{"id":537668,"date":"2022-12-04T23:30:07","date_gmt":"2022-12-04T16:30:07","guid":{"rendered":"https:\/\/www.vibiznews.com\/?p=537668"},"modified":"2022-12-05T06:56:47","modified_gmt":"2022-12-04T23:56:47","slug":"rekomendasi-minyak-mingguan-5-9-desember-2022-bertahan-di-atas-80-00","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2022\/12\/04\/rekomendasi-minyak-mingguan-5-9-desember-2022-bertahan-di-atas-80-00\/","title":{"rendered":"Rekomendasi Minyak Mingguan 5 \u2013 9 Desember 2022: Bertahan di Atas $80.00?"},"content":{"rendered":"<p>(Vibiznews \u2013 Commodity) Harga minyak mentah WTI terus memperpanjang kenaikannya, rebound dari $76.00 sampai ke $80.00 menjadi pergerakan naik yang paling bullish (5.6%) sejak permulaan bulan Oktober. Dari segi fundamental, kenaikan harga minyak mentah WTI disebabkan dua faktor utama. Pertama data supply AS yang berkurang dan kedua sentimen pasar karena pesan ketua the Fed pada hari Rabu yang dovish yang membebani dollar AS secara luas sehingga mendorong naik harga minyak mentah yang berbasiskan USD. Selain itu, revisi situasi Covid di Cina juga memberikan dorongan naik terhadap harga minyak mentah WTI karena ada prospek kenaikan permintaan ke depannya.<br \/>\nApa yang Terjadi Pada Minggu Lalu?<br \/>\nMemulai minggu perdagangan yang baru pada minggu lalu di $76.57, minyak mentah WTI mengakhiri minggu lalu dengan kenaikan ke $80.30. Minyak mentah WTI sudah mulai mencoba bangkit dari sejak hari Senin yang naik ke $76.88. Pada hari Selasa melanjutkan kenaikannya ke $78.40, pada hari Rabu naik lagi ke $80.50, dan pada hari Kamis naik lagi ke $82.28 dengan masih tertekannya USD dan turunnya kasus baru harian Covid \u2013 19 di Cina yang memicu optimisme di pasar. Namun pada hari Jumat terkoreksi turun ke $80.30 karena pembatasan harga atas minyak mentah Rusia.<br \/>\nPergerakan Harian Harga Minyak Mentah WTI Minggu Lalu<br \/>\nHarga minyak mentah berjangka benchmark Amerika, West Texas Intermediate (WTI) di bursa Nymex pada jam perdagangan sesi AS, hari Senin, berhasil bangkit dari tekanan bearish dan diperdagangkan di sekitar $76.88 per barel.<br \/>\nMinyak mentah WTI berhasil bangkit karena ada perkiraan dengan turunnya harga minyak mentah saat ini, tidak mustahil bagi OPEC+ untuk memangkas supply minyak mentah lagi besar lagi dari 2 juta barel per hari yang telah disepakati sebelumnya. Meskipun ada rumor pada akhir minggu lalu bahwa volume akan bertambah, namun hal ini tidak mungkin terjadi di tengah kondisi sekarang ini. Harapan ini telah memberikan kekuatan untuk harga minyak mentah WTI bangkit dari kerendahan 11 bulannya.<br \/>\nPada jam perdagangan sesi Eropa sebelumnya, harga minyak mentah WTI sempat jatuh ke kerendahan baru 11 bulan di tahun 2022 di $74.00 di tengah gelombang keengganan terhadap resiko yang luas, ditambah lagi dengan ketakutan akan meningkatnya supply dan berkurangnya demand.<br \/>\nBerita \u2013 berita mengenai coronavirus dari Cina telah memaksa investor untuk mengambil sikap berhati-hati pada permulaan minggu yang baru. National Health Commission dari Cina melaporkan lebih dari 40.000 kasus baru terjadi pada hari Minggu yang lalu, membangkitkan keprihatinan atas kebijakan \u201czero-Covid\u201d Cina yang membebani aktifitas ekonomi global.<br \/>\nPasar di domain Asia menghadapi tekanan yang luarbiasa besar di tengah keresahan yang terjadi di Cina atas restriksi yang diberlakukan. Para individu datang ke jalan \u2013 jalan memprotes langkah-langkah restriktif atas Covid \u2013 19.<br \/>\nBangkitnya Covid \u2013 19 di Cina telah berlangsung selama beberapa bulan dan sekarang para rumah tangga frustasi dan marah karena terus menerus berada di rumah tanpa penghasilan yang tetap untuk mengongkosi kebutuhan paling dasar. Para pemprotes membawa slogan \u201cDemokrasi Bukan Diktator\u201d yang bisa memicu resiko perang sipil.<br \/>\nHal ini telah memicu tema enggan terhadap resiko di pasar global dan region Asia \u2013 Pacific menghadapi suasana yang sangat panas. Sementara itu bank-bank pemerintah Cina membeli saham-saham habis-habisan untuk menggerakkan pasar yang sudah babak belur.<br \/>\nHarga minyak mentah berjangka benchmark Amerika, West Texas Intermediate (WTI) di bursa Nymex pada jam perdagangan sesi AS, hari Selasa, melanjutkan pergerakan naiknya dan diperdagangkan di sekitar $78.40 per barel.<br \/>\nPada jam perdagangan sesi Asia hari Selasa pagi, minyak mentah WTI memperpanjang pemulihan pada hari Senin dari kerendahan tahunan ke ketinggian harian yang baru di $77.25.<br \/>\nReboundnya harga komoditi minyak mentah bisa dihubungkan dengan munculnya optimisme di pasar dan juga spekulasi bahwa OPEC+ akan mengarah kepada pemotongan produksi yang lebih besar pada pertemuan berikutnya.<br \/>\nSelain itu, Uni Eropa yang masih harus terus berjuang untuk bisa mengumumkan pembatasan harga minyak atas ekspor minyak mentah Rusia membuat para pembeli energi di Eropa tetap penuh dengan pengharapan.<br \/>\nTurunnya kasus baru harian Covid \u2013 19 dari puncak paling tinggi di 40,347 menjadi 38,645 kelihatannya telah memicu optimisme di pasar.<br \/>\nSementara itu Reuters melaporkan bahwa Uni Eropa gagal mencapai kesepakatan pada hari Senin mengenai pembatasan harga atas ekspor minyak mentah Rusia dengan Polandia bersikeras meminta pembatasan harga harus ditetapkan lebih rendah daripada yang diusulkan oleh G7 untuk bisa memangkas kemampuan Moskow dalam membiayai invasi ke Ukraina.<br \/>\nSpekulasi bahwa pertemuan OPEC+ minggu ini kemungkinan mengarah kepada pemotongan produksi yang lebih rendah lagi dari yang telah disepakati sebelumnya telah memberikan harapan bagi para pembeli minyak mentah.<br \/>\nHarga minyak mentah berjangka benchmark Amerika, West Texas Intermediate (WTI) di bursa Nymex pada jam perdagangan sesi AS, hari Rabu, melanjutkan pergerakan naiknya dan diperdagangkan di sekitar $80.50 per barel.<br \/>\nKenaikan harga minyak mentah WTI yang terjadi pada hari Senin pada saat harga minyak mentah WTI telah turun ke dekat $74.00 \u2013 kerendahan selama 11 bulan, berlanjut sampai kepada perdagangan hari Rabu, dimana minyak mentah WTI mendapatkan pembelian yang kuat.<br \/>\nRally harga minyak mentah WTI belakangan ini antara lain disebabkan karena adanya tekanan yang signifikan terhadap dollar AS menjelang pidato dari ketua the Fed Powell.<br \/>\nSementara itu, American Petroleum Institute (API) melaporkan turunnya penumpukan stok minyak mentah WTI untuk minggu yang berakhir pada tanggal 25 November juga menguatkan harga minyak mentah. Inventori minyak mentah turun sebanyak 7,85 juta barel. Ini adalah penurunan inventori minyak mentah ketiga berturut-turut yang dilaporkan oleh API yang telah menambah dorongan terhadap pergerakan naik harga minyak mentah WTI.<br \/>\nSementara itu, Wakil Perdana Menteri Alexander Novak, telah meningkatkan kekuatiran dari sisi supply dengan mengatakan bahwa Rusia tidak akan memberikan minyaknya di bawah pembatasan harga. Hal ini juga mendorong naik harga minyak mentah WTI.<br \/>\nHarga minyak mentah berjangka benchmark Amerika, West Texas Intermediate (WTI) di bursa Nymex pada jam perdagangan sesi AS, hari Kamis, melanjutkan pergerakan naiknya dan diperdagangkan di sekitar $82.28 per barel.<br \/>\nHarga minyak mentah WTI melanjutkan kenaikannya dengan ketakutan investor bahwa OPEC+ akan memangkas supply minyak mentah lebih jauh pada pertemuan hari minggu dan dilonggarkannya restriksi Covid di Cina menaikkan harapan akan lebih tingginya permintaan dari importir minyak mentah top dunia.<br \/>\nThe Organization of the Petroleum Exporting Countries dan sekutunya termasuk Russia, yang dikenal sebagai OPEC+, akan mengadakan pertemuan minggu ini pada tanggal 4 Desember.<br \/>\nMinyak mentah mendapatkan dukungan naik lebih jauh dengan melemahnya dollar AS setelah ketua Federal Reserve membuka pintu untuk memperlambat kecepatan kenaikan tingkat suku bunga the Fed. Setelah turun ke 106.30 pada jam perdagangan sesi Eropa, indeks dollar AS melanjutkan penurunannya ke 105.53 pada jam perdagangan sesi AS.<br \/>\nHarga minyak mentah berjangka benchmark Amerika, West Texas Intermediate (WTI) di bursa Nymex pada jam perdagangan sesi AS, hari Jumat, kembali mengalami tekanan turun dan diperdagangkan di sekitar $80.30 per barel.<br \/>\nPenurunan harga minyak mentah WTI sebagian disebabkan karena pada jam perdagangan sesi Asia hari Jumat pagi, Reuters mengutip pernyataan dari seorang pejabat dari the Group of Seven Nations (G7) Price Cap Coalition, yang meng-update mengenai pembatasan harga atas minyak mentah Rusia.<br \/>\nPejabat G7 ini mengatakan: \u201cKami sudah sangat sangat dekat dalam hal mencapai kesepakatan pembatasan harga atas, dari ekspor minyak mentah Rusia setinggi $60 per barel\u201d<br \/>\nBerita ini memberikan tekanan turun terhadap harga minyak mentah WTI<br \/>\nTekanan turun bertambah dengan berbalik menguatnya dollar AS segera setelah keluar laporan Non-Farm Payrolls bulan November.<br \/>\nPergerakan Minggu Ini<br \/>\nMinggu ini harga minyak mentah masih akan dipengaruhi oleh faktor \u2013 faktor fundamental di atas ditambah lagi dengan hasil pertemuan OPEC+ pada hari Minggu.<br \/>\nOPEC+ mengadakan pertemuan pada hari Minggu tanggal 4 Desember untuk mendiskusikan kemungkinan mengubah kuota supply. Sampai saat ini ada rumor penambahan produksi, pemotongan dan tidak berubah. Kemungkinan tidak ada penambahan produksi dengan harga minyak mentah terus tertekan turun. OPEC+ juga kemungkinan tidak mau mengejutkan pasar dengan memangkas terus sampai akhir tahun dan kemungkinan akan mengambil lebih banyak data sebelum memutuskan pemangkasan lebih lanjut. Sementara itu, keputusan tidak berubah mungkin terjadi setelah mempertimbangkan faktor \u2013 faktor sebelumnya yang tidak akan menggerakkan harga terlalu jauh.<br \/>\nSelain itu hal yang bisa mempengaruhi harga minyak mentah minggu ini adalah keputusan sekitar pembatasan harga minyak dari Rusia. Pengumumannya direncanakan akan dilakukan pada tanggal 5 Desember namun sampai saat ini belum ada kesepakatan bulat diantara para anggota Uni Eropa. Informasi terbaru mengatakan bahwa harga akan dibatasi pada $60.00 per barel, turun dari sebelumnya $65 \u2013 70 per barel.<\/p>\n<p><strong>Support &amp; Resistance<\/strong><\/p>\n<p>Support\u201d terdekat menunggu di $79.57 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $78.54 dan kemudian $76.90. \u201cResistance\u201d yang terdekat menunggu di $81.60 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $82.60 dan kemudian $83.02.<\/p>\n<p>Ricky Ferlianto\/VBN\/Head Research Vibiz Consulting<br \/>\nEditor: Asido.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Vibiznews \u2013 Commodity) Harga minyak mentah WTI terus memperpanjang kenaikannya, rebound dari $76.00 sampai ke $80.00 menjadi pergerakan naik yang paling bullish (5.6%) sejak permulaan bulan Oktober. Dari segi fundamental, kenaikan harga minyak mentah WTI disebabkan dua faktor utama. Pertama data supply AS yang berkurang dan kedua sentimen pasar karena pesan ketua the Fed pada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":101021,"featured_media":537681,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"video","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[669,7,21,89],"tags":[57,7781,3301,63,65,7447,7451,3947,71,6931,7449,3685,7779],"class_list":["post-537668","post","type-post","status-publish","format-video","has-post-thumbnail","hentry","category-column","category-commodity","category-recommendation","category-media-center","tag-emas","tag-gasoline","tag-gold","tag-komoditas","tag-komoditi","tag-metal-berharga","tag-metal-kuning","tag-minyak-mentah","tag-perak","tag-perang-dagang","tag-precious-metal","tag-silver","tag-trade-war","post_format-post-format-video"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Rekomendasi Minyak Mingguan 5 \u2013 9 Desember 2022: Bertahan di Atas $80.00? - Vibiznews.com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2022\/12\/04\/rekomendasi-minyak-mingguan-5-9-desember-2022-bertahan-di-atas-80-00\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Rekomendasi Minyak Mingguan 5 \u2013 9 Desember 2022: Bertahan di Atas $80.00? - Vibiznews.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"(Vibiznews \u2013 Commodity) Harga minyak mentah WTI terus memperpanjang kenaikannya, rebound dari $76.00 sampai ke $80.00 menjadi pergerakan naik yang paling bullish (5.6%) sejak permulaan bulan Oktober. Dari segi fundamental, kenaikan harga minyak mentah WTI disebabkan dua faktor utama. Pertama data supply AS yang berkurang dan kedua sentimen pasar karena pesan ketua the Fed pada [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2022\/12\/04\/rekomendasi-minyak-mingguan-5-9-desember-2022-bertahan-di-atas-80-00\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Vibiznews.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-12-04T16:30:07+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-12-04T23:56:47+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/maxresdefault-13.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"720\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Ricky Ferlianto\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Ricky Ferlianto\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2022\/12\/04\/rekomendasi-minyak-mingguan-5-9-desember-2022-bertahan-di-atas-80-00\/\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2022\/12\/04\/rekomendasi-minyak-mingguan-5-9-desember-2022-bertahan-di-atas-80-00\/\",\"name\":\"Rekomendasi Minyak Mingguan 5 \u2013 9 Desember 2022: Bertahan di Atas $80.00? - Vibiznews.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2022\/12\/04\/rekomendasi-minyak-mingguan-5-9-desember-2022-bertahan-di-atas-80-00\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2022\/12\/04\/rekomendasi-minyak-mingguan-5-9-desember-2022-bertahan-di-atas-80-00\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/maxresdefault-13.jpg\",\"datePublished\":\"2022-12-04T16:30:07+00:00\",\"dateModified\":\"2022-12-04T23:56:47+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/b811bcd61ca0a8d804c6fcb701d110dc\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2022\/12\/04\/rekomendasi-minyak-mingguan-5-9-desember-2022-bertahan-di-atas-80-00\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2022\/12\/04\/rekomendasi-minyak-mingguan-5-9-desember-2022-bertahan-di-atas-80-00\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2022\/12\/04\/rekomendasi-minyak-mingguan-5-9-desember-2022-bertahan-di-atas-80-00\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/maxresdefault-13.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/maxresdefault-13.jpg\",\"width\":1280,\"height\":720},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2022\/12\/04\/rekomendasi-minyak-mingguan-5-9-desember-2022-bertahan-di-atas-80-00\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/vibiznews.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Rekomendasi Minyak Mingguan 5 \u2013 9 Desember 2022: Bertahan di Atas $80.00?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/\",\"name\":\"Vibiznews.com\",\"description\":\"Berita Bisnis | Berita Komoditi | Berita Saham\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/vibiznews.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/b811bcd61ca0a8d804c6fcb701d110dc\",\"name\":\"Ricky Ferlianto\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1c374f375f94633e3a6337396710d79?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1c374f375f94633e3a6337396710d79?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Ricky Ferlianto\"},\"description\":\"LIE RICKY FERLIANTO SE.Ak is an investment and financial consultant, active columnist in electronic and paper media and known as a best seller book writer. He was experience in futures business for 13 years in Futures Brokerage Firm and 3 years in Futures Exchange. Currently he is a Head Research of Vibiz Consulting.\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/author\/ricky-ferlianto\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Rekomendasi Minyak Mingguan 5 \u2013 9 Desember 2022: Bertahan di Atas $80.00? - Vibiznews.com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2022\/12\/04\/rekomendasi-minyak-mingguan-5-9-desember-2022-bertahan-di-atas-80-00\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Rekomendasi Minyak Mingguan 5 \u2013 9 Desember 2022: Bertahan di Atas $80.00? - Vibiznews.com","og_description":"(Vibiznews \u2013 Commodity) Harga minyak mentah WTI terus memperpanjang kenaikannya, rebound dari $76.00 sampai ke $80.00 menjadi pergerakan naik yang paling bullish (5.6%) sejak permulaan bulan Oktober. Dari segi fundamental, kenaikan harga minyak mentah WTI disebabkan dua faktor utama. Pertama data supply AS yang berkurang dan kedua sentimen pasar karena pesan ketua the Fed pada [&hellip;]","og_url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2022\/12\/04\/rekomendasi-minyak-mingguan-5-9-desember-2022-bertahan-di-atas-80-00\/","og_site_name":"Vibiznews.com","article_published_time":"2022-12-04T16:30:07+00:00","article_modified_time":"2022-12-04T23:56:47+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":720,"url":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/maxresdefault-13.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Ricky Ferlianto","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Ricky Ferlianto","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2022\/12\/04\/rekomendasi-minyak-mingguan-5-9-desember-2022-bertahan-di-atas-80-00\/","url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2022\/12\/04\/rekomendasi-minyak-mingguan-5-9-desember-2022-bertahan-di-atas-80-00\/","name":"Rekomendasi Minyak Mingguan 5 \u2013 9 Desember 2022: Bertahan di Atas $80.00? - Vibiznews.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2022\/12\/04\/rekomendasi-minyak-mingguan-5-9-desember-2022-bertahan-di-atas-80-00\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2022\/12\/04\/rekomendasi-minyak-mingguan-5-9-desember-2022-bertahan-di-atas-80-00\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/maxresdefault-13.jpg","datePublished":"2022-12-04T16:30:07+00:00","dateModified":"2022-12-04T23:56:47+00:00","author":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/b811bcd61ca0a8d804c6fcb701d110dc"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2022\/12\/04\/rekomendasi-minyak-mingguan-5-9-desember-2022-bertahan-di-atas-80-00\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2022\/12\/04\/rekomendasi-minyak-mingguan-5-9-desember-2022-bertahan-di-atas-80-00\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2022\/12\/04\/rekomendasi-minyak-mingguan-5-9-desember-2022-bertahan-di-atas-80-00\/#primaryimage","url":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/maxresdefault-13.jpg","contentUrl":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/maxresdefault-13.jpg","width":1280,"height":720},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2022\/12\/04\/rekomendasi-minyak-mingguan-5-9-desember-2022-bertahan-di-atas-80-00\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/vibiznews.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Rekomendasi Minyak Mingguan 5 \u2013 9 Desember 2022: Bertahan di Atas $80.00?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#website","url":"https:\/\/vibiznews.com\/","name":"Vibiznews.com","description":"Berita Bisnis | Berita Komoditi | Berita Saham","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/vibiznews.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/b811bcd61ca0a8d804c6fcb701d110dc","name":"Ricky Ferlianto","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1c374f375f94633e3a6337396710d79?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1c374f375f94633e3a6337396710d79?s=96&d=mm&r=g","caption":"Ricky Ferlianto"},"description":"LIE RICKY FERLIANTO SE.Ak is an investment and financial consultant, active columnist in electronic and paper media and known as a best seller book writer. He was experience in futures business for 13 years in Futures Brokerage Firm and 3 years in Futures Exchange. Currently he is a Head Research of Vibiz Consulting.","url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/author\/ricky-ferlianto\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/537668","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/101021"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=537668"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/537668\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":537671,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/537668\/revisions\/537671"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/537681"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=537668"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=537668"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=537668"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}