{"id":526852,"date":"2022-06-27T00:04:00","date_gmt":"2022-06-26T17:04:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.vibiznews.com\/?p=526852"},"modified":"2022-06-27T15:14:33","modified_gmt":"2022-06-27T08:14:33","slug":"rekomendasi-minyak-mingguan-27-juni-1-juli-2022-penurunan-masih-akan-berlanjut","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2022\/06\/27\/rekomendasi-minyak-mingguan-27-juni-1-juli-2022-penurunan-masih-akan-berlanjut\/","title":{"rendered":"Rekomendasi Minyak Mingguan 27 Juni \u2013 1 Juli 2022: Penurunan Masih Akan Berlanjut?"},"content":{"rendered":"<p>(Vibiznews \u2013 Commodity) Memulai minggu yang baru pada minggu lalu di $114, harga minyak mentah WTI pada hari Senin turun ke $108 karena ketakutan terjadinya perlambatan ekonomi ditambah dengan harapan akan meningkatnya produksi minyak mentah. Namun pada hari Selasa sempat diperdagangkan naik ke sekitar $112 sebelum akhirnya turun lagi sedikit ke sekitar $109. Pada hari Rabu berbalik turun ke sekitar $102, level terendah selama 5 minggu. di tengah ketakutan akan resesi. Pada hari Kamis berhasil naik ke sekitar $105.00, meskipun masih di bawah tekanan <em>bearish<\/em> dan melanjutkan kenaikannya pada hari Jumat ke $106.<\/p>\n<p>Harga minyak mentah berjangka benchmark Amerika, West Texas Intermediate (WTI) di bursa Nymex pada hari <strong>Senin <\/strong>pada awalnya sempat melanjutkan penurunannya dan diperdagangkan di sekitar $107.93 per barel, ke arah kerendahan bulanan, sebelum akhirnya naik kembali ke angka semula di sekitar $108.12 karena melemahnya dollar AS.<\/p>\n<p>Penurunan harga minyak mentah WTI disebabkan karena ketakutan terjadinya perlambatan ekonomi ditambah dengan harapan akan meningkatnya produksi minyak mentah.<\/p>\n<p>Sekretaris Umum OPEC Mohammad Barkindo mengatakan bahwa akan ada penambahan 9.7 juta barel per hari pada bulan Agustus. Ketua OPEC juga menyebutkan bahwa tujuan bersama dengan para partner\u00a0 non-OPEC adalah untuk memelihara kestabilan pasar, bukan untuk menaikkan dan menurunkan harga.<\/p>\n<p>Selain itu, ketakutan akan perlambatan ekonomi yang mengakibatkan turunnya permintaan akan minyak mentah juga mendorong turun harga minyak mentah WTI. Baru-baru ini Treasury Secretary AS Janet Yellen memperkirakan ekonomi AS akan melambat.<\/p>\n<p>Searah dengan ini, para pembuat kebijakan the Fed juga menginginkan kenaikan tingkat bunga karena ketakutan inflasi yang semakin tinggi akan membebani outlook ekonomi AS. Kubu hawkish di Federal Reserve AS memperkirakan akan terjadi inflasi yang tinggi, pertumbuhan ekonomi yang melambat dan perlunya menaikkan tingkat bunga dengan lebih cepat.<\/p>\n<p>Harga minyak mentah berjangka benchmark Amerika, West Texas Intermediate (WTI) di bursa Nymex pada hari <strong>Selasa<\/strong> sempat diperdagangkan naik ke sekitar $112 sebelum akhirnya turun lagi sedikit ke sekitar $109.79 di tengah tekanan turun karena ketakutan akan resesi.<\/p>\n<p>Harga minyak WTI terus tertekan setelah para bank sentral dunia mulai menaikkan tingkat bunga mereka dengan keras karena tekanan inflasi yang kuat. Untuk menjinakkan inflasi yang menanjak tinggi, kelihatannya kenaikan tingkat bunga sebesar 50 bps adalah suatu \u201cnew normal\u201d.<\/p>\n<p>Beberapa bank sentral malah sudah lebih hawkish seperti Federal Reserve AS yang mengumumkan kenaikan tingkat bunganya sebesar 75 bps melampaui \u201cnew normal\u201d.<\/p>\n<p>Semakin tinggi kenaikan tingkat bunga dari bank sentral semakin besar pintu yang terbuka untuk terjadinya resesi di ekonomi dunia yang bisa menekan permintaan akan minyak mentah sehingga membebani harga minyak mentah WTI.<\/p>\n<p>Meskipun demikian, harga minyak WTI berhasil naik karena impor minyak mentah di Cina dari Rusia meningkat dramatis sebesar 55%.<\/p>\n<p>Kenaikan harga minyak mentah WTI juga disebabkan karena para investor sedang memberikan prioritas kepada keterbatasan supply daripada fokus kepada ekspektasi penurunan demand akibat ketakutan resesi. Keterbatasan supply karena hilangnya output minyak mentah dari Rusia diperkirakan akan berlangsung lama karena tidak ada yang bisa menggantikannya dengan cepat.<\/p>\n<p>Harga minyak mentah berjangka benchmark Amerika, West Texas Intermediate (WTI) di bursa Nymex pada hari <strong>Rabu<\/strong> berbalik turun ke sekitar $102.39 , level terendah selama 5 minggu. di tengah ketakutan akan resesi.<\/p>\n<p>Harga minyak mentah WTI memperpanjang penurunannya setelah jatuh menembus support krusial di $109.00.<\/p>\n<p>Ketakutan akan resesi di negara \u2013 negara Barat meningkat dengan tingkat inflasi yang semakin tinggi menuntut dilakukannya langkah-langkah pengetatan quantitative dari para bank sentral. Beberapa bank sentral utama dunia telah menaikkan tingkat suku bunga kuncinya pada bulan Juni secara signifikan.<\/p>\n<p>Swiss National Bank (SNB) menaikkan tingkat bunganya untuk pertama kalinya dalam 15 tahun. SNB menaikkan tingkat bunganya sebesar 50 bps.<\/p>\n<p>Untuk menjinakkan inflasi yang menanjak tinggi, kelihatannya kenaikan tingkat bunga sebesar 50 bps adalah suatu \u201cnew normal\u201d.<\/p>\n<p>Beberapa bank sentral malah sudah lebih hawkish seperti Federal Reserve AS yang mengumumkan kenaikan tingkat bunganya sebesar 75 bps melampaui \u201cnew normal\u201d.<\/p>\n<p>Naiknya tingkat suku bunga akan menekan turun permintaan aggregate dan menurunkan permintaan akan minyak mentah di tengah ancaman resesi.<\/p>\n<p>Saat ini investor mengabaikan ekspektasi kenaikan permintaan memasuki musim panas di AS. Selain itu pasar juga mengabaikan ketatnya supply minyak mentah saat ini.<\/p>\n<p>Harga minyak mentah berjangka benchmark Amerika, West Texas Intermediate (WTI) di bursa Nymex pada hari <strong>Kamis<\/strong> berhasil naik ke sekitar $105.00, meskipun masih di bawah tekanan <em>bearish<\/em>.<\/p>\n<p>Harga minyak mentah WTI membalikkan penurunannya dari level $101 dan berhasil naik ke atas $105, meskipun demikian harga minyak mentah WTI masih ada di bawah tekanan <em>bearish<\/em>.<\/p>\n<p>Kombinasi dari faktor-faktor bearish terus menekan harga minyak mentah WTI meskipun mengalami rebound pada saat ini. Naiknya kemungkinan terjadinya resesi global menekan turun harga minyak mentah.<\/p>\n<p>Laporan Business PMI pendahuluan pada area euro keluar mengecewakan dan membangkitkan ketakutan akan resesi.<\/p>\n<p>Sementara itu naiknya persediaan minyak mentah AS ditambah dengan \u201ctax holiday\u201d untuk gasoline dari Presiden AS Joe Biden menambah tekanan turun terhadap harga minyak mentah. American Petroleum Institute (API) melaporkan kenaikan persediaan minyak mentah AS sebanyak 5.607.000 barel. Ini adalah kenaikan inventori minyak mentah terbesar di atas 5 juta barel, sejak pertengahan bulan Februari.<\/p>\n<p>Pada hari Rabu, Biden mendesak Kongres AS untuk meloloskan suspense 3 bulan terhadap pajak gasoline dari pemerintahan Federal.<\/p>\n<p>Harga minyak mentah berjangka benchmark Amerika, West Texas Intermediate (WTI) di bursa Nymex pada hari <strong>Jumat <\/strong>berhasil naik ke $106.16.<\/p>\n<p>Setelah sempat turun ke $103.00, harga minyak mentah WTI berbalik naik karena tidak berhasil menembus support yang kuat di $103.00.<\/p>\n<p>Kombinasi dari faktor-faktor bearish terus menekan harga minyak mentah WTI meskipun mengalami rebound pada saat ini. Naiknya kemungkinan terjadinya resesi global menekan turun harga minyak mentah.<\/p>\n<p>Sementara itu, harga minyak mentah WTI mengalami kenaikan disebabkan para investor sedang memberikan prioritas kepada keterbatasan supply daripada fokus kepada ekspektasi penurunan demand akibat ketakutan resesi. Keterbatasan supply karena hilangnya output minyak mentah dari Rusia diperkirakan akan berlangsung lama karena tidak ada yang bisa menggantikannya dengan cepat.<\/p>\n<p>Setelah mengalami keuntungan selama 6 bulan berturut-turut, harga minyak mentah WTI sedang menuju penurunan lebih dari 9 persen pada bulan ini. Hal ini akan bisa menjadi performa terburuk sejak November 2021apabila tren penurunan berlangsung terus. Pada hari Rabu minggu lalu harga minyak mentah WTI ditutup pada level terendah sejak bulan Mei.<\/p>\n<p>Secara umum, harga minyak mentah WTI telah mengalami rally setelah sempat mencapai <em>bottom<\/em> pada tahun 2020. Pada waktu itu, pandemik global menghancurkan permintaan travel dan menyebabkan harga minyak mentah jatuh ke level terendah selama beberapa dekade. Namun setelah itu, pemulihan dari periode lockdown yang disertai banyaknya stimulus pemerintah dan ketegangan geopolitik di Eropa telah bekerjasama mendorong naik harga minyak mentah. Keadaan sepertinya sudah berbalik.<\/p>\n<p>Namun terjadinya inflasi global yang tertinggi selama beberapa dekade telah mengakibatkan bank-bank sentral di seluruh dunia memperketat kebijakan moneternya. Untuk menurunkan kenaikan harga, mereka harus memperlambat pertumbuhan dengan cara menaikkan tingkat suku bunga dan mengakhiri pembelian assets oleh pemerintah. Akibatnya pertumbuhan ekonomi global riil pada tahun 2022 jatuh. Pertumbuhan ekonomi global sekarang turun ke 3.2% y\/y dibandingkan dengan yang diperkirakan pada tahun 2021, sebesar 4.5%.<\/p>\n<p>Hal ini adalah resiko penurunan terhadap harga minyak mentah WTI di tengah keprihatinan akan resesi. Sementara itu OPEC+ dan sekutunya secara bertahap telah memulihkan supply. Sampai bulan Agustus, pemotongan produksi terbaru yang dibuat pada tahun 2020 diperkirakan sudah berhasil dikembalikan. Apabila tidak ada ketegangan yang meningkat antara Rusia dengan Barat, kelihatannya arah harga minyak mentah WTI bisa berbalik turun.<\/p>\n<p>\u201cSupport\u201d terdekat menunggu di $105.60 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $104.86 dan kemudian $103.90. \u201cResistance\u201d yang terdekat menunggu di $107.81 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $108.50 dan kemudian $110.00.<\/p>\n<p>Ricky Ferlianto\/VBN\/Head Research Vibiz Consulting<\/p>\n<p>Editor: Asido.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Vibiznews \u2013 Commodity) Memulai minggu yang baru pada minggu lalu di $114, harga minyak mentah WTI pada hari Senin turun ke $108 karena ketakutan terjadinya perlambatan ekonomi ditambah dengan harapan akan meningkatnya produksi minyak mentah. Namun pada hari Selasa sempat diperdagangkan naik ke sekitar $112 sebelum akhirnya turun lagi sedikit ke sekitar $109. Pada hari [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":101021,"featured_media":526881,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"video","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[669,7,21,89],"tags":[57,7781,3301,63,65,7447,7451,3947,71,6931,7449,3685,7779],"class_list":["post-526852","post","type-post","status-publish","format-video","has-post-thumbnail","hentry","category-column","category-commodity","category-recommendation","category-media-center","tag-emas","tag-gasoline","tag-gold","tag-komoditas","tag-komoditi","tag-metal-berharga","tag-metal-kuning","tag-minyak-mentah","tag-perak","tag-perang-dagang","tag-precious-metal","tag-silver","tag-trade-war","post_format-post-format-video"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Rekomendasi Minyak Mingguan 27 Juni \u2013 1 Juli 2022: Penurunan Masih Akan Berlanjut? - Vibiznews.com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2022\/06\/27\/rekomendasi-minyak-mingguan-27-juni-1-juli-2022-penurunan-masih-akan-berlanjut\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Rekomendasi Minyak Mingguan 27 Juni \u2013 1 Juli 2022: Penurunan Masih Akan Berlanjut? - Vibiznews.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"(Vibiznews \u2013 Commodity) Memulai minggu yang baru pada minggu lalu di $114, harga minyak mentah WTI pada hari Senin turun ke $108 karena ketakutan terjadinya perlambatan ekonomi ditambah dengan harapan akan meningkatnya produksi minyak mentah. Namun pada hari Selasa sempat diperdagangkan naik ke sekitar $112 sebelum akhirnya turun lagi sedikit ke sekitar $109. Pada hari [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2022\/06\/27\/rekomendasi-minyak-mingguan-27-juni-1-juli-2022-penurunan-masih-akan-berlanjut\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Vibiznews.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-06-26T17:04:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-06-27T08:14:33+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/maxresdefault-57.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"720\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Ricky Ferlianto\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Ricky Ferlianto\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2022\/06\/27\/rekomendasi-minyak-mingguan-27-juni-1-juli-2022-penurunan-masih-akan-berlanjut\/\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2022\/06\/27\/rekomendasi-minyak-mingguan-27-juni-1-juli-2022-penurunan-masih-akan-berlanjut\/\",\"name\":\"Rekomendasi Minyak Mingguan 27 Juni \u2013 1 Juli 2022: Penurunan Masih Akan Berlanjut? - Vibiznews.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2022\/06\/27\/rekomendasi-minyak-mingguan-27-juni-1-juli-2022-penurunan-masih-akan-berlanjut\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2022\/06\/27\/rekomendasi-minyak-mingguan-27-juni-1-juli-2022-penurunan-masih-akan-berlanjut\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/maxresdefault-57.jpg\",\"datePublished\":\"2022-06-26T17:04:00+00:00\",\"dateModified\":\"2022-06-27T08:14:33+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/b811bcd61ca0a8d804c6fcb701d110dc\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2022\/06\/27\/rekomendasi-minyak-mingguan-27-juni-1-juli-2022-penurunan-masih-akan-berlanjut\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2022\/06\/27\/rekomendasi-minyak-mingguan-27-juni-1-juli-2022-penurunan-masih-akan-berlanjut\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2022\/06\/27\/rekomendasi-minyak-mingguan-27-juni-1-juli-2022-penurunan-masih-akan-berlanjut\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/maxresdefault-57.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/maxresdefault-57.jpg\",\"width\":1280,\"height\":720},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2022\/06\/27\/rekomendasi-minyak-mingguan-27-juni-1-juli-2022-penurunan-masih-akan-berlanjut\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/vibiznews.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Rekomendasi Minyak Mingguan 27 Juni \u2013 1 Juli 2022: Penurunan Masih Akan Berlanjut?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/\",\"name\":\"Vibiznews.com\",\"description\":\"Berita Bisnis | Berita Komoditi | Berita Saham\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/vibiznews.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/b811bcd61ca0a8d804c6fcb701d110dc\",\"name\":\"Ricky Ferlianto\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1c374f375f94633e3a6337396710d79?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1c374f375f94633e3a6337396710d79?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Ricky Ferlianto\"},\"description\":\"LIE RICKY FERLIANTO SE.Ak is an investment and financial consultant, active columnist in electronic and paper media and known as a best seller book writer. He was experience in futures business for 13 years in Futures Brokerage Firm and 3 years in Futures Exchange. Currently he is a Head Research of Vibiz Consulting.\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/author\/ricky-ferlianto\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Rekomendasi Minyak Mingguan 27 Juni \u2013 1 Juli 2022: Penurunan Masih Akan Berlanjut? - Vibiznews.com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2022\/06\/27\/rekomendasi-minyak-mingguan-27-juni-1-juli-2022-penurunan-masih-akan-berlanjut\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Rekomendasi Minyak Mingguan 27 Juni \u2013 1 Juli 2022: Penurunan Masih Akan Berlanjut? - Vibiznews.com","og_description":"(Vibiznews \u2013 Commodity) Memulai minggu yang baru pada minggu lalu di $114, harga minyak mentah WTI pada hari Senin turun ke $108 karena ketakutan terjadinya perlambatan ekonomi ditambah dengan harapan akan meningkatnya produksi minyak mentah. Namun pada hari Selasa sempat diperdagangkan naik ke sekitar $112 sebelum akhirnya turun lagi sedikit ke sekitar $109. Pada hari [&hellip;]","og_url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2022\/06\/27\/rekomendasi-minyak-mingguan-27-juni-1-juli-2022-penurunan-masih-akan-berlanjut\/","og_site_name":"Vibiznews.com","article_published_time":"2022-06-26T17:04:00+00:00","article_modified_time":"2022-06-27T08:14:33+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":720,"url":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/maxresdefault-57.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Ricky Ferlianto","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Ricky Ferlianto","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2022\/06\/27\/rekomendasi-minyak-mingguan-27-juni-1-juli-2022-penurunan-masih-akan-berlanjut\/","url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2022\/06\/27\/rekomendasi-minyak-mingguan-27-juni-1-juli-2022-penurunan-masih-akan-berlanjut\/","name":"Rekomendasi Minyak Mingguan 27 Juni \u2013 1 Juli 2022: Penurunan Masih Akan Berlanjut? - Vibiznews.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2022\/06\/27\/rekomendasi-minyak-mingguan-27-juni-1-juli-2022-penurunan-masih-akan-berlanjut\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2022\/06\/27\/rekomendasi-minyak-mingguan-27-juni-1-juli-2022-penurunan-masih-akan-berlanjut\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/maxresdefault-57.jpg","datePublished":"2022-06-26T17:04:00+00:00","dateModified":"2022-06-27T08:14:33+00:00","author":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/b811bcd61ca0a8d804c6fcb701d110dc"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2022\/06\/27\/rekomendasi-minyak-mingguan-27-juni-1-juli-2022-penurunan-masih-akan-berlanjut\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2022\/06\/27\/rekomendasi-minyak-mingguan-27-juni-1-juli-2022-penurunan-masih-akan-berlanjut\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2022\/06\/27\/rekomendasi-minyak-mingguan-27-juni-1-juli-2022-penurunan-masih-akan-berlanjut\/#primaryimage","url":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/maxresdefault-57.jpg","contentUrl":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/maxresdefault-57.jpg","width":1280,"height":720},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2022\/06\/27\/rekomendasi-minyak-mingguan-27-juni-1-juli-2022-penurunan-masih-akan-berlanjut\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/vibiznews.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Rekomendasi Minyak Mingguan 27 Juni \u2013 1 Juli 2022: Penurunan Masih Akan Berlanjut?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#website","url":"https:\/\/vibiznews.com\/","name":"Vibiznews.com","description":"Berita Bisnis | Berita Komoditi | Berita Saham","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/vibiznews.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/b811bcd61ca0a8d804c6fcb701d110dc","name":"Ricky Ferlianto","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1c374f375f94633e3a6337396710d79?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1c374f375f94633e3a6337396710d79?s=96&d=mm&r=g","caption":"Ricky Ferlianto"},"description":"LIE RICKY FERLIANTO SE.Ak is an investment and financial consultant, active columnist in electronic and paper media and known as a best seller book writer. He was experience in futures business for 13 years in Futures Brokerage Firm and 3 years in Futures Exchange. Currently he is a Head Research of Vibiz Consulting.","url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/author\/ricky-ferlianto\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/526852","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/101021"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=526852"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/526852\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":526856,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/526852\/revisions\/526856"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/526881"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=526852"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=526852"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=526852"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}