sambutannya, Queen Maxima yakin, sektor keuangan <em>digital<\/em> di Indonesia akan semakin tumbuh dan menyediakan inklusivitas bagi masyarakat, termasuk pula UMKM.<\/p>\n<p>Komitmen BI, OJK, dan Asosiasi<br \/>\nPada <em>Fintech Visionary Talk II<\/em> di IFS 2021, perwakilan pemerintah yakni Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Nurhaida duduk bersama untuk membahas peranan jasa keuangan <em>digital<\/em> untuk mendukung sektor UMKM.<\/p>\n<p>Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti mengungkapkan, BI bersinergi dengan Pemerintah serta para pelaku usaha mendorong upaya digitalisasi UMKM secara <em>end-to-end<\/em> di berbagai aspek, antara lain dari sisi produksi untuk meningkatkan produktivitas, memperluas akses pemasaran melalui <em>onboarding<\/em>, dan memanfaatkan transaksi pembayaran <em>digital<\/em> untuk menciptakan UMKM yang berdaya saing dan berkelas, melalui QRIS yang saat ini telah mencapai 13,4 juta <em>merchant<\/em> di seluruh Indonesia, dengan 95% merupakan UMKM.<\/p>\n<p>\u201cBank Indonesia juga telah menyusun kerangka kerja Kebijakan Pengembangan UMKM BI yang bertujuan mendorong UMKM Indonesia agar memiliki daya saing, salah satunya adalah melalui program UMKM <em>go digital<\/em>. Selain itu, Bank Indonesia juga telah memiliki beberapa detail program digitalisasi UMKM yang disusun secara <em>end-to-end<\/em> untuk mengakselerasi inisiatif <em>Blueprint<\/em> Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI),&#8221; imbuh Destry.<\/p>\n<p>Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Nurhaida mengungkapkan, sebagai regulator, OJK telah menginisiasi akselerasi Transformasi <em>Digital<\/em> Sektor Jasa Keuangan, yang tertuang dalam <em>Master Plan<\/em> Sektor Jasa Keuangan Indonesia (MPSJKI) 2021-2024 dan <em>Roadmap &amp; Action Plan<\/em> Inovasi Sektor Jasa Keuangan 2020-2024.<\/p>\n<p>Sejak 2021 OJK telah menyiapkan sejumlah inisiatif strategis untuk menghadapi berbagai perkembangan dan tantangan di sektor jasa keuangan. Salah satu yang menjadi prioritas adalah percepatan digitalisasi serta optimalisasi ekosistem <em>digital<\/em>, dan peningkatan literasi <em>digital<\/em>.<\/p>\n<p>Selain itu Nurhaida juga menyoroti perkembangan pada sektor teknologi, terutama dengan penggunaan aplikasi <em>Big Data, Artificial Intelligence<\/em> yang memunculkan berbagai produk dan model bisnis baru, antara lain hadirnya <em>Bigtech, Neo Bank, Lifestyle Center<\/em> dan <em>Super-Apps.<\/em><\/p>\n<p>\u201cPerkembangan pada sektor teknologi menyadarkan kami bahwa terdapat tiga isu utama yang perlu menjadi perhatian regulator dalam membawa transformasi digital ke depan, yaitu integrasi, disrupsi, dan kapasitas antara fintech, regulator dan pelaku dari berbagai sektor ekonomi.&#8221; ungkap Nurhaida.<\/p>\n<p>Hadir pula dalam acara tersebut Ketua Umum AFTECH Pandu Sjahrir, dia menambahkan, selama BFN dan IFS yang merupakan kolaborasi BI, OJK, AFTECH, AFSI, dan AFPI ini, telah berlangsung lebih dari 111 kegiatan virtual yang terdiri dari webinar, IG Live, dan podcast dengan lebih dari satu juta partisipasi aktif masyarakat yang menonton dan mengikuti aneka kegiatan tersebut. Pandu menilai, BFN dan IFS ini dapat menjadi titik awal yang baik untuk memperlihatkan perkembangan digital di Indonesia menuju G20 yang akan dilangsungkan pula di Bali di 2022 mendatang.<\/p>\n<p>\u201cTerima kasih untuk BI dan OJK yang telah menghubungkan ketiga asosiasi fintech di Indonesia. Dengan kolaborasi, ternyata kita dapat membuat acara dengan sangat besar. Acara ini sangat bagus untuk menjadi permulaan bagi perhelatan G20 tahun depan. Kita dapat menunjukkan kepemimpinan dan sinergi di bidang digital melalui acara ini dengan baik. Semoga BFN dan IFS tahun 2022 lebih besar lagi dengan capaian yang lebih baik untuk mewujudkan inklusi keuangan di Indonesia,&#8221; ungkap Pandu.<\/p>\n<p>Sementara itu, Ketua Umum AFSI Ronald Wijaya ikut menyampaikan bahwa potensi fintech syariah di Indonesia masih sangat terbuka. \u201cIndonesia menempati urutan kelima pangsa pasar terbesar fintech syariah di dunia. Data dari Investree, pengguna didominasi oleh milenial. Artinya struktur penduduk usia muda lebih meminati fintech syariah. Ke depan, kami terus melakukan kampanye yang menyasar pengguna potensial fintech syariah,&#8221; beber Ronald. Namun, Ronald juga menangkap perhatian khusus dari Wapres Ma&#8217;ruf Amin mengenai masih minimnya fintech syariah yang legal. \u201cKomitmen kami di AFSI adalah agar anggota terus mendorong inovasi tapi tidak lupa untuk patuh terhadap ketentuan yang ada,&#8221; sambung Ronald.<\/p>\n<p>Menguatkan hal tersebut, Ketua Umum Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Adrian Gunadi menyampaikan bahwa momentum ini juga sekaligus digunakan untuk meluncurkan wajah baru AFPI, di mana AFPI bertransformasi menjadi lebih inovatif, inklusif, dan terpercaya. Logo baru AFPI memiliki 3 makna, yaitu &#8216;Simpel&#8217;, yang artinya identitas visual dibuat berdasarkan tujuan AFPI sebagai &#8216;Pelindung&#8217;, dengan huruf \u201cf&#8221; yang sedikit lebih tinggi, mewakili bahwa AFPI adalah &#8216;payung&#8217; yang melindungi; dan &#8216;Modern&#8217;, diwakili bentuk dan huruf logo bersudut geometris sebagai wujud identitas yang modern, berbasis teknologi, humanis dan relevan, serta warna hijau untuk menyampaikan rasa aman dan melambangkan bahwa AFPI bisa diandalkan. Logo baru AFPI juga mengedepankan aspek legalitas dan keamanan (stamp Legal &amp; Aman) yang melekat pada tiap anggotanya.<\/p>\n<p>Adrian menambahkan, pihaknya akan terus mendorong upaya untuk meningkatkan inklusi dan literasi masyarakat Indonesia. Namun, tantangan terbesar sektor pendanaan bersama alias peer-to-peer lending adalah isu pinjol ilegal. \u201cSecara agregat pinjaman yang sudah disalurkan per Oktober 2021 mencapai Rp 272,4 triliun. Dengan angka ini, masih ada kebutuhan pendanaan yang mencapai Rp 1.600 triliun yang belum dapat terlayani. Artinya, potensi fintech pendanaan bersama masih terbuka lebar. Mengingat hal ini, AFPI akan turut melakukan reformasi terhadap layanan pengaduan menjadi semakin responsif, serta menambah komponen sumber daya manusia (SDM) internal, terutama berkaitan pengawasan kode etik,&#8221; tutupnya.<\/p>\n<p>Belinda Kosasih\/ Partner of Banking Business Services\/Vibiz Consulting<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Vibiznews \u2013 Banking &amp; Insurance) \u2014 Memasuki hari terakhir The 3rd Indonesia Fintech Summit (IFS) 2021 di Nusa Dua, Bali, pemerintah dan asosiasi sepakat untuk terus mendongkrak inklusi keuangan, agar semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan fintech, sementara di sisi lain juga meningkatkan literasi keuangan digital. Wakil Presiden K.H. Ma&#8217;ruf Amin dalam sambutannya mengungkapkan pentingnya upaya-upaya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":101013,"featured_media":507419,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[353,29],"tags":[12283,12281,12277,12271,12273,12275,12279],"class_list":["post-507417","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-banking-insurance","category-economy-business","tag-artificial-intelligence","tag-big-data","tag-blueprint-sistem-pembayaran-indonesia","tag-fintech-visionary-ii","tag-ifs","tag-jasa-keuangan-digital","tag-super-app"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Ekonomi Digital Tumbuh Rp 4500 Triliun Di 2030, Pemerintah dan Asosiasi Sepakat Jaga Inklusi dan Dorong Literasi Keuangan Digital - Vibiznews.com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2021\/12\/13\/ekonomi-digital-tumbuh-rp-4500-triliun-di-2030-pemerintah-dan-asosiasi-sepakat-jaga-inklusi-dan-dorong-literasi-keuangan-digital\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ekonomi Digital Tumbuh Rp 4500 Triliun Di 2030, Pemerintah dan Asosiasi Sepakat Jaga Inklusi dan Dorong Literasi Keuangan Digital - Vibiznews.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"(Vibiznews \u2013 Banking &amp; Insurance) \u2014 Memasuki hari terakhir The 3rd Indonesia Fintech Summit (IFS) 2021 di Nusa Dua, Bali, pemerintah dan asosiasi sepakat untuk terus mendongkrak inklusi keuangan, agar semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan fintech, sementara di sisi lain juga meningkatkan literasi keuangan digital. Wakil Presiden K.H. Ma&#8217;ruf Amin dalam sambutannya mengungkapkan pentingnya upaya-upaya [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2021\/12\/13\/ekonomi-digital-tumbuh-rp-4500-triliun-di-2030-pemerintah-dan-asosiasi-sepakat-jaga-inklusi-dan-dorong-literasi-keuangan-digital\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Vibiznews.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-12-13T16:19:31+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/The-3rd-Indonesia-Fintech-Summit-2021.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1599\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"899\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Belinda\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Belinda\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2021\/12\/13\/ekonomi-digital-tumbuh-rp-4500-triliun-di-2030-pemerintah-dan-asosiasi-sepakat-jaga-inklusi-dan-dorong-literasi-keuangan-digital\/\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2021\/12\/13\/ekonomi-digital-tumbuh-rp-4500-triliun-di-2030-pemerintah-dan-asosiasi-sepakat-jaga-inklusi-dan-dorong-literasi-keuangan-digital\/\",\"name\":\"Ekonomi Digital Tumbuh Rp 4500 Triliun Di 2030, Pemerintah dan Asosiasi Sepakat Jaga Inklusi dan Dorong Literasi Keuangan Digital - Vibiznews.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2021\/12\/13\/ekonomi-digital-tumbuh-rp-4500-triliun-di-2030-pemerintah-dan-asosiasi-sepakat-jaga-inklusi-dan-dorong-literasi-keuangan-digital\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2021\/12\/13\/ekonomi-digital-tumbuh-rp-4500-triliun-di-2030-pemerintah-dan-asosiasi-sepakat-jaga-inklusi-dan-dorong-literasi-keuangan-digital\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/The-3rd-Indonesia-Fintech-Summit-2021.jpg\",\"datePublished\":\"2021-12-13T16:19:31+00:00\",\"dateModified\":\"2021-12-13T16:19:31+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/88c20c73854ff859e070bb64118580e6\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2021\/12\/13\/ekonomi-digital-tumbuh-rp-4500-triliun-di-2030-pemerintah-dan-asosiasi-sepakat-jaga-inklusi-dan-dorong-literasi-keuangan-digital\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2021\/12\/13\/ekonomi-digital-tumbuh-rp-4500-triliun-di-2030-pemerintah-dan-asosiasi-sepakat-jaga-inklusi-dan-dorong-literasi-keuangan-digital\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2021\/12\/13\/ekonomi-digital-tumbuh-rp-4500-triliun-di-2030-pemerintah-dan-asosiasi-sepakat-jaga-inklusi-dan-dorong-literasi-keuangan-digital\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/The-3rd-Indonesia-Fintech-Summit-2021.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/The-3rd-Indonesia-Fintech-Summit-2021.jpg\",\"width\":1599,\"height\":899,\"caption\":\"Sumber: Bank Indonesia\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2021\/12\/13\/ekonomi-digital-tumbuh-rp-4500-triliun-di-2030-pemerintah-dan-asosiasi-sepakat-jaga-inklusi-dan-dorong-literasi-keuangan-digital\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/vibiznews.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Ekonomi Digital Tumbuh Rp 4500 Triliun Di 2030, Pemerintah dan Asosiasi Sepakat Jaga Inklusi dan Dorong Literasi Keuangan Digital\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/\",\"name\":\"Vibiznews.com\",\"description\":\"Berita Bisnis | Berita Komoditi | Berita Saham\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/vibiznews.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/88c20c73854ff859e070bb64118580e6\",\"name\":\"Belinda\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c3bbf0f9d5bce10545d0830ef957ec1c?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c3bbf0f9d5bce10545d0830ef957ec1c?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Belinda\"},\"description\":\"Belinda is a banking consultant, currently she is a Partner in Banking Business Services of Vibiz Consulting, as facilitator and also actively writing articles related to banking and investment subjects in vibiznews.com - Vibiz Media Network.\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/author\/belinda\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ekonomi Digital Tumbuh Rp 4500 Triliun Di 2030, Pemerintah dan Asosiasi Sepakat Jaga Inklusi dan Dorong Literasi Keuangan Digital - Vibiznews.com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2021\/12\/13\/ekonomi-digital-tumbuh-rp-4500-triliun-di-2030-pemerintah-dan-asosiasi-sepakat-jaga-inklusi-dan-dorong-literasi-keuangan-digital\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Ekonomi Digital Tumbuh Rp 4500 Triliun Di 2030, Pemerintah dan Asosiasi Sepakat Jaga Inklusi dan Dorong Literasi Keuangan Digital - Vibiznews.com","og_description":"(Vibiznews \u2013 Banking &amp; Insurance) \u2014 Memasuki hari terakhir The 3rd Indonesia Fintech Summit (IFS) 2021 di Nusa Dua, Bali, pemerintah dan asosiasi sepakat untuk terus mendongkrak inklusi keuangan, agar semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan fintech, sementara di sisi lain juga meningkatkan literasi keuangan digital. Wakil Presiden K.H. Ma&#8217;ruf Amin dalam sambutannya mengungkapkan pentingnya upaya-upaya [&hellip;]","og_url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2021\/12\/13\/ekonomi-digital-tumbuh-rp-4500-triliun-di-2030-pemerintah-dan-asosiasi-sepakat-jaga-inklusi-dan-dorong-literasi-keuangan-digital\/","og_site_name":"Vibiznews.com","article_published_time":"2021-12-13T16:19:31+00:00","og_image":[{"width":1599,"height":899,"url":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/The-3rd-Indonesia-Fintech-Summit-2021.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Belinda","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Belinda","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2021\/12\/13\/ekonomi-digital-tumbuh-rp-4500-triliun-di-2030-pemerintah-dan-asosiasi-sepakat-jaga-inklusi-dan-dorong-literasi-keuangan-digital\/","url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2021\/12\/13\/ekonomi-digital-tumbuh-rp-4500-triliun-di-2030-pemerintah-dan-asosiasi-sepakat-jaga-inklusi-dan-dorong-literasi-keuangan-digital\/","name":"Ekonomi Digital Tumbuh Rp 4500 Triliun Di 2030, Pemerintah dan Asosiasi Sepakat Jaga Inklusi dan Dorong Literasi Keuangan Digital - Vibiznews.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2021\/12\/13\/ekonomi-digital-tumbuh-rp-4500-triliun-di-2030-pemerintah-dan-asosiasi-sepakat-jaga-inklusi-dan-dorong-literasi-keuangan-digital\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2021\/12\/13\/ekonomi-digital-tumbuh-rp-4500-triliun-di-2030-pemerintah-dan-asosiasi-sepakat-jaga-inklusi-dan-dorong-literasi-keuangan-digital\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/The-3rd-Indonesia-Fintech-Summit-2021.jpg","datePublished":"2021-12-13T16:19:31+00:00","dateModified":"2021-12-13T16:19:31+00:00","author":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/88c20c73854ff859e070bb64118580e6"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2021\/12\/13\/ekonomi-digital-tumbuh-rp-4500-triliun-di-2030-pemerintah-dan-asosiasi-sepakat-jaga-inklusi-dan-dorong-literasi-keuangan-digital\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2021\/12\/13\/ekonomi-digital-tumbuh-rp-4500-triliun-di-2030-pemerintah-dan-asosiasi-sepakat-jaga-inklusi-dan-dorong-literasi-keuangan-digital\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2021\/12\/13\/ekonomi-digital-tumbuh-rp-4500-triliun-di-2030-pemerintah-dan-asosiasi-sepakat-jaga-inklusi-dan-dorong-literasi-keuangan-digital\/#primaryimage","url":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/The-3rd-Indonesia-Fintech-Summit-2021.jpg","contentUrl":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/The-3rd-Indonesia-Fintech-Summit-2021.jpg","width":1599,"height":899,"caption":"Sumber: Bank Indonesia"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2021\/12\/13\/ekonomi-digital-tumbuh-rp-4500-triliun-di-2030-pemerintah-dan-asosiasi-sepakat-jaga-inklusi-dan-dorong-literasi-keuangan-digital\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/vibiznews.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Ekonomi Digital Tumbuh Rp 4500 Triliun Di 2030, Pemerintah dan Asosiasi Sepakat Jaga Inklusi dan Dorong Literasi Keuangan Digital"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#website","url":"https:\/\/vibiznews.com\/","name":"Vibiznews.com","description":"Berita Bisnis | Berita Komoditi | Berita Saham","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/vibiznews.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/88c20c73854ff859e070bb64118580e6","name":"Belinda","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c3bbf0f9d5bce10545d0830ef957ec1c?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c3bbf0f9d5bce10545d0830ef957ec1c?s=96&d=mm&r=g","caption":"Belinda"},"description":"Belinda is a banking consultant, currently she is a Partner in Banking Business Services of Vibiz Consulting, as facilitator and also actively writing articles related to banking and investment subjects in vibiznews.com - Vibiz Media Network.","url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/author\/belinda\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/507417","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/101013"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=507417"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/507417\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":507421,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/507417\/revisions\/507421"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/507419"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=507417"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=507417"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=507417"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}