{"id":596486,"date":"2026-04-30T11:59:53","date_gmt":"2026-04-30T04:59:53","guid":{"rendered":"https:\/\/vibiznews.com\/?p=596486"},"modified":"2026-04-30T12:00:33","modified_gmt":"2026-04-30T05:00:33","slug":"geopolitik-minyak-dan-langkah-berani-uea","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/04\/30\/geopolitik-minyak-dan-langkah-berani-uea\/","title":{"rendered":"Geopolitik Minyak dan Langkah Berani UEA"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"0\" data-end=\"785\">(Vibiznews-Kolom) Keputusan Uni Emirat Arab (UEA) untuk keluar dari OPEC dipandang bukan sekadar guncangan bagi kartel yang selama ini mengendalikan pasar minyak global, melainkan juga sebagai penanda awal munculnya tatanan geopolitik baru di Timur Tengah yang dipicu oleh konflik dengan Iran. Langkah tersebut mencerminkan perubahan mendasar dalam konfigurasi kawasan, di mana garis pemisah tradisional antara dunia Arab dan Israel yang telah berlangsung puluhan tahun mulai bergeser. Dalam perkembangan ini, UEA yang dikenal sebagai pusat keuangan kawasan Teluk sekaligus kekuatan militer yang semakin signifikan, memperkuat kerja sama keamanan dengan Israel sebagai bagian dari upaya bersama untuk mengubah keseimbangan strategis regional, termasuk dengan penggunaan kekuatan militer jika diperlukan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"787\" data-end=\"1291\">Dalam konteks tersebut, Israel dilaporkan telah mengirimkan sistem pertahanan rudal Iron Dome beserta personel untuk mengoperasikannya di wilayah UEA. Kehadiran sistem ini dinilai sebagai sesuatu yang sebelumnya sulit dibayangkan terjadi di negara-negara Arab lainnya. Situasi konflik memberikan ruang bagi UEA, sebuah federasi monarki yang relatif kecil namun sangat kaya, untuk keluar dari bayang-bayang Arab Saudi dan menunjukkan ambisinya sebagai kekuatan regional yang lebih mandiri dan berpengaruh.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1293\" data-end=\"1890\">UEA secara sengaja menunjukkan perubahan prioritasnya dengan mengumumkan penarikan diri dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak pada saat para pemimpin Teluk tengah berkumpul di Arab Saudi dalam upaya menunjukkan persatuan. Waktu pengumuman tersebut dinilai sebagai sinyal kuat bahwa kepentingan nasional UEA ditempatkan di atas komitmen kolektif kawasan. Selain itu, UEA juga disebut tengah meninjau ulang hubungannya dengan sejumlah organisasi regional lain, termasuk Liga Arab dan Organisasi Kerja Sama Islam, meskipun belum ada rencana resmi untuk keluar dari lembaga-lembaga tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1892\" data-end=\"2570\">Dari sisi ekonomi, keputusan keluar dari OPEC dilatarbelakangi oleh pertimbangan praktis. Kebijakan kuota produksi yang diterapkan OPEC selama ini dinilai membatasi sekitar 30 persen kapasitas produksi minyak UEA, padahal negara tersebut membutuhkan fleksibilitas untuk meningkatkan pendapatan guna mengimbangi tekanan ekonomi akibat perang, terutama pada sektor pariwisata dan bisnis. Dengan tidak lagi terikat pada kuota, UEA memiliki keleluasaan untuk meningkatkan produksi minyak sesuai kepentingannya sendiri serta mengarahkan investasi pada pengamanan jalur ekspor, termasuk pembangunan infrastruktur pipa yang dapat menghindari Selat Hormuz yang terganggu akibat konflik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2572\" data-end=\"3256\">Perang dengan Iran juga mengubah persepsi UEA terhadap ancaman dan keandalan sekutu-sekutunya. Iran dilaporkan meluncurkan sekitar 2.800 drone dan rudal ke wilayah UEA, menjadikannya salah satu target utama serangan, bahkan melebihi intensitas serangan terhadap Israel. Meskipun UEA dinilai siap merespons secara tegas, sejumlah negara Teluk lainnya dianggap bergerak lebih lambat dalam memberikan dukungan. Kondisi ini mendorong UEA untuk semakin mempererat hubungan strategisnya dengan Amerika Serikat dan Israel, meskipun langkah tersebut menimbulkan ketidaknyamanan di kalangan negara-negara Arab yang khawatir terhadap eskalasi konflik di kawasan seperti Gaza, Lebanon, dan Iran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3258\" data-end=\"3879\">Seorang analis politik dari UEA menilai bahwa keputusan keluar dari OPEC merupakan hasil dari evaluasi mendalam setelah periode panjang serangan drone dan rudal. Dalam pandangan tersebut, OPEC dianggap tidak lagi sejalan dengan karakter UEA yang kini lebih berani, tegas, dan independen. Pemerintah UEA sendiri menegaskan bahwa langkah tersebut diambil berdasarkan kepentingan nasional dan komitmen untuk tetap memenuhi kebutuhan pasar minyak global. Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat saat itu menyambut keputusan tersebut dengan pandangan bahwa langkah itu berpotensi membantu menurunkan harga energi secara global.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3881\" data-end=\"4531\">Secara historis, UEA bermula sebagai kumpulan kerajaan kecil di pesisir timur Semenanjung Arab sebelum penemuan minyak pada dekade 1950-an. Setelah memperoleh kemerdekaan pada tahun 1971, negara ini memanfaatkan kekayaan minyak untuk bertransformasi menjadi pusat global dalam bidang keuangan, pariwisata, dan teknologi, dengan Dubai dan Abu Dhabi sebagai motor utamanya. Dalam beberapa tahun terakhir, kepemimpinan Sheikh Mohammed bin Zayed juga mengarahkan negara tersebut menjadi kekuatan militer yang aktif dan tidak ragu menggunakan pengaruhnya, termasuk melalui penggunaan kontraktor militer, untuk memperluas jangkauan strategisnya di kawasan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"4533\" data-end=\"5149\">Meskipun ukuran militernya tidak terbesar di Timur Tengah, UEA mampu memproyeksikan kekuatan yang signifikan melalui pembelian senjata canggih, ekspor persenjataan, serta keterlibatan dalam berbagai konflik regional seperti di Yaman dan Libya. Militernya juga dinilai sebagai salah satu yang paling terlatih di antara negara-negara Teluk. Dalam berbagai intervensinya, UEA menyatakan bahwa tindakan tersebut merupakan bagian dari upaya untuk menekan ekstremisme, khususnya terhadap kelompok-kelompok seperti Ikhwanul Muslimin yang pernah memperoleh kekuasaan politik di beberapa negara setelah peristiwa Arab Spring.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"5151\" data-end=\"5738\">Hubungan diplomatik antara UEA dan Israel yang terjalin melalui Abraham Accords membuka jalur baru bagi kerja sama di bidang militer dan teknologi. Perkembangan ini memungkinkan perusahaan pertahanan Israel untuk beroperasi di UEA serta memperkuat kolaborasi dalam sistem pertahanan udara. Dalam konflik terbaru, Israel bahkan mengirimkan sistem pertahanan udara ke UEA, yang menandai tingkat integrasi militer yang semakin dalam antara kedua negara. Namun demikian, hubungan yang semakin erat ini juga memperlebar kesenjangan antara UEA dan beberapa negara tetangganya di kawasan Teluk.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"5740\" data-end=\"6429\">Di sisi lain, hubungan antara UEA dan Arab Saudi menunjukkan dinamika yang kompleks. Meskipun keduanya merupakan sekutu, terdapat persaingan yang semakin nyata dalam hal pengaruh geopolitik dan ekonomi. Arab Saudi, di bawah kepemimpinan putra mahkota Mohammed bin Salman, berupaya mengurangi ketergantungan pada minyak dan menantang posisi Dubai sebagai pusat regional dengan mendorong relokasi kantor pusat perusahaan ke Riyadh serta mengembangkan sektor pariwisata dan teknologi. Ketegangan juga muncul dalam konteks kebijakan produksi minyak, di mana Arab Saudi cenderung mempertahankan pembatasan produksi untuk menjaga harga, sementara UEA berupaya meningkatkan kapasitas produksinya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"6431\" data-end=\"6919\">Hubungan pribadi antara pemimpin kedua negara yang sebelumnya erat juga mengalami keretakan dalam beberapa tahun terakhir, termasuk periode ketika komunikasi di antara mereka sempat terhenti. Perbedaan kepentingan dalam OPEC menjadi salah satu faktor utama yang memperdalam ketegangan tersebut. Dalam perkembangan menjelang konflik, Iran dilaporkan berupaya memanfaatkan ketegangan antara UEA dan negara-negara Teluk lainnya dengan menyampaikan ancaman yang secara khusus menargetkan UEA.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"6921\" data-end=\"7468\">Ketika konflik dimulai, Iran menjalankan strategi untuk memperluas dampak konflik secara global dengan meningkatkan tekanan ekonomi melalui gangguan pasokan energi. Serangan terhadap negara-negara Teluk dan penutupan Selat Hormuz menyebabkan gangguan besar terhadap pasokan minyak dunia. UEA menjadi salah satu target utama serangan, dengan fasilitas energi, pelabuhan, dan infrastruktur vital lainnya menjadi sasaran. Aktivitas ekonomi, termasuk operasional bandara internasional Dubai, sempat terganggu secara signifikan selama periode tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"7470\" data-end=\"7991\">Seiring berjalannya konflik, perbedaan pendekatan antara UEA dan negara-negara seperti Arab Saudi dan Oman semakin terlihat. UEA mengambil langkah yang lebih tegas, termasuk membatasi aktivitas Iran di dalam negeri, mencabut visa sebagian warga Iran, serta mengancam pembekuan aset. Langkah-langkah ini berdampak pada hubungan ekonomi Iran dengan jaringan keuangan global. Di sisi lain, negara-negara Teluk lainnya cenderung memilih pendekatan diplomatis dan tidak sepenuhnya mendukung langkah-langkah yang lebih agresif.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"7993\" data-end=\"8564\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Kondisi ini mencerminkan lemahnya tingkat solidaritas di antara negara-negara Teluk dalam menghadapi ancaman bersama. Evaluasi internal di UEA menunjukkan adanya kekecewaan terhadap kurangnya dukungan dari negara-negara tetangga. Dalam pandangan sejumlah analis, situasi ini justru membuka peluang bagi UEA untuk memperkuat posisinya sebagai kekuatan yang lebih independen. Ambisi kepemimpinan UEA untuk memainkan peran yang lebih besar, tidak hanya di tingkat regional tetapi juga global, menjadi semakin jelas dalam konteks perubahan geopolitik yang sedang berlangsung.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Vibiznews-Kolom) Keputusan Uni Emirat Arab (UEA) untuk keluar dari OPEC dipandang bukan sekadar guncangan bagi kartel yang selama ini mengendalikan pasar minyak global, melainkan juga sebagai penanda awal munculnya tatanan geopolitik baru di Timur Tengah yang dipicu oleh konflik dengan Iran. Langkah tersebut mencerminkan perubahan mendasar dalam konfigurasi kawasan, di mana garis pemisah tradisional antara [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":101053,"featured_media":596487,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[669],"tags":[15511],"class_list":["post-596486","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-column","tag-uea"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Geopolitik Minyak dan Langkah Berani UEA - Vibiznews.com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/04\/30\/geopolitik-minyak-dan-langkah-berani-uea\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Geopolitik Minyak dan Langkah Berani UEA - Vibiznews.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"(Vibiznews-Kolom) Keputusan Uni Emirat Arab (UEA) untuk keluar dari OPEC dipandang bukan sekadar guncangan bagi kartel yang selama ini mengendalikan pasar minyak global, melainkan juga sebagai penanda awal munculnya tatanan geopolitik baru di Timur Tengah yang dipicu oleh konflik dengan Iran. Langkah tersebut mencerminkan perubahan mendasar dalam konfigurasi kawasan, di mana garis pemisah tradisional antara [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/04\/30\/geopolitik-minyak-dan-langkah-berani-uea\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Vibiznews.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-04-30T04:59:53+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-04-30T05:00:33+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Abraham-Accords.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"960\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"624\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Fadjar Dewanto\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Fadjar Dewanto\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/04\/30\/geopolitik-minyak-dan-langkah-berani-uea\/\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/04\/30\/geopolitik-minyak-dan-langkah-berani-uea\/\",\"name\":\"Geopolitik Minyak dan Langkah Berani UEA - Vibiznews.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/04\/30\/geopolitik-minyak-dan-langkah-berani-uea\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/04\/30\/geopolitik-minyak-dan-langkah-berani-uea\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Abraham-Accords.jpg\",\"datePublished\":\"2026-04-30T04:59:53+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-30T05:00:33+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/ba2cdc61f74966250426e208a83feabf\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/04\/30\/geopolitik-minyak-dan-langkah-berani-uea\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/04\/30\/geopolitik-minyak-dan-langkah-berani-uea\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/04\/30\/geopolitik-minyak-dan-langkah-berani-uea\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Abraham-Accords.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Abraham-Accords.jpg\",\"width\":960,\"height\":624,\"caption\":\"President Donald J. Trump, Minister of Foreign Affairs of Bahrain Dr. Abdullatif bin Rashid Al-Zayani, Israeli Prime Minister Benjamin Netanyahu and Minister of Foreign Affairs for the United Arab Emirates Abdullah bin Zayed Al Nahyan signs the Abraham Accords Tuesday, Sept. 15, 2020, on the South Lawn of the White House. Source: Official White House Photo by Shealah Craighead\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/04\/30\/geopolitik-minyak-dan-langkah-berani-uea\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/vibiznews.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Geopolitik Minyak dan Langkah Berani UEA\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/\",\"name\":\"Vibiznews.com\",\"description\":\"Berita Bisnis | Berita Komoditi | Berita Saham\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/vibiznews.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/ba2cdc61f74966250426e208a83feabf\",\"name\":\"Fadjar Dewanto\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/07fae60539cb2c53642a35b195c6adc2?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/07fae60539cb2c53642a35b195c6adc2?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Fadjar Dewanto\"},\"description\":\"Editor in Chief Vibiz Media Network, Coordinating Partner of Business Advisory Vibiz Consulting.\",\"sameAs\":[\"http:\/\/www.vibiznews.com\"],\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/author\/fadjar-dewanto\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Geopolitik Minyak dan Langkah Berani UEA - Vibiznews.com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/04\/30\/geopolitik-minyak-dan-langkah-berani-uea\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Geopolitik Minyak dan Langkah Berani UEA - Vibiznews.com","og_description":"(Vibiznews-Kolom) Keputusan Uni Emirat Arab (UEA) untuk keluar dari OPEC dipandang bukan sekadar guncangan bagi kartel yang selama ini mengendalikan pasar minyak global, melainkan juga sebagai penanda awal munculnya tatanan geopolitik baru di Timur Tengah yang dipicu oleh konflik dengan Iran. Langkah tersebut mencerminkan perubahan mendasar dalam konfigurasi kawasan, di mana garis pemisah tradisional antara [&hellip;]","og_url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/04\/30\/geopolitik-minyak-dan-langkah-berani-uea\/","og_site_name":"Vibiznews.com","article_published_time":"2026-04-30T04:59:53+00:00","article_modified_time":"2026-04-30T05:00:33+00:00","og_image":[{"width":960,"height":624,"url":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Abraham-Accords.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Fadjar Dewanto","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Fadjar Dewanto","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/04\/30\/geopolitik-minyak-dan-langkah-berani-uea\/","url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/04\/30\/geopolitik-minyak-dan-langkah-berani-uea\/","name":"Geopolitik Minyak dan Langkah Berani UEA - Vibiznews.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/04\/30\/geopolitik-minyak-dan-langkah-berani-uea\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/04\/30\/geopolitik-minyak-dan-langkah-berani-uea\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Abraham-Accords.jpg","datePublished":"2026-04-30T04:59:53+00:00","dateModified":"2026-04-30T05:00:33+00:00","author":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/ba2cdc61f74966250426e208a83feabf"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/04\/30\/geopolitik-minyak-dan-langkah-berani-uea\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/04\/30\/geopolitik-minyak-dan-langkah-berani-uea\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/04\/30\/geopolitik-minyak-dan-langkah-berani-uea\/#primaryimage","url":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Abraham-Accords.jpg","contentUrl":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Abraham-Accords.jpg","width":960,"height":624,"caption":"President Donald J. Trump, Minister of Foreign Affairs of Bahrain Dr. Abdullatif bin Rashid Al-Zayani, Israeli Prime Minister Benjamin Netanyahu and Minister of Foreign Affairs for the United Arab Emirates Abdullah bin Zayed Al Nahyan signs the Abraham Accords Tuesday, Sept. 15, 2020, on the South Lawn of the White House. Source: Official White House Photo by Shealah Craighead"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/04\/30\/geopolitik-minyak-dan-langkah-berani-uea\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/vibiznews.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Geopolitik Minyak dan Langkah Berani UEA"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#website","url":"https:\/\/vibiznews.com\/","name":"Vibiznews.com","description":"Berita Bisnis | Berita Komoditi | Berita Saham","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/vibiznews.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/ba2cdc61f74966250426e208a83feabf","name":"Fadjar Dewanto","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/07fae60539cb2c53642a35b195c6adc2?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/07fae60539cb2c53642a35b195c6adc2?s=96&d=mm&r=g","caption":"Fadjar Dewanto"},"description":"Editor in Chief Vibiz Media Network, Coordinating Partner of Business Advisory Vibiz Consulting.","sameAs":["http:\/\/www.vibiznews.com"],"url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/author\/fadjar-dewanto\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/596486","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/101053"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=596486"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/596486\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":596488,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/596486\/revisions\/596488"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/596487"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=596486"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=596486"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=596486"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}