{"id":583266,"date":"2025-07-05T11:42:52","date_gmt":"2025-07-05T04:42:52","guid":{"rendered":"https:\/\/vibiznews.com\/?p=583266"},"modified":"2025-07-05T12:20:24","modified_gmt":"2025-07-05T05:20:24","slug":"kenapa-investor-memang-layak-mencintai-dividen","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2025\/07\/05\/kenapa-investor-memang-layak-mencintai-dividen\/","title":{"rendered":"Kenapa Investor Memang Layak Mencintai Dividen"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"224\" data-end=\"274\"><span style=\"font-family: Verdana, BlinkMacSystemFont, -apple-system, 'Segoe UI', Roboto, Oxygen, Ubuntu, Cantarell, 'Open Sans', 'Helvetica Neue', sans-serif;\">(Vibiznews-Kolom) Di dunia investasi, ada satu topik yang sering memicu perdebatan panjang &#8211; dividen. Apakah benar kita harus menyukai dividen? Apakah memburu saham yang rajin membayar dividen adalah strategi jitu, atau hanya ilusi psikologis belaka?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"509\" data-end=\"984\">Selama puluhan tahun, profesor-profesor keuangan terkemuka kerap menganggap cinta investor terhadap dividen sebagai sesuatu yang keliru. Menurut teori klasik, satu-satunya tujuan investasi adalah memaksimalkan kekayaan total. Dividen hanyalah satu bagian kecil dari total return. Bahkan, ketika perusahaan membayar dividen, nilai perusahaan otomatis turun sebesar dividen itu. Jadi, secara logika, seharusnya investor tak peduli apakah perusahaan membayar dividen atau tidak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"986\" data-end=\"1142\">Namun ternyata, teori tak selalu sejalan dengan kenyataan. Dalam praktiknya, banyak investor\u2014baik ritel maupun institusi\u2014sangat menghargai dividen. Mengapa?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1144\" data-end=\"1222\">Untuk menjawab ini, kita perlu menoleh ke sejarah dan sains keuangan perilaku.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1224\" data-end=\"1276\"><strong>Mengapa Dividen Disukai?<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1278\" data-end=\"1543\">Pada 1960-an, studi terkenal oleh Modigliani dan Miller menyatakan bahwa dividen tak penting bagi nilai perusahaan. Mereka berargumen bahwa investor bisa menciptakan \u201cdividen sendiri\u201d dengan menjual sebagian saham jika butuh uang tunai. Masuk akal secara matematis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1545\" data-end=\"1728\">Tapi psikologi manusia berbeda. Ilmu keuangan perilaku (behavioral finance), yang berkembang pesat sejak 1980-an, menyadari bahwa manusia punya cara berpikir yang tak selalu rasional.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1730\" data-end=\"2063\">Salah satu konsep penting adalah &#8220;mental accounting&#8221;\u2014cara kita mengelompokkan uang dalam kepala. Banyak orang menaruh dividen dan bunga dalam &#8220;kotak penghasilan&#8221;, seperti gaji yang sah untuk dibelanjakan. Sebaliknya, modal pokok atau harga saham kita masukkan ke dalam &#8220;kotak tabungan&#8221;, yang hanya akan disentuh saat sangat mendesak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2065\" data-end=\"2210\">Itu sebabnya banyak investor lebih nyaman menghabiskan dividen daripada menjual saham yang nilainya naik. Padahal, hasil akhirnya bisa sama saja.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2212\" data-end=\"2407\">Tapi kenyamanan psikologis itu ternyata membawa dampak positif. Studi terbaru menunjukkan bahwa preferensi terhadap dividen bukan sekadar emosi kosong\u2014ia bisa menjadi strategi yang rasional juga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2409\" data-end=\"2468\"><strong>Studi Vanguard, Apa yang Sebenarnya Dilakukan Investor?<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2470\" data-end=\"2728\">Profesor Meir Statman, bersama manajer dari Vanguard, Paulo Costa dan Sharon Hill, baru-baru ini meneliti perilaku ribuan investor. Mereka membandingkan dua kelompok yaitu investor yang memilih reksa dana saham berdividen dan mereka yang memilih dana saham biasa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2730\" data-end=\"2928\">Ternyata, mayoritas investor dari kedua kelompok justru tidak mengambil uang dividen untuk dipakai. Mereka malah menginvestasikannya kembali. Hal ini terutama berlaku bagi mereka yang belum pensiun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2930\" data-end=\"3003\">Jadi, mengapa mereka memilih dana berdividen kalau uangnya tidak dipakai?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3005\" data-end=\"3146\">Ketika ditanya, sebagian besar menjawab bahwa mereka percaya saham berdividen memberikan imbal hasil lebih tinggi dan cenderung lebih stabil.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3148\" data-end=\"3175\">Dan faktanya? Mereka benar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3177\" data-end=\"3231\"><strong>Dividen dalam Angka, 50 Tahun Data Tidak Berbohong<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3233\" data-end=\"3480\">Data dari Ned Davis Research yang mencakup 50 tahun terakhir memperlihatkan bahwa saham-saham pembayar dividen di indeks S&amp;P 500 memberikan imbal hasil tahunan sebesar 9,2%. Bandingkan dengan saham yang tidak membayar dividen\u2014hanya 4,3% per tahun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3482\" data-end=\"3802\">Dengan kata lain, dalam jangka panjang, investor yang memegang saham berdividen bisa menghasilkan kekayaan 10 kali lebih besar dibandingkan mereka yang hanya memegang saham non-dividen. Bukan hanya soal imbal hasil, tapi juga soal stabilitas. Saham-saham berdividen cenderung mengalami fluktuasi harga yang lebih rendah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3804\" data-end=\"4049\">Ini mirip seperti memilih mobil. Saham non-dividen mungkin seperti mobil sport mahal\u2014bisa melesat cepat, tapi risikonya tinggi. Saham berdividen ibarat Toyota Corolla\u2014mungkin tak secepat Ferrari, tapi bisa diandalkan dan awet sampai tujuan jauh.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"4051\" data-end=\"4092\"><strong>Tapi Bagaimana dengan Warren Buffett?<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"4094\" data-end=\"4235\">Tentu saja, ada pengecualian. Salah satu saham terbaik sepanjang masa justru tidak membayar dividen, Berkshire Hathaway milik Warren Buffett.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"4237\" data-end=\"4464\">Perusahaan ini hanya sekali membayar dividen, pada tahun 1967, sebesar 10 sen. Buffett bahkan bercanda bahwa ia \u201cmungkin sedang di kamar mandi\u201d saat keputusan itu dibuat. Sejak itu, Berkshire tidak pernah lagi membayar dividen.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"4466\" data-end=\"4633\">Alih-alih, Buffett memilih untuk menginvestasikan kembali seluruh laba perusahaan. Strategi ini berhasil spektakuler, menjadikan Berkshire sebagai legenda pasar saham.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"4635\" data-end=\"4809\">Tapi ada catatan penting: saham-saham yang dimiliki Berkshire dalam portofolionya kebanyakan adalah perusahaan berkualitas tinggi dan banyak yang juga rutin membayar dividen.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"4811\" data-end=\"4857\"><strong>Apa yang Membuat Saham Berdividen Menarik?<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"4859\" data-end=\"5019\">Ada dua karakteristik utama yang melekat pada saham-saham berdividen, dan keduanya dikenal luas sebagai faktor kesuksesan jangka panjang adalah <em data-start=\"4997\" data-end=\"5004\">value<\/em> dan <em data-start=\"5009\" data-end=\"5018\">quality<\/em>.<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\" data-start=\"5021\" data-end=\"5538\">\n<li data-start=\"5021\" data-end=\"5279\">\n<p data-start=\"5024\" data-end=\"5279\"><em>Value<\/em> \u2013 Saham berdividen umumnya adalah perusahaan dengan laba konsisten. Mereka punya cukup keuntungan untuk dibagikan kepada pemegang saham. Harga saham mereka biasanya juga relatif lebih murah dibandingkan dengan laba atau arus kas yang dihasilkan.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"5281\" data-end=\"5538\">\n<p data-start=\"5284\" data-end=\"5538\"><em>Quality<\/em> \u2013 Perusahaan yang rutin membayar dividen cenderung lebih disiplin dalam mengelola uang. Karena sebagian dari laba mereka harus dibagikan, mereka tidak bisa sembarangan menghamburkan dana untuk ekspansi yang gegabah atau akuisisi yang sia-sia.<\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"5540\" data-end=\"5686\">Selain itu, perusahaan ini sering punya model bisnis yang sudah terbukti dan stabil, seperti perusahaan barang konsumsi, perbankan, atau utilitas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"5688\" data-end=\"6020\">Namun, perlu dicatat bahwa dividen bukan satu-satunya cara mengembalikan nilai kepada investor. Buyback atau pembelian kembali saham juga bisa menjadi sinyal kepercayaan diri manajemen dan alat yang efisien dari sisi pajak. Tapi, dividen memiliki satu keunggulan besar: mereka nyata, langsung masuk rekening, dan tidak bisa dimanipulasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"6022\" data-end=\"6065\"><strong>Bagaimana dengan Investor di Indonesia?<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"6067\" data-end=\"6275\">Di Indonesia, tren investor yang menyukai dividen juga makin terasa. Banyak investor ritel lokal memburu saham-saham seperti Telkom, Bank BCA, atau Indofood\u2014semua dikenal karena membayar dividen secara rutin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"6277\" data-end=\"6553\">Di sisi lain, budaya \u201cinvestasi untuk penghasilan pasif\u201d makin tumbuh. Dividen menjadi semacam gaji kedua bagi investor yang tidak ingin menjual saham. Ini sangat relevan dalam konteks masyarakat yang ingin pensiun dini atau punya penghasilan tambahan di luar pekerjaan utama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"6555\" data-end=\"6753\">Dengan berkembangnya platform investasi digital dan edukasi keuangan, banyak investor muda juga mulai menyadari bahwa dividen bukan hanya soal &#8220;uang jajan&#8221;, tetapi strategi akumulasi jangka panjang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"6755\" data-end=\"6807\"><strong>Tapi Apakah Semua Saham Berdividen Layak Dibeli?<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"6809\" data-end=\"6820\">Tidak juga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"6822\" data-end=\"7043\">Investor tetap harus selektif. Tidak semua dividen sehat. Ada perusahaan yang membayar dividen tinggi, tapi dari utang atau dengan mengorbankan belanja modal. Ini bisa menjadi sinyal bahaya. Istilahnya, \u201cdividen jebakan\u201d.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"7045\" data-end=\"7207\">Selain itu, dividen yang terlalu tinggi bisa menunjukkan bahwa pasar menilai masa depan perusahaan itu suram, sehingga harganya jatuh dan yield-nya tampak tinggi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"7209\" data-end=\"7369\">Maka penting untuk melihat rasio pembayaran dividen terhadap laba (dividend payout ratio), kestabilan arus kas, dan profil bisnis perusahaan secara keseluruhan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"7371\" data-end=\"7412\"><strong>Jadi, Haruskah Kita Mengejar Dividen?<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"7414\" data-end=\"7565\">Jawabannya, tidaklah wajib, tapi layak dipertimbangkan\u2014terutama bagi investor jangka panjang yang menghargai stabilitas, disiplin, dan kejelasan arus kas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"7567\" data-end=\"7825\">Dividen bukan jaminan sukses. Tapi mereka sering datang dari perusahaan yang memang layak untuk dimiliki. Dan bagi banyak investor, terutama yang ingin hidup dari portofolio sahamnya suatu hari nanti, dividen bisa menjadi fondasi strategi keuangan yang kuat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"7827\" data-end=\"8017\">Mereka bukan sekadar angka. Mereka adalah pengingat bahwa investasi bukan hanya soal mimpi besar, tapi juga tentang arus kas nyata yang bisa diandalkan, bahkan saat pasar sedang tidak ramah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"8019\" data-end=\"8116\">Maka tak heran, meski teori keuangan klasik terus berdebat, para investor tetap menyukai dividen.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"8118\" data-end=\"8153\">Dan kali ini, mereka mungkin benar.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Vibiznews-Kolom) Di dunia investasi, ada satu topik yang sering memicu perdebatan panjang &#8211; dividen. Apakah benar kita harus menyukai dividen? Apakah memburu saham yang rajin membayar dividen adalah strategi jitu, atau hanya ilusi psikologis belaka? Selama puluhan tahun, profesor-profesor keuangan terkemuka kerap menganggap cinta investor terhadap dividen sebagai sesuatu yang keliru. Menurut teori klasik, satu-satunya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":101053,"featured_media":485333,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[669,29,3,19,9959],"tags":[3115],"class_list":["post-583266","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-column","category-economy-business","category-featured","category-idx-stock","category-news-idx-stock","tag-dividen"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Kenapa Investor Memang Layak Mencintai Dividen - Vibiznews.com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2025\/07\/05\/kenapa-investor-memang-layak-mencintai-dividen\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kenapa Investor Memang Layak Mencintai Dividen - Vibiznews.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"(Vibiznews-Kolom) Di dunia investasi, ada satu topik yang sering memicu perdebatan panjang &#8211; dividen. Apakah benar kita harus menyukai dividen? Apakah memburu saham yang rajin membayar dividen adalah strategi jitu, atau hanya ilusi psikologis belaka? Selama puluhan tahun, profesor-profesor keuangan terkemuka kerap menganggap cinta investor terhadap dividen sebagai sesuatu yang keliru. Menurut teori klasik, satu-satunya [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2025\/07\/05\/kenapa-investor-memang-layak-mencintai-dividen\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Vibiznews.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-07-05T04:42:52+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-07-05T05:20:24+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/bei-dividen-bebas-pajak.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"853\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Fadjar Dewanto\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Fadjar Dewanto\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2025\/07\/05\/kenapa-investor-memang-layak-mencintai-dividen\/\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2025\/07\/05\/kenapa-investor-memang-layak-mencintai-dividen\/\",\"name\":\"Kenapa Investor Memang Layak Mencintai Dividen - Vibiznews.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2025\/07\/05\/kenapa-investor-memang-layak-mencintai-dividen\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2025\/07\/05\/kenapa-investor-memang-layak-mencintai-dividen\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/bei-dividen-bebas-pajak.jpg\",\"datePublished\":\"2025-07-05T04:42:52+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-05T05:20:24+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/ba2cdc61f74966250426e208a83feabf\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2025\/07\/05\/kenapa-investor-memang-layak-mencintai-dividen\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2025\/07\/05\/kenapa-investor-memang-layak-mencintai-dividen\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2025\/07\/05\/kenapa-investor-memang-layak-mencintai-dividen\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/bei-dividen-bebas-pajak.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/bei-dividen-bebas-pajak.jpg\",\"width\":1280,\"height\":853,\"caption\":\"dividen\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2025\/07\/05\/kenapa-investor-memang-layak-mencintai-dividen\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/vibiznews.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kenapa Investor Memang Layak Mencintai Dividen\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/\",\"name\":\"Vibiznews.com\",\"description\":\"Berita Bisnis | Berita Komoditi | Berita Saham\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/vibiznews.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/ba2cdc61f74966250426e208a83feabf\",\"name\":\"Fadjar Dewanto\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/07fae60539cb2c53642a35b195c6adc2?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/07fae60539cb2c53642a35b195c6adc2?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Fadjar Dewanto\"},\"description\":\"Editor in Chief Vibiz Media Network, Coordinating Partner of Business Advisory Vibiz Consulting.\",\"sameAs\":[\"http:\/\/www.vibiznews.com\"],\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/author\/fadjar-dewanto\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kenapa Investor Memang Layak Mencintai Dividen - Vibiznews.com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2025\/07\/05\/kenapa-investor-memang-layak-mencintai-dividen\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Kenapa Investor Memang Layak Mencintai Dividen - Vibiznews.com","og_description":"(Vibiznews-Kolom) Di dunia investasi, ada satu topik yang sering memicu perdebatan panjang &#8211; dividen. Apakah benar kita harus menyukai dividen? Apakah memburu saham yang rajin membayar dividen adalah strategi jitu, atau hanya ilusi psikologis belaka? Selama puluhan tahun, profesor-profesor keuangan terkemuka kerap menganggap cinta investor terhadap dividen sebagai sesuatu yang keliru. Menurut teori klasik, satu-satunya [&hellip;]","og_url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2025\/07\/05\/kenapa-investor-memang-layak-mencintai-dividen\/","og_site_name":"Vibiznews.com","article_published_time":"2025-07-05T04:42:52+00:00","article_modified_time":"2025-07-05T05:20:24+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":853,"url":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/bei-dividen-bebas-pajak.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Fadjar Dewanto","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Fadjar Dewanto","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2025\/07\/05\/kenapa-investor-memang-layak-mencintai-dividen\/","url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2025\/07\/05\/kenapa-investor-memang-layak-mencintai-dividen\/","name":"Kenapa Investor Memang Layak Mencintai Dividen - Vibiznews.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2025\/07\/05\/kenapa-investor-memang-layak-mencintai-dividen\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2025\/07\/05\/kenapa-investor-memang-layak-mencintai-dividen\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/bei-dividen-bebas-pajak.jpg","datePublished":"2025-07-05T04:42:52+00:00","dateModified":"2025-07-05T05:20:24+00:00","author":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/ba2cdc61f74966250426e208a83feabf"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2025\/07\/05\/kenapa-investor-memang-layak-mencintai-dividen\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2025\/07\/05\/kenapa-investor-memang-layak-mencintai-dividen\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2025\/07\/05\/kenapa-investor-memang-layak-mencintai-dividen\/#primaryimage","url":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/bei-dividen-bebas-pajak.jpg","contentUrl":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/bei-dividen-bebas-pajak.jpg","width":1280,"height":853,"caption":"dividen"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2025\/07\/05\/kenapa-investor-memang-layak-mencintai-dividen\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/vibiznews.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kenapa Investor Memang Layak Mencintai Dividen"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#website","url":"https:\/\/vibiznews.com\/","name":"Vibiznews.com","description":"Berita Bisnis | Berita Komoditi | Berita Saham","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/vibiznews.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/ba2cdc61f74966250426e208a83feabf","name":"Fadjar Dewanto","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/07fae60539cb2c53642a35b195c6adc2?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/07fae60539cb2c53642a35b195c6adc2?s=96&d=mm&r=g","caption":"Fadjar Dewanto"},"description":"Editor in Chief Vibiz Media Network, Coordinating Partner of Business Advisory Vibiz Consulting.","sameAs":["http:\/\/www.vibiznews.com"],"url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/author\/fadjar-dewanto\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/583266","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/101053"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=583266"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/583266\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":583269,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/583266\/revisions\/583269"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/485333"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=583266"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=583266"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=583266"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}