{"id":547564,"date":"2023-05-17T11:00:31","date_gmt":"2023-05-17T04:00:31","guid":{"rendered":"https:\/\/www.vibiznews.com\/?p=547564"},"modified":"2023-05-17T12:44:41","modified_gmt":"2023-05-17T05:44:41","slug":"apakah-perbankan-as-masih-rawan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2023\/05\/17\/apakah-perbankan-as-masih-rawan\/","title":{"rendered":"Apakah Perbankan AS Masih Rawan?"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">(Vibiznews &#8211; Banking) Apakah perbankan di AS masih rawan? Untuk menjawab hal ini maka kita perlu lihat apakah akar permasalahannya masih belum diatasi?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Artikel ini adalah lanjutan dari: <\/span><a href=\"https:\/\/www.vibiznews.com\/2023\/05\/02\/mencermati-perbankan-as-yang-rawan-investasi-apa-yang-aman\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mencermati Perbankan AS yang Rawan, Investasi Apa yang Aman? &#8211; Vibiznews.com<\/span><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Permasalahan Ekonomi AS<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ekonomi AS mengalami masalah karena dampak dari permasalahan global, sehingga selama masalah ini masih terjadi maka masalah inipun akan juga masih bercokol pada ekonomi AS, diantaranya:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Inflasi global yang belum menunjukkan trend menurun, dimana inflasi global ini menjadi masalah bagi semua negara. Inflasi global ini disebabkan oleh kenaikan harga-harga pangan dan energi. Dan salah satu penyebab utama dari permasalahan ini adalah perang Rusia-Ukraina, yang kita juga melihat bahwa sampai hari ini tidak kunjung selesai dan bahkan belum ada tanda-tanda menuju selesai.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Masalah global ini diperburuk dengan masalah domestik AS berkaitan meningkatnya harga pangan dan energi, diantaranya:<\/span>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tingkat rawan pangan memburuk, karena banyak keluarga AS sudah kesulitan memenuhi kebutuhan dasarnya, karena harus membayar ongkos bahan bakar, listrik, sewa rumah, kehilangan pekerjaan. Satu dari 5 orang dewasa AS mengalami kerawanan pangan pada musim panas 2022, meningkat 6% dibanding 2021.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sedang masalah energi sebenarnya AS kaya dengan energi, tetapi ketika krisis energi 2022 perusahaan minyak AS seperti Exxon mendapatkan banyak keuntungan dari ekspornya, sehingga kebutuhan domestik tidak tercukupi karena kepentingan ini.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari masalah-masalah seperti ini maka kita lihat bahwa masalah inflasi ini menjadi agenda utama yang masih harus dihadapi oleh pemerintah AS dan The Fed.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Apa Kaitannya Inflasi dengan Perbankan AS:<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Inflasi AS pada Februari 2023 mencapai 6% dan kemudian menurun menjadi 5% pada Maret 2023, tetapi target pemerintah adalah 2% per tahun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk mengendalikan inflasi ini maka The Fed terus melakukan kebijakan uang ketat, dengan terus menaikkan suku bunga.<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-large wp-image-547566\" src=\"https:\/\/www.vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/US-Inflation-Rate-1024x462.jpg\" alt=\"\" width=\"696\" height=\"314\" srcset=\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/US-Inflation-Rate-1024x462.jpg 1024w, https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/US-Inflation-Rate-600x271.jpg 600w, https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/US-Inflation-Rate-300x135.jpg 300w, https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/US-Inflation-Rate-768x347.jpg 768w, https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/US-Inflation-Rate-696x314.jpg 696w, https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/US-Inflation-Rate-1068x482.jpg 1068w, https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/US-Inflation-Rate-930x420.jpg 930w, https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/US-Inflation-Rate.jpg 1256w\" sizes=\"auto, (max-width: 696px) 100vw, 696px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rapat FOMC pada Kamis (4\/5\/2023) kembali memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5% &#8211; 5,25%. Ini adalah kenaikan suku bunga The Fed tertinggi selama 10 bulan berturut-turut sejak 2007.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Efek Sampingan Obat Melawan Inflasi<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kita lihat bahwa peningkatan suku bunga yang dilakukan oleh The Fed memang berhasil menahan inflasi, dan tingkat inflasi cenderung melandai setelah The Fed berturut-turut menaikkan suku bunga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi obat melawan inflasi ini ada efek sampingannya yang tidak murah akibat kerusakannya, yaitu perbankan yang tergoncang dan beberapa bank sudah gulung tikar akibat dari dampak ini.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Mengapa bank gulung tikar akibat peningkatan suku bunga?<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika suku bunga rendah atau mendekati nol, maka bank-bank di AS banyak menempatkan kelebihan dana yang dihimpun dari masyarakat ke portofolio obligasi. Obligasi relatif aman, namun ketika bank sentral AS The Fed menaikkan suku bunga untuk melawan inflasi, obligasi tersebut menurun nilainya. Ketika suku bunga naik, obligasi yang baru diterbitkan mulai membayar dengan tingkat bunga yang lebih tinggi kepada investor. Obligasi yang lebih tua tingkat bunganya lebih rendah dibanding yang baru diterbitkan, sehingga menjadi kurang menarik dan harganya turun. Hasilnya adalah sebagian besar bank memiliki sejumlah kerugian yang belum direalisasi dalam pembukuan mereka.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Unrealized losses<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ini merupakan kerugian akibat penurunan asset portfolio yang dicatat dalam pembukuan, namun portfolio tersebut belum dicairkan. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Unrealized lossess<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ini akan menghilang ketika portfolio mendekati jatuh tempo, karena harga akan menuju pada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">face value<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">nya. Namun bila kondisi mendesak maka asset portfolio tersebut harus dicairkan sebelum jatuh tempo.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Penarikan Deposit Bank secara Panik<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kasus penarikan deposit oleh masyarakat karena panik ini yang mengancam perbankan AS.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada beberapa latar belakang peristiwa tetapi kasus-nya adalah mirip. Silvergate Bank dan Signature Bank kehilangan kepercayaan masyarakat karena profil nasabahnya banyak berbasis <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">crypto currency<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, dengan jatuhnya bisnis <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">crypto<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ini maka terjadi penarikan dana yang besar pada kedua bank tersebut, sehingga bank mengalami kesulitan likuiditas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sedang Silicon Valley Bank (SVB) karena profil nasabahnya banyak di bidang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">startup company <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang jatuh karena dampak tingginya suku bunga, menyebabkan banyak nasabah melakukan penarikan dana, dan sama halnya maka bank mengalami kesulitan likuiditas sehingga ambruk.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi nasabah yang memiliki deposit di atas batas penjaminan yaitu USD 250.000, maka jatuhnya bank ini menjadi kekhawatiran bila bank-nya tutup, maka dana simpanannya tidak bisa ditarik. Kekhawatiran ini yang menyebabkan panik, dan banyak bank mengalami <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">money rush.<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kita lihat pada chart, bahwa deposit perbankan merosot demikian drastisnya akibat kepanikan ini.<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-547567\" src=\"https:\/\/www.vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/FRED.jpg\" alt=\"\" width=\"819\" height=\"277\" srcset=\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/FRED.jpg 819w, https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/FRED-600x203.jpg 600w, https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/FRED-300x101.jpg 300w, https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/FRED-768x260.jpg 768w, https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/FRED-696x235.jpg 696w\" sizes=\"auto, (max-width: 819px) 100vw, 819px\" \/><\/p>\n<p><b>Berapa Nilai <\/b><b><i>Unrealized Losses<\/i><\/b><b> Perbankan AS?<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut FDIC (Federal Deposit Insurance Corporation) bahwa Perbankan AS pada akhir tahun 2022 membukukan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">unrealized Losses<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> mencapai USD 620 milyar. Diprediksikan bahwa nilai ini sudah mencapai USD 1,7 triliun per Maret 2023.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Apa kaitannya <\/b><b><i>Unrealized Losses<\/i><\/b><b> ini dengan Kebangkrutan Bank<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau kita telusuri permasalahan yang terjadi pada bank-bank yang bangkrut pada 2023 ini maka bisa kita lihat bahwa baik Silvergate Bank, Signature Bank, Silicon Valley Bank dan terakhir adalah First Republic Bank.<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Masing-masing bank tersebut memang sudah ada potensi kejatuhan dengan adanya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">unrealized losses.<\/span><\/i><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika terjadi penarikan dana besar-besaran secara bersamaan atau yang dikenal dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">bank run<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">money rush<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, maka bank-bank tersebut terpaksa mencairkan portofolio surat berharga yang belum jatuh tempo, sehingga <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">unrealized losses<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tersebut direalisasikan menjadi kerugian yang besar. Untuk menutup kerugian ini maka bank-bank menjual sahamnya, atau mencari suntikan dana dari investor. Yang terjadi adalah tidak ada investor baru untuk menopang dana, tetapi justru berita bahwa bank tersebut sedang bermasalah.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bila bank dipandang oleh publik sedang bermasalah, maka akan semakin bermasalah lagi, karena memicu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">money rush<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> oleh nasabah, dan di pasar modal akan terjadi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">panic selling<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sahamnya, sehingga sahamnya akan merosot tajam.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika bank mengalami kesulitan likuiditas yang tidak bisa diatasi maka disinilah bank mengalami kebangkrutan. Yang terakhir First Republic Bank diupayakan disuntik dana oleh 11 bank untuk menjaga reputasi perbankan, tetapi upaya 11 bank menyuntik dana hingga 30 Miliar USD atau sekitar Rp 462 Triliun tetap saja ambruk.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi selama tidak ada kepercayaan masyarakat terhadap perbankan maka potensi untuk bank lain menyusul adalah sangat memungkinkan. Hal ini karena setiap bank masih memegang surat berharga yang posisinya sudah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">unrealized losses,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan dasar dari bisnis perbankan adalah memang dana masyarakat akan ditempatkan pada kredit dan selebihnya pada portofolio. Jika terjadi penarikan mendadak dalam jumlah yang besar, tentunya akan mengalami kesulitan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Upaya perbankan menjaga kepercayaan masyarakat. Dari sisi pemerintah yaitu FDIC maka beberapa bank yang bangkrut, dimana seharusnya hanya yang dijamin saja yang dibayarkan, yaitu simpanan tidak lebih dari USD 250.000, namun kenyataannya yang di atas nilai penjaminan tersebut juga nasabah bisa menarik dananya. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Sedang dari bank-bank sendiri juga berupaya seperti yang dilakukan terhadap First Republic Bank, maka mereka berupaya menyuntikkan dana sekalipun di luar penjaminan supaya First Republic Bank jangan ambruk, sehingga reputasi perbankan terjaga.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Apakah Masyarakat Sudah Percaya pada Perbankan AS?<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari survey Gallup, kita lihat bahwa masyarakat AS masih tidak percaya pada reputasi perbankan AS.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apa yang mereka temukan: Survei Gallup dilakukan dari 3-25 April 2023, setelah kegagalan Silicon Valley Bank dan Signature Bank. Berita tentang kegagalan First Republic terjadi setelah setelah jajak pendapat selesai.<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-547568\" src=\"https:\/\/www.vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/American-Worry.png\" alt=\"\" width=\"886\" height=\"406\" srcset=\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/American-Worry.png 886w, https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/American-Worry-600x275.png 600w, https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/American-Worry-300x137.png 300w, https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/American-Worry-768x352.png 768w, https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/American-Worry-696x319.png 696w\" sizes=\"auto, (max-width: 886px) 100vw, 886px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">48% responden mengatakan mereka sangat khawatir atau cukup khawatir tentang keamanan uang yang disimpan di bank dan lembaga keuangan lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada bulan September 2008, 45% mengatakan mereka sangat atau cukup khawatir.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi menurut survey ini, kondisi sekarang hampir setengah masyarakat AS khawatir dengan dananya yang tersimpan di perbankan, bahkan lebih tinggi dari krisis tahun 2008.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>186 Bank Terancam Bangkrut<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebuah studi baru menemukan bahwa 186 bank di AS berisiko gagal karena kenaikan suku bunga dan tingginya proporsi simpanan yang tidak diasuransikan. Penelitian tersebut, diposting di Social Science Research Network berjudul &#8216;Pengetatan Moneter dan Kerapuhan Bank AS pada 2023: Kerugian Mark-to-Market dan Deposan yang Tidak Diasuransikan?&#8217; memperkirakan kerugian nilai pasar aset masing-masing bank selama upaya kenaikan suku bunga Federal Reserve. Aset seperti Treasury Bills dan pinjaman hipotek dapat menurun nilainya ketika obligasi baru memiliki tingkat bunga yang lebih tinggi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Studi ini juga meneliti proporsi pendanaan bank yang berasal dari deposan yang tidak diasuransikan dengan rekening senilai lebih dari $250.000. Semakin banyak dana nasabah yang lebih dari pagu penjaminan akan semakin berisiko bagi bank.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Chart berikut menunjukkan bahwa 3 bank yang mengalami kegagalan pada tahun 2023 ini nilainya asset-nya sudah mirip dengan bank-bank yang bangkrut pada tahun 2008.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-547569 aligncenter\" src=\"https:\/\/www.vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/US-Bank-Failure.jpg\" alt=\"\" width=\"407\" height=\"709\" srcset=\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/US-Bank-Failure.jpg 407w, https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/US-Bank-Failure-172x300.jpg 172w, https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/US-Bank-Failure-241x420.jpg 241w\" sizes=\"auto, (max-width: 407px) 100vw, 407px\" \/><\/p>\n<p><b>Bank Apa Saja yang Paling Rawan?<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Aksi jual saham terjadi pada PacWest Bancorp dan Western Alliance Bancorp, dua bank regional yang lebih kecil yang sahamnya terus tertekan sejak Silicon Valley Bank gagal pada pertengahan Maret dan memicu krisis saat ini. PacWest turun 51% setelah mengakui sedang mempertimbangkan untuk menjual banknya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">PacWest menjadi sasaran kepanikan karena tingginya simpanan besar yang tidak diasuransikan dari modal ventura dan nasabah teknologi, jenis nasabah yang sama yang memicu bank runs di Silicon Valley dan First Republic. Diperkirakan sekitar 23% simpanan PacWest berasal dari modal ventura dan pebisnis bidang teknologi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di regional Midwest seperti Comerica dan KeyCorp bahkan turun lebih dari 20% minggu ini. Hal ini mencerminkan meningkatnya kekhawatiran tentang pinjaman real estat dalam jumlah besar, khususnya di pasar properti perkantoran, yang terus menderita dampak pandemi.<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-547570\" src=\"https:\/\/www.vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Market-Summary-Commerica.jpg\" alt=\"\" width=\"874\" height=\"529\" srcset=\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Market-Summary-Commerica.jpg 874w, https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Market-Summary-Commerica-600x363.jpg 600w, https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Market-Summary-Commerica-300x182.jpg 300w, https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Market-Summary-Commerica-768x465.jpg 768w, https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Market-Summary-Commerica-696x421.jpg 696w, https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Market-Summary-Commerica-694x420.jpg 694w\" sizes=\"auto, (max-width: 874px) 100vw, 874px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">PacWest, yang berbasis di Los Angeles, dan Western Alliance, di Phoenix, masing-masing mengeluarkan pernyataan bahwa terjadi penarikan simpanan yang tidak biasa setelah jatuhnya First Republic.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-547571\" src=\"https:\/\/www.vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/PacWest.jpg\" alt=\"\" width=\"882\" height=\"528\" srcset=\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/PacWest.jpg 882w, https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/PacWest-600x359.jpg 600w, https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/PacWest-300x180.jpg 300w, https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/PacWest-768x460.jpg 768w, https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/PacWest-696x417.jpg 696w, https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/PacWest-702x420.jpg 702w\" sizes=\"auto, (max-width: 882px) 100vw, 882px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Investor mungkin khawatir nasib PacWest bisa mencerminkan nasib First Republic, yang menghabiskan waktu berminggu-minggu mencari pembeli sebelum gagal. First Republic juga berbasis nasabah kaya, banyak yang dengan cepat menarik simpanan ketika Silicon Valley gagal.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tanda-tanda adanya potensi masalah lain juga terlihat. TD Bank Group dan First Horizon Corp. mengatakan mereka membatalkan rencana merger, dengan alasan kendala regulasi. Toronto-Dominion Bank telah mengatakan pada bulan Februari bahwa mereka membeli bank regional First Horizon dalam kesepakatan tunai senilai $13,4 miliar. Pembatalan ini diperkirakan karena terjadi perkembangan yang memburuk karena kondisi perbankan saat ini.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Apakah Benar-benar Rawan?<\/b><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Perpindahan dari Perbankan ke Money Market.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau kita lihat pergerakan dana hasil penarikan deposit dari perbankan larinya adalah ke Money Market. Maka bisa kita lihat bahwa pergerakan ini tidak keluar dari sistem perekonomian AS. Sehingga bisa dikatakan bahwa ini hanyalah pergerakan sementara akibat ketidak-percayaan pada perbankan, juga karena memanfaatkan suku bunga yang lebih menarik di money market.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Sehingga bila kondisi perbankan sudah mulai mendapatkan kepercayaan kembali, maka dana tersebut sangat memungkinkan untuk kembali ke dalam bentuk simpanan di perbankan.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-547572\" src=\"https:\/\/www.vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Money-Market.jpg\" alt=\"\" width=\"825\" height=\"545\" srcset=\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Money-Market.jpg 825w, https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Money-Market-600x396.jpg 600w, https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Money-Market-300x198.jpg 300w, https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Money-Market-768x507.jpg 768w, https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Money-Market-696x460.jpg 696w, https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Money-Market-636x420.jpg 636w\" sizes=\"auto, (max-width: 825px) 100vw, 825px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">2. Selain itu dana simpanan di perbankan juga lari ke pasar komoditi, terutama emas yang dianggap sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">safe haven<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0 Harga emas naik $150 per troy ons pada Maret 2023. Pasar emas Maret ditutup dengan harga tepat di bawah $2.000 per ons. Ini naik 7% dalam sebulan dan 9% tahun ini \u2014 kinerja bulanan terbaik sejak Juli 2020 dan gain kuartalan terbaik sejak Q2 2020. Perilaku pasar emas ini juga sebagai pelarian dana dari perbankan yang sedang goncang, ketika perbankan mulai stabil ada banyak kemungkinan dana ini juga kembali ke perbankan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">3. FDIC Masih Mempertimbangkan Risiko Sistematik Kegagalan Perbankan<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut aturan penjaminan maka hanya simpanan maksimal USD 250.000 yang akan dibayar oleh FDIC bila bank mengalami kegagalan. Namun menurut S&amp;P Global Market Intelligence bahwa simpanan di atas USD 250.000 di SVB berkisar 94%. Namun ketiga bank ini mengalami kegagalan, demikian juga Signature Bank maka nasabah bisa menarik dananya sekalipun di atas pagu penjaminan. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini karena FDIC mempertimbangkan adanya risiko kegagalan sistematik perbankan bila deposan tidak bisa menarik dananya, sehingga terjadi kepanikan melanda seluruh dunia perbankan AS.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Data berikut adalah 10 bank dengan dana simpanan yang melewati pagu penjaminan dari FDIC.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-large wp-image-547573\" src=\"https:\/\/www.vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Ranked-US-Bank-1024x565.jpg\" alt=\"\" width=\"696\" height=\"384\" srcset=\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Ranked-US-Bank-1024x565.jpg 1024w, https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Ranked-US-Bank-600x331.jpg 600w, https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Ranked-US-Bank-300x165.jpg 300w, https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Ranked-US-Bank-768x424.jpg 768w, https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Ranked-US-Bank-696x385.jpg 696w, https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Ranked-US-Bank-1068x589.jpg 1068w, https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Ranked-US-Bank-762x420.jpg 762w, https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Ranked-US-Bank.jpg 1079w\" sizes=\"auto, (max-width: 696px) 100vw, 696px\" \/><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">4. Politisasi Dunia Keuangan<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Berita-berita politik dan juga agenda global seperti climate change, telah mempengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap perbankan AS. Dengan politisasi ataupun mencampurkan agenda global menjadi berita sektor keuangan akan membuat kegoncangan terutama karena masalah kepercayaan masyarakat. Dunia perbankan sangat sensitif dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">money rush<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang diakibatkan karena panik akibat kekhawatiran keamanan simpanannya di bank.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Bila media tidak mencampur aduk dunia keuangan dengan politisasi agenda global akan membuat sektor perbankan lebih stabil.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">5. Dedolarisasi Tidak Menggoncang US Dollar<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Baru-baru ini, di akhir Maret 2023, kelompok negara-negara yang tergabung dalam aliansi BRICS (Brazil, Rusia, India, China, Afrika Selatan) merencanakan untuk membuat mata uang tunggal yang akan digunakan untuk mengurangi dominasi dolar Amerika Serikat (AS) dalam perdagangan internasional. Tapi berita ini tidak mengguncang USD, dan memang USD memang masih terlalu sulit untuk digeser dominasinya dalam perdagangan internasional. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Bisa lihat: <\/span><a href=\"https:\/\/www.vibiznews.com\/2023\/04\/25\/dedolarisasi-betulkah-terjadi-akan-ke-mana-dollar-nantinya-bagian-1\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dedolarisasi Betulkah Terjadi? Akan Ke Mana Dollar Nantinya? \u2013 Bagian 1 &#8211; Vibiznews.com<\/span><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">6. Ekonomi Secara Keseluruhan Masih Mendukung<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Pengaruh dari peningkatan suku bunga dan juga goncangan perbankan belakangan ini akan berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi AS. Pertumbuhan PDB riil diperkirakan akan melambat menjadi 0,7 persen pada tahun 2023, dan kemudian turun menjadi 0,4 persen pada tahun 2024. Karena konsumsi masyarakat dan investasi menurun dengan pengetatan moneter.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Namun kekurangan tenaga kerja yang menjadi masalah pasca pandemi justru menjadi penyangga ekonomi sehingga tidak anjlok lebih jauh, karena angka pengangguran masih rendah.<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-large wp-image-547574\" src=\"https:\/\/www.vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/downturn-1024x732.jpg\" alt=\"\" width=\"696\" height=\"498\" srcset=\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/downturn-1024x732.jpg 1024w, https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/downturn-600x429.jpg 600w, https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/downturn-300x215.jpg 300w, https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/downturn-768x549.jpg 768w, https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/downturn-696x498.jpg 696w, https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/downturn-587x420.jpg 587w, https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/downturn.jpg 1067w\" sizes=\"auto, (max-width: 696px) 100vw, 696px\" \/><\/p>\n<p><b>Apakah ini Juga Permasalahan Perbankan di Indonesia?<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pengaruh langsung gejolak perbankan Amerika terhadap sektor perbankan Indonesia terpantau terbatas, mengingat hubungan operasionalnya dengan bank-bank bermasalah tersebut kemungkinan minimum atau tidak ada.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di pasar modal, indeks perbankan di IHSG sempat terpengaruh sentimen negatif pada saat gejolak dimulai, tetapi setelah itu pergerakan harga sahamnya terpantau cenderung kembali normal. Secara umum, indeks perbankan di IHSG sampai 15\/5 hanya terkoreksi sekitar 2% secara ytd-nya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari sisi arus modal asing masuk (net capital inflow), data Bank Indonesia menunjukkan ytd sampai 11\/5, investor asing melakukan beli neto sebesar Rp 64,59 triliun di pasar SBN, dan beli neto Rp 15,29 triliun di pasar saham. Total net inflow di pasar keuangan sekitar hampir Rp80 triliun sampai pertengahan tahun 2023.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun hal yang perlu menjadi pelajaran bagi pebisnis, bahwa kondisi global ini sedang terjadi dan tidak ada satu negarapun yang dapat mengelak dari pengaruhnya. Kondisi yang bagus pada awal tahun 2023 bisa berubah drastis hanya dalam 1 kuartal, sehingga memang perlu terus memantau apa yang terjadi secara global dan melihat dampak risiko pada bisnis kita masing-masing.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Vibiznews &#8211; Banking) Apakah perbankan di AS masih rawan? Untuk menjawab hal ini maka kita perlu lihat apakah akar permasalahannya masih belum diatasi? Artikel ini adalah lanjutan dari: Mencermati Perbankan AS yang Rawan, Investasi Apa yang Aman? &#8211; Vibiznews.com &nbsp; Permasalahan Ekonomi AS Ekonomi AS mengalami masalah karena dampak dari permasalahan global, sehingga selama masalah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":101055,"featured_media":547576,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[27,353,669,29],"tags":[],"class_list":["post-547564","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles-of-the-week","category-banking-insurance","category-column","category-economy-business"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Apakah Perbankan AS Masih Rawan? - Vibiznews.com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2023\/05\/17\/apakah-perbankan-as-masih-rawan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Apakah Perbankan AS Masih Rawan? - Vibiznews.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"(Vibiznews &#8211; Banking) Apakah perbankan di AS masih rawan? Untuk menjawab hal ini maka kita perlu lihat apakah akar permasalahannya masih belum diatasi? Artikel ini adalah lanjutan dari: Mencermati Perbankan AS yang Rawan, Investasi Apa yang Aman? &#8211; Vibiznews.com &nbsp; Permasalahan Ekonomi AS Ekonomi AS mengalami masalah karena dampak dari permasalahan global, sehingga selama masalah [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2023\/05\/17\/apakah-perbankan-as-masih-rawan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Vibiznews.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-05-17T04:00:31+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-05-17T05:44:41+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/First-Republic.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1562\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"734\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Bernhard Sumbayak &amp; Kristanto Nugroho\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Bernhard Sumbayak &amp; Kristanto Nugroho\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"12 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2023\/05\/17\/apakah-perbankan-as-masih-rawan\/\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2023\/05\/17\/apakah-perbankan-as-masih-rawan\/\",\"name\":\"Apakah Perbankan AS Masih Rawan? - Vibiznews.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2023\/05\/17\/apakah-perbankan-as-masih-rawan\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2023\/05\/17\/apakah-perbankan-as-masih-rawan\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/First-Republic.jpg\",\"datePublished\":\"2023-05-17T04:00:31+00:00\",\"dateModified\":\"2023-05-17T05:44:41+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/6ab631d77bb0012c6452bc4533cf9a43\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2023\/05\/17\/apakah-perbankan-as-masih-rawan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2023\/05\/17\/apakah-perbankan-as-masih-rawan\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2023\/05\/17\/apakah-perbankan-as-masih-rawan\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/First-Republic.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/First-Republic.jpg\",\"width\":1562,\"height\":734},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2023\/05\/17\/apakah-perbankan-as-masih-rawan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/vibiznews.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Apakah Perbankan AS Masih Rawan?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/\",\"name\":\"Vibiznews.com\",\"description\":\"Berita Bisnis | Berita Komoditi | Berita Saham\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/vibiznews.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/6ab631d77bb0012c6452bc4533cf9a43\",\"name\":\"Bernhard Sumbayak &amp; Kristanto Nugroho\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fffec0977bb4ea5de9031a85e2de1be2?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fffec0977bb4ea5de9031a85e2de1be2?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Bernhard Sumbayak &amp; Kristanto Nugroho\"},\"description\":\"Bernhard Sumbayak is the founder, while Kristanto Nugroho is managing director of the Vibiz Group\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/author\/krisben\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Apakah Perbankan AS Masih Rawan? - Vibiznews.com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2023\/05\/17\/apakah-perbankan-as-masih-rawan\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Apakah Perbankan AS Masih Rawan? - Vibiznews.com","og_description":"(Vibiznews &#8211; Banking) Apakah perbankan di AS masih rawan? Untuk menjawab hal ini maka kita perlu lihat apakah akar permasalahannya masih belum diatasi? Artikel ini adalah lanjutan dari: Mencermati Perbankan AS yang Rawan, Investasi Apa yang Aman? &#8211; Vibiznews.com &nbsp; Permasalahan Ekonomi AS Ekonomi AS mengalami masalah karena dampak dari permasalahan global, sehingga selama masalah [&hellip;]","og_url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2023\/05\/17\/apakah-perbankan-as-masih-rawan\/","og_site_name":"Vibiznews.com","article_published_time":"2023-05-17T04:00:31+00:00","article_modified_time":"2023-05-17T05:44:41+00:00","og_image":[{"width":1562,"height":734,"url":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/First-Republic.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Bernhard Sumbayak &amp; Kristanto Nugroho","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Bernhard Sumbayak &amp; Kristanto Nugroho","Est. reading time":"12 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2023\/05\/17\/apakah-perbankan-as-masih-rawan\/","url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2023\/05\/17\/apakah-perbankan-as-masih-rawan\/","name":"Apakah Perbankan AS Masih Rawan? - Vibiznews.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2023\/05\/17\/apakah-perbankan-as-masih-rawan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2023\/05\/17\/apakah-perbankan-as-masih-rawan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/First-Republic.jpg","datePublished":"2023-05-17T04:00:31+00:00","dateModified":"2023-05-17T05:44:41+00:00","author":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/6ab631d77bb0012c6452bc4533cf9a43"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2023\/05\/17\/apakah-perbankan-as-masih-rawan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2023\/05\/17\/apakah-perbankan-as-masih-rawan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2023\/05\/17\/apakah-perbankan-as-masih-rawan\/#primaryimage","url":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/First-Republic.jpg","contentUrl":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/First-Republic.jpg","width":1562,"height":734},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2023\/05\/17\/apakah-perbankan-as-masih-rawan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/vibiznews.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Apakah Perbankan AS Masih Rawan?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#website","url":"https:\/\/vibiznews.com\/","name":"Vibiznews.com","description":"Berita Bisnis | Berita Komoditi | Berita Saham","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/vibiznews.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/6ab631d77bb0012c6452bc4533cf9a43","name":"Bernhard Sumbayak &amp; Kristanto Nugroho","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fffec0977bb4ea5de9031a85e2de1be2?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fffec0977bb4ea5de9031a85e2de1be2?s=96&d=mm&r=g","caption":"Bernhard Sumbayak &amp; Kristanto Nugroho"},"description":"Bernhard Sumbayak is the founder, while Kristanto Nugroho is managing director of the Vibiz Group","url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/author\/krisben\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/547564","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/101055"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=547564"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/547564\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":547628,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/547564\/revisions\/547628"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/547576"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=547564"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=547564"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=547564"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}