{"id":583276,"date":"2025-07-07T00:17:09","date_gmt":"2025-07-06T17:17:09","guid":{"rendered":"https:\/\/vibiznews.com\/?p=583276"},"modified":"2025-07-06T12:54:20","modified_gmt":"2025-07-06T05:54:20","slug":"saham-global-ungguli-wall-street","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2025\/07\/07\/saham-global-ungguli-wall-street\/","title":{"rendered":"Saham Global Ungguli Wall Street"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"0\" data-end=\"76\"><span style=\"font-family: Verdana, BlinkMacSystemFont, -apple-system, 'Segoe UI', Roboto, Oxygen, Ubuntu, Cantarell, 'Open Sans', 'Helvetica Neue', sans-serif;\">(Vibiznews-Kolom) Untuk pertama kalinya dalam hampir 15 tahun, saham internasional mengungguli saham domestik AS. Kinerja kuat dari pasar Eropa, Jepang, dan emerging markets telah mengguncang asumsi lama bahwa S&amp;P 500 adalah satu-satunya arena permainan unggulan. Kini, sebagian penasihat keuangan mulai mendorong investor untuk memperluas horizon portofolio mereka melampaui batas geopolitik. Dalam konteks volatilitas global dan pasar AS yang mulai kelelahan setelah reli panjang, pertanyaannya bukan lagi apakah investor AS harus berinvestasi di luar negeri\u2014melainkan <\/span><em style=\"font-family: Verdana, BlinkMacSystemFont, -apple-system, 'Segoe UI', Roboto, Oxygen, Ubuntu, Cantarell, 'Open Sans', 'Helvetica Neue', sans-serif;\" data-start=\"631\" data-end=\"665\">berapa besar alokasi yang ideal?<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"667\" data-end=\"969\">Menurut laporan <em data-start=\"683\" data-end=\"708\">The Wall Street Journal<\/em>, indeks MSCI World ex USA yang mewakili saham-saham di negara maju di luar AS mencatat kinerja yang mengungguli S&amp;P 500 dalam beberapa kuartal terakhir. Hal ini menjadi titik balik penting sejak krisis keuangan global 2008 yang memperkuat dominasi Wall Street.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"971\" data-end=\"1309\">Perusahaan riset seperti <em data-start=\"996\" data-end=\"1009\">Morningstar<\/em> mencatat bahwa dana saham internasional mengalami arus masuk bersih yang positif dalam enam bulan terakhir. Sementara sebelumnya, investor cenderung menjauh karena kinerja yang tertinggal, kini mereka mulai melirik pertumbuhan yang lebih seimbang dan valuasi yang relatif lebih murah di luar negeri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1311\" data-end=\"1797\">Salah satu alasan utama lonjakan kinerja saham internasional adalah normalisasi kebijakan moneter global yang merata. Jepang, misalnya, dengan kebijakan bank sentral yang lebih stabil, telah mendorong pasar sahamnya ke level tertinggi sejak awal 1990-an. Di Eropa, sektor teknologi dan energi turut mendorong pertumbuhan indeks STOXX 600, sementara pasar negara berkembang seperti India dan Brasil mendapatkan momentum dari kebijakan fiskal ekspansif dan konsumsi domestik yang menguat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1799\" data-end=\"2206\">Michael Rosen, CIO dari Angeles Investment Advisors, mengatakan kepada <em data-start=\"1870\" data-end=\"1880\">Barron\u2019s<\/em> bahwa \u201calokasi portofolio yang terlalu berat di AS telah menjadi bentuk home bias yang tidak sehat.\u201d Rosen menyarankan agar investor institusional maupun individu mempertimbangkan alokasi internasional sebesar 30\u201340 persen dalam ekuitas mereka, dengan diversifikasi ke berbagai kawasan seperti Asia, Eropa, dan Amerika Latin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2208\" data-end=\"2310\">Namun, pertanyaan kritis tetap mengemuka, <em data-start=\"2250\" data-end=\"2310\">apakah kinerja superior saham internasional akan bertahan?<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2312\" data-end=\"2705\">Beberapa analis memperingatkan bahwa faktor yang mendorong reli pasar luar negeri bisa bersifat siklikal. Misalnya, kekuatan yen Jepang dan euro terhadap dolar AS bisa melemah kembali jika Federal Reserve tidak segera memangkas suku bunga. Selain itu, ketegangan geopolitik seperti perang dagang, konflik regional, atau risiko politik di negara-negara berkembang masih bisa menjadi penghambat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2707\" data-end=\"3169\">Namun begitu, ada konsensus yang berkembang bahwa dunia saat ini lebih multipolar dalam hal pertumbuhan ekonomi. Menurut laporan <em data-start=\"2836\" data-end=\"2865\">International Monetary Fund<\/em> (IMF), porsi pertumbuhan global yang berasal dari negara-negara emerging markets mencapai lebih dari 65 persen pada 2024, naik dari 45 persen satu dekade sebelumnya. Dengan demikian, berinvestasi secara global bukan hanya strategi diversifikasi, tapi juga respons terhadap dinamika ekonomi yang berubah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3171\" data-end=\"3494\">John Rekenthaler dari <em data-start=\"3193\" data-end=\"3206\">Morningstar<\/em> berargumen bahwa alokasi ke saham internasional minimal harus setara dengan bobot kapitalisasi global\u2014yakni sekitar 40\u201345 persen. Namun kenyataannya, menurut data <em data-start=\"3370\" data-end=\"3380\">Vanguard<\/em>, investor ritel AS rata-rata hanya mengalokasikan sekitar 20 persen portofolio saham mereka ke pasar luar negeri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3496\" data-end=\"3919\">Mengapa ketimpangan ini terjadi? Salah satu alasannya adalah persepsi risiko dan preferensi terhadap saham-saham ikonik AS seperti Apple, Microsoft, dan Nvidia. Saham-saham ini memberikan imbal hasil luar biasa dalam dekade terakhir, mendorong indeks-indeks besar AS seperti Nasdaq dan S&amp;P 500. Namun, dengan valuasi saat ini yang dinilai mahal oleh banyak analis, potensi imbal hasil jangka panjang menjadi lebih terbatas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3921\" data-end=\"4357\">Faktor valuasi memang menjadi daya tarik utama dari saham internasional. Menurut analisis <em data-start=\"4011\" data-end=\"4039\">JP Morgan Asset Management<\/em>, rasio price-to-earnings (P\/E) saham Eropa dan Jepang saat ini lebih rendah 25\u201330 persen dibandingkan rata-rata saham AS. Artinya, investor membeli pertumbuhan dengan harga yang lebih masuk akal. Jika siklus suku bunga global membaik dan risiko geopolitik mereda, saham-saham ini memiliki ruang untuk naik lebih jauh.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"4359\" data-end=\"4677\">Tidak semua saham internasional memiliki profil risiko yang sama. Oleh karena itu, banyak penasihat menyarankan strategi yang selektif. Beberapa memilih pendekatan bottom-up, mencari perusahaan berkualitas tinggi di sektor seperti semikonduktor Asia, manufaktur mobil Jerman, atau produk konsumen premium asal Prancis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"4679\" data-end=\"5069\">Sementara itu, ETF berbasis wilayah seperti <em data-start=\"4723\" data-end=\"4742\">iShares MSCI EAFE<\/em> atau <em data-start=\"4748\" data-end=\"4779\">Vanguard FTSE All-World ex-US<\/em> menjadi pilihan populer bagi investor yang ingin eksposur global secara luas dengan biaya rendah. Di sisi lain, ETF tematik seperti <em data-start=\"4912\" data-end=\"4952\">iShares MSCI Emerging Markets ex China<\/em> juga mendapat perhatian karena menghindari eksposur besar ke China yang menghadapi ketidakpastian kebijakan ekonomi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"5071\" data-end=\"5627\">Dalam konteks investor Indonesia yang memiliki eksposur besar terhadap saham domestik, tren ini juga menjadi cerminan penting. Banyak investor ritel dan institusi di Tanah Air yang cenderung mengabaikan pasar internasional karena keterbatasan akses dan kurangnya informasi. Namun, dengan platform digital yang kini memungkinkan investasi lintas negara, akses terhadap saham global semakin terbuka. Diversifikasi internasional dapat menjadi pelindung terhadap risiko domestik seperti fluktuasi rupiah, volatilitas politik, dan ketergantungan pada komoditas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"5629\" data-end=\"6002\">Penting juga memahami bahwa diversifikasi geografis membantu meratakan risiko dan memperluas potensi imbal hasil. Ketika Wall Street mengalami koreksi, pasar Asia atau Eropa bisa menjadi penyeimbang. Bahkan dalam dekade terakhir, terdapat beberapa periode ketika saham internasional melampaui S&amp;P 500 dalam jangka pendek\u2014meskipun tren jangka panjangnya tetap condong ke AS.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"6004\" data-end=\"6346\">Namun kini, pergeseran itu tampaknya semakin nyata dan berkelanjutan. Seperti disampaikan dalam laporan <em data-start=\"6108\" data-end=\"6140\">Goldman Sachs Asset Management<\/em>, prospek pertumbuhan laba perusahaan-perusahaan non-AS terlihat lebih menjanjikan, terutama di sektor energi terbarukan, teknologi manufaktur, dan logistik yang berkembang di Asia Tenggara dan Eropa Timur.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"6348\" data-end=\"6695\">Faktor lainnya adalah regulasi. Di AS, sektor teknologi mulai menghadapi tekanan dari pengawasan antimonopoli, sementara di Eropa, perusahaan teknologi lebih terbiasa dengan regulasi ketat sejak awal. Dengan kata lain, beberapa perusahaan teknologi di luar negeri mungkin memiliki posisi yang lebih tahan banting terhadap gelombang peraturan baru.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"6697\" data-end=\"7099\">Untuk investor muda atau generasi milenial, pendekatan global menjadi semakin penting. Mereka cenderung lebih terbuka terhadap platform investasi lintas negara dan tidak memiliki ikatan emosional terhadap saham domestik seperti generasi sebelumnya. Generasi ini juga menyadari bahwa perusahaan terbaik di dunia tidak hanya berasal dari AS, tetapi juga dari Jepang, Korea Selatan, Jerman, bahkan Brasil.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"7101\" data-end=\"7435\">Alokasi ke saham internasional kini bukan lagi sekadar pelengkap portofolio, tetapi bagian penting dari strategi investasi jangka panjang. Dengan ketidakpastian yang tinggi di banyak sektor AS dan potensi pertumbuhan yang besar di luar negeri, investor bijak akan mempertimbangkan peningkatan porsi saham global mereka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"7437\" data-end=\"7780\">Tidak ada satu jawaban pasti tentang berapa persen portofolio yang harus ditempatkan di luar negeri. Namun banyak profesional investasi sepakat bahwa angka 30\u201340 persen bisa menjadi titik awal yang masuk akal. Pada akhirnya, keputusan harus disesuaikan dengan profil risiko, tujuan jangka panjang, dan keyakinan terhadap dinamika pasar global.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"7782\" data-end=\"7986\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Sebagaimana ditegaskan oleh <em data-start=\"7810\" data-end=\"7827\">Financial Times<\/em>, \u201cdunia tidak lagi tersentral pada satu pasar saja. Investor masa depan adalah mereka yang berani melampaui batas dan menjelajahi potensi pertumbuhan global.\u201d<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Vibiznews-Kolom) Untuk pertama kalinya dalam hampir 15 tahun, saham internasional mengungguli saham domestik AS. Kinerja kuat dari pasar Eropa, Jepang, dan emerging markets telah mengguncang asumsi lama bahwa S&amp;P 500 adalah satu-satunya arena permainan unggulan. Kini, sebagian penasihat keuangan mulai mendorong investor untuk memperluas horizon portofolio mereka melampaui batas geopolitik. Dalam konteks volatilitas global dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":101053,"featured_media":565491,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[669],"tags":[15122],"class_list":["post-583276","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-column","tag-saham-global"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Saham Global Ungguli Wall Street - Vibiznews.com<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Alokasi ke saham global kini bukan lagi sekadar pelengkap portofolio, tetapi bagian penting dari strategi investasi jangka panjang.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2025\/07\/07\/saham-global-ungguli-wall-street\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Saham Global Ungguli Wall Street - Vibiznews.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Alokasi ke saham global kini bukan lagi sekadar pelengkap portofolio, tetapi bagian penting dari strategi investasi jangka panjang.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2025\/07\/07\/saham-global-ungguli-wall-street\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Vibiznews.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-07-06T17:17:09+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-07-06T05:54:20+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/wallstreet20.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1980\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1312\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Fadjar Dewanto\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Fadjar Dewanto\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2025\/07\/07\/saham-global-ungguli-wall-street\/\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2025\/07\/07\/saham-global-ungguli-wall-street\/\",\"name\":\"Saham Global Ungguli Wall Street - Vibiznews.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2025\/07\/07\/saham-global-ungguli-wall-street\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2025\/07\/07\/saham-global-ungguli-wall-street\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/wallstreet20.jpg\",\"datePublished\":\"2025-07-06T17:17:09+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-06T05:54:20+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/ba2cdc61f74966250426e208a83feabf\"},\"description\":\"Alokasi ke saham global kini bukan lagi sekadar pelengkap portofolio, tetapi bagian penting dari strategi investasi jangka panjang.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2025\/07\/07\/saham-global-ungguli-wall-street\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2025\/07\/07\/saham-global-ungguli-wall-street\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2025\/07\/07\/saham-global-ungguli-wall-street\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/wallstreet20.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/wallstreet20.jpg\",\"width\":1980,\"height\":1312,\"caption\":\"wallstreet saham global\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2025\/07\/07\/saham-global-ungguli-wall-street\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/vibiznews.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Saham Global Ungguli Wall Street\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/\",\"name\":\"Vibiznews.com\",\"description\":\"Berita Bisnis | Berita Komoditi | Berita Saham\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/vibiznews.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/ba2cdc61f74966250426e208a83feabf\",\"name\":\"Fadjar Dewanto\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/07fae60539cb2c53642a35b195c6adc2?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/07fae60539cb2c53642a35b195c6adc2?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Fadjar Dewanto\"},\"description\":\"Editor in Chief Vibiz Media Network, Coordinating Partner of Business Advisory Vibiz Consulting.\",\"sameAs\":[\"http:\/\/www.vibiznews.com\"],\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/author\/fadjar-dewanto\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Saham Global Ungguli Wall Street - Vibiznews.com","description":"Alokasi ke saham global kini bukan lagi sekadar pelengkap portofolio, tetapi bagian penting dari strategi investasi jangka panjang.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2025\/07\/07\/saham-global-ungguli-wall-street\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Saham Global Ungguli Wall Street - Vibiznews.com","og_description":"Alokasi ke saham global kini bukan lagi sekadar pelengkap portofolio, tetapi bagian penting dari strategi investasi jangka panjang.","og_url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2025\/07\/07\/saham-global-ungguli-wall-street\/","og_site_name":"Vibiznews.com","article_published_time":"2025-07-06T17:17:09+00:00","article_modified_time":"2025-07-06T05:54:20+00:00","og_image":[{"width":1980,"height":1312,"url":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/wallstreet20.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Fadjar Dewanto","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Fadjar Dewanto","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2025\/07\/07\/saham-global-ungguli-wall-street\/","url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2025\/07\/07\/saham-global-ungguli-wall-street\/","name":"Saham Global Ungguli Wall Street - Vibiznews.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2025\/07\/07\/saham-global-ungguli-wall-street\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2025\/07\/07\/saham-global-ungguli-wall-street\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/wallstreet20.jpg","datePublished":"2025-07-06T17:17:09+00:00","dateModified":"2025-07-06T05:54:20+00:00","author":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/ba2cdc61f74966250426e208a83feabf"},"description":"Alokasi ke saham global kini bukan lagi sekadar pelengkap portofolio, tetapi bagian penting dari strategi investasi jangka panjang.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2025\/07\/07\/saham-global-ungguli-wall-street\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2025\/07\/07\/saham-global-ungguli-wall-street\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2025\/07\/07\/saham-global-ungguli-wall-street\/#primaryimage","url":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/wallstreet20.jpg","contentUrl":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/wallstreet20.jpg","width":1980,"height":1312,"caption":"wallstreet saham global"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2025\/07\/07\/saham-global-ungguli-wall-street\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/vibiznews.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Saham Global Ungguli Wall Street"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#website","url":"https:\/\/vibiznews.com\/","name":"Vibiznews.com","description":"Berita Bisnis | Berita Komoditi | Berita Saham","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/vibiznews.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/ba2cdc61f74966250426e208a83feabf","name":"Fadjar Dewanto","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/07fae60539cb2c53642a35b195c6adc2?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/07fae60539cb2c53642a35b195c6adc2?s=96&d=mm&r=g","caption":"Fadjar Dewanto"},"description":"Editor in Chief Vibiz Media Network, Coordinating Partner of Business Advisory Vibiz Consulting.","sameAs":["http:\/\/www.vibiznews.com"],"url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/author\/fadjar-dewanto\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/583276","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/101053"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=583276"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/583276\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":583277,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/583276\/revisions\/583277"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/565491"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=583276"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=583276"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=583276"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}